
Rei berjalan keluar dari rumah itu, Rei langsung melesat menuju ke kediaman pangeran keenam
Sambil mengobati rasa bosan saat perjalanan, Rei membuka 1 kotak emas miliknya
"Sistem, buka 1 kotak misteri emas"
[Selamat… Tuan mendapatkan senjata pedang terkutuk]
[Tingkat : Emas]
[Tipe : -]
[Bonus : Jurus tebasan sunyi]
[Terima Y / N]
"Huh ? kalau dipikir pikir sudah lama aku tak mendapatkan hadiah senjata…"
"Ini akan lebih baik untuk menakuti orang dari pada tongkat hitam itu dan lagi ada bonus jurus disini, mungkin ini salah satu fitur baru dari sistem" Kata Rei yang menerima hadiah itu
Pedang terkutuk ini adalah pedang yang telah menghilangkan lebih dari satu juta nyawa, walaupun pedang ini bermata satu dan terlihat tipis tapi pedang ini bisa menebang 10 pohon dalam sekali tebasan
…
"Apa orang itu membohongiku !?" Gumam pangeran yang sekarang terlihat kesakitan
"Oh… Sepertinya kau lebih kuat dari dugaanku"
"Tu-tuan… Tolong segera berikan pil itu…"
"Aku tak bisa menahan lebih lama lagi… Ukkhh… !"
"Ambil ini" Rei melemparkan pil penawar racun ular bertanduk emas itu kepada pangeran keenam
Pangeran keenam lagsung menangkap dan memakan pil itu, dia tak mau mati seperti ini
"Hah… hah… Ini benar benar sembuh ! Aku sembuh hahahah… !!" Ucap pangeran yang sekarang sudah berdiri dan tertawa keras itu
Kemudian pangeran itu menatap tajam kearah Rei
"Cincin itu sepertinya memiliki beberapa barang berharga"
"Akan kuhancurkan bocah sialan ini !" Gumam pangeran keenam yang terlihat mengeratkan giginya
"Sekarang aku sudah sembuh, ini waktunya bagimu untuk mati ! Rasakan ini… !"
"Pedang penghancur gunung !!" Pangeran itu menghunuskan pedangnya kearah Rei
Rei hanya menampakkan senyuman diwajahnya
"Kebetulan aku juga mau membunuhmu !"
Rei mengeluarkan pedang terkutuknya
"Tebasan sunyi…"
Sliing…
Lintasan berwarna hitam itu dengan cepat melewati leher pangeran keenam. Rei kemudian membakar tubuhnya, sedangkan kepala pangeran itu Rei memasukannya kekotak kecil dan menyuruh pasukannya memberikan ini kepada raja
Selain kepala pangeran keenam itu, didalam kotaknya juga tertulis surat
"Lakukan sesukamu dan aku akan lakukan sesukaku"
"Selanjutnya tinggal mengurus orang orang yang ada didalam…" Gumam Rei sambil tersenyum
Setelah masuk kemenara iblis, Rei menyuruh pasukannya untuk melepas dan membawa para tahanan kelantai 100
…
"Apa dia musuh kerajaan Calsia ?" Gumam seorang penjaga yang ditahan itu
Dan yang lainnya menatap Rei dengan tatapan tajam
"Hei kau… !! Aku adalah pangeran pertama kerajaan Calsia !! Jika kau tak mau menjadi musuh kerajaan Calsia maka lepaskan aku !"
"Apa kau berhak berbicara seperti itu didepanku ?" Jawab Rei yang sedang duduk disinggahsana nya
"Heh… !! Kau mungkin hebat tapi apa kau bisa melawan hampir seribu orang ini !?" Pangeran pertama menantang Rei
"Semuanya dengarkan perintahku !! Kita akan berperang melawan orang itu… !!"
"Setelah kita mengalahkannya kita semua akan kembali kerumah !!"
"Serang !!!" Ucap pangeran pertama yang mengangkat pedangnya tinggi tinggi
Rei tak gentar dengan seribu orang orang ini, Rei mulai berdiri dari duduknya dan mengeluarkan 2 senjatanya sekakigus
Dengan pedang ditangan kanan nya dan tongkat di tangan kirinya, Rei tersenyum melihat para orang orang ini menghampirinya
Rei mengayunkan satu kali pedang terkutuknya
"Tebasan sunyi"
Crraaak… Craakk…
hampir 200 orang langsung mati dibuatnya
__ADS_1
"Ah… aku lupa, sebaiknya aku membunuh mereka dengan jurus pemakan jiwa supaya Jesper dapat berkembang" Gumam Rei yang menghilangkan pedangnya
"Membesar… !!"
Buugg… !
Tongkat besar menghantam lantai lantai membuat orang orang itu terpecah menjadi beberapa kelompok
"Sial !! Kita harus segera mendekat ke orang itu !"
"Benar ! Dia ahli dalam serangan area… Ayo maju lagi !!"
Crrt…
Memanfaatkan sihir replikanya, Rei menggunakan sihir petirnya untuk bergerak lebih cepat
"Matilah…"
Seketika 2 orang yang dicekik Rei menyisakan tulang belulang
"Keluarlah… Habisi mereka semua !!" Perintah Rei dengan lantang
"Sepertinya esensi kehidupan dari orang orang ini tak begitu besar, jadi jangan membuang buang waktu lagi" Gumamnya
Muncul banyak sekali para pasukan Rei, termasuk 9 panglima perang pasukannya
"Ggrrhh… Apa yang mulia mengizinkan kami sedikit bersenang senang ?" Ucap Luis dengan suara besarnya
Itu membuat semuanya merinding, bagaimana tidak yang berbicara tadi adalah seekor naga seperti yang ada dilegenda
"Si-siapa sebenarnya pria itu ?! Bagaimana dia bisa mempunyai seekor naga !?"
"Bunuh mereka semua !"
"Baik yang mulia…"
Semua pasukannya langsung bergerak sementara Rei duduk kembali disinggahsana nya. Rei hanya menonton para pasukannya itu beraksi menyelesaikan tugasnya
"Kalian, jangan bunuh si rambut ungu itu" Rei memberikan perintah dalam hatinya, perintah itu langsung diterima oleh seluruh pasukannya
Boomm… Duarr… !!!
Craakk… Sliing Sling…
Akhhhh… !!! Akkhhh !!
Suara suara itu membuat Rei kembali mengingat masa lalunya
"Pemandangan ini mengingatkanku dengan sesuatu…" Gumam Rei sambil tersenyum
Setelah beberapa lama semuanya telah mati, lantai 100 kini dibanjiri dengan merahnya darah. Satu satunya orang yang masih hidup, putri Violet pun gemetar diseluruh badannya dan tak mampu berdiri
"Apa kau suka pemandangan ini, putri Violet ?"
"Cepat… Cepatlah bunuh aku…" Ucap putri Violet yang terlihat sudah pasrah itu
"Kematian terlalu ringan untukmu… Aku akan membuatmu mengerti apa itu arti kesakitan"
"Bawa dia kembali ke sel, dan hukumannya menjadi 2 kali lipat"
Kemudian pasukannya membawa putri Violet itu kembali kedalam sel
Didalam sel, putri Violet hanya bisa menangis alangkah baiknya jika dia bisa mati secepatnya
"Berikan dia makan setiap harinya, aku tak peduli apapun itu makanannya tapi jangan lupa untuk menaruh ramuan penyembuh disetiap minumannya, supaya dia tidak cepat mati" Rei memerintahkan satu pasukannya yang menjaga putri Violet itu
Setelah itu Rei keluar dari menara iblisnya, dia segera kembali menuju rumahnya
"Sistem, apa ada obat untuk menyembuhkan penyakit kakak ?"
[Ada tuan, Pil kehidupan ini dapat mengembalikan inti sihir yang sudah hancur…]
[Bukan hanya itu saja, ada kemungkinan 50 % untuk meningkat menjadi tingkat emas setelah memakan pil ini]
"Baiklah aku membelinya satu"
[1 Pil kehidupan]
[Poin ditukar : 20.000 point]
Setelah sampai rumah, Rei memutuskan untuk istirahat sebentar menunggu pagi
…
Terlihat di meja makan semuanya sudah ada, tapi tidak dengan Jeni. Disitu juga ada Jovan dan Alice
Rei bergabung dan sarapan bersama, setelah selesai dia meminta makanan untuk Rei bawa kekamar kakaknya
Tok tok tok…
"Kakak… Apa kau sudah bangun ?"
Tak ada jawaban untuk beberapa waktu, Rei memutuskan untuk langsung masuk, terlihat kakaknya yang hanya duduk ditempat tidur
"Kak, kenapa kau tidak ikut sarapan tadi ?"
"Tidak apa apa, aku hanya merasa malu untuk berkumpul dengan semuanya"
__ADS_1
"Kenapa ? Apa karena kamu sudah tak memliki inti sihir ?"
Jeni tak menanggapinya tapi Rei tahu maksudnya itu
"Sudahlah… Aku membawa sarapan, kakak makanlah"
"Terimakasih Rei" Jeni mengambil mangkuk itu dan memakannya
…
"Rei, bagaimana kau bisa tetap baik baik saja menghadapi kehidupan seperti ini ?"
"Hah ? itu tak seburuk seperti yang kakak pikirkan, aku juga sedikit beruntung karena ada 2 orang yang menjagaku"
"Menjagamu ? Siapa mereka ?"
"Mereka ada ditaman, nanti aku akan mengajak mereka bertemu kakak"
"Baiklah"
"Kakak… Aku mempunyai hadiah untukmu"
"Dalam setahun ini aku terus berkelana, aku berhasil mendapatkan pil untuk memperbaiki inti sihirku"
!!
Jeni terkejut mendengar itu
"Bukannya inti sihir yang sudah hancur tak bisa diperbaiki ?"
"Aku bertemu dengan alchemist hebat…"
"Pil ini aku dapatkan darinya setelah aku melakukan beberapa hal untuknya, tapi untuk membuat pil ini alchemist itu bilang membutuhkan waktu 30 tahun"
"Aku mempunyai satu disini, tadi malam aku keluar untuk meminta pil ini lagi tapi dia bilang tidak ada lagi pil ini"
"Jadi aku memutuskan untuk memberikan ini kepada kakak" Rei menjelaskan itu kepada kakaknya, walaupun itu kebohongan tapi itu alasan yang cukup logis
Rei mengeluarkan pil berwarna merah dengan garis kuning dan biru
"Tidak ! aku tak mau menerimanya !"
"Ini adalah milikmu Rei ! Dengan ini kamu bisa melanjutkan akademi mu dan menjadi hunter"
"Sudahla kak, aku sudah terbiasa menjadi seperti ini…"
"Lagipula kekuatan kakak lebih hebat, kakak harus menjadi orang hebat dimasa depan"
"Tapi… Bagaimana denganmu Rei"
"Mungkin aku akan menunggu lagi selama 30 tahun"
"Bukankah itu terlalu lama ?"
"Yah aku juga tak peduli, hidup seperti ini tak buruk juga" Jawab Rei memberikan senyuman kepada Jeni
Mendengar itu, Jeni tak bisa lagi menahan tangisnya. Dia tak tahu seperti apa penderitaan Rei selama ini, bahkan setelah berhasil menemukan obat berharga seperti ini dia rela memberikannya pada Jeni
"Terimakasih Rei…" Jeni langsung memeluk Rei
"Sekarang kakak tak perlu sedih lagi, biarkan aku yang menanggungnya"
Rei melepaskan pelukan kakaknya dan berdiri
"Kalau begitu aku akan pergi lagi, jangan lupa untuk memakan pil itu"
"Eh ? Tidak bisakah kau tinggal disini beberapa hari lagi ?"
"Tidak, aku akan melanjutkan perjalanan hari ini"
"Baiklah, kalau begitu aku mau bertemu teman mu dulu bolehkan ?"
"Baiklah"
Rei dan kakaknya keluar dan menuju kebawah, Rei berpamitan dengan semuanya sedangkan Jovan dan Alice sudah menunggu diluar
"Rei, beberapa waktu lalu aku diselamatkan oleh sosok bayangan hitam…"
"Mereka sempat menyebut namamu, apa mereka orang orangmu ?"
Rei sudah tahu kalau kakaknya akan menanyakan hal itu
"Seperti sebelumnya, aku betemu dengan orang hebat dan melakukan beberapa hal bersamanya jadi dia memberikan aku hadiah"
"Saat itu aku meminta dia untuk beberapa waktu menjaga kakak"
Tak terasa mereka berjalan, Rei dan Jeni sudah berada diluar bersama Jovan dan Jeni
"Oh… Jadi mereka teman teman yang menjagamu Rei ?'
"Ya, yang laki laki ini namanya Jovan dan yang perempuan namanya Alice" Ucap Rei mewakili mereka memperkenalkan diri
"Halo… Namaku Jeni, terima kasih telah menjaga adikku"
"Y-ya sama sama" Jovan menjawabnya dengan terbata bata melihat senyuman Jeni
"Kalau begitu aku akan pergi sekarang, jaga dirimu baik baik kak" Rei dan yang lainnya memasuki kereta dagang itu
__ADS_1
"Kamu juga Rei !! Mintalah bantuanku jika mendapat masalah !!" Teriak Jeni sambil melambaikan tangannya melihat kepergian adik tampannya itu