
Malamnya Jeni membawakan makanan kekamar Rei
"Apa kamu lapar ? Aku membeli roti panggang dan beberapa sosis bakar tadi"
"Makasih kak" Jawab Rei sambil tersenyum
Jeni duduk di samping Rei. Dia terus memperhatikan Rei yang sedang makan, sadar akan hal itu Rei segera bertanya kepada kakaknya
"Kenapa kau terus melihat wajahku ? Apa ada sesuatu diwajahku ?"
Jeni tersadar
"Ah tidak…"
"Kupikir kamu sekarang sudah berubah. Jika kamu yang dulu, kamu tidak akan mau menolong orang lain"
"Ah… Belakangan ini aku terus memikirkannya. Kupikir tidak baik untukku jika terus bersedih atas kepergian ibu"
Jeni teesenyum
"Ngomong ngomong Rei, bagaimana kamu bisa keluar dari dungeon itu ?"
Kemudian Rei menjelaskan semuanya ke kakaknya
…
"Jadi maksudmu putri Violet yang menyebabkanmu menjadi seperti ini ?!"
"Yah, saat itu mungkin dia panik lalu menghancurkan mulut gua dan mencoba mengubur aku dan putri Rosa didalam…"
"Aku akui saat itu aku sudah tak kuat lagi berlari, jadi aku hanya melemparkan putri Rosa keluar dan aku masuk kelubang lubang yang ada didinding gua"
"Saat aku sudah tidak sanggup lagi, tiba tiba seorang petualang menghajar kawanan orc dan menyelesaikan dungeon seorang diri…"
"Kemudian dia membawaku keluar dan memberiku cincin dan beberapa barang"
Rei memunculkan tongkat dan jubah berwarna biru muda
"Ini yang dia berikan padaku"
Rosa terkejut, itu adalah artefak dan senjata tingkat ungu kelas atas
"Apa ini adalah harta karun dari dungeon itu ?"
"Ya kurasa"
"Kurasa ini sangat cocok untukmu kak, dengan ini tidak ada yang bisa mengalahkanmu dalam sihir es" Ucap Rei dengan bersemangat
"Tidak, ini adalah hadiahmu bagaimana mungkin aku menerimanya ?"
"Sihirku tipe petir dan lagi sekarang aku sudah tidak bisa apa apa…"
"Ini hanya akan menjadi sampah jika terus bersamaku"
"Aku pikir tak ada salahnya memberikan ini untuk kakak"
Jeni yang awalnya menolak akhirnya menerima hadiah dari Rei
"Baiklah, tapi bagaimana kalau aku membayar untuk jubah dan tongkat ini ?"
"Tidak usah, selain jubah dan tongkat, petualang itu juga memberiku banyak kristal. Aku akan menukarkan kristal kristal itu menjadi uang"
Mereka berbincang bincang sampai larut, Jeni kembali kekamarnya untuk istirahat
…
"Masuklah"
Rei menyadari ada seseorang diluar pintunya
"Apa dia tahu kalau disini ada aku" Gumam Rosa
Rosa kemudian masuk
"Ba-bagaimana keadaanmu Rei"
"Yah sepertinya tidak terlalu buruk"
"Maaf Rei… Aku sudah berbicara kepada ayah untuk tidak mengeluarkanmu, tapi ayah tetap menolaknya. Dia bilang itu akan merusak reputasi akademi kita"
"Tidak masalah…" Rei menjawabnya dengan senyum ramah
"Sebagai permintaan maafku, kamu bebas meminta apapun dariku"
Rosa merasa Rei memperhatikan tubuhnya, dia seakan mengerti
Dia mulai membuka baju bagian atasnya
"Apa kamu mau tubuhku ? I-ini pertama kali bagiku, jadi…"
Melihat itu Rei sontak terkejut, bukan maksudnya untuk berbuat begitu
"A-anu putri Rosa, kupikir kamu salah paham. Aku tidak akan meminta hal seperti itu"
Rosa terlihat malu, dia segera merapihkan lagi bajunya
"Ma-maaf aku kira kau…"
__ADS_1
"Sudah sudah… Tadi kamu bilang aku boleh meminta apapun kan ?"
"Yah, katakan saja"
"Kalau begitu aku memiliki satu permintaan…"
"Kamu harus jadi pacarku"
Rosa terkejut, wajahnya memerah
"A-aku…"
Wajah lucu Rosa membuat Rei tertawa
"Hahaha… Aku tadi hanya bercanda"
Ehm… Ehm
"Aku serius sekarang…"
"Aku mau kamu membelikanku makanan dan juga menyuapiku"
"Apa ini serius ?" Rosa takut Rei menipunya lagi
"Tentu saja"
Rosa kemudian keluar untuk membeli makanan
…
Rosa kembali dengan membawa makanan, dan dia menyuapi Rei makan
Setelah selesai makan, mereka berbincang. Sampai Rei tak sadar kalau Rosa sudah tertidur di sofa
Rei kemudian membawanya ketempat tidur. Sekarang Rei mau melihat kemampuan baru yang dia dapatkan
"Sistem, tampilkan profil"
[Nama : Reinal Albert]
[Kesehatan : 65 %]
[Pekerjaan : Tidak ada]
[Title : Tidak ada]
[Tingkat : Emas]
[Jenis sihir : Kegelapan absolut]
[Senjata sihir : Tongkat iblis]
[Jurus : Pasukan bayangan]
[Jurus : Teleportasi]
[Jurus : Replika sihir]
[Jurus : Pemakan jiwa]
[Tubuh : Mata iblis]
[Hadiah : Tidak ada]
[Point : 20.000]
"Setelah upgrade ada tambahan di profilku, title dan tingkat…"
"Aku penasaran bagaimana sihir kegelapanku yang sudah berevolusi dua kali…"
"Tapi apa apaan ini…!! Senjataku yang keren menjadi tongkat ? Tongkat iblis ini seharusnya lebih kuat dari pada sabit itu kan…"
"Setelah berevolusi, jurus boneka mayat berubah menjadi pasukan bayangan…"
"Sebenarnya aku mau mencoba jurus pemakan jiwa ini, tapi mendengar penjelasan sistem kemarin seharusnya jurus ini sangat berbahaya" Rei bergumam dalam hatinya
Kemudian Rei memunculkan tongkatnya. Tongkat hitam tanpa tambahan apapun, ini lebih mirip dengan besi menurut Rei
"Sistem, apa kehebatan tongkat ini ?"
[Tongkat ini sangat fleksibel, bisa menjadi kecil, besar, panjang, pendek, tajam dan tumpul sesuai dengan keinginan tuan…]
[Tongkat ini juga dapat menembus jenis pelindung tingkat apapun]
Rei langsung paham penjelasan sistem. Walau kedengaran nya mustahil, tapi yang dikatakan sistem tidak pernah salah
"Kemudian sihir kegelapan ku, apa perubahannya ?"
[Jika pada evolusi sebelumnya tuan hanya bisa meniru sihir tipe elemen, di evolusi terakhir ini tuan sudah bisa meniru jenis sihir lanjutan. Racun, tumbuhan, ilusi, gravitasi dan waktu…]
[Berkat ini juga pasukan tuan bisa memasuki bayangan orang lain jika tuan menginginkannya, itu akan berguna untuk melindungi atau menghabisi orang lain]
Rei hanya mengangguk
Kemudian Rei membuka membuka buku usang yang didapat waktu dungeon
"Uh… Aku tak mengerti ini sama sekali"
__ADS_1
[Tuan bisa menukarkan point tuan untuk memahami semua isi buku ini]
"Hoh ? Berapa point yang aku butuhkan ?"
[10.000 point tapi karena ini termasuk 5 pembelian pertama maka akan ada diskon 90 persen]
Rei merasa terbantu dengan adanya diskon ini. Diapun menukarkan 1.000 point nya untuk memahami buku itu
Begitu banyak energi yang masuk dipikiran Rei membuatnya terasa sangat pusing, tapi Rei masih bisa menahannya
…
*Pagi
Rei membuka matanya, dia telah selesai memahami semua isi buku itu
"Sekarang aku harusnya sudah bisa menggunakan array kan ?"
[Ya tuan, sekarang tuan adalah master array. Secara otomatis tuan akan demgan mudah membuat array bahkan tingkat emas]
Rei senang mendengarnya. Rei melihat kearah tempat tidurnya terlihat Rosa yang masih tertidur
Diapun berpikir untuk bermain dengannya lagi, Rei langsung naik ketempat tidur
Rosa sekarang sudah ada diatas dada Rei, Rei tak sabar bagaimana ekspresinya nanti
…
"Uhmm…" Rosa mulai terbangun
Rosa merasa ada yang aneh, akhirnya dia sadar kalau dia semalam tidur dikamar Rei
Akkkhh…!!!!
"Rei apa yang kamu lakukan kepadaku ?"
"Eh, bukankah tadi malam kamu yang terus memaksaku tidur denganmu ?"
Rosa tak ingat apa apa
"A-apa kamu melakukan itu semalam ?"
Rei hanya mengangguk
Rosa mulai cemas, sekarang dia sudah tidak suci lagi. Melihat wajah lucu Rosa itu, Rei tak tahan menahan tawa
"Hahaha…"
"Kamu sangat lucu…" Ucap Rei sambil masih terua tertawa
"Aku hanya berbohong, bangunlah apa kamu merasakan sakit diperutmu ?"
"Ti-tidak…" Jawab Rosa sambil memegamg perutnya
"Kau menipuku lagi Rei ?" Rosa cemberut kesal
"Hei hei maafkan aku oke ? Sebaiknya kamu segera beranjak dari tempat tidurku, kakak ku sebentar lagi kesini"
"Eh… kakak ?" Rosa beranjak turun dari tempat tidur Rei
Tak lama kemudian, Jeni masuk kekamar Rei
"Rei kau sudah bangun ?"
"Hmm"
"Kau, kenapa kau disini ?" Tanya Jeni kepada Rosa
"Rei, maksudmu dia ini kakakmu ?"
"Ya tentu, kau pikir siapa ?"
"Ah ti-tidak" wajahnya merah karena malu
"Kalau begitu aku akan pergi"
Rosa keluar dari kamar Rei
"Kak, kupikir dia sudah tahu kalau kamu adalah kakak ku"
"I-itu… Sudahlah, aku mau membicarakan sesuatu kepadamu"
"Seperti perkataan tabib kemarin, hari ini kamu sudah dikeluarkan dari akademi. Jadi ayah memintaku untuk membawamu pulang kerumah" Jelasnya
"Jadi begitu… Baiklah aku akan pulang"
Rei mengganti pakaiannya dan turun bersama Jeni
"Oh itu dia si "cacat" kita" Ucap Violet sambil tertawa
Jeni yang geram dengan sikap Violet yang angkuh itu, dia sangat ingin menghajar mulut kotornya itu
Tapi Rei memegang tangan kakaknya
"Sudahlah kak, kita pergi saja dari sini"
Jeni hanya menurutinya. Didepan sudah ada kereta kuda keluarga Albert yang menunggu, mereka naik dan pulang kerumah
__ADS_1
"Beberapa kalian bunuh beberapa pengawal yang selalu bersama sijalang itu, gantung kepalanya didepan pintu kamarnya. Lakukan itu pada malam hari" Rei memberikan perintah kepasukannya melalui telepati
"Siap tuan" Jawab mereka