Darkness System

Darkness System
Chapter. 44 Keputusan terbaik


__ADS_3

Rei berencana pergi ke kota Lomia, kota pesisir terbesar dikerajaan Calsia.


"Ini sudah malam, kita buat saja tenda disini." Kata Rei singkat, Jovanpun menghentikan laju kudanya itu.


"Apa kita akan bermalam ditengah hutan ini ? Aku sarankan untuk terus berjalan hingga menemukan desa atau kota lagi." Ucap Jovan memberikan saran jepada Rei.


Begitu juga Alice, menurutnya akan berbahaya jika ada monster atau hewan buas yang menyerangnya ketika malam. Tapi Rei tetap teguh dengan ucapannya tadi.


"Tenang saja, kita akan aman disini."


"Jovan, kau pergilah untuk mencari beberapa ranting ranting dan kayu kecil disekitar sini. Tapi jangan pergi terlalu jauh."


"Aku dan Alice akan membuat tenda disini." Rei menyuruh Jovan untuk pergi mengumpulkan kayu untuk menghangatkan mereka, Jovan juga tak banyak bicara lagi langsung pergi mencari kayu


"Sistem, berikan aku 2 tenda biasa beserta alas untuk tidur."


[2 set tenda lengkap : 100 point]


Seketika langsung muncul 2 set tenda yang sudah jadi saling berhadapan. Jovan juga kembali membawa banyak ranting kayu dipelukannya, belum sempat beristirahat Jovan langsung diminta untuk mencari beberapa hewan untuk dimakan.


Setelah beberapa lama, kini Jovan kembali membawa 1 rusa dan 3 kelinci. Mereka makan kemudian tidur ditenda masing masing, Jovan tidur sendirian sedangkan Alice dan Rei tidur bersama ditenda satunya lagi.



Setelah semuanya sudah tertidur nyenyak, Rei keluar dari tendanya dan masuk kemenara iblis. Rei berjalan ke penjara untuk melihat keadaan putri Violet.


"Sudah berapa kali hari ini ?" Tanya Rei sambil melihat putri Violet yang terus dicambuk, sampai bajunya sudah tinggal sobekan sobekan yang berserakan di bawah.


"Hari ini baru 98 cambukkan yang mulia."


"Kalau begitu biarkan dia beristirahat dulu sebentar…"


Rei masuk kedalam sel itu dan tersenyum melihat tubuh putri Violet yang tertutup apa apa itu.


"Jauhkan pandangan menjijikan itu dari ku sialan !" Ucap putri Violet yang terlihat menahan sakit itu.


"Bermainlah denganku sebentar."

__ADS_1


"Apa kau pikir aku sudi melakukan itu denganmu !?"


"Heii !! Kubilang menjauhlah !"


"Lepas ! Lepaskan aku !!"


Ahh… !"


Rei tak mempedulikan apapun ucapan yang keluar dari putri Violet



"Berikan dia istirahat satu jam, setelah itu lanjutkan hukumannya." Perintah Rei kepada pasukannya itu sambil melihat tubuh putri Violet yang terbaring lemas.


Rei tak tahu berapa lama ia bermain tadi, tapi seharusnya ini belum pagi didunia luar. Rei memutuskan kembali keluar dari menara iblis dan memasuki tendanya lagi, dia tidur disamping Alice.



Perjalanan menuju kota Lomia sangat jauh dari kota teratai, bahkan karena terlalu jauh itu memakan waktu 1 bulan penuh perjalanan.


Rei dan yang lainnya sempat singgah dibeberapa kota dan menginap disana sampai tiba dikota Lomia. Setiap malam Rei selalu bermain dengan putri Violet, itu terhitung setiap sepuluh hari didalam penjara itu putri Violet harus bermain dengan Rei.



Rei dan lainnya masuk kekota dan mencari penginapan terlebih dahulu. Setelah itu Jovan diminta Rei untuk pergi kepasar mencari beberapa jenis kerang, sementara Rei dan Alice pergi kepesisir laut.


Rei mau mencari lokasi yang banyak terdapat kerang kerang. Rei berencana untuk membuat pil kecantikan, sepertinya itu belum ada didunia ini.


"Sistem, apakah terdapat tempat berkumpulnya banyak kerang dilaut ini ?"


[Ada tuan. Itu terletak dikedalaman 15 meter dilaut ini, kerang kerang itu menempel di bebatuan dibawah lau ini]


Seperti dugaannya, dengan ini Rei bisa memulai bisnis kecantikan didunia baru ini.


Ketika malam, Jovan juga sudah kembali dari pasar dan membawa beberapa jenis kerang. Mereka berkumpul dikamar Rei.


"Rei, untuk apa kau menyuruhku mencari kerang kerang ini ? Apa kau ingin memasaknya ?" Tanya Jovan yang penasaran.

__ADS_1


"Tidak, aku akan membuat produk kecantikan."


"Produk kecantikan ? Apa itu ?" Sambung Alice


"Seperti namanya, aku akan membuat sesuatu yang dapat menambah kecantikan untuk perempuan."



Fakta hilangnya semua orang dikediaman keluarga pangeran pertama dan pangeran keenam perlahan beredar. Sang raja tahu kalau mereka semua sudah habis terbunuh, tetapi beliau tak mengatakan ini kepada seluruh rakyatnya.


Rakyat juga banyak menebak nebak kemanakah 2 royal family itu pergi, keberadaannya yang hilang seperti ditelan bumi menjadikan banyak konspirasi konspirasi bermunculan.


Tapi raja secara umum mengumumkan kalau 2 keluarga itu sedang dalam hukuman karena telah melakukan pelanggaran keluarga kerajaan. Tentu saja mengatakan itu setelah memikirkan cukup lama tentang tulisan yang ada bersama dengan kepala pangeran keenam.


Semua keluarga yang anggota keluarganya bekerja di 2 keluarga ini diberikan kompensasi. Raja tahu betul maksud dari sedikit kalimat yang tertulis di dalam kotak itu.


Ada 2 maksud dari kalimat pendek itu. Pertama, jika keluarga kerajaan atau raja melanjutkan terornya kepada keluarga Albert maka mereka akan binasa. Yang kedua Jika raja mengumumkan kepada seluruh rakyatnya untuk memburu orang yang telah menghilangkan 2 keluarga atau memburu keluarga Albert ini maka mereka juga akan binasa.


"Ini adalah hal terbaik untuk permasalahan ini." Kata raja sambil memegang menyanggah kepalanya.


"Tapi ayah ! Kalau kita bersatu mungkin saja kita bisa mengalahkan keluarga Albert ini !"


Pangeran kedua tak setuju dengan keputusan yang ayahnya buat intu, begitu juga dengan pangeran ketiga dan pangeran kelima. Sementara pangeran keempat hanya diam tak bersuara, ia tak menduga kalau keluarga Albert punya orang yang sangat hebat bahkan membuat ayahnya tunduk.


"Diamlah !! Jika kau dan bahkan kita bersatu untuk melawan keluarga itu, kita hanya akan bernasib sama dengan kakak dan adikmu itu…"


"Pikirlah, orang itu menghabisi 2 keluarga kerajaan hanya dalam semalam dan mengirim kepala anak keenam kepadaku. Apa kau tak mengerti maksudnya ?"


"Ini tanda peringatan untuk kita. Jika kita melanjutkannya orang itu juga akan menghilangkan kita dari dunia ini."


"Ini perintah dariku ! Mulai sekarang jangan ada dari kalian yang menyinggung keluarga Albert. Dan juga jangan katakan hal ini kepada publik. Mengerti ?"


"Baiklah ayah…" Jawab semuanya serentak.



Semuanya kembali seperti tak terjadi apa apa. Jeni kembali keakademi setelah satu minggu istirahat, bukan hanya sembuh bahkan Jeni berhasil naik ketingkat emas dan menjadikannya siswa terkuat diakademi Elang biru bahkan diseluruh akademi.

__ADS_1


Jeni juga sudah diperingatkan oleh keluarganya untuk tak mengatakan kejadian sebenarnya yang menimpanya kepada semua orang. Kedua belah pihak sama sama tak mengatakan apapun seperti memang tak terjadi apapun.


__ADS_2