Darkness System

Darkness System
Chapter. 31 Pelelangan


__ADS_3

Terlihat banyak sekali orang duduk dilantai pertama. Sedangkan untuk dilantai dua, hanya ada beberapa orang saja


"Bakilah semuanya… Pertama saya ucapkan terima kasih untuk yang sudah datang dipelelangan bintang malam ini…"


"Perkenalkan nama saya Tora, saya akan memandu jalannya pelelangan malam ini"


"Untuk barang pembuka disini ada 4 pil stamina tingkat hijau, ini dibuat master alchemist dari kota bagian barat kerajaan Celsia…" Kata Tora sambil menyampingkan tangannya menunjuk kotak merah yang dibawa perempuan cantik


"Harga awal adalah 25 Emas, untuk tuan tuan yang berminat bisa mengangkat tangannya"


"26 Emas…" Seorang pria mengangkat tangannya


"27…"


"28…"


"29…"


Banyak penawaran hanya untuk pil stamina tingkat hijau, ini membuat Rei bingung


"Sistem, kenapa pil itu sangat banyak peminatnya ?"


[Di dunia ini ada beberapa manusia yang sangat dihormati oleh yang lainnya…]


[Itu adalah master alchemist, master array dan master penempa. Mereka sangat jarang ada, jadi mereka sangat dihormati dan tentu saja karya dari mereka dijual dengan harga mahal]


Rei hanya mendengar sistem menjelaskan


"29 satu…! 29 dua…! 29 tiga…!!"


"Selamat kepada tuan sebelah sana mendapatkan 4 pil stamina ini !"


"Selanjutnya barang kedua, disini ada buku jurus sihir elemen angin tingkat merah. Harga awalnya adalah 50 emas !!"


"52…!"


"55…!"



Ini bahkan lebih heboh dari pada yang pertama, akhirnya itu didapatkan seorang perempuan dengan harga 65 emas


Pelelangan dilanjutkan kembali, tapi tak ada satupun yang menarik perhatian Rei. Baginya dia bisa membelinya disistem dengan harga yang lebih murah


"Selanjutnya… Adalah sebuah pedang batu. Pihak pelelangan bintang kami sudah mengkonfirmasi, ini bukan artefak sama sekali ini hanya batu berbentuk pedang…"


"Tapi ini masih bagus untuk dijadikan hiasan dirumah. Harga awalnya 50 perak !"


"Hah !? Jangan membuang buang waktu lagi, lanjut saja kebarang berikutnya yang lebih bagus…!" Seorang dari lantai dua berbicara dengan lantang


"Bukankah itu orang dari keluarga Vins ? Benar juga yang dikatakannya, ini hanya membuang buang waktu untuk batu itu"


"Aku tak mau menghabiskan uangku untuk hal yang tidak berguna"


Mendengar banyak sekali omongan yang tidak enak dari para tamu yang datang, Tora pun tak mau membuang waktu lagi


Dia tak mau menambah keributan


"Sudah kuduga, barang ini tak akan laku…! Lagian ini cuma barang lama dari gudang" Tora tersenyum dan bergumam dalam hati


[Tuan, pedang batu itu bukan sembarangan. Dengan membuka segelnya, pedang itu akan menjadi senjata tingkat ungu]


"Segel ? bagaimana aku membuka segelnya ?"


[Tuan bisa membayar kepada sistem untuk membuka segel, itu seharga 3.000 point]


"Baiklah kita akan lanjut kebarang selanjutnya" Lanjut Tora sambil mengintruksikan perempuan yang membawanya untuk kembali kebelakang


"5…! Aku akan membeli batu itu seharga lima emas !" Rei untuk pertama kalinya bersuara


"…"


Tora dan tamu lainnya diam sejenak dan memandang dimana Rei berada, begitu pula perempuan yang membawa batu itu


"Apa dia gila ? Menghabiskan 5 emas untuk sebongkah batu ?"


"Siapa yang ada diatas sana ?"


Orang orang mulai membicarakan Rei


"Astaga…!!! Ternyata ada satu orang idiot disini ! Ini hari keberuntunganku !!" Guman Tora yang terlihat sangat bersemangat


"Ehm… Ehm… Apakah tuan serius dengan yang tuan ucapkan tadi ?"


"Tentu saja, apa 5 emas terlalu sedikit ?"


"Ah…! Tidak tidak. Kalau begitu batu ini menjadi milikmu tuan !" Tora langsung menyetujuinya, dia takut kalau Rei berubah pikiran


Kemudian pelelangan berlanjut hingga saat barang yang Rei lelang dikeluarkan

__ADS_1


"Ini adalah barang spesial dalam pelelangan malam ini… Sebuah piring dan gelas kaca dengan kualitas terbaik yang pernah ditemukan…"


Terlihat kilau gelas dan piring yang sama sekali belum pernah ada sebelumnya


"Lihatlah ukirannya, mungkin sebagian dari tuan tuan yang hadir sudah mengerti ukiran ini bukanlah ukiran yang bisa dilakukan oleh orang biasa"


Semua orang terperana dengan jejeran gelas dan piring itu, mata mereka bersinar melihat kaca kaca itu


"Tak perlu lama lagi, kami membukanya mulai dari harga 300 emas untuk satu gelas dan 310 emas untuk satu piring !"


"Ini adalah penemuan berharga, sayang sekali tapi perebutan ini bukan hal yang bisa aku ikuti" Kata perempuan dilantai satu


Begitu juga yang lainnya, mereka sadar barang ini bukan ditujukan untuk mereka. Ini hanya untuk kaum bangsawan dilantai dua


"320…"


"340…"


"390…! Aku akan membelinya dengan 390 emas" Seseorang dilantai dua berbicara dengan lantang


"Akhirnya… Keluarga kelas satu di kota ini tertarik dengan barang mewah ini !!" Gumam Tora yang terlihat tersenyum lebar



Keributan berlangsung selama satu jam, Rei mendapatkan 2.500 Emas lebih dari gelas dan piring kacanya


"Kenapa orang orang ini begitu terobsesi dengan barang biasa seperti itu…"


"Tapi tak masalah selama aku bisa menjadi kaya…!!" Gumam Rei yang matanya bersinar sinar


"Sekarang kita sudah berada dipenghujung acara…"


"Barang terakhir sekaligus penutup pelelangan malam ini… Ini dia !"


2 orang pria membawa masuk kandang besar dengan tirai merah, semua orang sangat kebingungan


Barang apa itu ? Apakah itu barang yang sangat berharga ? Dan masih banyak lainnya pertanyaan yang keluar dari orang orang, termasuk Rei


"Sistem, barang apa yang ada didalam kandang itu ?"


[Kandang itu berisi manusia tuan, kemungkinan mereka dijual untuk dijadikan budak]


"…!!"


"Bukannya hanya ras campuran yang dijadikan budak ?"


[Benar, tapi hal ini tak mustahil terjadi. Biasanya orang tua mereka sendiri yang menjual mereka demi mendapatkan sejumlah uang]


Mereka bukan terkejut karena kesal, tapi mereka memikirkan hal yang sama yaitu budak yang 'Baik'


Perempuan dengan hanya kain tipis yang menutupinya, terus menundukkan kepalanya


"Baiklah dengarkan saya tuan tuan… Saya akan menjelaskan secara singkat tentang perempuan ini"


"Pertama, dia adalah perempuan yang dijual orang tuanya sendiri, jadi ini adalah barang legal"


"Kedua, dia baru berusia 20 tahunan"


"Yang terakhir… Dia masih suci…!"


"Harganya mulai dari 150 emas !"


Ribut terdengar sangat keras di pelelangan malam ini, semua orang ingin memiliki perempuan cantik ini


"200…!"


"250…"


270…"



"1.000…!!"


Semua orang tertuju padanya, dia adalah keluarga Vanstroong keluarga nomor dua dikota Zelda setelah keluarga Robetto


"Apa kalian masih berani bersaing denganku !!?" Ucapnya sangat keras


Semua orang terdiam, mereka tak mungkin melawan keluarga Vanstroong. Jika mereka nekat bersaing dengan keluarga itu, maka keluarganya akan hancur seketika


"Kenapa hidupku seperti ini ?"


"Apa dosaku sampai dewa menghukumku dengan keluarga Vanstroong ?"


"Keluargaku sangat tergila gila dengan uang, sampai mereka menjual kakak dan aku…"


"Apa ada yang bisa menolongku ? Ah… Sepertinya tidak mungkin, tidak ada yang bisa melawan keluarga Vanstroong" Perempuan itu terus menangis sambil Bergumam dalam hati


"1.500…"

__ADS_1


"…"


Semua orang terkejut, termasuk perempuan yang dari tadi menangis. Orang gila mana yang berani berurusan dengan keluarga Vanstroong ?


Semua mata tertuju pada ruangan dilantai dua


"Lagi lagi orang itu… Apa dia tak tahu keluarga Vanstroong ?"


"Bukannya orang disana juga yang mengambil batu tadi ?"


Orang dari keluarga Vanstroong sangat marah karena ada yang berani melawannya


"Siapa kamu…!!! Apa kamu sudah berani melawan keluarga Vanstroong ?"


"Keluarga Vanstroong ? Apa mereka hebat ?" Rei menjawabnya dengan senyuman tipis


Merasa sedang dipermalukan, orang itu kembali melontarkan kata kata kepada Rei


"Berani beraninya kamu bicara seperti itu kepadaku !!? Berhenti bermain denganku atau kau akan mati !!"


Rei menjawabnya dengan santai


"Kalau begitu naikan saja harganya. Bukankah keluargamu sangat hebat ?"


Dia benar benar tidak terima dipermainkan oleh Rei


"1.700"


"1.900" Rei terus menaikan harganya


"2.000" Orang dari keluarga Vanstroong sangat marah dengan Rei


"3.000…"


Orang dari keluarga Vanstroong terdiam, bagaimanapun tak bagus uang 3.000 emas dikeluarkan hanya untuk seorang budak


Tora sebenarnya enggan melakukan perhitungan sekarang, tapi karena tidak ada lagi yang menaikkan harganya dia dengan terpaksa melakukan hitungan


"3.000 Satu…"


"3.000 Dua…!"


"3.000 Tiga…!"


"Selamat kepada tuan telah mendapatkan perempuan ini !"


"Kau… Apa kau tahu siapa dia ?" Tanya orang dari keluarga Vanstroong kepada pengawalnya


"Maaf tuan saya tidak tahu, wajahnya tertutup dengan jubah itu"


"Kalau begitu setelah keluar dari sini bawa beberapa kalian untuk membunuh anak itu dan bawa perempuannya untukku"


"Baik tuan" Pengawal itu segera keluar dari rumah lelang


Acara selesai, Rei menuju kebelakang panggung untuk mengambil barang miliknya


"Ah… Ternyata tuan" Tora terkejut melihat Rei


"Ini adalah barang tuan, tuan harus membayar 3.000 dan juga 5 emas untuk dua barang ini"


"Tuan juga berhasil mendapatkan 2.500 dari barang yang tuan jual"


"Potong saja uang dari hasil jualku untuk membayar nya, dan ini untuk tambahannya" Rei melemparkan beberapa emas kepada Tora


"Tuan uang ini terlalu banyak" Kata Tora


"Ambil saja kembaliannya…" Rei mengambil batu pedangnya dan memasukannya ke cincin penyimpanan kemudian berjalan menuju perempuan itu


"Terima kasih tuan…!! Kalau begitu tuan bisa memberikan ikatan budak secara gratis kepada barang ini…" Ucap Tora gembira


Rei tak mempedulikannya, dia mengulurkan tangannya kepada perempuan itu


"Kenapa ? Apa dewa masih memberiku waktu untuk hidup ?" Gumamnya sambil meneteskan air mata


"Ayo… Kita keluar dari sini" Rei tersenyum dengan hangat


Perempuan itu menyambut tangan Rei


"Baik tuan…"


"Walaupun aku akan mati, setidaknya aku mati bukan ditangan keluarga Vanstroong" Gumamnya


"Jadi bagaimana tuan… Aku akan memberikan gratis kepada anda untuk memasang ikatan budak dibarang ini…"


Rei tiba tiba menatap dalam Tora


"Tidak usah, aku tak mau tubuh cantiknya dirusak oleh sesuatu yang kotor "


"Ba-baiklah… Kalau begitu hati hati dijalan tuan"

__ADS_1


"Aku tak berharap dia akan melepaskanku, ini juga sudah sangat baik bagiku…" Gumam perempuan itu


Rei dan perempuan itu keluar dari rumah lelang


__ADS_2