Darkness System

Darkness System
Chapter. 12 Hadiah 1


__ADS_3

[Nama : Reinal Albert]


[Kesehatan : 85 %]


[Pekerjaan : Tidak ada]


[Jenis sihir : Kegelapan ilahi]


[Senjata sihir : Scythe]


[Artefak sihir : Tidak ada]


[Jurus : Boneka mayat lv. 2]


[Tubuh : Mata iblis]


[Hadiah : Tidak ada]


[Point : 20.100]


Kemudian Rei meminta Geas, Gill dan Elsa mencarikan beberapa hewan dan ranting pohon, sedangkan Kian mencari tempat yang bagus untuk tuannya beristirahat.


Menunggu mereka Rei, Misa dan Stella duduk di bawah pohon besar.


"Rei apa kau perlu bantuan kami ? Bagaimanapun kami tetaplah pelayanmu juga" Misa bertanya sambil memberikan Rei air minum.


"Apa kalian merasa seperti pelayan ? Aku tidak mau kalian menjadi pelayanku"


"Apa kami menjadi beban buatmu Rei ? Aku tahu aku dan kakak tidak sehebat empat pelayanmu, tapi pasti ada yang bisa kita berdua lakukan untukmu" Stella yang dari tadi diam mulai bicara.


"Tidak, aku tidak bermaksud begitu. Hanya saja aku hanya ingin kalian menjadi temanku"

__ADS_1


Misa dan Stella sejenak saling memandang


"Maaf Rei, kita berdua tidak bisa menjadi temanmu" Misa menjawab dengan menundukan kepalanya.


Rei terkejut mendengar itu


"Kenapa ? Apa karena kalian adalah ras campuran ?" Rei terbawa suasana


Keduanya hanya menundukan kepala


"Jadi Rei, bisakah kamu menjadikan kita berdua pelayanmu ? Hanya dengan cara ini kita bertiga dapat hidup berdampingan"


"Hah… Baiklah jika tidak ada cara lain, mulai sekarang kalian akan menjadi tangan kananku"


Mendengar itu Misa dan Stella tersenyum bahagia.


"Tapi sebelum itu, kalian harus menjadi kuat supaya aku tidak khawatir"


"Sistem, apa kau punya senjata yang cocok untuk mereka" Rei bertanya kepada sistem melalui telepati.


[Mereka berdua sangat cocok untuk menjadi assassin, yang satu mempunyai sihir elemen angin yang satu lagi mempunyai sihir lanjutan Racun]


[Saya sarankan tuan untuk memberi mereka ini]


Sistem menampilkan dua senjata, belati dan juga jarum perak. Masing masing dihargai dengan 7.000 Point.


Rei sejenak memikirkan, keraguan sempat terlintas dibenaknya tapi sekarang yang lebih penting adalah membuat mereka bertambah kuat.


"Apakah ini senjata terbaik untuk mereka ?"


[Ya tuan, kedua senjata ini bukan senjata biasa. Izinkan aku menjelaskannya]

__ADS_1


[Belati ini tidak terbuat dari besi, ini terbuat dari batu suci yang ada 1.000 tahun sekali. Belati ini tidak bisa patah, dan belati ini dapat menyembunyikan aura membunuh serta yang lebih hebat senjata ini bisa berevolusi]


"Berevolusi ?"


[Ya tuan, ketika sudah berevolusi belati ini akan menjadi lebih tajam dan ringan, serta setelah berevolusi belati ini bisa digerakan dari jarak 50 Meter]


[Sedangkan jarum perak ini, walaupun disini terlihat ada enam tapi pada kenyataannya jarum ini tak terbatas. Pemiliknya dapat terus menembakan jarum ini dan ketika digunakan sekaligus jarum ini bisa menjadi enam, sama dengan belati tadi jarum perak ini juga bisa berevolusi]


[Kondisi setelah berevolusi jarum perak ini yaitu hanya dapat dilihat pemiliknya saja dan akan menjadi 8 jika digunakan secara bersamaan, jarum ini juga dapat menembus pelindung tingkat ungu]


Setelah penjelasan itu, Rei memutuskan membelinya


"Misa, Stella kemarilah"


Misa dan Stella mendekat ke Rei


"Karena kalian telah menjadi tangan kananku, aku akan memberikan kalian berdua hadiah"


Rei memunculkan sepasang belati terlebih dahulu


"Ini untukmu Misa, untuk menjadi kuat aku berencana menjadikan kalian assassin. Sihirmu elemen angin yang sangat cocok menjadi assassin dan kupikir belati ini sangat cocok untukmu"


Misa menerimanya tanpa berkata


"Gunakanlah darahmu dan teteskan ke kedua belati itu" Rei memberi intruksi.


Misa hanya menurutinya, setelah Misa meneteskan darahnya ke kedua belati itu, tiba tiba dua belatinya menghilang entah kemana.


"Eh… kemana belati tadi ? Apa aku melakukan kesalahan ?"


"Tidak, kamu berhasil kamu bisa memanggilnya hanya dengan membayangkannya dan ketika kamu ingin belati itu tidak ada, maka belati itu akan menghilang" Jelasnya.

__ADS_1


Kemudian Misa mencobanya dan berhasil, Misa terus memainkan belati itu.


__ADS_2