Darkness System

Darkness System
Chapter. 19 Pembantaian


__ADS_3

"Apa kamu takut sampai tak bisa bicara ? Harusnya kamu sudah paham apa mau kami kan ? Cepat beri uangmu atau kami akan membuatmu merasa rasa sakit lebih dari sebelumnya !!"


"Minggir… Aku tidak akan memberikan apapun kepada kalian"


Rei tak ingin bertarung dengan para sampah ini


Kemudian satu dari mereka langsung maju menghajar perut Rei dengan sangat keras


"Rasakanlah ini bajingan…!! Jangan bersikap seolah kamu punya kemampuan melawan kami, idiot"


Pukulan itu tak berarti apa apa bagi Rei, pasukan Rei semakin geram dengan perilaku mereka terhadap tuannya, tapi Rei tak mengizinkan siapapun ikut campur


"Apakah hanya ini ? Bahkan aku tak merasakan apapun dari pukulan lemahmu"


Mereka sontak terkejut, Rei biasanya tak akan sanggup berdiri setelah menerima satu pukulan


Tidak disadari, mereka sudah dikelilingi oleh murid murid lain tetapi tak ada yang berani bersuara untuk menghentikan mereka


"Ku akui ketahananmu telah sedikit meningkat, tapi apa kau bisa menghadapi kita semua ?!" Ucap orang itu dengan bangganya


"Tunggu apa lagi, cepat beri dia pelajaran !!"


Rei masih tak bergerak sedikitpun


Rei mengeluarkan petir ditangan nya, tatapan tajamnya membuat mereka terkejut, juga aura membunuh yang dikeluarkan Rei seperti tidak normal


Itu seperti seseorang yang sudah menghilangkan banyak nyawa demgan tangannya


Rei mulai menyerang, kecepatan Rei hampir tak terlihat oleh semua orang yang menonton, itu sontak membuat orang orang disitu terkejut


Trrttt- Trrrtt


Arrgh

__ADS_1


Arrgh


Mereka yang terkena serangan dari Rei teriak kesakitan


Semua orang lagi lagi dibuat terkejut, bahkan pemimpin kelompok inipun gemetar dibuat Rei


"Pergilah, kalian tidak akan bisa menang dariku"


Rei membiarkan mereka pergi, tentu saja bukan karena Rei melepaskan mereka tapi disini bukan tempat yang tepat untuk menghabisinya



*Malam


"Bos, Rei masih ada dikamarnya" Ucap seorang lelaki kepada sekelompok yang pagi tadi Rei hajar


"Baiklah ayo kita kekamar Rei, kita akan membalas perbuatannya pagi tadi" seseorang memimpin kelompoknya ke asrama Rei


"Kalian ber 4 pergi habisi mereka, tapi ingat tidak boleh ada jejak sedikitpun, bahkan darah"


"Siap tuan"


Keempat pasukannya langsung pergi melaksanakan perintah Rei


*Sementara itu…


"Bos, aku mempunyai ide bagus untuk membuat Rei keluar dari kamarnya"


Seseorang membisikan sesuatu


"Cukup bagus, kamu cepat panggil Rei turun sementara kita akan menunggu di area belakang asrama"


Orang itu lalu pergi memanggil Rei

__ADS_1


Geas, Gill, Elsa dan Kian dengan cepat melaksanakan tugasnya


Kini tinggal tersisa satu dari mereka


"Si-siapa kalian ? Kenapa kalian menyerang kami ?" Dengan wajahnya yang ketakutan dan gemetar melihat teman temannya mati dibunuh.


"Kalian telah menyinggung tuanku, jadi kalian harus mati" Kian menjawab sambil mengangkat pedangnya


"Tu-tuan ? Siapa yang kalian maksud ?! A-apa jangan jangan ka-kalian…"


Tak sempat bicara lebih banyak, kian menebas lehernya kemudian dibakar oleh Gill sampai tak tersisa, bahkan darah pun



"Rei… Rei!! buka pintunya"


Rei membuka pintu kamarnya, mencoba mengikuti permainan dari anak ini


"Ada apa ?"


"Apa kamu sudah makan ? Aku mau mengajakmu makan malam bersama"


"Baiklah, kamu tunggu dibawah aku akan menyusul"


Rei menutup lagi pintu kamarnya dan tersenyum tipis


"Eh… Dimana teman temanku ?"


"Semua temanmu sudah mati"


Mendengar itu, dia langsung mencari sumber suara itu tetapi dia tak menemukan satu orang pun


Kemudian tebasan pedang melintasi lehernya dan dia langsung mati tanpa perlawanan, Gill membakarnya untuk menghilangkan jejak

__ADS_1


__ADS_2