Darkness System

Darkness System
Chapter. 32 Alice


__ADS_3

Mereka berdua keluar dari rumah lelang. Rei sadar kalau dia sedang diikuti


Rei memejamkan matanya sejenak, kemudian membukanya kembali dia menggunakan mata dewanya untuk melihat keadaan disekitarnya


"Sepertinya mereka orang orang dari keluarga Vanstroong… 10 Orang tingkat merah…" Gumam Rei


Sementara perempuan yang dibawa Rei terus berjalan dibelakangnya


Perempuan itu memberanikan diri berbicara kepada Rei


"A-Anu tuan… Kenapa kamu membuang banyak uang untuk membeliku ?"


"Kenapa ? Aku tak tahu" Jawab Rei sambil membalikkan badannya


"Ta-tapi… Apa tuan tidak takut dengan keluarga Vanstroong ?"


"Aku tak peduli dengan mereka" Rei kembali berjalan


Rei berencana membeli makanan dulu untuk perempuan ini, tapi dia rasa itu tak mungkin


Orang orang dari keluarga Vanstroong masih tetap mengikuti Rei kemanapun dia pergi


"Eh…? Kenapa kepalaku sangat pusing ?"


"Tidak… Aku tidak boleh tumbang disini… Bagaimanapun aku masih harus melayani tuan ini" Gumam perempuan itu sambil terus memegang kepalanya


Rei mulai menyadari kalau perempuan itu tidak sehat. Dia berbalik dan mendekati nya


"Apa kamu sakit ?"


"Ti-tidak tuan, aku baik baik saja"


"…"


Rei mengangkat perempuan itu, Rei tak mau jika terjadi apa apa dengannya ditempat seperti ini


"Tu-tuan… Turunkan saja aku, aku baik baik saja" Dia terkejut dengan apa yang dilakukan Rei


"Tidak usah berbohong didepanku, kau tak akan bisa" Ucapnya memandang wajah perempuan itu


"I-ini terlalu dekat…" Gumam perempuan itu yang wajahnya mulai memerah


"Pejamkan matamu…"


"Eh ? Ba-baiklah" Perempuan itu perlahan memejamkan matanya


Kemudian Rei menggunakan sihir ilusinya agar perempuan itu lebih tenang


"Baiklah, sekarang tinggal mengurus para tikus ini…" Ucap Rri sambil mrmbalikkan badannya


Rei terus berjalan mencari tempat yang sepi untuk menghabisi para pengganggu itu


"Sepertinya disini cukup" Kata Rei dengan pelan


Seketika orang orang yang mengikutinya dari tadi muncul


"Bocah… Jika kamu tak ingin mati serahkan perempuan itu !" Salah satu dari mereka mulai berbicara


"Apa kalian punya kemampuan untuk membunuhku ?"


"Dasar sombong…!! Kalau begitu jangan salahkan kami jika kamu tak bisa melihat matahari lagi !"


"Semuanya serang dia…!!" Seorang mengacungkan pedangnya dan menyeru untuk menyerang Rei


Mereka tak membuat Rei gentar sedikitpun, Rei kemudian memanggil bayangannya untuk melawan orang orang itu


Tang… Tang…


Boom… sraakk…


Suara hantaman pedang dan juga sihir mulai terjadi


"Kalian… Habisi mereka !" Ucap Rei dengan tatapan tajam


"Baik yang mulia"


Bayangan bayangan Rei secara cepat melaksanakan perintah yang diberi Rei


Craak… Crakk…


Aarrgh… Argghhh… Arhghhhh !!!


Suara jeritan terdengar sangat keras


"Kalianlah yang tidak bisa melihat matahari lagi…"


Setelah mereka mati Rei membakar mereka


Rei kemudian menggunakan teleportasi ke kamarnya


Setelah Rei membaringkan perempuan itu, dia keluar kembali untuk membeli beberapa makanan



"Apa aku tadi tertidur ?" Gumam perempuan itu


"!!…"


"Dimana tuan itu ?! Kenapa aku sendirian disini ?" Ucapnya yang masih kebingungan

__ADS_1


Kemudian Rei kembali kekamarnya dengan membawa beberapa makanan


"Ah…! Ma-maaf tuan, aku tadi ketiduran" Perempuan itu sontak berdiri setelah melihat Rei dari arah pintu


"Tidak apa apa"


"Namaku Rei, siapa namamu ?" Rei duduk ditempat tidurnya


"A-Alice… Namaku Alice tuan"


"Nama yang bagus… Makanlah beberapa makanan ini" Rei menyodorkan kantung makanan


"I-itu…"


"Ambilah… Aku tak mau kejadian seperti tadi terjadi lagi"


"Baiklah tuan"


Alice dengan lahap memakannya, melihat itu Rei hanya bisa tersenyum


"Sistem, pilihkan aku baju yang bagus untuknya…"


"Dan juga berikan satu gunting"


[Ini adalah satu paket pakaian. Harganya 1.000 point, walaupun ini bukan pakaian feminim tapi ini akan nyaman untuk berpergian jauh]


[Dan ini guntingnya tuan, harganya 20 point]



"Apa kau sudah selesai makan ?"


"Ya tuan, terima kasih untuk makanannya" Alice membungkukkan badannya


Rei mendekat ke Alice sampai dia terjatuh ketempat tidur


"Tu-tuan Rei…"


"Hm…"


Melihat tatapan Rei yang tajam, Alice tidak jadi melanjutkan perkataannya


"Ada apa denganku… Bukankah sudah seharusnya aku mendapatkan ini ?" Gumam Alice


Alice memejamkan matanya dan mulai meneteskan air mata


"Sepertinya dia memang belum pernah melakukannya…" Ucap Rei dalam hati sambil tersenyum


Rei dengan lembut membelai rambut Alice


"Maafkan aku, aku tak bermaksud membuatmu menangis"


Rei beranjak bangkit kembali, dia hanya mau memastikan kalau yang dikatakan Tora waktu dipelelangan adalah benar


"Tidurlah"


"Dia pasti marah kepadaku…" Alice mulai khawatir


"Apa tuan marah ? Maaf ini pertama kalinya bagiku, jadi aku belum terbiasa"


"Tuan bisa melakukan apapun kepadaku" Alice berdiri dan memegang tangan Rei


"Kalau begitu, bagaimana kalau tidur denganku ? apa kamu mau ?"


"I-iya…"


Kemudian mereka tidur. Alice seperti menjaga jarak dari Rei, sepertinya Alice masih takut dengan Rei



"Kak…"


"Kakak… Jangan tinggalkan aku kak…"


"Aku takut…" Alice menangis ketakutan, dia mengigau


Suara itu membuat Rei terbangun, dia melihat kearah Alice


"Aku tidak tahu masalah apa yang dihadapinya dengan keluarganya, tapi pasti itu berat baginya" Gumam Rei


Rei mendekatkan dirinya kepada Alice, kemudian dia memeluknya


"Tenanglah, sekarang ada aku yang akan melindungimu"


Dengan pelukan hangat dari Rei, Alice mulai berhenti menangis dan kembali tenang. Alice memeluk erat Rei, Rei terus menenangkannya



"Hm…" Alice mulai terbangun dari tidurnya


"Apa ini ?" Gumamnya yang masih setengah sadar


!!


Alice tersadar kalau dia tertidur di atas badan Rei, dia pun segera beranjak bangkit. Tapi tangan Rei menghentikannya, Rei memeluk Alice dengan satu tangannya membuat Alice kembali menindih tubuh Rei


"Sebentar lagi…"


Alice tak bisa berbuat banyak, dia hanya menatap wajah Rei yang masih tertidur

__ADS_1


"Tampan…" Gumamnya


"!! Apa yang kupikirkan ?! Aku tak boleh seperti ini" Tambahnya



Rei terbangun dari tidurnya, Rei kemudian memotong rambut Alice dan menyuruhnya untuk menggunakan pakaian yang dibeli dari toko sistem, sedangkan Rei keluar dari kamarnya dan menunggu dibawah



"Maaf membuat tuan menunggu…"


Perempuan cantik turun dari tangga, dengan rambut pendeknya Alice terlihat lebih cantik


"Sistem, aku mau membeli jubah biasa seperti yang kupakai ini"


[Baik tuan harganya 50 point]


Muncul ditangan Rei jubah hitam, kemudian Rei memakaikannya ke Alice


"Eh ? Apa aku terlihat tidak cantik dengan pakaian ini ?"


"Ini untuk menghindari keluarga Vanstroong dan juga…"


"Kamu terlalu cantik" Rei berbicara dengan berbisik bisik kepada Alice


Wajah Alice langsung memerah dibuatnya


"Baiklah, ayo kita jalan" Rei menarik tangan Alice


"Kemana kita akan pergi tuan ?"


"Alice… Tak perlu memanggilku tuan, panggil saja namaku"


"Kita akan menonton turnamen kesatria"


"Ba-baiklah… Rei" Alice tersenyum dan memandang Rei


Antrean panjang terlihat, orang orang berbaris untuk memasuki arena turnamen



"Harga masuknya 10 keping emas" Kata seorang penjaga


"Rei… Ini terlalu mahal, kamu masuk saja sendiri aku akan menunggumu disini" Bisik Alice kepada Rei


Rei tak memperdulikannya, dia membayar 20 keping emas untuknya dan Alice


Lapangan berbentuk oval dengan area prnontonnya yang sangat besar, Rei dan Alice duduk di sebelah barat dibarisan penonton


Ditengahnya terlihat satu arena yang cukup besar


Ditengahnya terlihat satu arena yang sangat besar dan satu laki laki berdiri ditengah arena tersebut, Laki laki berambut biru dan kacamata hitam itu sangat mirip dengan gangster


"Hallo semuanya…!!! Selamat datang di turnamen kesatria…"


"Seperti yang kalian ketahui, turnamen kesatria ini dilaksanakan 3 tahun sekali dan 16 Tim dari 16 akademi sudah hadir untuk memperebutkan gelar juara di turnamen kesatria tahun ini…" Laki laki itu dengan lantangnya berbicara, sampai sampai Rei yang berada lumayan jauh dapat mendengarnya


"Baiklah untuk mempersingkat waktu, langsung saja kita panggil yang mulia raja Gerrad Robetto dan para pengeran untuk naik kearena…"


Kemudian Rombongan yang dipimpin raja Gerrad berjalan naik keatas arena, diikuti para pangeran dan beberapa pengawalnya


Semuanya hening saat sang raja menapakkan kakinya diarena


Raja Gerrad berdiri ditengah arena, dibelakngnya telah berdiri 7 pangeran dan beberapa pengawal


"Ehm… Terimakasih kepada para rakyatku yang sangat antusias dengan turnamen kesatria tahun ini…"


"Tak banyak yang ingin saya sampaikan. Tujuan turnamen ini dilaksanakan hanyalah untuk melihat kehebatan kehebatan generasi muda kita…"


"Dan juga melihat kehebatan akademi akademi ini membimbing generasi muda. Itu saja yang ingin saya sampaikan"


Selanjutnya kita panggil para peserta dari 16 akademi yang akan bertanding… Ini dia !!" Laki laki itu mengarahkan tangannya kesamping menunjuk para peserta yang berjalan masuk kearena


Serentak semua penonton bersorak mendukung akademi kebanggaan mereka masing masing


"Rei… Akademi mana yang kamu dukung ?" Alice bertanya kepada Rei


Rei mengengok dan menjawabnya dengan santai


"Hm…? Aku tak mendukung akademi manapun"


Eh ? melihat penampilanmu, aku yakin kamu murid salah satu akademi yang akan bertanding" Lanjut Alice bertanya


"Benarkah ? Aku sudah dikeluarkan dari akademiku"


"Dikeluarkan ? Kenapa sampai dikeluarkan ? Apa kamu melakukan kesalahan yang besar ?"


Kemudian Rei hanya menatap Alice. Alice langsung menyadari alasan Rei dikeluarkan dari akademinya


"Ma-maaf Rei… Aku tidak tahu" Alice menundukkan kepalanya


Rei tersenyum melihatnya


"Sudahlah, hidup sebagai seorang pedagang keliling juga bukan hal yang buruk"


Kalau begitu aku akan selalu ada disisimu Rei… Aku janji !" Alice memegang tangan Rei dan menatapnya


"Terimakasih… Alice" Rei mengelus kepala Alice

__ADS_1


__ADS_2