Darkness System

Darkness System
Chapter. 38 Turnamen kesatria 5


__ADS_3

Tim Kera emas tampil agresif seperti biasanya, mereka langsung menggempur dan mngacak acak formasi tim Elang biru


Tang ! Taang… !


Cssst…


Mengandalkan serangan individu yang baik, tim Kera emas terus membuat tim Elang biru begitu terpojok. Mereka sekarang hanya bisa bertahan dari serangan Kera emas


Tim Elang biru terus bertahan untuk waktu yang cukup lama sekitar 10 menit, hingga akhirnya mereka menemukan celah


"Senior Jeni !! Lapisi semua arena yang retak dengan esmu !" Ucap putri Rosa yang cukup lantang


Mengerti dengan ucapan yang diberikan kepadanya, Jeni langsung memperbaiki arena yang sudah mulai terbelah menjadi beberapa bagian akibat dari tank Kera emas


Cssstt…


"Baiklah satu permasalahan sudah beres, saatnya kita menyerang mereka !"


Jeni dan lainnya bersiap melakukan serangan kombinasi


"Badai tornado !" Putri Violet menggunakan sihirnya untuk menerbangkan bongkahan bongkahan yang ada disekitarnya dari arena yang hancur itu


Kemudian dilanjutkan dengan Kevin yang mengguanakn jurusnya untuk memotong bongkahan yang ada diudara itu


"Langkah angin…"


Sling Sling…


Bongkahan bongkahan itu berubah menjadi batu batu sekecil kepalan tangan, kemudian saatnya Jeni yang dibantu dengan suport untuk melanjutkannya


"Segel dewi es !!"


Csssst…


Batu batu itu kini berubah menjadi batuan es yang jatuh kebawah dengan kecepatan yang tinggi. Selanjutnya putri Rosa saatnya melakukan tugasnya


"Awan api !"


Api beberapa meter berada di atas mereka, api itu bertujuan untuk mencairkan batu batu es tadi sehingga terjadi penguapan


Semuanya berjalan dengan lancar, sekarang setengah arena dilapisi kabut tebal akibat penguapan tadi. Tapi setelah itu tim Elang biru tak melakukan gerakan lagi


"Eh ? Apa sampai sini saja kombinasi mereka ?" Ucap salah satu penonton. Yang lainnya juga berpikiran sama, itu hanya tinggal beberapa langkah lagi hingga tim Elang biru memenangkan pertarungan


"Hmm… Kenapa tim Elang biru itu berhenti menyerang ? Apa mereka kehabisan jurus ?" Alice juga sama bingungnya dengan penonton lainnya


Kemudian Jovan menjawabnya dengan santai


"Tidak… Mereka tidak kehabisan jurus…"


"Ini mirip dengan obat pembasmi serangga, Kabut itu bagaikan racun yang sudah disiapkan oleh orang rumah untuk membasmi serangga…"


"Serangga yang terjebak didalamnya otomatis akan terkena racun itu, mereka akan meningkatkan kewaspadaan mereka hingga titik tertinggi dan untuk inilah jurus kombinasi ini dibuat…"


"Mereka tidak akan tahu mana lawan dan mana kawan, diantara mereka pasti akan ada yang gugur karena temannya sendiri sedangkan mereka yang selamat akan menuju ke depan dan keluar dari kepulan kabut itu"


"Tapi yang selamat juga bukan berarti selamat, sang tuan rumah menunggu dipintu keluar dan telah bersiap memburu siapapun yang keluar dari kabut itu"


Tepat seperti yang dikatakan Jovan, tim Elang biru sudah bersiap di pintu keluar kabut itu


Kondisi tim Kera emas benar benar sangat kacau saat ini, kewaspadaan mereka sudah melewati batas wajar


Srtt…


Seorang mereka tertusuk oleh teman satu timnya sendiri kepanikan mulai terjadi setelah itu

__ADS_1


"Tenang semuanya ! Kalian cepat cari jalan keluar dari kabut ini !" Kapten mereka memberikan arahan


Tapi itu juga jalan buntu untuk tim Kera emas


Sling… Sling…


Satu persatu orang yang berhasil keluar dari kabut itu dilumpuhkan


"Pertandingan berakhir !! Tim Elang biru berhasil masuk menuju final !"


Dengan ini tim Elang biru dipastikan masuk kefinal


Wwwaahh !!


"Mereka adalah raja dalam pertarungan area !"


"Hahaha… !! Banyak sekali anak muda bertalenta tahun ini !"


Semuanya bersorak untuk kehebatan tim Elang biru



Disebuah ruangan anak anak dari tim Ular kuning berkumpul, mereka terlihat begitu kelelahan wajar saja mereka habis melakukan itu semalaman


Kejadian itu langsung dilaporkan kepada pangeran pertama kemudian pangeran pertama meminta instruktur untuk membeli pil stamina, itu menghabiskan 30 keping emas untuk 5 pil stamina


"Kalian makanlah pil ini dulu… Kalian benar benar terlihat kacau" Ucap instruktur itu sambil menghela nafas


Instruktur tak habis pikir dengan mereka, mereka seperti tak mempunyai otak melakukan itu sebelum babak terakhir, akibatnya mereka menjadi seperti ini


Terutama 2 wanita di tim ini mereka berdua bahkan tak bisa banyak berjalan dan hanya duduk, bahkan untuk berjalan keruang tunggu pun mereka berdua harus dipapah teman lainnya


Setelah memakan pil itu semuanya kembali normal, semuanya kembali bugar dan bersemangat dan bersiap untuk bertanding


Tim Ular kuning dan Merpati merah dipanggil kearena


"Apa kalian siap ?" Tanya pembawa acara


Kedua tim hanya menangguk


"Kalau begitu kita mulai saja. Bersiap… ! Mulai !"


Sama seperti tim sebelumnya, tim ibukota ini juga tak mau membiarkan tim Merpati merah menunjukkan aksinya


Duaar… !! Tang… Tang


Tim Ular kuning agresif memberikan berbagai macam serangan tapi itu tak berarti apa apa karena suport tim Merpati merah sudah mulai mengaktifkan jurus teratai surganya


Sudah 12 Kelopak bunga teratai yang berhasil mekar, ini sudah saatnya bagi tim Merpati merah mulai menyerang


Sling… Boomm !! Tang !


Mereka berbalik menyerang, sekarang giliran tim ibukota yang harus bertahan dari serangan serangan tim Merpati merah


Pertarungan itu terus berlanjut sampai 24 kelopak mekar dengan sempurna tapi tim ibukota masih bisa bertahan, tentu saja itu berkat bantuan dari tangan kanan pangeran pertama


"Hah… Hah…"


"Kenapa serangan kita belum bisa mengalahkannya bahkan setelah 24 kelopak itu mekar"


Tim Merpati merah mulai resah, mereka juga sudah sangat kelelahan meskipun sudah dibantu kelopak kelopak itu. Bagaimana tidak, pasalnya pertandingan itu sudah berlangsung 40 menit lamanya dan tim Merpati merah belum bisa menumbangkan tim ibukota


"Pertahanan tim ibukota sangat hebat ! Bahkan tak bisa dipatahkan dengan lawan yang kuat begitu !"


Penonton lain juga mulai membicarakan kehebatan tim ibukota dalam bertahan

__ADS_1


"Sekarang giliran kami…" Ucap laki laki dari tim Ular kuning dengan tatapan tajamnya. Dia adalah Marsell Robetto, anak dari pangeran pertama


Sling… Srrtt…


Dengan sadis tim Ular kuning terus menusuk dan menyayat orang orang dari tim Merpati merah ini, sampai mereka seluruhnya tak sadarkan diri karena kesakitan akhirnya tim ibukota dinyatakan menang


Untuk pertandingan selanjutnya, akan dilaksanakan setelah istirahat 2 jam



Disisi lain Rei sekarang sudah berada di dungeon tingkat emas, Rei mulai membangkitkan banyak sekali pasukannya tapi Rei tak membangkitkan para komandan dipasukannya, Rei tak mau ini berjalan terlalu mudah


Tapi Rei tak lupa mengundang Alex untuk membantunya


"Bukakan aku jalan" Perintah Rei kepada pasukannya


Tanpa lama lagi pasukannya langsung memberikan tuannya jalan menuju keruangan Boss


Dungeon emas kali ini berisi mahluk setengah kuda dan setengah manusia, ukuran mereka bervariasi mulai dari ukurannya seperti manusia normal sampai setinggi gua. Tapi dari semua itu, Boss dungeon ini memiliki ukuran yang paling besar tingginya hampir sama seperti Carl dan Gill yang merupakan High orc


"Ini mungkin sedikit menyenangkan" Ucap Rei yang melihat Mahluk terbesar didungeon ini, itu adalah boss dungeon emas ini


Tanpa berlama lama Rei langsung memanggil tongkat iblisnya


"Membesar !" Seketika itu juga tongkat yang tadi hanya satu genggam ditangan Rei sekarang menjadi lebih besar bahkan mungkin ini seukuran dengan pilar pilar istana kerajaan


Buuk… !


Tongkat itu menghantam Mahluk yang super besar itu, Kesal dengan itu, Mahluk yang super besar ini mengayunkan kapak panjang yang dipegang kedua tangannya


Swiing…


Itu tadi berbahaya untung saja pergerakannya lambat, jadi Rei masih dapat menghindar


Rei memanggil para bayangannya dan Alex untuk menyerangnya secara bersama


"Apa kau pikir cuma kamu saja disini yang seorang monster !" Teriak Alex sambil melemparkan satu kartunya, itu adalah kartu joker


Alex memanggil Venom, tapi Venom ini terlihat berbeda dengan yang dulu pernah ia lihat. Sekarang ukuran Venom ini jauh lebih besar itu sekitar 5 meter


Venom itu langsung memakan satu tangan mahluk besar ini dalam sekali lahap


Aarrghh… !


Melihat itu Rei langsung melanjutkan dengan sihir replikanya, dia menggunakan sihir es untuk membekukan monster ini


Kemudian Rei mendekatkan diri dan menyentuh monster itu dengan tangan kirinya


"Matilah…"


Seketika Monster tadi yang sangat besar hilang menyisakan tulang belulang


"Aku tak mengira jurus ini akan menjadi sangat menakutkan ! Bahkan monster sebesar itu saja langsung hilang dibuatnya" Gumam Rei


[Selamat… Tuan telah menyelesaikan misi]


[Hadiah : 2 kotak misteri emas di terima]


[Buka Y / N]


[Hadiah : 15.000 point diterima]


Rei kemudian membangkitkan monster monster didungeon ini dan mengambil seluruh harta karunnya. Rei tak melihatnya, dia langsung memasukkan semuanya kedalam cincin penyimpanannya


Akan repot kalau nanti dia ketahuan oleh guild guild yang akan menaklukan dungeon ini. Jadi Rei putuskan untuk keluar dari sini terlebih dahulu

__ADS_1


__ADS_2