Darkness System

Darkness System
Chapter. 42 Kembali kerumah


__ADS_3

Setelah Rei selesai bermain dengan 2 wanita itu Rei memasukannya juga kepenjara menara iblisnya


"Ini masih belum pagi… Sepertinya aku masih punya waktu untuk menemui Alice"


Rei segera menggunakan skill teleportnya menuju ke kamar Alice



"Dia begitu cantik… !" Gumam Rei yang kini sudah ada dikamar Alice dan menatap Alice yang sedang tertidur


Rei mendekat dan duduk di tempat tidur, Rei terus menatap Alice sambil mengelus rambut indahnya itu


Tak lama, Alice terbangun karena Rei yang terus memainkan rambutnya


"Uhm… Rei ?"


"Ah maaf membuatmu terbangun…"


"Tidurlah lagi, ini masih malam" Ucap Rei sambil tersenyum


"Apa besok kau akan pergi lagi Rei ?" Alice masih terbaring ditempat tidurnya sambil memegang satu tangan Rei


"Ya, Sekarang kamu tidurlah lagi"


"Kamu juga tidurlah disini untuk malam ini"


"Baiklah…" Rei segera tidur dengan Alice



"Alice, hari ini aku berencana untuk pulang kerumah kamu dan kakakmu ikutlah denganku" Ucap Rei sambil memeluk Alice yang tertidur didadanya


"Tentu, aku akan bersamamu kemanapun kamu pergi"


"Kalau begitu, mandilah dan gunakan pakaian yang bagus" Rei membangkitkan Alice, Rei kemudian beranjak keluar dari kamarnya dan menuju ke kamar Jovan


Tak mengetuk pintu lagi, Rei langsung masuk kekamar Jovan karena dia memegang kuncinya


Braakk… !!!


Rei menggebrak meja untuk membangunkan Jovan yang masih tertidur


"!!"


"Sialan ! Tak bisakah kau membangunkan orang dengan normal !?" Jovan meneriaki Rei yang berada didepannya


"Cepat ganti baju, kita akan berangkat"


"Hah ? Kemana kita akan berangkat ?"


"Tentu saja kerumahku, cepatlah aku dan Alice akan menunggu dibawah"


"Oke aku akan segera datang"


Rei keluar dan menunggu mereka berdua dibawah. Walaupun sikap Jovan keras dia selalu tahu dimana ia berada


Alice turun dengan memakai pakaian petualang nya, itu dibelinya ketika Rei mengajaknya berbelanja dipasar


"Aku heran, kenapa Alice selalu terlihat cantik menggunakan pakaian apapun…" Gumamnya


Kemudian tak lama Jovan juga datang, mereka membeli sebuah kereta dagang beserta kudanya untuk menempuh perjalanan. Sebenarnya mudah saja bagi Rei untuk langsung terbang menggunakan Luis tapi tak ada juga gunanya buru buru Rei lebih memilih untuk menikmati perjalanannya



Pangeran keenam menuju kepenjara bawah tanah dan mengeluarkan Jeni dari sana


"Nona Jeni keluarlah… Aku akan membawamu kekeluarga Albert"


"Apa anda mengincar bisnis keluarga ku pangeran ?"


"Tak usah banyak bicara…"


"Tubuhmu masih lemah, ikuti saja aku" Ucap pangeran keenam sambil menatap Jeni



Di kediaman keluarga Albert, dari kejauhan penjaga gerbang melihat sebuah kereta kuda menuju ke kediaman keluarga Albert, kereta itu berhenti ketika sampai dipintu gerbang keluarga Albert


Terlihat penjaga gerbang sangat waspada, mereka tak menyilangkan tombaknya menutup gerbang itu


"Katakan padanya aku datang membawa putri cantiknya" Ucap pangeran keenam


Mendengar itu 2 penjaga gerbaang terkejut, dan salah satu mereka langsung berlari kedalam untuk memanggil taunnya

__ADS_1


"Tuan… ! Tuan !! Pangeran keenam sudah ada didepan, dia bilang dia membawa nona Jeni !"


"Hah !? Kenapa pangeran terlihat begitu terburu buru ? Dia pasti ingin segera memiliki bisnis kekuargaku !" Gumamnya


"Kau… Suruh pangeran masuk dan tunggu diruang tamu"


"Baik tuan" Penjaga itu kembali keluar dan memberitahukan pada pangeran keenam


"Eh… Aku baru sadar, kenapa pangeran keenam sendirian datang kesini ? Kemana pengawalnya yang banyak itu ?" Gumam salah satu penjaga


Pangeran keenam langsung membawa Jeni memasuki rumah itu. Sementara Rio memanggil seluruh anggota keluarganya untuk hadir menemui Jeni


Mereka duduk di ruang tamu yang cukup besar, terlihat Jeni sangat tidak bertenaga itu membuat Rio dan yang lainnya sangat geram dengan pangeran keenam, tapi Rio mencoba untuk tenang


"Terima kasih karena pangeran telah mengembalikan putriku…"


"Sesuai kesepakatan, aku akan memberikan 80 % bisnis keluarga Albert kepada anda" Rio mengeluarkan selembar surat yang berisi bukti pemindahan nama bisnis, mereka hanya tinggal saling memberikan tanda tangan


"Tidak perlu, aku sudah tak menginginkan itu semua"


Semuanya sontak terkejut dengan pernyataan pangeran keenam tadi


"Apa maksud perkataanmu tadi pangeran ? Apa ini kurang atau kau ingin hadiah lainnya ? Katakan saja !"


"Percuma, kalian tidak mempunyai apa yang aku cari…"


"Kalau begitu aku akan segera pulang" Pangeran berdiri dan membalikan badannya menuju pintu


"Tu-tunggu pangeran ! Apa maksud semua ini !? Apa kau tidak memandang keluarga kami !?"


"Sialan ! Kenapa mereka keras kepala sekali !! Kalau bukan karena urusan nyawaku, kalian sudah hancur sekarang !" Gumamnya


"Sebaiknya kau cepat obati saja putrimu itu… Jangan salahkan aku jika nantinya putrimu mati" Ucap pangeran sambil membalikan badannya


Rio langsung tersadar kembali, dia terlalu terbawa emosi tadi. Yang terpenting sekarang adalah untuk mengobati putrinya dulu


Pangeran segera memasuki kereta kuda dan kembali kekediamannya dan Rio langsung memanggil tabib terbaik untuk mengobati putrinya



Setelah beberapa lama tabib itu memeriksa Jeni dikamarnya, dia pun akhirnya keluar. Itu membuat keluarganya penasaran dengan hasil pemeriksaannya


"Tuan Albert… Saya bisa menyembuhkan luka luka luarnya tapi untuk luka dalamnya…"


"Kenapa ?! Apa luka dalam putriku terlalu parah !?"


"Ya, inti sihir putrimu sudah hancur dan tak ada seorangpun yang bisa menyembuhkan penyakit itu"


"Saya permisi dulu" Tabib itu pergi meninggalkan Rio dan yang lainnya


"Apa Jeni bisa menerima ini ?" Gumam Rio


"Sayang, ayo kita masuk… Kita tetap harus mengatakannya walaupun itu berat" Suara itu menyadarkan Rio dari lamunannya, dia adalah Miana ibu dari Jeni


Disitu juga ada Jordi, Leon, Leona serta Lisa


"Yang lainnya silahkan kembali kekamar masing masing, biarkan Jeni istirahat dulu sekarang"


Semuanya mematuhi ucapan Rio, sekarang dia dan Miana masuk kekamar Jeni


"Sayang, bagaimana keadaanmu ?" Tanya sang ibu kepada putrinya


"Aku sedikit lelah… Bisakah kalian biarkan aku sendiri dulu ?"


"Baiklah, kamu istirahatlah kami akan keluar sekarang" Ucap Rio sambil membawa Miana keluar dari kamar Jeni



"Rei apakah rumahmu masih jauh ? Sebaiknya kita mencari penginapan dulu dan melanjutkannya saat pagi" Kata Jovan yang sedang menjadi joki itu


"Tak perlu, itu adalah rumahku" Jawab Rei menunjuk rumah besar yang ada tak jauh dari situ


"Hah !? Rei apa kamu adalah keluarga Albert ?" Tanya Alice yang terkejut, begitupun Jovan yang sama terkejutnya


"Ya, apa aku belum memberitahukannya kepada kalian ? Sudahlah cepat menuju rumah itu"



Setelah Rei sampai didepan gerbang keluarganya, seperti halnya pangeran keenam dia juga sempat diberhentikan tapi setelah melihat yang ada didalam kereta itu adalah Rei, para penjaga memperbolehkannya masuk


"Hmm… Kemana perginya semua orang ? Apa mereka sudah tidur ?"


Kemudian Rio dan Miana turun dari tangga dan melihat Rei

__ADS_1


"Rei… !!"


"Apa kamu baik baik saja diluar sana ?"


"Tentu saja aku baik baik saja"


"Dan siapa mereka ?" Tanya Rio yang melihat kearah Alice dan Jovan


"Biar kuperkenalkan… Yang laki laki itu adalah Jovan dan yang perempuan namanya Alice. Mereka yang melindungiku selama ini" Rei terpaksa berbohong kepada ayahnya, kalau dia katakan mereka adalah budaknya pasti ayahnya akan langsung memarahinya


"Oh… Baguslah, terima kasih telah menjaga putraku" Rio terlihat tersenyum


"Ayah bisakah kamu suruh pelayan untuk menyiapkan kamar untuk mereka ? Aku tak akan lama dirumah tapi malam ini aku mau tidur disini"


"Tentu, apakah kamu kembali karena mendengar kabar tentang kakakmu ?"


"Ah iya aku lupa tentang itu. Bagaimana keadaan kakak ? Apa dia baik baik saja ?"


"Hufft… Sayangnya dia tak seberuntung itu, inti sihirnya hancur sepertimu sekarang dia sedang beristirahat dikamarnya"


"Kalau begitu aku akan kekamar kakak sekarang, mungkin hanya aku yang bisa menguatkannya sekarang"


"Ya kau benar, aku harap dia bisa melanjutkan hidupnya walaupun tanpa sihir, sepertimu"


"Baiklah, aku serahkan 2 orangku padamu" Rei berjalan keatas menuju kamar Jeni


Tok tok tok…


Tak ada jawaban dari dalam, Rei kemudian membuka pintu kamar kakaknya


Terlihat kakaknya yang terlihat sangat murung terbaring di tempat tidur


"Kak… Apa kau baik baik saja ?" Tanya Rei yang sekarang duduk ditempat tidur kakaknya


"Tak usah begitu sedih kak, aku akan disini menemanimu"


Mendengar itu entah mengapa membuat Jeni lebih tenang


"Terimakasih Rei" Jawabnya sambil tersenyum


"Sebaiknya kakak istirahat dulu, besok baru kita akan mengobrol lebih banyak ya ?"


Jeni tak menjawabnya, dia menutup matanya tapi tangannya terus memgang tangan Rei. Rei tak tega meninggalkannya, jadi dia putuskan menemani kakaknya sampai tertidur



Setelah cukup lama Rei akhirnya keluar dari kamar kakaknya, terlihat ayahnya dan ibu Jeni sedang duduk disofa. Rei juga bergabung duduk dengan mereka


"Apa kakakmu sudah lebih tenang Rei ?"


"Ya, kakak sudah tidur sekarang"


"Hah… Ini pasti berat untuknya" Rio sudah terlihat sangat lelah


"Tenaglah ayah, aku mempunyai kabar baik…"


"Aku mempunyai pil untuk memperbaiki inti sihir yang rusak"


"Aku mendapatkannya dari master alchemist yang menutup dirinya dari dunia luar, dan aku tidak sengaja membantunya…"


"Saat itu dia melihat kalau inti sihirku hancur, jadi dia memberikan pil ini untuk mengucapkan rasa terimakasihnya"


2 orang yang mendengar itu langsung kaget, bagaimana mungkin ada yang bisa membuat sesuatu seperti itu


"Rei, apa kau benar benar mempunyainya ?!"


"Tenanglah, jangan sampai orang lain terganggu dengam pembicaraan kita"


"Aku mempunyai pil itu, tapi aku tak membawanya bersamaku aku menyembunyikannya disuatu tempat"


"Kalau benar begitu, kenapa inti sihirmu belum juga kembali ?"


"Aku belum memakannya, aku sibuk berdagang dan berkeliling…"


"Aku hanya mempunyai 1 pil ini, master itu bilang pil ini menbutuhkan waktu 30 tahun untuk selesai dibuat"


"Sebelumnya aku berencana untuk segera memakannya, tapi mungkin lebih baik itu kuberikan untuk kakak"


"Aku sudah terbiasa dengan hidup seperti ini, tapi aku tak dapat menjamin kakak dapat melaluinya dengan baik"


2 orang yang menyimak itu langsung terkagum dengan kebaikan hati dari Rei


"Sudahlah, kalian pergilah beristirahat… Aku akan keluar mengambil pil itu sekarang" Ucapnya sambil berdiri meninggalkan Rio dan miana

__ADS_1


__ADS_2