Darkness System

Darkness System
Chapter. 45 Pil kecantikan


__ADS_3

Pagi harinya Rei mengajak 2 lainnya ke pesisir pantai untuk mencari kerang. Kerang yang dicari juga bukan kerang sembarangan, Rei hanya mencari kerang jenis pinctada maxima dan pinctada fucata.


Rei mengajari Jovan mencari jenis kerang kerang berkualitas ini sementara Alice yang akan mengumpulkan kerang kerang yang telah diambil Rei dan kakaknya.


"Hei, kenapa kita harus memilih kerang kerang ini ? Bukankah banyak kerang jenis lain yang ukurannya jauh lebih besar ?" Tanya Jovan yang sedang mengapung setelah menyelam bersama Rei.


Rei beranjak naik keatas bebatuan dimana ada Alice disana.


"Naiklah…"


Setelah itu Alice dan Jovan memperhatikan Rei membuka salah satu kerang tangkapannya.


Craak


"Lihatlah… Ini yang akan aku gunakan untuk membuat produk kecantikan." Rei menunjukkan butiran kecil yang berkilau terang.


"Woow…" Ucap Alice dan kakaknya bersamaan yang nampak seperti paduan suara.


"Dulu aku pernah melihat yang seperti itu, itu biasanya dijual untuk perhiasan ke keluarga bangsawan karena harganya mahal."


"Apakah kerang kerang yang kita tangkap memiliki bola ini ?" Tanya Jovan.


Kemudian Rei menjelaskannya kepada mereka dengan duduk.


"Tentu, tapi aku tak akan langsung menjualnya…"


"Aku akan merubah ini menjadi sebuah pil yang sangat berguna untuk kulit. Ini akan banyak diminati oleh para wanita."


"Apa manfaat bola kecil ini untuk wanita selain untuk dipamerkan Rei ?" Alice lanjut bertanya


"Nantinya ini akan berfungsi untuk mempercepat proses penyembuhan luka dikulit, ini juga akan melembutkan dan menghaluskan kulit serta dapat membuat kulit tampak lebih berkilau."


Setelah itu mereka pulang kepenginapan untuk beristirahat.


"Sistem, apakah aku bisa merubah bentuk masker mutiara ini kedalam bentuk pil ?"


[Bisa tuan, anda hanya harus menjadi alchemist terlebih dahulu untuk itu]


"Apakah tokomu menyediakannya ?"


[Buku alchemist : 50.000]


[Ketika membelinya tuan akan secara otomatis memahami semua isi buku itu dan menjadi master alchemist]


Rei memutuskan untuk membelinya, walaupun itu harga yang lumayan mahal tapi mungkin itu akan menjadi harga yang sebanding dengan apa yang akan Rei dapatkan.


Seketika otaknya dibanjiri aliran aliran yang sejuk membuat Rei hampir terlelap tidur dibuatnya. Sekarang Rei hanya membutuhkan satu bahan lagi, yaitu tungku alchemist.


Rei menyuruh Jovan untuk membeli ini.


"Jovan, belikan aku sebuah tungku alchemist terbaik." Ucap Rei yang memberikan sekitar 200 keping emas.


"Tungku alchemist ? Apa kau seorang alchemist ?"


"Cepat belikan saja aku tungku itu, baru kau dapat menilai aku seorang alchemist atau bukan."



Tentu saja tungku itu tak dibawa pulang oleh Jovan, tungku itu diantar dengan menggunakan kuda pengangkut milik toko besar yang menjual tungku ini.


Jovan memberikan alamat penginapan serta nomor kamar Rei. Jovan tak ikut bersama dengan kuda itu, ia lebih memilih berjalan sambil menikmati indahnya kota pesisir ini.


Tiba tiba saja Jovan dikagetkan dengan suara yang memanggilnya.


"Anak muda… Tolong berikan aku sedikit uangmu…"


Setelah beberapa kali mencari sumber suara itu, terlihat seorang gelandangan yang duduk di pinggir jalan. Usianya tak terlalu tua, mungkin 40 sampai 50 tahunan.


"Usianya belum terlalu tua, mengapa dia menjadi gelandangan ?" Batin Jovan sambil memandang orang itu.


"Paman, kulihat usiamu tak begitu tua tapi mengapa kau malah menjadi gelandangan seperti ini ?"

__ADS_1


"Ceritanya panjang… Tapi singkatnya aku memiliki pemikiran yang berbeda dengan keluarga serta anak dan istriku, jadi aku dianggap gila dan menjadi seperti sekarang ini." Jelasnya dengan suara yang cukup pelan.


"Walaupun aku membawa uang sekarang, tapi ini bukan uang milikku…"


Muncul dibenak Jovan untuk membawa orang ini menemui Rei, walaupun tidak dibayar dengan uang tapi Rei mungkin bisa membuat rasa laparnya hilang.


"Paman, bagaimana jika paman ikut aku ? Aku akan membawa paman menemui tuanku dan meminta agar menerima paman bekerja padanya ?"


Orang itu langsung menegakkan badannya dan mendongakkan kepalanya menatap Jovan.


"Eh ? Apa aku salah berbicara tadi ?" Gumam Jovan.


Orang itu perlahan tersenyum dan meneteskan air mata, dia langsung bersujud didepan Jovan dan berterima kasih padanya.


"Terima kasih… ! Terima kasih anak muda !"


"Bawa aku menemui tuanmu, aku akan melakukan yang terbaik !"


Orang itu berdiri dengan perasaan yang gembira terpampang diwajahnya, Jovan memimpin perjalanan kembali kepenginapan diikuti gelandangan tadi.



"Jadi… Maksudmu kau tidak sengaja menemukan orang ini dan kasihan padanya ?"


"Benar, aku pikir untuk membawanya kesini untuk mendapatkan beberapa pekrjaan."


[Tuan, Orang ini memiliki pemahaman yang luas mengenai pasar. Dia juga seorang alchemist langka hanya saja tak ada orang yang membuatnya mengeluarkan bakat itu]


"Hmm… ?"


[Dengan kemampuan alchemist tuan, orang ini pasti akan menjadi orang hebat dimasa depan]


"Maksudmu aku harus menjadikannya murid alchemist ku ?"


[Benar tuan]


Rei yang semula menampilkan raut wajah yang tidak mengenakkan tiba tiba saja berubah menjadi lebih senang. Benar seperti kata sistem, akan lebih mudah jika Rei mempunyai seorang murid yang dapat meneruskan usahanya kelak. Karena tak mungkin Rei akan dikota ini selamanya.


"Kau pergi denganku kekamar untuk membantuku."


Mendengar itu, orang itu terlihat sangat senang dan penuh semangat mengikuti Rei kekamar.



"Kau bisa memanggilku Rei. Katakan, siapa namamu ?"


"Arman, namaku Arman tuan." Ucap orang itu dengan membungkuk.


Rei mendekat ke tungku alchemist yang sudah berada dikamarnya itu dan mulai mengeluarkan mutiara mutiara dari cincin penyimpanan nya.


Kling… Kling…


"Kemarilah dan lihat." Ucap Rei yang mulai mengeluarkan api pembakaran untuk membuat pil ini.


Arman dari belakang berjalan kearah Rei, setelah sampai dia terus memperhatikan setiap gerakan Rei yang sedang memainkan tangan tangannya mengontrol seluruh pembuatan pil ini.


"Hebat ! Kontrolnya sempurna !" Batin Arman.


Beberapa saat kemudian keluar puluhan pil berwarna putih berkilau dengan garis lurus berwarna biru laut. Rei perlahan membuka telapak tangannya dan pil pil itu seperti mengikuti aliran dan sampai ditangan Rei dengan baik.


"Apa aku sedang bermimpi !? Tuan ini seorang master alchemist !!" Gumamnya.


"Tidak, aku tak boleh terlalu bersemangat dan mulai mengacau dengan pemikiran pemikiran sampah yang ada dibenakku ini !"


"Tuan Rei, pil apa yang kau buat itu ?" Tanya Arman setelah menenangkan dirinya.


"Ini adalah pil kecantikan."


"Pil kecantikan ? Sepertinya aku belum pernah mendengar hal semacam itu."


"Tentu saja. Ini adalah hasil karyaku sendiri. Arman, panggilkan mereka yang dikamar sebelah untuk masuk."

__ADS_1


Arman langsung pergi untuk menemui Alice dan kakaknya yang ada dikamar sebelah.


"Permisi, tuan nona, tuan Rei memanggil anda untuk kekamarnya." Ucap Arman cukup keras karena dia berbicara dari luar kamar.


Alice dan kakaknya langsung keluar menuju kamar Rei.


"Namaku Jovan dan dia adikku Alice, siapa namamu ?" Jovan menghentikan langkahnya dan menyempatkan beberapa waktu untuk bertanya pada Arman.


"Arman, tuan dan nona bisa memanggilku Arman."


"Baiklah Arman, kau tak perlu memanggilku tuan karena aku juga bekerja untuknya. Tapi kau mungkin boleh sedikit menghormati adikku, karena kulihat tuan Rei menyukai adikku."


"Baiklah Jovan."


Mendengar itu Jovan tersenyum dan lanjut berjalan kekamar Rei diikuti Arman dari belakang.


"Apa kamu sudah selesai membuat pil kecantikan itu Rei ?" Tanya Alice yang berjalan menuju Rei.


"Mm… Aku mau kau mencobanya dulu, siapa tahu masih ada yang kurang." Rei mengulurkan tangannya yang membawa satu pil itu kepada Alice.


Tanpa berpikir panjang lagi, Alice langsung mengambil itu dan segera memakannya. Menurutnya tak apa menjadi bahan percobaan karena Alice sadar dengan posisinya.


"Mm… !!"


Seketika muncul sinar putih terang setelah Alice memakan pil tadi, sinar itu muncul dari bawah kaki Alice berputar sampai keatas kepalanya.


"I-ini… Ini adalah pil sempurna !!" Arman tak bisa lagi menahan kekagumannya itu.


"Rei… Apa yang barusan terjadi padaku ?"


Rei mengalihkan lagi pandangannya ke Alice, dilihatnya Alice yang begitu mulus dan juga lebih cerah. Alice sekarang benar benar seperti peri.


"Aku tak menduga kalau hasilnya akan segila ini !" Batin Rei yang menahan godaan itu. Begitu juga Arman dan Jovan.


"Ada apa ? Kenapa kalian terlihat seperti itu ?"


"Kakak ? Apa yang terjadi padaku ?"


"Hahahah… !! Hasilnya sangat memuaskan !"


"Alice lihatlah dirimu ini." Rei memegang cermin dan menyorotkannya kepada Alice. Terlihat wanita yang tampak cantik dan terang. Serta kulit kulit yang halus itu membuat orang yang melihatnya akan merasa sedang bertemu peri.


"Apa itu aku ?" Gumam Alice melihat pantulannya yang seperti bukan dirinya itu.


"Baiklah, besok kita akan menjual pil ini. Masalah penjualan aku serahkan kepadamu Arman, kau cari tempat yang sesuai untuk menjual barangku ini !"


Arman juga terlihat senang, terlihat senyum lebar diwajahnya itu seloah dia mendapatkan seseorang untuk dijadikan sebagai tujuannya kali ini.


"Baiklah tuan, serahkan saja masalah ini padaku."


"Kalau begitu kalian boleh kembali kekamar masing masing. Arman, kau tidur dikamar Jovan."


Jovan dan Arman keluar dari kamar itu.


"Rei, apakah aku cantik ?" Ucap Alice sambil membetulkan rambutnya kebelakang telinga.


"Ugh… Aku tak bisa menahan ini lagi !" Batin Rei sambil menelan ludah itu.


"Kau sangat sangat cantik, Alice."


Melihat Rei semakin mendekat padanya, Alice mundur sampai terjatuh ketempat tidur.


"Aku mau memiliki mu Alice…" Bisik Rei di samping telinga Alice, itu membuat wajah Alice memerah. Alice perlaham mencoba menatap wajah Rei yang sudah sangat dekat itu.


"Aku sudah menjadi milikmu." Senyuman Alice menjadi akhir dari perjuangan Rei menahan nafsunya selama ini.


"Pelan pelan Rei."


Setelah kata terakhir itu, Rei dan Alice langsung bermain.


"Rei pasti sangat tak tahan melihat adikku yang cantik seperti itu. Tapi tak apa juga, Rei kelihatannya tak akan main kasar dengan Alice." Batin Jovan yang mendengar teriakan teriakan dari kamar Rei itu.

__ADS_1


__ADS_2