
*Beberapa bulan kemudian
Rei sedang beristirahat setelah menyelesaikan lantai 73. Salah satu pasukan yang menjaga kakaknya memberikan laporan kembali
"Lapor tuan, hari ini nona Jeni berhasil masuk ketim inti untuk mewakili akademi Elang biru di turnamen kesatria…"
"Termasuk putri Violet dan si Kevin itu. putri Rosa juga berhasil masuk, mereka yang mewakili akademi Elang biru berada di tingkat ungu"
" Hmm… kenapa tidak ada yang tingkat emas ? Apa akademi Elang biru tak memiliki siswa tingkat emas ?"
"Di dunia ini sihir bawaan hanya sampai tingkat ungu. Sedangkan untuk tingkat emas, mereka semua harus berlatih keras setidaknya 20 tahun baru bisa memasuki tingkat emas" Ucap Alex menjawab pertanyaan Rei
"Apa itu benar sistem ?"
[Benar tuan]
"Tapi kenapa aku dan pasukanku dengan mudah mencapai tingkat emas ?"
[Itu karena tuan memiliki sistem]
"Apa dia sekarang sudah bisa bersikap sombong ?!" Gumam Rei
Rei tak melanjutkan pertanyaannya kepada sistem
"Apa ada lagi yang mau kamu sampaikan ?"
"Ya tuan. Nampaknya kejadian beberapa waktu lalu dipesta belum bisa membuat nona Jeni percaya kalau laki laki itu tidak baik, mereka kembali dekat tuan…"
"Dan juga dendam putri Voilet kepada nona Jeni semakin besar. Putri Violet beberapa kali mendatangkan pembunuh untuk membunuh nona Jeni"
"Kalau begitu kamu dan yang lainnya yang bersama kakakku kembali kemari, kalian akan digantikan pasukanku yang lainnya yang memiliki Lv. 10" Ucap Rei
"Baik tuan"
Seratus lebih pasukan bayangan yang Rei minta menjaga kakaknya kembali berkumpul menghadap Rei. Rei kemudian mengganti mereka dengan pasukannya yang memiliki Lv. 10 supaya keselamatan kakak nya terjamin
"Apa kamu tahu orang yang mencintai kakakku memiliki sihir jenis apa ?"
"Dia memiliki sihir petir tuan, tapi dia tak terlalu menonjol"
Kemudian Rei membeli buku jurus dari toko sistem. Rei melakukan ini agar dia dapat terlihat dimata kakaknya dan dapat melindunginya kelak
Ditunjuk satu pasukan untuk memimpin yang lainnya
"Kamu yang akan memimpin mereka, pastikan keselamatan kakakku. Dan juga berikan buku jurus ini kepada lelaki yang mencintai kakak ku…"
"Katakan padanya jika mau mendapatkan kakakku dia harus bisa melindunginya dari bahaya apapun" Ucap Rei sambil memberikan buku jurus sihir petir
"Baik tuan" Mereka menghilang dan kembali melindungi Jeni
Kemudian Rei malanjutkan kembali perjalanannya
…
Diberi perintah untuk memberikan buku jurus petir ini, salah satu pasukan Rei langsung melaksanakannya. Dia langsung mencari orang yang dimaksud tuannya, tak butuh waktu lama untuk menemukannya karena memang dia selalu ada disekitar Jeni
Saat sedang sendirian di belakang akademi, ini menjadi kesempatan yang bagus untuk memberikannya
"Anak muda, kenapa kamu sendirian disini ?"
"Siapa kamu ?" Jawabnya yang terkejut
"Tenanglah, aku kesini untuk membantumu. Tuanku tahu kalau kamu menyukai nona Jeni, dia mau agar kamu melindunginya dengan baik"
"Bagaimana dia tahu aku menyukai Jeni ?" Gumamnya dalam hati
"Hah… Lupakanlah, aku tak sekuat itu. Aku juga tak punya siapa siapa, jika seseorang yang kuat datang membunuhku aku tak bisa meminta tolong kepada siapapun"
"Berbahagialah karena mulai sekarang kamu akan memiliki guru. Tuanku ingin kamu melindungi nona Jeni, ambil lah buku jurus ini dan pelajarilah" Ucap pasukan Rei sambil memberikan buku jurus
"I-ini… Bukankah ini buku jurus sihir petir terbaik ? Bagaimana kamu bisa memilikinya ?"
"Itu bukan punyaku, itu milik tuanku. Terimalah dan jadilah kuat, dengan begitu kamu bisa melindungi nona Jeni"
"Aku berterima kasih untuk ini, tapi bukankah sudah ada Kevin yang melindungi Jeni ?"
"Dia punya maksud yang tidak baik kepada nona Jeni, kamu juga pasti sudah menyadarinya"
"Katakanlah siapa namamu nak"
__ADS_1
"Toni, namaku Toni. Aku tak memiliki nama keluarga"
"Tuanku bilang kalau kamu mau mendapatkan nona Jeni, kamu harus bisa melindunginya dari bahaya apapun…"
"Baiklah Toni, aku sudah menyampaikan apa yang harus aku sampaikan. Selebihnya tergantung padamu apakah kamu mau menerima ini"
Toni berpikir sejenak, dia memang sudah lama menyukai Jeni tapi karena dia tak memiliki apapun untuk dibanggakan dia hanya menyimpannya dalam hati
"Baiklah, terimalah sujudku guru" Toni segera bersujud
"Bukan aku yang menjadi gurumu, tapi tuanku. Bangunlah aku tak pantas menerima sujud itu" Dan dia langsung menghilang
Toni kembali berpikir. Dia sadar bahwa yang tadi berbicara dengannya ada ditingkat emas, tapi dia bilang tak pantas menerima sujudku ? Seberapa hebat tuannya sampai tingkat emas saja begitu tunduk padanya…
…
*Di dalam menara iblis
4 tahun berlalu, Rei akhirnya mencapai lantai 99, Rei sudah terlihat seperti bukan lagi anak remaja
"Akhirnya… Akhirnya satu lantai lagi aku bisa keluar dari menara ini…!!" Rei begitu bersemangat didepan pintu lantai 100
"Jangan membuang waktu lagi, kita akan melawannya sekarang !"
Rei berjalan dan membuka gerbang lantai 100. Ini membuat Rei terkejut, lantai terakhir ini tak seperti lantai lainnya yang berupa daratan luas
Dilantai 100 Hanya terlihat 1 kursi kosong dan 1 iblis wanita bertanduk berdiri disampingnya. Ya, ini terlihat seperti ruangan seorang raja
[Peringatan…!]
[Terdeteksi 1 iblis ]
[Misi : Bunuh musuh yang terdeteksi]
[Hadiah : 15 kotak misteri emas]
[Hadiah : 500.000 point]
[Terima Y / N]
Rei dengan 90.000 lebih pasukan bayangannya seperti hanya serangga dimata iblis wanita ini. Dia hanya tersenyum melihat kedatangan Rei, seperti dia mengharapkan hal itu
Pertempuran mulai terjadi, Rei dan pasukannya menggunakan kekuatan penuh mereka untuk menggempur satu iblis
Dia mengangkat satu tangannya keatas, hampir satu pertiga pasukan Rei terbang dibuatnya. Dia ahli sihir gravitasi
Ini benar benar kekuatan yang mengerikan, Rei tak yakin bahkan jika seliruh orang dikota Teatai melawannya apakah masih ada kesempatan memang
…
Peperangan terus berlanjut hingga satu tahun lamanya, Rei mulai kehabisan pil stamina dan pil pil lainnya. Tapi begitupun satu iblis wanita yang berdiri diseberang sana, dia juga kelelahan setelah pertarungan satu tahun lamanya
Melihat itu Rei tak berpikir lama lagi, dia kembali menelan pil stamina dan maju bersama pasukannya menghadapi iblis ini
Melihat itu, Alex seakan mengerti. Dia terus memberikan tekanan ke iblis dengan kartu kartunya, menjadikan perhatian iblis ini teralihkan dari Rei
Rei terus menggunakan jurus jurusnya. Api, es, tanah, angin, petir, air ditambah dengan sihir gravitasi, waktu, tumbuhan, dan juga racun menghantam iblis ini
Terlihat mulai kewalahan, Rei melemparkan tongkat iblisnya. Itu menembus perutnya
Rei langsung berlari dan memegang kepala iblis yang sudah tak bisa banyak bergerak
"Matilah…"
Tulang belulang dari iblis ini seketika langsung berserakan ditanah
[Selamat… Tuan telah menyelesaikan misi]
[Hadiah : 15 kotak misteri emas di terima]
[Buka Y / N]
[Hadiah : 500.000 point diterima]
[Sistem telah diupgrade ke versi selanjutnya]
"Hah… Hah… Akhirnya semuanya berakhir…!!" Rei terlihat sudah tak bisa berdiri lagi
Sadar dirinya sudah tak sanggup lagi, Rei dengan cepat membangkitkan iblis yang paling kuat yang ada di menara iblis ini
__ADS_1
Setelah selesai membangkitkan, Rei langsung terjatuh tak sadarkan diri
…
"Uhmm… Dimana ini ?" Rei yang terbangun dari pingsannya mencoba melihat sekitar
Betapa kagetnya Rei, dia sekarang duduk dikursi kosong yang ada dilantai 100 dan terlihat semua pasukan bayangan Rei berlutut seperti kesatria dihadapannya
"Selamat datang kembali, yang mulia…!!" Pasukannya serentak memberikan salam kepada Rei
"Hah ? Alex apa apaan ini ?"
"Maaf tuan aku juga tak mengerti, sebaiknya tuan menanyakannya kepada salah satu dari mereka"
"Ehm… Ehm… Baiklah semuanya terima kasih telah menyambutku, kalian semua berdirilah" Ucap Rei sedikit gugup
Serempak pasukanya berdiri. Kemudian Rei melihat kearah iblis wanita yang dilawannya tadi, dan menanyakan apa yang terjadi
"Kau, bicaralah apa yang sebenarnya terjadi"
"Baik yang mulia, sekarang yang mulia adalah raja dari menara iblis ini. Kursi itu di peruntukkan bagi orang yang telah menyelesaikan semua lantai menara iblis ini"
Perlahan Rei dapat menerima kenyataan yang sangat membuatnya terkejut itu. Rei kemudian langsung membagi 90.000 lebih pasukannya itu menjadi beberapa tim, dan yang memimpin mereka adalah 3 boss menara iblis ini dan 6 pasukan yang ia dapatkan diluar menara iblis ini
"Kamu… Aku memberimu nama Fina"
"Selanjutnya kamu… Namamu adalah Beni"
"Dan kamu naga… Emm… Luis, namamu Luis"
"Terima kasih yang mulia" Jawab mereka bertiga
"Baiklah sekarang…"
"Geas…"
"Gill…"
"Elsa…"
"Kian…"
"Carl…"
"Lala…"
"Beni…"
"Luis…"
"Dan Fina, kalian maju kedepan"
Mereka maju kedepan. Rei berjalan mendekat kearah mereka
"Kalian akan memimpin pasukanku yang lainnya, agar aku lebih mudah memanggil mereka. Ini adalah tugas kalian"
"Sekarang atas namaku Reinal Albert pemimpin dari kalian semua…!! Aku menjadikan mereka yang ada didepanku sebagai pemimpin kalian. Mulai sekarang mereka adalah tangan tanganku…!!"
"Perintah diterima yang mulia…!!" Jawab mereka semua serentak
Alex yang berdiri dibelakang Rei hanya tersenyum melihat Rei yang seperti sosok dewa ini
"Sistem, kau bilang disini ada pil legenda dimana itu ?"
[Pil itu ada dipintu sebelah kanan tuan beserta harta lainnya]
Rei kemudian berjalan kepintu yang diarahkan sistem. Benar kata sistem, didalam nya ada banyak harta lain selain pil legenda
Rei mengambil pil legenda dan membawanya keluar, untuk harta lainnya untuk sekarang dia belum mau memikirkannya
Rei mengambil satu pil legenda dari kotaknya, kemudian dia menelannya. Perasaan yang begitu kuat masuk kedalam diri Rei, tapi itu tidak menyakitkan itu lebih seperti membuat Rei terlahir kembali
Rei pun berencana untuk memberikan pil ini kepada pemimpin tim pasukannya
"Kalian ambilah satu dan telanlah ini"
Mereka terdiam dan saling memandang
"I-itu yang mulia, pil ini hanya pantas dikonsumsi oleh orang orang yang berarti bagi yang mulia Rei. Kami tidak pantas menerima itu" Fina berbicara dengan menundukkan kepalanya
__ADS_1
"Tidak apa apa, ambillah. Kalian adalah tangan tanganku, jadi kalian harus kuat"
Tak punya pilihan lain, mereka mengambilnya dan menelannya