Darkness System

Darkness System
Chapter. 15 Jo & Hewan panggilan


__ADS_3

Hari berlalu cepat, Rei sangat lelah dihari pertamanya sekolah, kini dia masuk kekamarnya untuk istirahat.


Sambil berbaring, tiba tiba terlintas dibenak Rei untuk memiliki pengintai akan bagus menurutnya jika memiliki seorang pengintai.


Rei bertanya kepada para pelayannya


"Apakah ada diantara kalian yang mahir dalam mengintai ?"


"Maaf tuan untuk ini mungkin aku tidak cocok, karena sihirku terlalu besar menyebabkan seseorang dengan mudah merasakannya" Jawab Gill


Di sambung dengan Geas


"Maaf tuan, saya hanya mahir dalam penciuman, tapi saya pikir saya tidak cocok untuk jadi pengintai karena saya tidak bisa menyembunyikan hawa membunuh saya sendiri"


Kemudian Elsa juga


"Pengelihatan saya memang bagus, tapi saya tidak bisa mendengarkan orang dari jarak lebih dari 200 M"


Kian, satu satunya pelayan ras manusia Rei menjawab


"Saya mungkin bisa tuan, tapi saya hanya bisa mengintai satu orang saja, saya sarankan untuk menggunakan burung sebagai pengintai kita"


Masuk akal penjelasan yang diberikan Kian


Rei memejamkan matanya sejenak dan beristirahat hingga malam



Ini waktunya makan malam kemudian Rei keluar dari kamarnya dan berjalan menuju pasar.

__ADS_1



Terlihat keramaian, banyak penjual penjual makanan, pakaian dan barang lainnya disini. Rei melihat kiri kanan memperhatikan setiap orang yang keluar masuk dari toko dan bar.


Rei memasuki sebuah bar yang sederhana karena ingin ketenangan,. Tapi dibalik penampilannya yang sederhana, bar ini selalu ramai pengunjung.


"Tambah lagi birnya…!!"


"Hei tolong percepat pesanan ayam panggangnya…"


dan beberapa lagi tertawa lepas


Rei menuju meja bartender


"Paman, adakah tempat yang tenang disini ? Saya tidak suka keramaian"


"Untuk memesan ruangan pribadi, dikenakam biaya 2 perak"


"Aku memesan makanan paling enak disini, dan juga bir yang terenak" Ucap Rei kepada pelayan yang mengantarnya


"Baik, harganya 2 koin emas"



Setelah makan, Rei keluar dari bar tersebut dan melanjutkan menyusuri jalan di pasar ini


Tiba tiba Geas berbicara kepada Rei melalui telepati


"Tuan aku mencium bau darah burung disini, apa tuan mau melihatnya"

__ADS_1


Rei teringat dia membutuhkan seorang pengintai


Rei dipandu Geas menyusuri jalanan sepi, terlihat burung gagak yang sudah mati, gagak itu mempunyai gelang dikakinya dengan tulisan


Jo


kemudian dibangkitkannya gagak itu dan diberi nama Jo, Jo bercerita bahwa dia adalah partner dari bos toko hewan panggilan


Rei yang tidak terlalu mengerti meminta sistem untuk menjelaskannya


Menurut sistem, didunia ini semua murid akademi mempunyai 1 hewan panggilannya sendiri. Mereka biasanya membeli hewan panggilan ini di toko hewan panggilan.


Semua toko hewan panggilan menggunakan sistem undian, Jadi mereka akan memilih satu kertas mantra dan secara acak hewan panggilannya keluar.


Mendengar itu Rei jadi tertarik dan meminta Jo memandu jalan menuju toko ini.



[Tuan, saya sarankan untuk membeli kertas berwarna perak yang ada di barisan kedua dari kiri itu, itu berisi hewan panggilan tingkat emas]


Rei hanya mendengarnya


"Anak muda, apa kamu mau membeli hewan panggilan ?"


"Kalau begitu harganya 2 koin emas"


Tanpa bicara lagi Rei memberikan 2 koin emas dan mengambil kertas perak yang ditunjukan sistem, Rei percaya bahwa sistem tidak akan menghianatinya.


Rei tidak membukanya disitu, dia membawanya keasrama untuk dibuka dikamarnya.

__ADS_1


"Ah… aku lupa untuk memberi tanda dikamarku, aku tidak bisa menggunakan teleport"


Rei kemudian berjalan pulang keasramanya.


__ADS_2