
"Apakah kalian merasa ada yang aneh ? Rei biasanya langsung marah tidak jelas dan menghancurkan barang ketika orang lain berkomentar tentang nya, tapi hari ini dia seperti bersikap lebih baik meskipun kata katanya masih tajam seperti biasa"
Rio melontarkan perkataan kepada istri dan anak anaknya.
"Kamu benar suamiku, apa kita melewatkan sesuatu ?" Leona melontarkan pertanyaan lagi kepada semuanya.
"Walaupun perkataan nya masih tajam, kali ini aku tidak merasakan aura membunuh di balik kata katanya" Ucap miana sambil memakan buah buahan.
*Sementara itu dikamar Rei
"Kami sudah selesai mandi tuan, tapi kami tidak mempunyai pakaian lagi" Misa dan Stella keluar dari kamar mandi dengan menggunakan handuk.
Wajah Rei langsung merah melihat Misa dan Stella, Rei lupa akan hal itu. Rei kemudian langsung membeli 2 pakaian di toko sistem.
"Ohh… Pakailah ini"
Misa dan Stella kebingungan melihat pakaian muncul entah dari mana, tapi Misa kemudian mengambil 2 pakaian itu dan langsung mengganti pakaian nya di kamar mandi.
Wajah Rei memerah kembali melihat Misa dan Stella keluar dari kamar mandi dengan pakaian yang diberikan nya, mereka sangat cantik, tapi kemudian Rei mencoba untuk kembali tenang.
"Duduklah disini"
__ADS_1
Misa dan Stella ragu, bagaimanapun ras campuran seperti mereka tidak pantas duduk bersama manusia.
"Aku tahu apa yang kalian pikirkan, duduklah lagian tidak ada siapa siapa lagi disini"
Misa dan Stella hanya bisa mematuhinya.
"Apa kalian lapar ?"
"Ti-tidak tuan" Stella spontan menjawab Rei, tetapi Rei tahu kalau dia sedang berbohong.
Rei memanggil pelayan dan menyuruhnya membawakan makanan untuk mereka bertiga.
"Katakan padaku, apa kalian bisa menggunakan sihir ?"
"Jadi, apa sihir kalian ?"
"Sihir saya tipe elemen angin" Misa menjawab singkat.
"Sihir saya tipe lanjutan, racun"Stella mengikut
Kemudian pelayan datang mengantarkan makanan, sambil makan mereka berbincang bincang kenapa mereka berada di dasar jurang.
__ADS_1
Misa dan Stella menjelaskan secara rinci tentang kisah hidup mereka.
"Baiklah, ini sudah malam kalian tidurlah di tempat tidurku"
Seperti tadi, Misa dan Stella ragu dengan hal itu, tapi kemudian Rei meyakinkan mereka dan mereka tidak ada pilihan lain selain menurutinya.
Melihat Misa dan Stella sudah tidur, Rei duduk bersilah disamping tempat tidurnya, dengan ingatan Rei yang dulu Rei yang sekarang mencoba mempelajari semua beladiri yang dimiliki Rei dulu.
Tak terasa pagipun tiba, Rei membuka mata pertanda sudah selesai mempelajari beladiri milik Rei yang dulu, hanya dengan satu malam itu karena tidak banyak beladiri yang di pelajari oleh pemilik tubuh yang dulu.
Rei turun kebawah menuju meja makan keluarga, disana sudah duduk semua anggota keluarga sedang menunggu sarapan.
"Kau mau sarapan bersama, Rei ?" Tanya ayahnya.
"Tidak, kalian makanlah aku akan makan di atas bersama Misa dab Stella" Rei menjawab pertanyaan ayahnya dengan santai dan wajah ceria.
Lagi lagi mereka dibuat terkejut, semuanya diam seribu bahasa melihat perubahan yang terjadi pada Rei.
"Ada apa ? Apa ada sesuatu yang mau di katakan ?"
"Ah… Tidak tidak" Ucap ayahnya ketika tersadar dari kebingungan.
__ADS_1
"Katakan pada pelayan untuk membawa makanan untuk 3 orang ke kamarku" Ucap Rei berjalan kembali kekamarnya.