
Suara berisik kembali terdengar pertanda ini sudah pagi dan waktunya menonton turnamen kesatria lagi, Rei pun perlahan membuka matanya
Terlihat Alice yang tidur di atas dadanya, Rei sempat beberapa kali mengelus rambut indah Alice kemudian memindahkan Alice dan beranjak dari tempat tidur
Rei membeli cukup banyak makanan dibawah dan segera kembali kekamarnya. Rei duduk dan menyantap makanannya terlebih dahulu sembari menunggu Alice untuk bangun, Rei tak mau mengganggu tidur pulasnya
"Hm… Sistem, berapa banyak hadiah yang masih kupunya…"
[Tuan memiliki 20 kotak misteri emas]
"Ternyata masih banyak juga…"
"Kalau begitu, buka satu kotak misteri emas itu"
[Selamat… Tuan mendapatkan jurus Aura raja iblis]
[Tingkat : Emas]
[Tipe : Pasif]
[Terima Y / N]
"Kenapa jurus jurusku semuanya selalu berkaitan dengan iblis dan kegelapan !? Apa aku seburuk itu ?"
[Kehidupan tuan yang dulu mungkin menjadi penyebabnya]
Mendengar itu Rei hanya bisa menghela nafasnya, mungkin masuk akal jika dirinya memang disebut iblis atau bahkan raja iblis
"Baiklah, tolong jelaskan"
[Dengan mengaktifkan aura raja iblis ini, tuan bisa membuat target mematuhi perintah tuan…]
[Singkatnya ini seperti halnya tuan bisa dengan bebas memerintah pasukan bayangan tuan]
"Bahkan aku sekarang bisa memerintah manusia ?! Sistem benar benar membuatku terlihat seperti iblis !" Gumamnya dengan senyuman
"Baiklah aku terima"
[Selamat… Tuan mendapatkan title raja iblis]
[Sistem telah diupgrade ke versi selanjutnya]
"Hmm… Upgrade lagi ? Kali ini apa yang berubah denganmu sistem…"
[Sistem melakukan peningkatan pada beberapa tampilan]
[Nama : Reinal Albert]
[Kesehatan : 100 %]
[Pekerjaan : Tidak ada]
[Title : Raja menara iblis, Master array, Raja iblis]
[Tingkat : Hitam]
[Sihir : Kegelapan absolute]
[Senjata : Tongkat iblis]
[Artefak : Jubah dewa hitam]
[Jurus : Pasukan bayangan, teleportasi, replika sihir, pemakan jiwa, Pengendali pikiran, Aura raja iblis]
[Tubuh : Mata dewa]
[Hadiah : 19 kotak misteri emas]
[Point : 660.000]
"Sekarang tampilannya menjadi sedikit tertata rapih"
Disisi lain Alice mulai bangun dari tidurnya
"Uhm…"
Alice melihat Rei yang sedang duduk di kursi sambil menikmati makanan nya, Alice pun berjalan menuju Rei
"Kenapa kau tidak membangunkanku Rei ?"
"Kau terlihat begitu pulas, aku tak tega membangunkanmu"
Alice dan Rei kemudian menyelesaikan makanannya
__ADS_1
[Peringatan…!]
[Terdeteksi 1 Dungeon tingkat emas]
[Misi : Selesaikan dungeon]
[Hadiah : 2 kotak misteri emas, 15.000 point]
[Terima Y / N]
Mendapat itu Rei segera menghentikan makannya, Rei mengajak Alice untuk segera keluar kamar dan memberikan kejutan kepada Alice
Rei sudah menyiapkan kejutan istimewa untuk Alice hari ini
"Kenapa kita kekamar ini Rei ? Bukannya kita mau menonton turnamen lagi ?"
"Tunggu sebentar…"
Rei membuka pintu kamar yang ada disebelahnya
"Akhirnya kau datang sialan !! Akan kubunuh kau !" Ucap Jovan yang ada dikamar itu
Alice sementara belum melihatnya karena dia berada dibelakang Rei, Alice hanya berpikir itu adalah teman Rei atau semacamnya
"Tenanglah…" Satu kata Rei sambil mengeluarkan aura raja iblisnya dan seketika Jovan terhenti
"Eh ? Kenapa aku berhenti ? Kenapa aku menuruti perintahnya ?"
"Kenapa kau begitu keras kepala… Aku hanya mau menolongmu"
"Siapa kau !!?"
"Oh benar… Perkenalkan namaku Rei. Aku tak akan mengatakannya dua kali jadi harap mengingat namaku dengan jelas…"
"Jovan"
Jovan terkejut dengan ucapan Rei, bagaimana dia tahu namanya padahal Jovan belum pernah memberi tahu namanya. Begitu juga dengan Alice, dia membatu seketika karena teekejut dengan ucapan Rei
"Kau… Bagaimana kau tahu namaku ?!!" Tanya Jovan masih saja sangat keras
Alice segera melihat orang yang dari tadi berbicara dengan Rei. Betapa terkejutnya dia ketika kakaknya ternyata ada dihadapannya
"Ka-kakak…" Alice meneteskan air matanya. Alice segera berlari dan memeluk kakaknya itu
Jovan juga sama terkejutnya, bagaimana bisa adiknya ada bersama Rei
"Alice ? Apa kamu Alice ?" Ucapnya yang berubah menjadi penuh dengan kelembutan
"Ya aku Alice"
Jovan segera melepaskan pelukan adiknya dan menatap Rei dengan penuh kebencian
"Kau…! Apa yang sudah lakukan kepada adikku !!"
"Kakak tenanglah dia bukan orang jahat !"
Jovan tak mempedulikannya, Rasanya dia ingin menghajar wajah Rei sampai babak belur
"Sudah kubilang untuk tenang…" Ucap Rei yang kembali mengeluarkan aura raja iblisnya
Kedua kakak beradik itu seketika terdiam seperti mengikuti perintah Rei
"Sial ! Kenapa setiap kali dia berbicara seperti itu aku selalu tak bisa membantahnya !"
Rei kemudian duduk di kursi yang ada dikamar itu
"Kalian duduklah"
Alice dan Jovan hanya mengikuti perintah dari Rei
"Katakan… Apa yang kamu lakukan dengan adikku ?!"
"Aku membeli Alice"
"Membeli ? Membeli katamu !? Jangan berbohong padaku !"
"Kalau kau tak percaya kau bisa tanyakan itu pada adikmu…"
"Yang dikatakan Rei semuanya benar kak, sekarang aku adalah miliknya" Ucap Alice sambil menundukkan kepalanya
"Kenapa ? Kenapa ayah dan ibu juga menjual mu !? Padahal aku sudah bersedia dijual untuk keselamatanmu, tapi mereka tak memegang janji yang dibuat sendiri…" Jovan mengepalkan kedua tangannya. Dia juga mulai mengeluarkan aura membunuh
Melihat itu, Alice mencoba menenangkan kakaknya
__ADS_1
"Sudahlah kak… Aku tidak apa apa"
"Namamu Rei kan…"
"Aku mau menjadi budakmu tapi dengan satu syarat"
Rei tersenyum, entah kenapa dia seperti pernah mengalami kejadian ini dulu
"Hoh… Katakan apa itu…"
"Lepaskan adikku. Lepaskan dia dan aku akan menjadi budakmu seumur hidupku… Aku janji"
Itu seperti apa yang dipikirkan Rei
"Kak… Kau tak perlu melakukan itu, aku merasa baik baik saja dengan Rei"
"Bagaimana Rei ?" Jovan tak mempedulikan perkataan adiknya tadi
"Apa kau pikir aku tak menghabiskan banyak uang untuk membelinya ? Bahkan seumur hidup pun kamu tak akan bisa membelinya dariku"
Tentu saja itu tak mungkin terjadi, 3000 Emas adalah harta yang dimiliki suatu keluarga setelah 3 generasi
"Berapa kamu membelinya ? Apa 400 atau 500 emas ? Aku akan melunasinya dalam 20 tahun"
"3.000… Aku membelinya dengan 3.000 emas. Apa kau yakin bisa melakukannya ?" Jawab Rei dengan sedikit senyumnya
Jovan sadar bahkan jika dia menghabiskan seluruh hidupnya untuk mengabdi kepada Rei, itu tak akan cukup untuk 3.000 emas. Jovan hanya bisa menundukkan kepalanya
"Kalau begitu berjanjilah satu hal kepadaku"
"…" Rei hanya diam
"Apa apaan dengan dia ini ? banyak sekali permintaannya" Rei bergumam dalam hati
"Berjanjilah untuk tidak menyakitinya, sebagai gantinya kau bebas melakukan apapun kepadaku"
"Baiklah baiklah… Aku tak akan menyakitinya"
Rei berdiri dan hendak keluar menyelesaikan misi yang diberikan sistem
"Alice hari ini aku tak akan menonton turnamen, aku ada urusan sebentar"
"Bukankah ini adalah hari terakhir turnamen itu ? Kau yakin tidak menontonnya ?"
"Tentu, kau bawalah kakakmu menonton turnamen itu…"
"Dan ini 50 emas, kau bawalah untuk jaga jaga. Kalau begitu aku pergi dulu"
Rei meninggalkan Alice dan kakaknya dikamar itu, Rei langsung meminta pasukannya mencari tahu dimana letak dungeon itu
"Seenaknya saja pergi, apa dia tak takut kalau kita akan melarikan diri ?" Jovan memulai pembicaraan
"Lagi pula aku tak akan pergi darinya…" Jawab Alice tersenyum
Kemudian Alice mengajak kakaknya untuk menonton turnamen kesatria
…
"Dimana anak anak ini… Kenapa belum ada yang keluar dari kamarnya" Ucap instruktur Ular kuning yang berjalan ke rumah sewa milik peserta Ular kuning
Rumah itu menampung seluruh pemain Ular kuning, Instruktur itu membuka pintu dan terkejut dengan apa yang ia lihat
"…!!"
"Apa apaan mereka ini !!" Yang dilihat instruktur itu sangat membuatnya terkejut. Semua muridnya itu tertidur diruang tamu tanpa menggunakan sedikit pakaianpun
"Apa mereka melakukan itu secara bersamaan ? Benar benar tak bisa dipercaya" Instruktur itu masih bergumam dalam hatinya
Tapi yang terpenting dia segera membangunkan murid muridnya itu dan segera menuju ke arena
…
Alice dan kakaknya datang tepat waktu, pertandingan antara tim Elang biru dengan tim Kera emas akan segera dimulai
Kali ini keempat tim yang tersisa tidak melakukan pengundian nomor urut, itu karena tim Ular kuning tidak datang tepat waktu jadi sang raja langsung yang memilih pertandingan ini. Tim Elang biru dan tim Kera emas memasuki arena
Pada turnamen sebelumnya tim Elang biru harus mengakui kehebatan tim Kera emas yang mengalahkannya dan harus puas di peringkat keempat
Pembawa acara yang sudah berdiri di tengah arena memberi pertanda bahwa pertandingan akan segera dimulai
"Bersiap… ! Mulai !!!"
Suara sorak penonton lebih ramai dari hari hari sebelumnya, itu karena lebih banyak lagi siswa yang datang mendukung akademinya yang akan bertanding
__ADS_1