Darkness System

Darkness System
Chapter. 22 Dungeon emas 3


__ADS_3

Setelah sampai diakademi, instruktur menyuruh Rosa dan Violet untuk beristirahat dan dia akan melaporkan kejadian ini kepada kepala akademi


"Kalian berdua kembalilah keasrama dan beristirahat, aku akan melaporkan kejadian ini ke pangeran keempat"


Violet menyetujuinya dan langsung kembali keasrama. Sedangkan Rosa, dia mau ikut menemui ayahnya


"Aku juga akan berbicara kepada ayah"


Instruktur tak bisa melarangnya karena bagaimanapun mereka adalah ayah dan anak



*Ruang kepala akademi


Tok~tok~tok


"Masuk"


"Ayaaahh…!!" Rosa langsung berlari memeluk ayahnya sambil menangis


"Tenanglah Rosa, kenapa kamu menangis ?"


Instruktur memotong pembicaraan mereka


"I-itu pangeran, hari ini saat penjelajahan dungeon, kelompok putri anda dan putri Violet mengalami kejadian yang tak terduga…"


Pangeran terkejut


"Bukankah aku menyuruh kalian untuk menjelajahi dungeon tingkat merah ? Harusnya dungeon itu tak berbahayakan ?"


"Benar pangeran. Awalnya semuanya baik baik saja, kemudian siswa bernama Rei Albert bicara kepada saya…"


"Dia bilang kalau dungeon ini berbahaya untuk siswa kita, tapi saya menganggap dia hanya ketakutan saja…"


"Kemudian setelah beberapa lama, putri anda dan putri Violet keluar dari dungeon dan menceritakan kalau boss dungeon itu adalah high orc. Jadi kemungkinan dungeon ini telah bertransformasi menjadi tingkat ungu atau emas" Jelasnya


"Apa ?!! Transformasi dungeon sangat jarang terjadi. Jika memang seperti itu, maka siswa lainnya yang masih ada didalam dungeon sudah dipastikan tidak dapat bertahan"


Pangeran masih mencoba menenangkan putrinya


"Aku akan meminta guild banteng merah untuk menyelesaikan dungeon ini. Dan untuk para korban, berikan mereka kompensasi yang besar"

__ADS_1


Instruktur pergi keluar dari ruangan itu


"Ayah, kapan guild banteng merah akan kedungeon itu ?"


"Kemungkinan besok mereka akan ke dungeon"


"Ayah, bolehkah aku ikut bersama mereka kedungeon ?"


"Jika itu maumu ayah tidak bisa bilang tidak. Tapi sekarang kamu kembalilah keasrama untuk istirahat"


Berita itu langsung tersebar keseluruh akademi. Hingga sampai ke telinga Jeni, Jeni langsung marah dan mencari Rosa di asrama


Jeni sangat marah sekaligus sedih dengan kepergian adiknya. Kalau saja dia tak menolong Rosa, mungkin dia masih bisa selamat


Jeni langsung masuk kekamar Rosa, Rosa yang sedang terbaring kelelahan sontak kaget


"Siapa kalian ? Kenapa kalian kemari ?"


"Kamu…!!"


Jeni menampar keras Rosa


"Kalau bukan karena menolongmu, Rei tidak akan mati…!!"


Tapi sekarang, dia bahkan mati mengenaskan demi melindungi putri pangeran keempat


Rosa tak bisa berkata apa apa, yang dikatakan Jeni memang benar. Jika saja Rei tidak menyelamatkannya, mungkin dia masih bisa selamat.


Jeni berlari keluar begitu juga dengan kelompoknya yang keluar mengikuti Jeni



*Di dungeon


Rei sedang menyerang dungeon kedua, kali ini dia melawan kawanan monster serangga. Lebah, kumbang dan yang lainnya


Tapi ini sedikit lebih mudah bagi Rei karena memiliki pasukan yang lebih banyak. Rei sudah tiba di ruangan boss dungeon


Rei bingung mau menyebutnya apa. Penampilannya seperti seorang peri tapi dia sangat agresif, bahkan lebih agrsif dari high orc tadi.


Sihirnya adalah tumbuhan. Dia bisa memanipulasi tumbuhan untuk menyerang maupun bertahan, dan tumbuhan ini menyerap kehidupan bahkan pasukannya sendiri

__ADS_1


"Ini mirip dengan salah satu kemampuan Alex" Gumam Rei dalam hati


Rei tak mau mengulur waktu lagi, dia langsung menyerangnya. Ini jauh lebih sulit dari pada melawan high orc tadi


Akar akar tumbuhan terus menyerangnya, sekali Rei menyerang akar akar itu melindungi boss dungeon dengan sangat baik


Merasa sia sia, Rei memanggil pasukannya untuk fokus menyerang boss dungeon


Geas, Gill, Elsa, Kian dan Carl langsung menyerang boss dengan kemampuan terbaik mereka.


Akhirnya, beberapa waktu berlalu sekarang boss dungeon sudah terlihat kelelahan. Rei melihat celah padanya, dan langsung menyabit perutnya sampai tembus belakang


Boss ini akhirnya kalah dan Rei menyelesaikan misinya


[Selamat… Tuan telah menyelesaikan misi]


[Hadiah : 3 kotak misteri emas di terima]


[Buka Y / N]


[Hadiah : 30.000 point diterima]


[Sistem telah diupgrade ke versi selanjutnya]


"Eh, upgrade ? tapi aku tak merasa melakukan upgrade padamu"


[Sistem akan upgrade otomatis setelah beberapa waktu]


Rei tak bertanya lagi, Rei sepertinya cukup paham maksud sistem


Seperti sebelumnya, Rei mengumpulkan mayat mayat dan membangkitkannya


"Mulai sekarang namamu adalah Lala dan kamu akan memimpin pasukan yang baru saja kubangkitkan bersamamu"


Rei menunjuk boss dungeon dan meminta sistem untuk meningkatkan Lv nya ke Lv. 10


[Point ditukar \= 10.000]


[Selamat… Lala naik Lv. 1 \=> 10]


"Tuan apa kamu tidak mengambil harta karun dungeon ini ? tuan melewatkannya juga didungeon sebelumnya" Tanya Alex

__ADS_1


Rei langsung tersedak mendengar pertanyaan Alex, Rei benar benar lupa akan hal ini. Benar juga, kira kira harta apa yang ada didungeon tingkat emas ?


__ADS_2