Darkness System

Darkness System
Chapter. 39 Turnamen kesatria 6


__ADS_3

Setelah 2 jam beristirahat, pertandingan dilanjutkan kembali dengan mempertemukan tim Kera emas dan tim Merpati merah untuk menentukan juara 3


Mereka yang terluka akibat pertandingan sebelumnya telah disembuhkan oleh ahli medis kerajaan, itu membuatnya dapat kembali bertarung. Kedua tim sekarang sudah ada diatas arena


"Bersiap ! Mulai !!"


Ting… Ting…


Buumm… !!


Kedua tim kali ini tampil agresif, mereka sama sama tak mau kalah untuk kedua kalinya. Jual beli serangan terjadi cukup lama sekitar 10 menit


Seperti biasanya, tim Kera emas spesialis dalam menghancurkan arena. Hanya dalam 10 menit itu arena sudah mulai hancur lagi walaupun tingkat kehancurannya tidak separah pertandingan sebelumnya akibat ditekan dengan teratai surga dari Merpati emas


Duar… !!


1 Anggota Merpati emas terlempar keluar menyisakan empat orang melawan lima orang, jelas ini mengakibatkan ketidak seimbangan dalam formasi tim Merpati merah


Tim kera emas semakin menjadi jadi membantai empat lawan tersisa, memanfaatkan serangan individu yang besar mereka terus memojokkan tim Merpati merah


"Kupikir ini akan segera berakhir"


"Terlalu berat untuk melawan tim Kera itu dengan hanya 4 orang"


Semua penonton seperti sudah bisa menebak siapa pemenangnya, memang benar seperti itu jika melihatnya sekarang


Tapi tim Merpati merah masih menyimpan satu serangan pamungkas mereka, itu tak bisa digunakan sebelum mereka mencapai batas


10 Menit kemudian, tim Merpati merah hampir mencapai batas mereka dan ini saatnya menggunakan serangan pamungkas


"Berkumpul !" Seorang dari tim Merpati merah memberikan intruksi. 3 teman lainnya segera berkumpul membentuk lingkaran


Melihat itu tim Kera emas tak membiarkan mereka menggunakan trik lagi mereka menuju ke tempat berkumpulnya tim Merpati merah itu


"Teratai surga…! Evolusi !!"


Bunga teratai besar kembali terlihat di atas mereka, kali ini teratai itu menyerap energi sihir yang tersisa di 4 orang ini dan secara langsung membuka 24 kelopaknya


"Hah ? Kelopak nya langsung mekar semua ?"


"Sepertinya mereka akan melakukan serangan terakhir"


Begitulah kira kira perkataan para penonton


Tapi bahkan setelah 24 kelopak itu mekar tidak ada yang berubah, tidak ada tambahan kepada para temannya bahkan teman temannya kini sudah ambruk menyisakan suport itu seorang diri


Perlahan dari dalam kelopak bunga itu muncul sesuatu yang cukup besar, itu seperti ulat


Ulat itu tidak terlihat menakutkan bahkan tampilannya begitu lucu, tak ada suara yang keluar dari ulat itu dan tak ada pergerakan lagi setelah ulat itu berdiri di tengah tengah kelopak


Kemudian Asap berwarna ungu mulai muncul, perlahan tapi pasti membuat sebuah bola perlindungan yang melindungi orang terakhir ini


Semakin membesar bola ini membuat tim Kera emas mundur karena tak mau terkena racun, sampai terpojok 5 orang dari tim Kera emas ini tak ada pilihan lain mereka harus tetap ada diarena, mereka menarik nafasnya dalam dalam kemudian menahan nafas dan memasuki asap pekat itu


Asap itu jelas adalah racun, tapi bukan saja racun yang dapat menyebar melalui saluran pernafasan melainkan racun yang akan langsung menyebar jika terkena bahkan 1 helai rambutpun


Tak butuh waktu lama untuk tim Kera emas tumbang seluruhnya


"Baiklah pemenangnya tim Merpati merah !!" Ucap pembawa acara setelah beberapa menit mendiamkan menunggu racun itu hilang kembali


"Sial ! Kenapa aku jadi merinding ?"

__ADS_1


Begitupula penonton yang lainnya yang merasakan hal yang sama



Rei yang sedang beristirahat dibawah rindangnya pohon, tiba tiba dikagetkan dengan pasukannya yang memberikan laporan


"Maaf mengganggu waktu anda yang mulia…"


"Saya adalah salah satu pasukan yang ditugaskan menjaga nona Jeni, saya membawa beberapa hal untuk dilaporkan" Ucap bayangan itu dengan berlutut seperti seorang kesatria


"Oh… Apa yang kamu dapatkan kali ini ?"


"Beberapa waktu lagi pertandingan antara tim Elang biru dan Ular kuning akan dimulai"


"Pangeran keenam akan memanfaatkan momen ini untuk menculik nona Jeni dan keluarga Albert harus menebusnya…"


"Mereka akan meminta tebusan yang tidak kecil, kali ini pangeran keenam berkolusi dengan pangeran pertama untuk mendapatkan 80 % Bisnis yang dijalankan keluarga Albert…"


"Mereka memang sudah lama mengincar bisnis keluarga Albert, dari informasi yang saya dapatkan mereka sudah mulai menyerang bisnis keluarga Albert sejak 2 tahun yang lalu tapi mereka bergerak sendiri sendiri"


"Sekarang mereka menyatukan kekuatan dan pengaruh mereka untuk menekan sepenuhnya bisnis keluarga Albert dimulai dari menculik nona Jeni…"


"Kemudian para rekan bisnis satu per satu memutuskan untuk mengakhiri kerja sama dan akhirnya keluarga Albert akan dipaksa memberikan bisnisnya untuk ditukar dengan nona Jeni"


"Apakah mereka berdua tidak takut ketahuan oleh raja ?"


"Tidak yang mulia, saya sudah memastikannya. Sang raja akan tutup mata dan telinga tentang ini dengan imbalan 30 % Bisnis keluarga Albert akan menjadi milik kerajaan"


Mendengar itu Rei sangat kesal dan mau menghajar para orang tua itu. Tiba tiba banyak sekali suara yang keluar dari pasukannya mereka menginginkan peperangan kembali, tak terkecuali Alex


"Yang mulia… Panggil saja kami dan akan kami ratakan kerajaan ini dalam satu malam… Khekhekhe…"


Tapi Rei sudah memiliki rencana untuk ini


"Tidak sekarang… Biarkan mereka bermain dulu"


"Kau… Sampaikan kepada yang lainnya prioritas kalian adalah untuk melindungi kakak"


"Kalian tidak perlu keluar untuk bertarung, kalian hanya harus melindungi kakak dari luka luka fatal yang membahayakan nyawanya" Perintah Rei menunjuk bayangan yang memberikan laporan tadi


"Baik yang mulia… Saya akan kembali sekarang" Bayangan itu perlahan menghilang


Alex yang mendengar itu bertanya kepada Rei


"Tuan… Kenapa kamu tidak bergerak sekarang ? Dengan kekuatanmu tak masalah membantai keluarga kerajaan itu"


"Aku memang bisa melakukan itu, tapi aku hanya khawatir itu akan mengundang perhatian kaisar dan lebih membawa keluargaku pada bahaya"


"Apa anda akan melepaskan mereka ?"


"Oh… Tentu saja tidak, aku akan menghabisi mereka semua yang berani mengganggu keluargaku" Ucapnya dengan mengeluarkan aura membunuhnya dan tatapan tajam


Kyyakkk… !! Kyaaakk… !


Burung burungpun dibuat berterbangan menjauh dengan aura yang mengintimidasi dari Rei itu


Alex hanya tersenyum dengan jawaban yang diberikan Rei, menjadi kehormatannya untuk bisa bertarung dengan Rei


Rei baru ingat, ada yang dia mau tanyakan kepada Alex


"Alex, kenapa Venom menjadi lebih besar dari sebelumnya ? Bahkan itu berkali kali lipat"

__ADS_1


"Ah… Aku juga tak tahu mengapa, tapi ketika tuan menggunakan jurus pemakan jiwa dan menghilangkan semua isi target kecuali tulang itu, Itu seperti esensi kehidupan yang dimiliki target dilahap oleh Venom…"


"Itulah yang membuatnya semakin besar dan kekuatannya meningkat berkali kali lipat"


"Jadi maksudmu sihir pemakan jiwa ini berhubungan dengan Venom ?"


"Ya kupikir sesuatu seperti itu"


Rei terdiam sejenak memikirkannya


"Alex, dimana kamu mendapatkan Venom ini ?" Rei kembali bertanya


"Aku juga tak mengerti, setelah aku menyempurnakan sihir kartuku aku mendapatkan satu kartu tambahan yaitu joker…"


"Dan saat aku menggunakannya Venom sudah ada disitu"


Walaupun Rei tak begitu puas dengan jawaban Alex, Rei sedikit mengerti mungkin saja Venom ini punya hubungan dengan iblis ataupun kegelapan. Rei pikir akan sangat menarik jika dia punya peliharaan seperti Venom


"Sistem, apa kau menyediakan sesuatu seperti Venom ?"


[Tentu saja, dia sebenarnya adalah hewan panggilan kuno yang telah disegel karena tak ada yang bisa mengendalikannya bahkan raja iblis sekalipun, kemudian Venom itu berjodoh dengan Alex]


"Kalau begitu, apakah aku bisa mengambil sesuatu seperti Venom itu tanpa harus membuang Alex ?"


[Itu bisa, karena tuan sekarang adalah raja iblis]


"Baiklah berapa harganya ?"


[Parasite : Hewan panggilan kuno milik bangsa iblis]


[Tingkat : -]


[Harga : 60.000 Point]


[Beli Y/ N]


Kemudian Rei menyetujuinya, seketika mahluk seperti Venom muncul dipundak Rei


Itu sangat mirip dengan Venom, perbedaannya terletak pada warna garis dimatanya jika Venom memiliki garis berwarna biru, yang ada dipundak Rei memiliki garis berwarna merah


Rei memikirkan nama untuknya


"Hei kau… aku akan memberimu nama Jesper, apa tak masalah ?"


"Tentu yang mulia. Sebuah kehormatan bisa bersama dengan raja iblis"


"Baiklah Jesper, sekarang kau boleh pergi"


Jesper kemudian hilang seperti halnya pasukan bayangan Rei yang lain



Pertandingan dilanjutkan kembali, pertandingan terakhir untuk menentukan siapa yang terkuat akan segera dimulai


Sorak sorak mulai terdengar, walaupun akademi mereka sudah gugur mereka tetap memberikan kemeriahan di pertandingan terakhir ini


"Sang juara bertahan setiap tahunnya, Ular kuning akan melawan peringkat keempat pada turnamen sebelumnya, sang penantang baru tim Elang biru Segera dimulai… !! Kedua tim silahkan memasuki arena"


"Apakah tim ibukota akan tetap mempertahankan tahtanya ? Atau bahkan tim Elang biru berhasil melebarkan sayapnya dan terbang menuju puncak ?!"


"Kedua tim bersiap !! Mulai !!!"

__ADS_1


__ADS_2