Darkness System

Darkness System
Chapter. 34 Turnamen kesatria 2


__ADS_3

Setelah pertandingan yang dimenangkan tim Ular kuning itu, semuanya dipersilahkan untuk beristirahat dulu pertandingan akan dilanjutkan dalam 1 jam mendatang


Penonton maupun peserta diperbolehkan untuk keluar dari lapangan besar itu, begitu juga Rei dia mengajak Alice untuk makan siang terlebih dahulu


"Apa kamu lapar Alice ?"


"Tidak, apa kamu mau makan ?"


"Ya, kamu ikutlah denganku makan siang"


"Aku disini saja, aku tidak lapar"


"Sudahlah pokoknya kamu harus ikut aku" Rei berdiri dan menarik tangan Alice


Alice tak bisa melawan perkataan Rei, Alice hanya mengikutinya


Merekapun berkeliling mencari beberapa makanan dan memakannya, Rei dan Alice beristirahat dikursi yang ada didepan disetiap tempat yang menjual makanan


"Alice, apa kamu mempunyai kakak ?"


"Eh ? Ti-tidak" Alice menundukkan kepalanya


"Lagi lagi kamu berbohong, sudah kubilang kamu tak akan bisa berbohong padaku" Rei mengaktifkan mata dewanya untuk mngetahui itu


"Ma-maaf Rei… Ya aku memang mempunyai kakak"


"Kalau begitu dimana dia ? Kenapa dia tak mencoba menolongmu waktu itu"


Mendengar pertanyaan pertanyaan dari Rei membuat Alice terdiam sesaat


"I-itu… Kakakku juga bernasib sama denganku, tapi kakak tak dijual di ibukota dia dijual ke kota Veli"


"Siapa nama kakakmu ?"


"Jovan… namanya Jovan"


Setelah mendengar jawaban itu Rei tak lagi memperpanjang percakapannya tentang keluarga Alice


"Beberapa kalian pergilah kekota Veli dan temukan seorang bernama Jovan, laporkan keadaannya padaku" Gumam Rei memberi perintah ke pasukannya


"Baik yang mulia" Beberapa pasukannya langsung melesat hilang melaksanakan tugas yang diperintahkan Rei. Rei dan Alice kembali kelapangan


Ramai kembali lapangan itu dipenuhi dengan para penonton, pertandingan kemudian dilanjutkan kembali


"Pertandingan kelima, tim akademi Beruang hutan melawan tim akademi Merpati merah… Silahkan kedua tim memasuki arena… !" Pembawa acara ini masih saja begitu semangat


Kedua tim masuk, kedua tim terlihat sangat percaya diri dengan komposisi tim mereka


"Hah ! Lagi lagi kalian…" Ucap seorang pria dari tim Beruang hutan


Tim merpati merah geram dengan ucapan pria itu, mereka tahu apa maksudnya


Akademi merpati merah adalah akademi yang selalu menampilkan penampilan sampah setiap kali turnamen kesatria


Tapi berbeda dengan tahun sekarang, semua orang di tim merpati merah bertekad mengubah semua hinaan itu

__ADS_1


"Baiklah… Bersiap ! Mulai !!"


Seketika seluruh arena terlahap oleh api, tapi beruntung array itu masih bisa bertahan


"Kuat sekali… ! sejak kapan akademi sampah itu memiliki bocah kuat seperti ini !" Gumam pria yang tadi mengejek


Tim merpati merah seakan terlelap dalam emosi mereka, satu tujuan mereka adalah untuk membuktikan bahwa tidak selamanya mereka terus berada dibawah, sekaranglah saatnya untuk bangkit dan membuktikan


Tang… Tang… Bushh ! Duarr…!!


Serangan demi serangan di kerahkan mereka tanpa ampun sedikitpun, membuat arena itu hancur berkeping keping dan membuat penonton merinding dibuatnya


"Kenapa mereka sangat kompak ? Bahkan permainan mereka lebih rapih daripada tim Paus hitam" Alice berkata pada dirinya sendiri


"Itu karena mereka sudah memenuhi satu hal yang bisa mengubah mereka menjadi sekuat sekarang"


"Hm… Apa itu ?"


"Kesakitan. Mereka memiliki kesakitan yang sama, mereka juga mempunyai tujuan akhir yang sama itulah yang membuat mereka menjadi kuat"


Mendengar itu, Alice tersenyum kagum kepada Rei. Dia tak tahu bagaimana masa lalu Rei tapi sekarang Rei terlihat seperti seorang ahli


Sekarang saatnya Jeni tampil, akademi Elang biru melawan akademi Gajah timur


Kedua tim telah menaiki arena, sebelumnya arena diperbaiki kembali oleh master array dan memakan waktu 20 menit karena kerusakannya begitu parah


"Apakah kalian sudah siap" Pembawa acara itu menoleh kiri dan kanan


Kedua tim hanya mengagguk


Garis depan tim Elang biru diisi oleh Kevin dan juga putri Violet, ditengah putri Rosa dan Jeni berperan sebagai pemberi serangan terbesar dan satu healer


Kevin dan putri Violet langsung maju kedepan menyibukkan pertahanan mereka


Tang… Tang… !!


"Lautan api !" Putri Rosa mengeluarkan sihir yang sangat kuat, itu membentuk ombak api dengan tinggi sekitar 7 meter


Kevin dan putri Violet secepatnya menghindar kesamping, serangan itu membuat tim lawan terkejut


"Sial ! Kita terlalu fokus kepada 2 orang tadi…"


"Apa apaan ini !?"


"Sen ! Cepat pakai sihir airmu untuk menahan serangan itu !"


Air membentuk bola melingkari tim Gajah timur itu


Bu****ushh…


Ini adalah saat yang ditunggu Jeni, saatnya dia menunjukkan kehebatannya


"Serang sekarang Jen ! Aku sudah memberimu tambahan serangan" Ucap seorang healer dibelakang Jeni


"Tangan es raksaksa !"

__ADS_1


Seketika 2 tangan raksaksa menyapu seluruh orang tim Gajah timur


Dengan ini pertandingan selesai dengan kemenangan telak tim Elang biru


"Hm… Lumayan juga mereka" Ucap Rei yang tersenyum melihat kekompakkan tim Elang biru


Untuk pertandingan ketujuh dan kedelapan Rei dan Alice tidak menonton dan kembali kekamarnya untuk beristirahat


Pertandingan ketujuh mempertemukan tim Phoenix es dan tim Kalajengking utara dan dimenangkan oleh tim Phoenix es


Kemudian pertandingan terakhir mempertemukan tim Mutiara hijau dan tim Rusa biru dan dimenangkan oleh tim Mutiara hijau


Dengan ini pertandingan dihari pertama selesai dan akan dilanjutkan besok, semuanya membubarkan diri dari lapangan itu. Pertandingan berakhir tepat saat malam datang



"Tadi adalah pertandingan yang hebat !" Kevin sangat terlihat bersemangat


"Yah… Aku sangat lelah, aku akan tidur duluan" Jeni melambaikan tangannya kepada yang lainnya dan berjalan memasuki kamarnya


Begitu juga dengan putri Rosa dan satu pria healer tadi, semuanya memasuki kamarnya masing masing


"Sayang, apa kau ingin bermain denganku ?" Tanya Kevin kepada putri Violet


"Hah ! Jangan harap kau bisa menyentuhku sebelum mendapatkan bisnis keluarga Albert itu !"


"Tenanglah… Aku yakin sebentar lagi aku akan mendapatkannya" Kevin terua bermanja di bahu putri Violet


"Tak usah… Kau terlalu lama, ayahku sudah bekerja sama dengan pangeran pertama untuk mengambil bisnis keluarga Albert itu"


"Benarkah ? Kapan itu ?"


"Sebentar lagi… Sebentar lagi dan si ****** itu akan mati" Ucap putri Violet dengan tatapan tajam



Alice sudah tertidur karena memang ini sudah menuju larut, sedangkan Rei sedang menunggu kedatangan kembali pasukan yang dikirimnya tadi siang


"Lapor yang mulia… pria bernama Jovan sekarang ada di pasar budak di kota Veli"


"Baiklah, terima kasih atas laporannya"


"Kehormatanku telah menyelesaikan misi yang diberikan yang mulia… Kalau begitu hamba pamit" Bayangan itu menghilang kembali kearah bayangan Rei


"Mungkin sehabis turnamen ini aku harus kekota Veli terlebih dahulu"


"Sudahlah, aku sebaiknya tidur dulu…"


"Tak baik mengabaikan tubuh menawan itu terbaring sendirian" Gumamnya sambil tersenyum melihat kecantikan Alice


......................


• Mulai aktif kembali setelah refresh sebentar


• Jadwal akan kembali seperti biasa

__ADS_1


...See you ~...


__ADS_2