Darkness System

Darkness System
Chapter. 30 Ibukota 2


__ADS_3

Selang beberapa waktu Rei akhirnya menemukan rumah pusat asosiasi guild. Disitu banyak orang orang berkumpul


"Sistem, kenapa banyak orang dirumah pusat asosiasi guild itu ?"


[Mereka adalah para hunter yang tidak memiliki gulid tuan…]


[Mereka berkumpul disini dan membuat party untuk menyelesaikan dungeon]


Rei berjalan kearah seorang wanita yang merupakan resepsionis


"Selamat datang tuan… Apa ada yang bisa saya bantu ?" Wanita itu menyapa Rei dengan senyum ramahnya


"Aku mau menukarkan kristal kristal dari dungeon" Jawab Rei singkat. Kemudian Rei mengarahkan cincin penyimpanannya kemeja dan mengeluarkan kristal kristal yang ia miliki


"!!?…" Wanita itu dibuat tak bisa berkata kata


Banyak sekali kristal yang keluar dari cincin penyimpanan Rei hingga membuat suara suara kristal jatuh itu terdengar oleh hunter yang sedang ada disitu


Semua hunter yang ada disitu menatap Rei


"Dari mana dia mendapatkan kristal sebanyak itu ?" Tanya seorang hunter wanita kepada temannya


"Apa dia menabungnya untuk waktu yang lama ?"


"Bukankah dia terlihat masih sangat muda untuk bisa mendapatkan banyak kristal seperti itu ?"


Dan banyak pertanyaan yang keluar dari hunter hunter lainnya


"I-itu… Tuan darimana anda mendapatkan kristal sebanyak ini ?"


"Apa aku harus memberitahumu ?" Jawab Rei dengan nada datar


"Ah… maaf maaf. Tunggu sebentar aku akan memanggil ketua" Resepsionis itu pergi meninggalkan Rei



Seorang dengan tubuh kekar dan aura yang kuat berjalan menuju Rei. Itu adalah ketua asosiasi guild


"Apa kamu yang membawa kristal kristal ini anak muda ?"


"Ya tentu saja"


"Perkenalkan namaku Lay Carles aku adalah ketua asosiasi guild" Ucapnya sambil menjulurkan tangannya hendak bersalaman dengan Rei


Tapi Rei tak menanggapinya…


"Hoi ayolah…!! Kenapa ini lama sekali ?! Aku hanya mau uangnya !" Gumam Rei yang dari tadi lapar mulai kesal


"Aku mau menukarkan kristal kristal ini, aku bukan kesini untuk berkenalan dengan mu" Jawabnya dengan mendongakkan wajahnya menatap ketua asosiasi guild


"Hm… Anak ini cukup sombong juga !" Ketua Lay mengeluarkan auranya lebih besar lagi


Hunter hunter lain mulai ketakutan dan membatu


"Pak ke-ketua… mohon hentikan tekanan ini…" Salah satu hunter berbicara dengan terbata bata


"Be-benar ketua… Anda harus menghentikan ini" Resepsionis yang ada disampingnya ikut bicara


Tapi Rei tak peduli, baginya pak tua itu bukan ancaman sama sekali


"Ah baiklah baiklah… Maafkan aku" Tawa menghilangkan aura tadi


"Biar kutanya satu pertanyaan lagi… Anak muda, dari mana kamu mendapatkan banyak kristal ini ?"


"Aku tidak sengaja menemukannya saat aku beristirahat di gua" Jawab Rei dengan wajah datar


"Hmm…? Baiklah kamu hitung dan berikan sesuai dengan harganya" Ketua Lay menyuruh resepsionis untuk melakukan penukaran


Beberapa saat kemudian resepsionis itu menghampiri Rei dengan membawa kantong besar


"I-ini tuan… di dalam kantong ini ada 3.000 emas"


"Baiklah, terima kasih" Rei mengambil kantong itu dan segera keluar dari rumah besar itu


Setelah Rei keluar, hunter hunter yang ada disitu mulai merencanakan untuk mengambil uang uang yang dibawa Rei


"Aku tak dapat merasakan tingkatannya, ini kesempatan bagus untuk kita merebut uang uang itu" Seorang pria besar memulai pembicaraan


"Ya, benar yang dikatakan kak Lion. Dengan uang itu kita bisa istirahat sejenak dari pekerjaan ini dan menikmati hidup" Seseorang lainnya yang sependapat dengan pria besar tadi


"Baiklah sudah diputuskan, kau cepat ikuti dia. Kita akan mengambilnya ketika petang datang" Perintah Lion kepada dua orang lainnya


Rei segera mencari tempat makan, setelah itu dia memutuskan untuk mencari penginapan



Setelah sampai dikamar penginapannya, Rei berencana membuka beberapa hadiah dari misi dimenara iblis


"Sistem, buka 1 kotak misteri"

__ADS_1


[Selamat… Tuan mendapatkan Evolusi mata iblis]


[Tingkat : Emas]


[Tipe : Pasif]


[Terima Y / N]


Rei menerimanya, tapi Rei tidak tahu apa yang berubah darinya setelah berevolusi


"Tolong jelaskan sistem"


[Baik tuan, setelah berevolusi mata iblis anda akan menjadi mata dewa. Selain bisa melihat kebohongan dan apakah seseorang berbahaya mata dewa anda juga bisa melihat semuanya dalam radius 10km…]


[Itu bahkan bisa melihat orang yang ada dibalik tembok sekalipun. Dan juga anda dapat melihat sekeliling dari atas, ini memiliki pandangan 360 derajat dan jarak pandang 10km]


"Baiklah, buka 1 kotak misteri lagi"


[Selamat… Tuan mendapatkan jurus pengendali pikiran]


[Tingkat : Emas]


[Tipe : -]


[Terima Y / N]


???


Rei meminta sistem menjelaskan


[Singkatnya dengan jurus ini, tuan dapat menghilangkan atau menambahkan ingatan kepada target]


Rei masih dikamarnya sejak tadi, hari mulai petang. Gerlap gerlip kota Zelda menunjukan dia pantas menjadi ibukota kerajaan ini


Dengan banyaknya peserta dan penonton yang sudah datang untuk tunamen kesatria membuat banyak toko toko yang semakin ramai dengan pembeli


"Hah… Apakah dua orang itu tidak lelah mengikutiku dari tadi ?" Rei sadar kalau dia sedang diikuti semenjak keluar dari rumah pusat


"Tuan cukup berikan perintah kepada kami untuk membunuhnya" Ucap Kian


"Tidak usah, aku juga sedang bosan jadi aku akan mengikuti permainan mereka"


Sebelum keluar dari kamarnya, dia memberikan tanda dikamarnya supaya Rei bisa pulang dengan teleportasi


Rei keluar dari kamarnya dan berjalan menuju tempat yang sunyi


Dengan segera temannya melaporkan itu kepada Lion


"Kak Lion… ! Bo-bocah itu sudah keluar dari kamarnya" Ucapnya dengan nada lelah


"Hm… Bagus sekali !! Waktunya kita berpesta ! Ayo pergi…!!" Ucap Lion menggerakan hunter lainnya


Rei terus berjalan ketempat yang sepi dan gelap



Kelompok Lion sudah ada dibelakang Rei, itu sekitar 20 orang


"Heii kau…!! Berhenti !" Pinta Lion


Rei tak mempedulikannya dan terus berjalan


Seseorang dari mereka yang kesal karena Rei tak mendengarkan perintah Lion menembakan sihir apinya


Buumm…


Asap tebal menyelimuti sekeliling Rei


"Apa kau tidak mendengar kak Lion memanggilmu !?"


Rei berbalik dan tersenyum kepada mereka


"Apa bocah ini sudah gila ?"


"Bocah… Cepat serahkan semua uang yang kamu miliki atau akan mati !" Lion lagi lagi memberi perintah kepada Rei


"Hoh ? Percayalah kalian tak bisa menang dariku"


"Hahah…!! Aku suka denganmu bocah…"


"Tapi kau tahu, semua orang yang aku sukai harus mati !! Kalian serang dia bersama dan bunuh dia…"


Slashh…


Rei menggunakan sihir petirnya


Belum sampai mereka bergerak, Rei sudah ada didepan mata Lion dengan tersenyum


"Sudah kubilang kalian tak bisa menang dariku"

__ADS_1


"Itu… Itu sangat cepat. Anak ini memiliki beberapa kemampuan" Gumam seorang hunter


"Kalian cepat kesini !! Bunuh dia sekarang juga !" Lion terlihat panik karena Rei yang tiba tiba ada dihadapannya


Seketika semua hunter mengepung dan menyerang secara bersama


Rei menggunakan sihir waktunya untuk menghentikan semua hunter sekaligus


"…"


Seketika semuanya hening, semua orang tak bisa bicara dan bergerak kecuali Rei


"Apa ? Sihir waktu ? Bukannya sihir dia tipe petir…" Gumam Lion dalam hati


"Aku tak bisa bergerak sama sekali…"


Semua hunter hanya bisa bicara dalam hatinya


Kepulan asap berwarna kuning tiba tiba muncul,


Rei menggunakan sihir ilusi. Rei menghadirkan ilusi yang bahagia kepada mereka, membuat semua hunter terperdaya oleh ilusi


Terakhir Rei menghapus ingatan mereka dengan jurus yang baru ia dapatkan, Rei memegang kepala mereka satu persatu


"Lumayan juga ternyata kemampuanku…" Rei dengan bangga menyanjung dirinya sendiri. Karena sudah diluar Rei mau berkeliling dikota yang indah ini


Setiap toko yang menjual makanan dihampiri Rei, banyak sekali Rei membeli makanan sampai hampir tak bisa lagi dipegang dengan dua tangannya


Rei terus berjalan melihat kanan kiri ramai sekali orang orang. Mereka yang memakai pakaian berwarna hijau, merah, putih, biru, hitam adalah beberapa siswa akademi yang mewakili turnamen kesatria


Hingga mata Rei tertuju dengan rumah besar yang berada diujung jalan


Pelelangan Bintang


Tulisan besar terpajang didepannya. Rei mau mencoba menjual barang dari dunianya untuk dijual disini


"Sistem, tampilkan semua barang barang diduniaku dulu"


Sistem langsung menampilkan banyak barang. Cukup bingung memilihnya, akhirnya Rei hanya membeli5 gelas dan 5 piring dengan harga 10.000 point. Tapu dengan diskon 90 persen dia hanya membayar 1.000 point


"Permisi… Apa aku bisa menjual barangku disini ?" Tanya Rei kepada seorang penjaga


"Hm… Semua barang disini sangat mahal, disini bukan tempat anak anak bermain" Jawabnya demgan wajah sinis


"Tapi aku jamin barangku sangat berharga"


"Sudahlah pergi sana ! Jangan mengacaukan pekerjaan orang dewasa" Penjaga itu mendorong Rei menjauh dari pelelangan


Seorang kakek tua berjalan dari belakang Rei


"Ada apa ini ?"


"Ini tuan… Anak ini mau mengacau disini"


"Itu tidak benar ! Aku kesini untuk melelang hartaku !"


"Memangnya apa yang kamu miliki anak muda ?"


Rei mengeluarkan satu gelas kaca yang berkilau dari cincinnya. Mata orang tua itu tak bisa berbohong kalau gelas ini memang begitu berharga


"Ehm… Nak ikutlah denganku kedalam"


Rei kemudian mengikuti kakek itu


Tibalah mereka diruangan pribadi kakek tua itu


"Sebelumnya aku mohon maaf… Perkenalkan namaku Jun Jerinx aku adalah pemilik dari pelelangan ini"


"Apa ku berniat menjual gelas tadi nak ?"


"Ya tentu saja, apa itu tidak laku disini ?"


Kakek Jun hanya tersenyum


"Nak aku tak tahu darimana kamu mendapatkannya, tapi gelas tadi memiliki nilai jual yang sangat tinggi"


"Berapa kira kira uang yang aku dapatkan dengan menjualnya ?"


"Harga awalnya 300 koin emas, dan itu akan meningkat dengan bertambahnya peminat"


"Kalu begitu sudah diputuskan ! Aku mau menjualnya"


"Baiklah kalau begitu daftarkan barangmu disini dan ini adalah kartu ruangan vip. Kamu duduklah di ruangan vip yang ada dilantai dua"


"Oke" Tak hanya menjual satu, dia menjual 3 gelas dan 3 piring yang harga awal yang hampir sama


Rei mengambil kartu itu dan berjalan kelantai dua diruang vip


"Anak ini… Dari mana dia bisa mendapatkan barang barang ini begitu banyak ? Menarik…" Gumam kakek Jun dalam hati

__ADS_1


__ADS_2