
liana duduk di depan meja rias mencoba menerima panggilan dari ponsel mahal itu.
''ha.. halo.. '' ucap liana gugup.
''jangan harap kau bisa kabur dari neraka yg ku buat, karena bahkan ini baru di mulai'' senyum seringai dari pria di ujung panggilan.
''dasar bajingan kamu, apa mau mu? Bahkan aku tak mengenalmu?dasar iblis?''liana terus memaki pria di ujung telepon itu.
...''dasar bodoh.sekalipun kamu meminta untuk mati ga akan pernah aku kabulkan, nikmati saja hari kehancurau ****** ''.. lalu pria tersebut mematikan panggilannya tanpa menunggu jawaban dari liana....
PRANG '...seketika ponsel di tangan liana hancur ia banting. Tanpa pikir panjang dia telah menghancurkan benda satu satunya yg mungkin bisa menyelamatkan kan karena tersulut emosi.
''dasar bodoh kenapa aku banting hp nya. Kan jadi rusak ''.. Ucap liana sedih sambil memegang ponsel yg sudah retak.
...****************...
Di sebuah perusahaan besar sedang duduk seorang pria tampan dan kejam di kursi kebesaran.Ya dia Dika pramana CEO yang sangat terkenal dan usahanya dimana mana. Bahkan sampai ke luar negeri. Beliau terkenal sangat dingin dan kejam.
__ADS_1
''dasar wanita bodoh, bahkan itu belum seberapa. Kau akan hancur di tanganku. Akan ku buat kau menderita bahkan untuk mati pun sulit''. Ucap Dika dengan geramnya.
''bos semua sudah sesuai perintah''..ucap sekertaris sekaligus asisten yang bernama Candra. Dan di jawab anggukan oleh Dika.
Waktu menunjukan jam 5 sore. Waktunya pulang setelah seharian berkutat dengan urusan kantor. Dika langsung pulang karena sekarang dia punya mainan baru yg bisa ia siksa.
Dika membuka pintu kamar dan menemukan liana sedang tertidur pulas dan sepertinya sudah mandi.
''bangun ******,jangan enakan tidur kamu wanita sialan'' hentak pria itu menarik tubuh gadis tersebut hingga jatuh ke lantai.
''berani sekali kau tidur dan tak menyambutku pulang''.. ucap dika dengan tersulut emosi.
''apa mau mu?memangnya kamu siapa berani mengaturku''. Ucap liana sambil meringis.
''banyak bicara kamu ya, sini kamu''.. Dika menarik tangan liana . Menyeret hingga ke kamar mandi dan mengguyur liana dengan air bersuhu panas. liana berteriak kesakitan. Tapi tak di hiraukan oleh dika. Pria itu seakan sangat puas dengan wajah tersiksa liana.
Setelah seluruh tubuh liana memerah dia menyuruh liana keluar dan dia kembali menutup pintu lalu mandi.
__ADS_1
Liana jalan dengan tertatih merasakan seakan jiwanya mati. Entah harus bagaimana lagi. Bahkan berpikir pun sudah tak perlu. Mungkin hanya menunggu ajal batin liana. wanita bertubuh putih tersebut berjalan ke arah lemari pakaian. Lalu mengganti pakaian yang kering. Ia mulai takut, bingung mau apa. Takut berbuat salah lagi lalu di siksa lagi dengan pria sialan itu.
Liana masih setia berdiri di depan pintu kamar mandi. Ia berdiri agak ke samping mencoba berpikir, mungkin kalo dia menurut akan jauh lebih baik.
Cekkllekk ..
suara pintu kamar mandi terbuka. Dika menatap liana sekilas lalu berjalan ke arah lemari tanpa mengenakan handuk. Liana hampir saja berteriak. Tapi ia urungkan. Karena bisa membuat pria itu kembali menyiksanya.
''hei cewe sialan sini kamu'' panggil Dika agar liana mendekat.
''berlutut kamu, ''ucap dika dan liana mulai menurut karena mencari aman.
''buka mulut mu,'' seketika mulut liana sudah penuh dengan barang kenikmatan yang seperti anakonda.
Mmhhhhh ...
Liana mencoba menghindar. Tapi kepalanya sudah di pegang dengan sangat kencang. Pria itu mulai me maju mundurkan pinggangnya. Liana hampir saja muntah karena barang kebanggaan dika itu sangat besar menurut standar ukuran nya.
__ADS_1