
Kemudian Rei meminta beberapa pasukannya berjaga ketika Rei tidur
…
*Pagi
10 hunter dari guild banteng merah telah berada di ruang kepala akademi untuk menerima misi. Begitupun Rosa yang sudah hadir disitu
"Baiklah misi kalian kali ini adalah menyelesaikan dungeon tingkat emas, kalian akan dipandu putriku untuk sampai kesana…"
"Berhati hatilah dan juga pastikan keselamatan putriku"
"Baik pangeran"
Mereka kemudian keluar dari ruangan kepala akademi
"Rosa, kau juga berhati hatilah. Jangan memaksakan diri"
"Baik ayah, kalau begitu aku akan pergi sekarang"
Rosa keluar dan berkumpul dengan hunter dari banteng merah
"Putri Rosa, apa kita berangkat sekarang ?" Tanya salah satu hunter
"Ya, kalian ikuti aku"
Mereka langsung menuju dungeon
*Sementara itu
"Tuan, ada beberapa orang menuju kesini. Kemungkinan mereka adalah hunter" Jo memberi laporan dari pengintaian nya
Rei sudah menduga hal ini. Rei memanggil beberapa pasukan orcnya
"Keluarlah"
"Aku meminta kalian untuk membuatku terluka parah"
Mereka sejenak saling memandang
Kemudian Alex tiba tiba muncul
"Apa tuan tidak mau mereka tahu tentang kekuatan tuan ?"
"Ya. Setidaknya untuk sekarang"
Alex mengerti maksud tuannya
"Tenang saja, aku mempunyai pil yang bisa langsung menyembuhkanku" Tambah Rei
Kemudian beberapa orc menghajar Rei sesuai dengan permintaan Rei
Rei yang terluka parah kemudian terbaring direrumputan
…
"Siapa itu ?" Gumam Rosa dalam hati melihat seseorang tergeletak
Setelah lebih dekat dia sadar kalau itu adalah Rei
"Rei…? Reeiii…!!" Rosa berlari menuju Rei
Sayangnya, sekarang Rei sudah tak sadarkan diri
Salah satu hunter bertanya kepada Rosa
"Siapa dia putri Rosa ? Apa dia salah satu temanmu ?"
"Ya dialah yang menyelamatkanku kemarin. Tapi kenapa dia bisa keluar ? Sepertinya seseorang telah menyelesaikan dungeonnya dan mengeluarkan Rei"
Salah satu hunter mendekat ke Rei dan memeriksa keadaannya
"Ah ini adalah sebuah keajaiban. Dia masih bernafas, walaupun itu lemah"
"Tapi melihat luka lukanya, sepertinya akan butuh waktu lama untuk menyembuhkannya…"
"Dan kemungkinan terburuknya dia tidak bisa kembali keakademi" Jelas salah satu hunter
__ADS_1
"Tidak masalah, asalkan dia bisa kembali hidup itu sudah cukup" Jawab Rosa
Kemudian mereka memutuskan untuk kembali keakademi untuk merawat Rei
…
Setelah sampai dirumah sakit yang ada diakademi berita tentang selamatnya Rei langsung tersebar diakademi
Jeni yang mendengar tentang kabar itu, dia segera berlari kerumah sakit untuk melihat Rei
…
"Apa apaan bocah ini, bagaimana dia bisa bertahan dengan luka seperti ini" Gumam seorang tabib yang sedang mengobati Rei
Kemudian tabib itu keluar
"Putri Rosa, apa kamu sudah menghubungi keluarga anak itu ?"
"Ti-tidak, aku lupa memberitahukan ini kepada keluarganya"
"Aku akan meminta seseorang untuk pergi kekeluarganya"
"Tidak perlu…!! Aku adalah keluarganya"
Rosa melihat kearah suara itu
"Kau… Perempuan yang kemarin"
Jeni hanya menatap sinis Rosa
"Tabib bagaimana keadaannya ?"
"Aku tidak tahu bagaimana dia masih bisa selamat dengan luka seperti itu, ini adalah sebuah keajaiban…"
"Tapi aku tak yakin kapan dia akan bangun. Jujur aku tak bisa menyembuhkannya, aku hanya akan menyembuhkan luka luarnya"
"Sebagai pacar yang baik, kamu harus menjaganya dengan baik. Disaat seperti ini dia sangat butuh seseorang disampingnya"
Tabib itu salah menganggap kalau Jeni adalah pacar Rei. Kemudian tabib itu pergi meninggalkan Rosa dan Jeni
…
*Di ruang kepala akademi
"Jadi maksudmu ada seseorang yang telah menyelesaikan dungeon itu sebelum kalian" Tanya pangeran
Salah satu hunter menjawab
"Benar pangeran, saat kita sampai kita hanya menemukan tubuh siswa Rei yang terluka parah. Beruntung dia masih bisa selamat"
"Siapa yang dapat menyelesaikan dungeon itu ? Apa guild besar lainnya ? Tapi kurasa berita ini belum tersebar begitu luas"
"Perkiraan saya dungeon ini diselesaikan oleh petualang yang melintasi daerah hutan itu, aku tak yakin jumlahnya berapa tapi jelas mereka sangat kuat"
"Baiklah kalian boleh pergi sekarang"
"Baik pangeran" Hunter hunter dari guild banteng merahpun pergi
3 Hari berlalu dan Rei masih belum sadarkan diri. Setiap hari Jeni menjenguk Rei sepulang sekolah
Sedangkan Rosa, dia juga selalu menjenguk Rei saat jam istirahat
Hari ini, saat Jeni sedang menjenguk Rei, dia melihat jari jari Rei mulai bergerak
"Rei ? Rei apa kau bisa mendengarku ?" Wajah gembira langsung terpasang diwajah Jeni melihat adiknya sadar
Rei perlahan membuka matanya, terlihat wajah kakaknya yang tersenyum sambil meneteskan air matanya
"Ka-kakak…"
Jeni langsung tersadar kembali dan segera memanggil tabib
"Rei tunggulah aku akan memanggil tabib"
Dengan segera Jeni memanggil tabib yang sedang berbicara dengan Rosa
"Tabib…!! Rei… Rei dia sudah sadar"
__ADS_1
Tabib dan Rosa terkejut dengan apa yang dibicarakan Jeni. Menurut analisa tabib, dia akan sadar setidaknya dalam satu bulan
…
Semua orang terkejut saat melihat Rei sedang duduk ditempat tidurnya
"Rei… Kenapa kamu bangun, sudah kubilang untuk menungguku" Ucap Jeni
"Badanku lelah jika terus berbaring"
Kemudian tabib menyela mereka
"Kau sungguh anak yang beruntung nak. Ini benar benar keajaiban…"
"Kalian berdua tunggulah diluar, aku akan memeriksanya terlebih dahulu"
Jeni dan Rosa keluar dan tabib mulai memeriksa Rei
…
Beberapa waktu kemudian Jeni dan Rosa diperbolehkan masuk kembali
"Walaupun ini berat, aku harus menyampaikan ini…" Tabib mulai berbicara sambil mengelus dagunya
"Aku bisa bilang kamu adalah orang yang sangat beruntung nak, aku tak tahu bagaimana kamu bisa selamat dari dungeon itu tapi itu adalah keberuntunganmu…"
"Tapi juga tak seberuntung itu. Kamu mungkin bisa sembuh, tapi kamu tidak bisa lagi menjadi seorang kestria sihir"
Rei hanya menunduk
Rosa dan Jeni yang ada disitu juga ikut bersedih. Kemudian tabib melanjutkan pembicaraannya
"Melihat kondisimu sekarang, aku yakin akademi akan mengeluarkanmu…"
"Tak perlu begitu sedih, kamu bisa hidup sebagai orang biasa mulai sekarang"
Tabib pun keluar meninggalkan mereka
Rei kemudian melihat Rosa dan Jeni, mereka hanya diam hanya kesedihan yang tampak diwajah mereka
Rei mencoba mencairkan suasana
"Kenapa kalian begitu sedih ? Bukankah sekarang aku masih hidup ?"
"Rei… I-itu… Aku mau mengucapkan terimakasih karena sudah menyelamatkanku. Tenang saja aku akan berbicara kepada ayah untuk tidak mengeluarkanmu" Ucap Rosa
Rei kemudian menjawab dengan sedikit senyuman
"Tidak, tidak usah…"
"Kalau aku tetap disini, aku hanya akan menjadi mainan bagi anak anak yang lain"
"Tapi Rei…"
"Cukup…!" Jeni memotong pembicaraan mereka
Rei melihat kearah kakaknya, kemudian Rei meminta Rosa untuk meninggalkannya berdua dengan Jeni
"Rosa, bisakah kamu keluar dulu ? Aku mau bicara dengannya"
"Ba-baiklah" Rosa dengan berat hati meninggalkan mereka berdua
"Kenapa kamu begitu marah kakak ?"
Jeni langsung memeluk adiknya yang sedang duduk
"Bodoh… kenapa kamu begitu bodoh…"
"Kenapa kamu mengorbankan nyawamu untuk putri pangeran itu" Ucapnya sambil menangis
Rei menenangkan kakaknya
"Tenanglah kak, aku sungguh tidak apa apa…"
"Sebenarnya aku juga malas sekolah, mungkin setelah ini aku akan mencari pekerjaan"
Jeni terus menangis, Rei hanya bisa mencoba menenangkannya sekarang. Tak mungkin bagi Rei untuk bilang kalau ini semua hanya pura pura
__ADS_1