Demian

Demian
PROLOG


__ADS_3

Mohon maaf apabila dalam cerita ini terdapat kata-kata yang kurang sopan. Harap pembaca bisa bijak dalam membaca cerita ini, terima kasih.


...****************...


Seketika mataku terbuka dan terlihat langit-langit kamar yang berwarna putih menyambut diriku yang terbangun dengan penuh keringat padahal suhu dalam kamar itu cukup dingin. Aku terdiam menyesuaikan keberadaan diriku, mencoba mengingat-ingat dimana aku berada. Kulihat ke sekeliling ruangan, tampak ruangan dengan dinding warna biru pastel dengan furniture serba putih menunjukkan bahwa aku saat ini sedang berada di dalam kamar tidur apartemenku.


Otakku sibuk bekerja memikirkan mimpi barusan yang membuatku tidak bisa tidur nyenyak. Apa maksud dari mimpi itu? Mengapa tiba-tiba dia kembali hadir yang membuat memori yang susah payah kulupakan itu kembali teringat olehku? Sia-siakah waktuku selama 3 tahun ini untuk menghapus dirinya di hati dan pikiranku?


Dia, orang yang membuat pikiran dan hatiku penuh akan tentangnya. Lima tahun yang lalu kami bertemu untuk pertama kalinya. Rasa cinta tumbuh di dalam hatiku setelah setahun aku mengenalnya. Cinta yang menyesakkan bagiku karena dia menghilang bagai di telan bumi setelah kelulusan kami dan membuatku harus merasakan kesedihan mendalam selama satu tahun. Jika ditanya kapan masa terpuruk dalam hidup, aku akan menjawab usia 22 tahun merupakan masa dimana aku benar-benar down, terjebak dalam dasar jurang selama satu tahun lamanya. Mungkin orang-orang akan menertawakan diriku terlalu lebay karena gagal move on. Wajar aku seperti ini kalau dia merupakan cinta pertamaku.

__ADS_1


Lima tahun yang lalu aku berkenalan dengannya untuk pertama kali. Aku belum memiliki perasaan itu padanya karena first impression**ku awalnya menganggap dia orang yang datar, kaku, dan susah untuk diajak berkomunikasi. Dia memang berkata jujur jika dia akan bersikap seperti itu dengan orang lain. Entah mengapa saat aku mengenal dirinya lebih dalam, perlahan dia akan menunjukkan sikap aslinya kepadaku. Aku merasa jika dirinya akan bersikap seperti itu hanya di hadapanku. Teman-temanku yang lain juga merasakan hal itu. Akhirnya teman-temanku mulai menggodaku dengan dirinya.


Awalnya aku hanya menganggapnya candaan belaka, namun lambat laun aku merasakan perasaan lain. Aku yang belum mengalami jatuh cinta akhirnya merasakannya untuk pertama kali. Cinta yang akhirnya hanya bisa kusimpan dalam hati karena takut dia akan menjauhiku saat mengetahuinya. Kami memang akhirnya menjadi dekat selama setahun. Selama setahun itulah rasa cintaku tumbuh semakin besar dan hanya bisa kupendam dalam hati. Aku berpikir jika saat wisuda nanti aku akan menyatakan perasaanku dan tidak mengharap balasan darinya karena aku berpikir akan melupakannya setelah kami lulus.


Namun ternyata, dia lebih dulu menghilang saat aku belum merealisasikan rencanaku. Aku yang tidak siap dengan kepergiannya menjadi gagal move on setahun lamanya. Aku benar-benar hancur saat itu karena perasaanku menjadi gantung tanpa adanya kepastian. Sekuat tenaga aku melupakannya tapi semakin aku berusaha, dia akan semakin melekat dalam memoriku.


Aku memutuskan untuk menata kembali hidupku yang sempat kacau selama setahun karena dia. Perlahan aku kembali mendapatkan motivasi hidup untuk mencapai mimpi-mimpiku. Pikiranku sempat teralihkan selama tiga tahun ini sampai tadi dia kembali muncul walau hanya di dalam mimpiku. Akhirnya pertanyaan itu kembali menghantuiku setelah sekian lama menghilang.


Lamunanku buyar saat aku mendengar suara notifikasi pesan di HP-ku dari seseorang. Dengan malas, aku mengambil HP yang kuletakkan di atas nakas samping ranjang. Aku mendengus saat membaca pesan tersebut yang membuatku mau tidak mau segera bangun dan mempersiapkan diri.

__ADS_1


Mbak Demiku sayang…


Aku otw Jakarta nih…kangen ngemall


Jemput aku di Tebet ya…aku tinggal 2 stasiun lagi


Kutunggu kehadiranmu yaa ❤️


-Tisha-

__ADS_1


...****************...


__ADS_2