
Untuk yang pertama Rei menuju ke kediaman pangeran keenam, karena memang merekalah yang merupakan musuh terbesar bagi keluarganya
…
"Apa kakak juga ditahan disini ?" Tanya Rei melihat bangunan yang sangat besar, itu lebih besar daripada kediaman keluarganya
Rei sekarang menatap kediaman itu dari dalam hutan kecil yang memang ada didekatnya
"Benar yang mulia… Nona Jeni ada dipenjara bawah tanah"
"Baiklah…"
"Kalian tangkap semua orang yang berada dibangunan ini kecuali pangeran keenam itu, biarkan aku yang mengurusnya"
Seketika banyak sekali pasukan bayangan Rei yang muncul dari bayangannya sendiri, itu kira kira berjumlah lebih dari 1.000
Pasukan itu langsung melesat menjalankan tugasnya, mereka tak membunuh atau menyakiti mereka sedikitpun karena memang itu diluar tugas yang diberikan tuannya
Mmm… !!
"… !!"
Semua penjaga dan orang orang di kediaman rumah pangeran keenam ditangkap dan membawanya kembali kedalam hutan, begitu pula dengan Kevin dan putri Violet mereka juga ikut ditangkap
Tak butuh waktu lama untuk pasukannya menyelesaikan tugasnya, bagaimanapun mereka semua ada ditingkat emas jadi bukan hal besar melakukan ini untuk mereka
Lebih dari 300 orang sekarang berada dikedalaman hutan kecil itu. Ketika melihat putri Violet, Rei langsung menghampirinya
"Yo ! Lama tidak bertemu… putri Violet" Ucap Rei sambil membuka penutup kepala yang menyambung dijubah hitamnya itu
"!!"
Putri Violet tak bisa bicara sekarang begitu juga yang lainnya, mulut mereka ditutupi dengan sesuatu berwarna hitam
Kemudian Rei membuka portal menuju menara iblisnya
"Buka…" Lingkaran hitam berbentuk spiral muncul, Rei berencana mengurung mereka didalam menara iblis untuk sementara
Rei masuk dan diikuti dengan para pasukannya yang mengikutinya masuk kedalam menara iblis
Setelah masuk, Rei berpikir dimana akan meletakkan mereka, apakah dilantai 1 atau 100
"Sistem, Dimana sebaiknya aku harus meletakkan mereka ?"
[Karena tuan adalah pemilik menara ini, tuan bisa bebas menambahkan lantai]
[Sistem menyediakan pembuatan penjara dengan 1.000 sel]
"Lalu, berapa harganya ?"
[Hanya 20.000 Point]
"Tapi bagaimana aku bisa membuat lantai baru dimenara ini ?"
[Tuan tinggal membayangkan lantai baru dan dimana letak itu, apakah di paling atas atau paling bawah atau juga ditengah tengah. Tuan bebas memilihnya]
"Oh… Baiklah kalau begitu"
Rei memutuskan untuk membangun penjara ini dibawah lantai satu
Setelah membayangkannya, muncul suatu pintu yang besar di seberang Rei. Itu cukup mirip dengan pintu untuk naik kelantai dua
Rei membukanya dan dia secara langsung sudah berada dilantai baru itu, lantai ini hanya lantai kosong
"Sistem, buatkan aku sebuah penjara"
[Point ditukar : 20.000]
[Penjara akan siap dalam 3… 2… 1]
Sebuah penjara langsung memenuhi lantai ini, putri Violet, Kevin dan yang lainnya terkejut dengan adanya penjara penjara itu
"Kalian… Bawa masuk tahanan ini keseluruh sel yang ada"
"Satu sel untuk satu orang dan kalian akan bertanggung jawab memberi hukumannya"
"Sistem, berikan aku 1.000 cambuk biasa"
[Baik tuan]
[1.000 Cambuk biasa : 10.000 point]
"Simpan cambuk cambuk itu kedalam cincin penyimpananku"
[Baik tuan]
Semua tahanan itu satu persatu memasuki sel mereka, dan satu pasukan Rei bertanggung jawab untuk satu tahanan itu
"Sekarang tinggal pangeran pertama…" Gumamnya sambil keluar kembali dari menara iblis
Rei langsung menuju kediaman pangeran pertama
…
"Inikah kediaman pangeran pertama ?"
__ADS_1
"Benar yang mulia…"
"Seperti sebelumnya, kalian culik semua orang yang berada dikediaman itu kecuali pangeran pertama dan bawa mereka kemari"
Rei sekarang berada di atas bukit dan menatap bangunan besar itu, karena disekitar kediaman pangeran pertama tak ada hutan atau semacamnya untuk sembunyi jadi Rei menunggunya ditebing yang berjarak lumayan jauh dari kediaman itu
1.000 pasukan bayangan Rei kembali melaksanakan tugasnya, mereka secara rapih melaksanakan tugasnya tak peduli ada ditingkat target mereka, mereka tak akan bisa lolos dari pasukan Rei ini
Marsell Robetto yang sedang bermain dengan wanita penghibur dikamarnya juga ikut tertangkap oleh pasukan Rei. Hal itu tentu tak akan terdengar oleh pangeran pertama, karena pasukan Rei dengan cepat membungkam mulut mereka
Pangeran pertama yang tengah asik bermain dengan beberapa selirnya tak menyadari kalau semua orang orangnya sekarang sudah tak ada dikediamannya
Kali ini jumlah mereka lebih banyak dari pangeran keenam, sekitar 500 orang yang berada dikediaman pangeran pertama sekarang sudah ada disebuah bukit
"Oh… Apa aku mengganggu mu bermain ?" Tanya Rei sambil tersenyum menatap Marsell
kemudian dia beranjak pergi lagi
"Ah kau pasti tangan kanan pangeran pertama" Rei melihat orang yang biasanya selalu berada disamping pangeran pertama
Kemudian Rei membuka portal menara iblis dan memasukinya diikuti dengan semua pasukannya. Rei membawa mereka kepenjara dan memasukan semuanya kesana, seperti tadi satu sel untuk satu orang dan setiap pasukan bayangannya bertanggung jawab untuk mereka
Didalam sel, mereka yang terkurung akan dirantai dikedua kakinya yang membuat mereka tak bisa berjalan jauh. Tentu saja itu bukan rantai biasa, itu rantai tulang naga yang bisa menekan sihir seseorang sehingga mereka tak bisa menggunakan sihir untuk melarikan diri
Setelah semuanya masuk, Rei meminta semua pasukannya yang bertanggung jawab atas para tahanan ini berkumpul
"Kalian berkumpul lah"
Dalam sekejap pasukannya sudah berada dihadapan Rei, Rei juga langsung mengeluarkan 1.000 cambuk untuk mereka
"Kalian ambil lah, satu cambuk ini untuk satu sel…"
"Setiap hari mereka akan menerima 100 cambukkan, itu dimulai sekarang"
Para pasukannya dengan patuh mengambil cambuk itu dan segera kembali ke sel mereka masing masing
"Rei !! Rei… !!" Suara teriakan berasal dari salah satu sel itu
Rei mendekati sel itu dan ternyata didalamnya ada putri Violet
"Rei… Keluarkan aku ! Atau kau akan merasakan kemarahan ayahku !" Ucap putri Violet itu yang mencoba mendekat ke Rei
"Kau pikir aku takut ?"
Rei kemudian keluar kembali, sekarang gilirannya yang bertindak
…
"Ah… Sayang, apakah kamu tidak lelah? Lihatlah 2 selirmu sudah tak bisa lagi berdiri dan kamu masih sanggup untuk melanjutkannya ?"
"Benar… Ini akan menjadi malam yang panjang untukmu"
Mendengar suara aneh itu membuat pangeran pertama terhenti dari permainannya dan melihat kearah suara itu
"Siapa kamu !? Apa kamu sudah bosan hidup ?!"
"Oh tenang saja, aku masih menikmati hidupku…"
"Aku hanya memberitahumu kalau semua orang dikediamanmu sudah aku culik tak terkecuali anak anda satu satunya"
"Hmm… !! Kamu pikir aku seperti anak kecil sehingga mudah dibohongi !?"
"Kalau begitu lihatlah keluar" Lanjut Rei sambil menunjuk pintu
Setelah pergi beberapa saat untuk mengeceknya, pangeran pertama kaget karena tak ada siapapun dikediamannya selain 2 selir dan 1 istri yang menemaninya dikamar
Dia kembali menuju kamarnya untuk menanyakan ini kepada Rei
"…!!"
"Kau… !! Dimana kau menyembunyikan selir selir dan istriku ?!"
"Dan dimana semua orang orang ku !? Kenapa semuanya tak ada !?"
Pangeran pertama terkejut dibuatnya, para selir dan istrinya kini juga ikut hilang entah kemana
"Apa kamu mau melihatnya pangeran ? Kalau begitu lewat sini" Rei mengeluarkan portal menuju menara iblisnya, Rei berjalan kedalam portal itu
Pangeran dengan penuh kewaspadaan menatap Rei, dia tak tahu ini portal apa tapi melihat Rei memasukinya diapun hanya mengikutinya
Setelah pangeran masuk keportal itu, dia dibuat terkejut oleh apa yang ia lihat
Banyak sekali sel penjara dan sebagian besar dari ini sudah terisi, dia melirik kanan dan kiri melihat begitu banyak orang yang sedang dicambuk
" !! Bukankah itu putri Violet !?"
"Siapa pria ini ? Kenapa dia menahan putri Violet…"
"Jangan jangan… !" Pangeran pertama terus menebak nebak didalam hatinya
Tiba tiba Rei berhenti berjalan
"Ini adalah sel istrimu dan disebelahnya milik selir selirmu" Ucapnya sambil menunjuk sebuah sel penjara yang ada didepannya
"Sialan kau !! Apa yang kau lakukan kepada wanita ku !?" Dengan nada tinggi pangeran pertama terlihat sangat marah melihat istri dan para selirnya sekarang sedang dicambuk
__ADS_1
"Su-samiku… To-tolong aku…" Ucap istri pangeran pertama itu sambil menahan lirih
"Siapa kamu sebenarnya ?! Kenapa kamu melakukan ini padaku !?"
"Aku adalah pangeran pertama dari raja kerajaan Calsia !! Apa kau tak takut pada ayahku !?"
"Aku tak pernah takut dengan ayahmu atau kerajaan ini…"
"Kau telah menyinggung keluargaku jadi aku harus menghukummu !" Rei mengeluarkan aura nya, itu mengintimidasi seluruh orang yang ada didalam ruang itu
"Uhh…"
"Keluarga mana yang memiliki orang kuat seperti dia ?!" Gumamnya yang sudah terlihat terduduk karena aura dari Rei
"Bawa dia kedalam sel juga" Rei memerintahkan satu pasukannya untuk membawa pangeran itu
Pangeran itu mencoba mengelak tetapi itu sia sia, dia dibawa masuk ke sel yang masih kosong
"Tinggal satu lagi…" Rei kembali keluar dari menara iblisnya
Rei sekarang kembali menuju kediaman pangeran keenam, seperti pangeran pertama nampaknya pangeran keenam juga tak menyadari kalau orang orangnya sudah hilang karena dia asik bermain dengan 2 wanita itu
"Ahh… !"
"Kau sangat cantik malam ini…"
Baik pangeran keenam maupun 2 wanita itu tak ada yang menyadari kalau Rei sudah duduk disofa dan menonton mereka, dihadapan Rei sudah ada 1 gelas anggur yang tersisa setengah dan sebuah apel serta sebuah pisau kecil
"Sepertinya kamu sangat menikmatinya…" Ucap Rei yang mencicip sedikit anggur itu
Semuanya terkejut dibuatnya, sejak kapan ada orang lain dikamar itu. 2 Wanita langsung menutup tubuhnya dengan selimut
"Siapa kau !!"
"Berani sekali masuk kekamarku !!"
"Diamlah…" Tiba tiba pangeran itu terdiam seketika
"Kalian berdua kemarilah… Layani aku" Rei menggunakan aura iblisnya untuk memerintah 2 wanita itu dan secara langsung 2 wanita itu duduk disamping Rei
"Ada apa ? Apa kau tak punya wanita lain untuk dimainkan ? Apa kau mau satu ?" Ucap Rei dengan senyum tipisnya
Pangeran keenam sangat kesal karena merasa dipermainkan, sekarang 2 wanitanya itu sedang bermain dengan Rei dan tidak mempedulikannya
"Sialan !! Matilah kau !" Pangeran keenam mengayuhkan tangannya hendak memukul Rei
"Berhenti…"
Pangeran tak tahu kenapa, setiap Rei berbicara dia selalu tak bisa melawan
Kemudian Rei berdiri dan mengambil pisau kecil yang ada dimeja itu, Rei mendekat ke pangeran keenam dan menggunakan sihir racunnya untuk mengaliri pisau itu dengan racun
Craak…
Rei menyayat tangan sebelah kanan pangeran keenam, walaupun itu sayatan kecil tapi terdapat racun mematikan didalamnya
Pangeran keenam langsung jatuh seolah tenaganya mulai terkuras dn perlahan dia merasakan kesakitan dijantungnya
"Kau… !! Racun apa yang kau berikan padaku ?!"
Dengan kembali duduk dan bermain dengan 2 wanita itu, Rei menjawabnya dengan santai
"Itu adalah racun ular tanduk emas…"
"Kau pasti tahu kan kalau racun ini adalah racun paling mematikan, kau tidak akan hidup lebih dari sehari lagi"
"Dan untuk membuat penawar ini setidaknya membutuhkan master alchemist dan membutuhkan waktu sampai setengah hari"
"Kamu tak akan memiliki cukup waktu untuk itu"
Pangeran keenam juga tahu akan hal itu, apalagi ini sudah tengah malam sangat susah untuk menyuruh master alchemist membuat sebuah pil penawar
"Tapi… Disini aku mempunyai satu penawar itu, kau hanya perlu melakukan sesuatu untukku" Ucap Rei sambil mengeluarkan sebuah pil berwarna ungu dengan garis emas, itu memang benar penawar racun ular tanduk emas
"A-apa yang harus aku lakukan… ?"
"Aku tahu kau sedang menahan nona dari keluarga Albert, serahkan nona itu kepada keluarganya lagi dan jangan meminta imbalan apapun"
"Tentunya jika kamu menolak ini maka kamu akan mati"
"B-baiklah… Aku janji besok pagi akan mengembalikan nona itu kepada keluarganya"
"Bisakah tuan memberikan penawar itu terlebih dahulu…" Pangeran keenam semakin terlihat kesakitan
"Makanlah pil ini dulu…"
"Itu adalah pil penghilang rasa sakit, tapi meskipun menghilangkan rasa sakit kematianmu tak bisa dihilangkan dengan itu" Jelas Rei sambil melemparkan sebuah pil berwarna biru terang
Tak membuang waktu lagi pangeran keenam menelannya untuk menghilangkan rasa sakit itu
"Oh… Satu lagi, percuma saja jika kau berpikiran untuk melaporkan ini kepada para penjagamu…"
"Mereka sudah tak ada lagi disini, rumah besar ini sudah kosong"
"Kau pergilah tidur dikamar lain, jangan ganggu aku bermain dengan mereka"
__ADS_1
"Baik tuan…" Pangeran keenam tak bisa berbuat banyak sekarang, dia hanya keluar dan merelakan wanitanya yang sedang bermain dengan Rei