
[Nama : Reinal Albert]
[Kesehatan : 100 %]
[Pekerjaan : Tidak ada]
[Jenis sihir : Kegelapan ilahi]
[Senjata sihir : Scythe]
[Artefak sihir : Tidak ada]
[Jurus : Boneka mayat lv. 2]
[Jurus : Teleportasi]
[Jurus : replika elemen sihir]
[Tubuh : Mata iblis]
[Hadiah : Tidak ada]
[Point : 6.000]
Rei sampai di rumahnya, Rei melihat sejenak Leona yang sedang bermain ditaman, kemudian Rei masuk kedalam menuju kamarnya.
Setelah Rei mandi, seorang pelayan mengetuk pintu kamarnya
"Tuan muda Rei, tuan meminta anda turun untuk makan malam bersama"
Rei hanya menurutinya dan ikut kebawah
Terlihat satu kursi kosong, semua orang menunggu Rei, Rei duduk disebelah Leona.
__ADS_1
"Apa dia dulu setampan ini ?" Gumam Jeni yang terpana dengan adiknya sendiri
"Ada apa kak ? Apa ada sesuatu diwajahku ?" Tanya Rei yang sadar kakaknya sedang mengamatinya
"Tidak, tidak ada apa apa"
Rei tidak membalasnya dan duduk disamping Leona, dan semuanya mulai makan malam.
"Rei, tidak bisa kah kamu berangkat lagi ke akademi ? Walaupun keluarga kita adalah keluarga kaya, tapi pendidikan itu penting, ingatlah tidak semua bisa dibeli dengan uang" Ayahnya mulai berbicara setelah selesai makan
Rei setuju dengan perkataan ayahnya
kemudian ayahnya melanjutkan perkataanya.
"Jika kamu kembali ke akademi, ayah akan menuruti apapun keinginanmu"
"Akan kupikikan" Rei berbalik dan masuk kekamarnya.
*Pagi
Dengan menggunakan seragam berwarna putih bergaris biru, Rei keluar dari kamarnya.
Melihat itu, Ayahnya senang bukan main
"Apakah kamu sudah memutuskan untuk kembali ke akademi, Rei ?"
"Mm…"
Rei masih sibuk merapihkan pakaiannya
"Baiklah, seperti yang ayah katakan semalam kamu bisa meminta apapun katakan saja"
"Aku akan memikirkannya" Masih sibuk dengan pakaianya
__ADS_1
"Kalau kamu tidak suka tinggal di asrama, ayah akan membelikanmu rumah yang dekat dengan akademi mu"
Rei menolaknya, menurutnya bukan hal buruk juga tinggal diasrama.
Kereta kuda sudah menunggunya di depan, Rei pun memasuki kereta kudanya.
"Eh… Kakak ?" Rei terkejut kakaknya sudah ada di dalam kereta kuda
Jeni melirik kearah Rei, wajahnya memerah karena ketampanan Rei
"Apa dia benar benar setampan ini dulu" Jeni bergumam dalam hatinya dan mencoba untuk tenang.
Rei dan kakaknya, Jeni memang satu akademi tetapi kakaknya 2 tahun lebih tua darinya, sedangkan Jordi, kakak tertua mereka sudah lulus tahun lalu dan sekarang berprofesi sebagai hunter.
Tak ada pembicaraan didalam kereta, mereka saling diam karena mereka memang tidak terlalu dekat.
"Tuan muda, nona, kita sudah sampai di akademi" kata seorang dari depan
Rei membuka pintunya dan keluar dari kereta, dilihatnya sebuah tulisan besar
"Akademi Elang biru…" Gumam Rei
Jeni langsung berjalan memasuki akademi, sedangkan Rei berdiam diri untuk sejenak.
Kemudian dia mengikuti kakaknya dari belakang
"Menurut ingatan anak ini, aku berada di kelas C, itu berada di pojok lorong ini"
Terlihat saat Rei berjalan, teman temannya melihat Rei dengan wajah menjijikan dan ada juga yang ketakutan dengan kedatangan Rei ke akademil
Begitupun saat memasuki kelas, jelas Rei melihat wajah ketakutan dari teman temannya. Tapi Rei tak peduli, dia duduk dipojok belakang.
Tanpa sadar Point terus bermunculan hingga Rei memperoleh 5.000 point dari teman temannya.
__ADS_1
Tak ada yang berani menyapanya, ini membuat Rei sedikit terganggu, tak lama Bel pun berbunyi tanda pelajaran akan dimulai.