Darkness System

Darkness System
Chapter. 36 Turnamen kesatria 4


__ADS_3

Pertandingan kembali dilanjutkan setelah istirahat kurang lebih satu jam, pertandingan kali ini mempertemukan akademi Elang biru dengan akademi Kuda putih


Kedua tim sudah ada diarena, begitu juga dengan pembawa acara itu


"Baiklah, bersiap… ! Mulai !!"


Pertarungan antar tim yang sama sama menggunakan sihir areanya untuk menang dipertandingkan


Putri Violet langsung maju kedepan bersama Kevin untuk menyibukkan pertahanan mereka, sementara putri Rosa dan Jeni langsung merapal sihirnya


"Jangan mengabaikanku… !!" Kevin mengayunkan pedangnya menghantam perisai lawan


Dilanjutkan dengan putri Violet dengan pisau di kedua tangannya juga menyerang pilar pertahanan tim Kuda putih


Tang… Tang… !


"Ughh…" Tanker itu mundur beberapa langkah tapi masih dalam posisi nya


Kevin dan putri Violet langsung pergi kesamping arena, sekarang giliran putri Rosa dan Jeni yang beraksi


Ditambah dengan suport yang memperkuat sihir putri Rosa dan Jeni


"Serang mereka !" Ucap suport itu


"Tangan es raksaksa !"


"Api neraka !"


Seisi arena terbagi menjadi 2 warna, biru dan merah


Wwooow…


Semua penonton terkejut dengan penampilan dari putri Rosa dan Jeni



"Hah… Hahh…" Semua tim Kuda putih ternyata masih bisa bertahan, hanya satu dari mereka yang keluar arena


"Formasi !!"


Setelah teriakan itu, tim Kuda putih langsung membentuk formasi baru


Berdiri ditengah suport mereka dan yang lainnya mengelilingi suport ini


"Teknik gabungan…"


"Monster hutan !" Mereka semua melakukan semacam ritual pemanggilan


Mereka saling bergandeng tangan sedangkan si suport tetap memegang tongkat pendeknya


"Bangkitlah !"


Seketika Monster besar dengan ukuran 10 Meter keluar dari dalam tanah. Bentuknya seperti kesatuan akar akar pohon dengan memegang satu pedang ditangan kanan nya


"Apa itu teknik pemanggilan ? Gila !!"


"Tim Kuda itu ternyata hebat juga !"


Begitulah kira kira kata para penonton yang terkejut dengan kemunculan monster hutan itu


"A-apa apaan itu… ?!" Gumam Kevin yang kemudian mulai mundur dan bersatu kembali dengan timnya, begitu juga dengan putri Violet


"Apa ada yang punya rencana untuk ini ? Aku sama sekali tak bisa berpikir…" putri Rosa berbicara dengan tubuhnya sedikit gemetar


Hal yang sama dirasakan oleh yang lainnya, Tak ada yang bisa tenang menghadapi monster seperti ini


"Aku punya cara…"


Semuanya langsung menoleh kearah Jeni yang tadi berbicara


"Kalian alihkan perhatian monster itu… Aku akan mencoba menggunakan jurus baruku"


Awalnya semua orang berpikir sejenak bagaimana mungkin Jeni ini mau mencoba jurus disaat seperti ini ?. Tapi itu tak ada gunanya, ini lebih baik daripada terus berdiam diri dengan ketakutan


Putri Rosa dibantu dengan suport mulai melontarkan jurus jurus apinya untuk mengganggu monster ini, begitu juga Kevin dan putri Violet mereka berdua mencoba mengganggu monster besar itu


"Rei menurutmu apakah akademi Elang biru dapat bertahan ?"


"Hanya monster kecil saja… Mereka pasti bisa mengatasinya" Jawab Rei sambil menolehkan wajahnya ke Alice


Ggrrrrhhh… !!


Monster itu mulai mengayunkan pedangnya kearah putri Rosa dan juga Kevin serta putri Violet. Walaupun mereka bertiga dapat dengan mudah menghindarinya, tapi itu tak bertahan lama karena stamina mereka sudah habis terkuras


Tapi untunglah Jeni sudah beres mempersiapkan segalanya


"Kalian !! Berlindunglah dibelakangku !"


Semuannya langsung mundur berlindung dibelakang Jeni

__ADS_1


"Segel dewi es !!" Jeni mengangkat kedua tangannya dan es yang dingin mulai merambat membekukan monster ini


Cssstt…


Tak butuh waktu lama untuk es es itu menghentikan pergerakan dari monster besar


"Hah… Hahh Kalian cepatlah serang monster itu dengan jurus terkuat kalian !" Jeni terlihat terengah engah kelelahan


"Api utara !"


"Angin penghancur !"


Tim Elang biru langsung menghancurkan monster yang dipanggil tim Kuda putih, setelah monster itu hancur semua orang di tim Kuda putih jatuh pingsan secara bersama


Oooooo… !!!!


"Siapa wanita es itu !?"


"Dia akan menjadi hunter hebat dimasa depan !"


Dan suara lain bersorak untuk kehebatan tim akademi Elang biru


"Seluruh anggota dari tim Kuda putih jatuh tak sadarkan diri…"


"Dengan ini kemenangan dipastikan milik tim Elang biru !!"



Setelah selesai memperbaiki arena kini pertandingan terakhir untuk hari ini dimulai


Mempertemukan tim Merpati merah dan Phoenix es, kedua tim memasuki arena


Tim Phoenix es tak mau menganggap remeh tim Merpati merah, melihat performanya kemarin dapat dipastikan tim Merpati merah adalah kuda hitam turnamen ini


"Bersiap… ! Mulai !!"


Tim Phoenix es langsung mengambil inisiasi menyerang, mereka tak mau memberikan kesempatan Merpati merah mengeluarkan taringnya


Tang tang…


Boomm… !


Suara hantaman pedang dan juga sihir terdengar sampai bermenit menit lamanya


"Kita akan menyerang sekarang !" Kapten tim Merpati merah memberikan intruksi


Semuanya langsung mengerti, langsung terbentuk formasi yang terlihat berbeda dengan kemarin


1 kelopak bunga teratai itu perlahan membuka, itu adalah penambah stamina untuk teman satu timnya


Kemudian satu lagi kelopak bunga teratai membuka itu memberikan penurunan serangan tim lawan


Begitu pula selanjutnya, dapat dikatakan kelopak bunga dengan hitungan ganjil akan memberikan tambahan stamina dan yang genap akan menurunkan serangan lawan


Kelopak kelopak bunga itu berjumlah 24 kelopak, sampai serangan besar tim Phoenix es pun seperti tak ada gunanya sekarang, serangan yang diberikan sudah sangat kecil


"Angin tornado !"


Itu berbanding terbalik dengan tim Merpati merah, serangan mereka semakin kuat bahkan bisa menghempaskan seluruh anggota tim Phoenix merah dengan sekali serang


Kemengan ini milik Merpati merah


Dengan ini telah selesai seluruh jadwal pertandingan, besok adalah hari terakhir turnamen kesatria semua tim yang berhasil lolos kembali kekamar mereka untuk beristirahat lebih awal


Karena ini belum terlalu malam, Rei mengajak Alice untuk berkeliling dipasar terlebih dahulu


"Alice, kemarilah…"


"Ada apa Rei ?"


"Lihatlah disana… Itu adalah toko pakaian wanita"


"Kamu pilihlah beberapa pakaian yang bagus"


"Ah tidak tidak, baju ini sepertinya masih bagus" Jawab Alice sambil melihatkan bajunya


"Aku tahu, tapi tak mungkin kamu akan memakai itu selamanya kan ? Sudahlah kita kesana saja" Rei menarik Alice menuju toko pakaian di seberang jalan itu



Akhirnya Alice membeli banyak sekali pakaian


"Apa aku salah mengajaknya masuk tadi…" Gumam Rei yang menangis


Alice menghabiskan 50 keping emas hanya untuk pakaian, Alice membeli pakaian tidur dan bahkan pakaian pesta


Alice tengah tersenyum lebar saat ini, dia menari nari sepanjang jalan


__ADS_1


"Apa kamu mau tidur Rei ?"


"…" Rei terpana dengan kecantikan Alice yang menggunakan baju tidur itu


"Tidak, aku masih belum mengantuk"


"Kalau begitu aku akan tidur duluan…" Alice membaringkan tubuhnya ditempat tidur


"Oh ya Rei… Kalau kamu mau melakukannya tinggal bilang saja, bagaimanapun aku sekarang milikmu" Ucapnya sambil tersenyum, kemudian Alice menutup matanya dan tertidur


"Sial ! Aku sangat tak tahan dengan kecantikannya !" Gumam Rei yang mencoba menahan nafsunya


"Hah…"


"Sepertinya aku harus merubah rencanaku"


"Aku akan menyelamatkan Jovan itu sekarang saja, dengan begitu aku bisa langsung ke kota Lomia"


"Aku akan melakukan sedikit bisnis dikota pesisir itu"


Kemudian Rei keluar dari kamarnya dan menuju kota Veli



"Lewat sini tuan…" Pasukannya menunjukkan jalan untuk menemukan Jovan


Dilihatnya sebuah bar biasa, tapi pasukannya menunjukkan kalau Jovan ada didalam


"Apa kau yakin Jovan itu ada disini ?"


"Tentu yang mulia…"


"Bar ini tidak se sederhana kelihatannya, didalamnya juga mereka menjual budak"


"Yang mulia cukup memesan minuman 'Asfolo' maka yang mulia akan diantarkan ketempat perdagangan budak"


Rei cukup paham dengan penjelasan dari pasukannya, itu juga masih terjadi di kehidupannya sebelumnya. Didunianya yang dulu mereka yang biasanya dijual adalah perempuan, tentu saja hanya untuk pemuas nafsu


Rei masuk ke bar itu dan menuju bartender yang ada didepannya


"Selamat datang… Ada yang bisa saya bantu ?" Sapa bartender itu dengan senyumnya


"Aku pesan Asfolo"


Bartender itu segera mengerti dan merubah raut wajahnya


"Kalau begitu silahkan ikuti saya tuan…"


Diantarnya Rei ke sebuah kamar sederhana, kemudian bartender itu mendorong sebuah dinding yang ternyata adalah sebuah pintu rahasia


"Saat ini tak ada budak perempuan, kami hanya memiliki satu laki laki"


"Akhir akhir ini sangat sedikit yang menjual anak anaknya, saya juga tak tahu kenapa hal itu terjadi" Rei dan bartender itu berjalan kedalam ruanga rahasia


Terilhat banyak sekali kandang kandang besar, tapi memang semuanya dalam kondisi kosong kecuali satu kandang yang berada dipojok


"Siapa namamu ?" Rei berbicara dengan seseorang yang ada didalam kandang itu


"Sialan kau ! Apa kau juga ingin membeliku !? Kalau begitu enyalah aku tak akan bekerja pada siapapun"


"Maafkan saya tuan… Memang seperti inilah kelakuannya, itu yang membuat para pembeli tak jadi membawanya"


"Jika tuan tak suka tuan bisa memesan budak disini, kami akan segera menghubungi tuan jika budak tang tuan inginkan sudah ada"


"Tak perlu… Aku mau ini" Ucapnya sambil tersenyum


"Baiklah kalau itu mau tuan… Kami menjualnya hanya dengan harga 250 emas"


Rei kemudian langsung membayarnya


"Kalau begitu buka kandangnya"


"Baiklah… Tapi berhati hatilah kami tak akan bertanggung jawab dengan apa yang terjadi selanjutnya"


Bartender itu langsung membuka kandang


Jovan masih sangat keras, mungkin itu memang sifatnya


"Matilah sialan !!" Jovan hendak memukul muka Rei


Tapi Rei dengan mudah menangkap pukulan itu dan segera memukul Jovan agar dia pingsan


"Kalau begitu aku pergi dulu" Rei menyeret Jovan dilantai sambil keluar


"Baiklah terima kasih atas transaksinya tuan… Hati hati dijalan"


Setelah sudah sedikit jauh dengan bar tadi, Rei langsung menggunakan jurus teleportasinya menuju kamarnya


Rei kemudian memesan satu kamar lagi di penginapan itu untuk Jovan, kamarnya kebetulan bersebelahan dengan kamar Rei

__ADS_1


"Hah… Lelah juga berurusan dengan orang keras kepala" Rei menghela nafasnya yang kemudian masuk kamarnya


Tapi suasana buruk itu langsung hilang ketika dia melihat Alice, Rei yang terlihat sangat kelelahan akhirnya tertidur disamping Alice


__ADS_2