
Duaarr… !!
Serangan sambutan diberikan oleh tim ibukota meskipun itu hanya serangan kecil
Kedua tim melancarkan serangan demi serangan, silih berganti jual beli serangan dilakukan dan itu berlangsung cukup lama
"Tim Elang tampil sangat memukau pada turnamen kali ini !"
"Yah mereka patut diapresiasi" Ucap seorang penonton yang menjawab temannya tadi
Disisi lain pangeran keenam dan pangeran pertama saling memandang, pangeran keenam memberikan sebuah kode untuk memulai rencananya
Kemudian pangeran pertama membisikkan sesuatu kepada tangan kanannya, seperti biasa tangan kanan itu lagi lagi memberikan bantuan kepada tim Ular kuning
"Hah… Hah… ! Kenapa aku merasa kekuatan mereka seperti meningkat drastis" Gumam Jeni
Yang lainnya juga berpikiran demikian kecuali putri Violet dan Kevin, mereka sudah tahu kalau ini akan terjadi
"Sekarang rasaknlah serangan kami !!" Teriak Marsell sembari mengacungkan pedangnya
Sling… Sling…
Duar… !!
Jeni, putri Rosa dan juga satu support mereka fokus bertahan dari serangan serangan tim ibukota
Srtt…
Marsell Robetto tiba tiba sudah berada di pertahanan tim Elang biru dan menusuk support tim Elang biru. Tersisa empat dan kini tanpa hadirnya support tadi menjadikan formasi tim Elang biru semakin acak
Duaarr !!
Satu lagi tim Elang kehilangan orangnya, putri Rosa jatuh dari arena dan dinyatakan gugur. Kali ini tersisa 3 melawan 5 orang, tapi sebenarnya itu 1 lawan 7 orang
"Aku tak boleh kalah disini !" Gumam Jeni yang terlihat sudah sangat kelelahan
"Aku harus menggunakan jurus terakhirku untuk mengakhiri mereka dengan cepat"
Jeni mencoba tenang terlebih dulu dengan memejamkan mata dan mengatur nafasnya
"Dengarkanlah panggilanku Wahai dewi Es…"
"Pinjamkan aku sedikit kekuatanmu dengan bayaran satu tahun dari umurku" Jeni mengucapkan mantranya
Sebenarnya ini teknik terlarang pengguna sihir Es. Mereka akan meminjam kekuatan dewi Es dan membayarnya dengan beberapa umur mereka
Semakin lama tentu saja umur yang diperlukan semakin banyak
Seketika muncul dari bawah kaki Jeni Es Es yang mengitari dirinya
"Jurus apa itu ?"
"Jangan jangan…"
"Itu adalah jurus terlarang dari sihir es, panggilan dewa atau dewi"
Penonton mulai serius memperhatikan Jeni, mereka ingin melihat bagaimana jurus terlarang itu
Karena Jeni hanya mambayar dengan satu tahun umurnya, itu hanya akan menjadi satu menit meminjam kekuatan dewi
Jeni perlahan membuka matanya, perubahan mulai terlihat dari wajah Jeni yang kini memiliki garis garis biru terus menjalar keseluruh tubuhnya, itu disebut karma
"Medan Es !!" Ucap Jeni sambil merentangkan kedua tangannya
Es es mulai merambat membekukan arena bahkan sampai membekukan array array pelindung, itu membuat para penonton tak bisa lagi melihat apa yang terjadi selanjutnya
"Sial ! Ternyata dia masih punya jurus mengerikan !" Gumam putri Violet yang berada dibelakang Jeni sambil mengeratkan giginya, begitu juga dengan Kevin yang memberikan tatapan tajam
Jeni tak menyadarinya, dia hanya fokus menghadapi musuh yang didepannya sebelum kehabisan waktu
"Golem es !!" Jeni mengeluarkan jurusnya lagi
Kali ini dia memanggil golem golem raksaksa, itu berjumlah 4
Bug… Buggk !!
Golem golem itu langsung menghajar tim Ular kuning, tim Ular kuning sempat melakukan perlawanan tapi itu percuma saja serangannya hanya seperti debu didepan golem ini. Lagi pula sihir bantuan dari tangan kanan pangeran pertama sudah terputus karena medan Es tadi
__ADS_1
Satu persatu pemain tim Ular kuning terhempas keluar arena dan ada juga yang tak sadarkan diri dibuatnya, tersisa satu orang lagi disana itu adalah Marsell Robetto
"Sedikit lagi… Hah… Bertahanlah sedikit lagi !" Gumam Jeni yang tubuhnya mulai bergetar karena kekuatan pinjaman dari dewi sudah hampir habis
Melihat rencana nya tak berhasil, putri Violet dan Kevin saling menatap kemudian mengangguk kan kepalanya, mereka tahu apa yang harus mereka lakukan
Srtt… Srrrt…
Pedang panjang serta belati menusuk Jeni dari belakang
Ukkhh…
"Ka-kalian… Apa maksud kalian… ?!"
"Sudahlah jangan banyak bergerak, lagipula aku tak akan membunuhmu karena kamu adalah tambang emas yang akan aku dapatkan" Ucap Kevin dengan senyum lebarnya
"Aku akan membuatmu menderita dasar jalang… !!" putri Violet yang merasa dendamnya tersalurkan itu kembali menekan belatinya sambil menatap tajam Jeni
Itu mengakibatkan inti sihir Jeni hancur, Jeni yang tak kuat menahan itu akhirnya jatuh tak sadarkan diri
"Hahaha… !! Bagus !" Melihat itu Marsell tertawa dan bertepuk tangan untuk Kevin dan putri Violet
"Kau… Cepatlah serang kami, sebentar lagi es es ini akan segera hilang"
"Baiklah baiklah…" Marsell mendekat ke Kevin dan putri Violet kemudian menusuknya hingga mereka terjatuh
Sebenarnya itu cuma tusukan yang tak dalam, mereka berdua hanya pura pura tak sadarkan diri
Es es itu perlahan mulai hilang hingga terlihat satu orang yang berdiri di arena, itu adalah Marsell Robetto dari tim Ular kuning. Penonton seraya bersorak untuk kemenangan tim ibukota
Para master array itupun mulai membuka array mereka
"Hebat !! Pertarungan yang sangat hebat ditunjukkan kedua tim… !"
"Dan lagi lagi tim ibukota membuktikan mereka adalah raja !! Tak ada yang bisa merebut tahtanya !!"
Dikala semua penonton masih bersorak, tiba tiba muncul orang berjubah hitam di tengah tengah arena dan mengambil Jeni
Orang itu sangat cepat bahkan tak ada waktu untuk pembawa acara maupun master array itu melawannya, setelah membawa Jeni orang itu kembali melesat menjauh dari arena
Kejadian itu membuat keributan seisi lapangan
"Benar… Sepertinya ada yang menginginkan nyawanya" Jawab Jovan yang masih terlihat santai, ia tahu ia tak dapat berbuat banyak lagipula dia tak mengenal wanita itu
Keributan itu terus terjadi, tapi pihak kerajaan mencoba menenangkannya dan berjanji akan menemukannya
…
Di suatu ruangan, setelah kemenangan itu raja dan para pangeran berkumpul guna membahas mengenai kejadian penculikan itu
"Ayah ! Apa apaan dengan sikapmu itu ?! Kenapa anda begitu santai menangani masalah ini ?!" Pangeran keempat kesal dengan sikap ayahnya yang terlalu santai mengenai masalah Jeni
"Tenanglah… Anak anakku dengarkan aku"
"Orang tadi adalah orang suruhanku, aku menyuruhnya untuk menculik wanita itu karena dia adalah anak keluarga Albert"
"Apa ?! Apa ayah juga mau merebut bisnis keluarga Albert itu sekarang ?!" Tanya Pangeran keempat masih dengan nada tingginya
"Itu adalah ide dari kakak pertama dan adik keenam mu, mereka meminta bantuan ayah dengan imbalan yang cukup besar jadi ayah melakukannya"
"Lalu bagaimana aku harus mengatakan itu kepada keluarganya ayah ?!"
"Kau tak perlu bertindak apapun, biarkan mereka berdua yang menyelesaikan sisanya"
"Tenang saja kak… Aku tak akan membunuh wanita itu, aku hanya mengincar bisnisnya"
"Tidak !! Aku tidak akan membiarkan kalian melakukan itu !"
Mendengar itu ayahnya, Gerrad Robetto langsung membentak anaknya itu
"David !! Apa kau berencana melakukan penghianatan kepada kerajaan ini !?"
"Ti-tidak ayah… Hanya saja a-"
"Sudahlah… Apa yang ingin aku sampaikan sudah aku sampaikan"
"Aku harap kalian dapat mengerti dan jangan mengganggu ini"
__ADS_1
"Baik ayah" Jawab keenam pangeran itu bersama
Pangeran keempat tak bisa banyak melakukan sesuatu, akhirnya mereka membubarkan diri
…
Semua pangeran kembali kekediamannya masing masing
…
Kediaman pangeran keenam
"Kau… Pergi ke kediaman keluarga Albert dan beri tahu untuk menebus jika mau anaknya kembali"
"Katakan untuk menukarnya dengan 80 % bisnis mereka" Perintah pangeran keenam kepada salah satu pengawalnya
"Baik tuan" Tak berlama lama lagi, dia langsung bergegas ke kediaman keluarga Albert
"Hahahah… !! Sebentar lagi aku akan menghancurkan hidupmu…"
"Rio Albert !" Gumam Pangeran sambil meremas pundak 2 selir yang menemaninya itu
…
"Lapor tuan ! Didepan ada seseorang yang mau bertemu dengan anda, dia bilang ini tentang nona Jeni" Kata seorang penjaga keluarga Albert itu
"Biarkan dia masuk"
Penjaga itu kembali keluar dan memanggil pengawal pangeran keenam untuk bertemu dengan kepala keluarga Albert
"Baiklah tuan Albert, saya tak mau berlama lama disini saya akan mengatakannya sekali jadi dengarkan…"
"Anda pasti sudah bisa menebak siapa orang dibalik penculikan ini kan ?"
"Seperti yang anda pikirkan ini memang ulah pangeran keenam dan pangeran pertama"
"Jika anda mau putri cantik anda itu kembali anda harus menukarnya dengan 80 % bisnis keluarga Albert, jika tidak…"
Mata Rio langsung melalak dibuatnya
"Anda pasti sudah paham maksud saya" Ucap pengawal itu dengan tersenyum
"Kalau begitu saya akan undur diri"
…
3 Hari kemudian…
Setelah kejadian penculikan itu satu per satu rekan bisnis keluarga Albert mengakhiri kerja samanya dengan alasan yang tidak jelas. Itu membuat Rio semakin frustasi, tak ada jalan lain selain menyerahkan 80 % bisnisnya kepada para pangeran itu demi keselamatan anaknya
Setelah semua anggota keluarga memutuskan setuju dengan penukaran itu, Rio menyuruh pengawalnya untuk menyampaikan ini kepada pangeran keenam dan pangeran pertama. Mereka akan bertemu besok
…
Rei belum juga kembali kepenginapan sejak dia pamit saat itu, itu membuat Alice khawatir
Tapi Rei tak lupa untuk menaruh 50 emas setiap harinya dimeja makan kamar Alice, Rei sementara berada di menara iblis
…
Malam hari, besok adalah hari kehancuran keluarga Albert
"Makanlah ini !! Jangan mati setidaknya sampai besok !" Ucap seorang penjaga kepada Jeni
Jeni sekarang terkurung diruang bawah tanah milik pangeran keenam, Jeni tak tahu lagi harus berbuat apa
Tubuhnya seakan tak mampu untuk banyak bergerak, tapi tak ada yang merebut kesuciannya sampai saat ini, Jeni tak tahu mengapa itu terjadi
Karena saat ada yang mau bermain dengannya saat Jeni pingsan, mereka langsung dibunuh oleh pasukan Rei dan membakarnya untuk menghilangkan jejak
…
"Sepertinya sudah saatnya aku bermain dengan mereka…" Ucap Rei berdiri dari duduknya dan mulai tersenyum
"Semuanya… !! Saatnya kita memulai pesta darah ini !!" Teriaknya kepada seluruh pasukan yang ada didepannya
"Dengan senang hati yang mulia…"
__ADS_1
Semua bayangannya terlihat sangat bersemangat menunggu momen ini, mereka langsung kembali ke bayangan Rei untuk ikut tuannya keluar dari sini
"Ini salah kalian karena berani mengganggu keluargaku !" Gumamnya dengan mengeluarkan aura membunuh, malam itu Rei pun keluar dari singgahsana nya