Dendam Salah Sasaran

Dendam Salah Sasaran
#Bab4


__ADS_3

Liana tak menghiraukan perlakuan Dika. Ia sudah pasrah entah mau jadi apapun nantinya. Liana mencoba menurut. Karena ia berharap dapat mengenal Dika lebih dalam agar tau kesalahan apa yang pernah ia lakukan di masa lalu.


''apa kau sudah mulai menikmati penyiksaan mu ?? Tanya Dika dengan dahi mengkerut karena sejak tadi liana seperti pasrah.


''bukankah tuan akan marah jika aku melawan?? Jawab liana dengan pertanyaan .


''baguslah jik kau tau bahwa aku adalah tuan mu. Jawab Dika bangga.


''lakukanlah sesukamu tuan, jika itu membuatmu bahagia''.


''tentu saja dengan senang hati''.


Dengan kasar dika menarik lengan liana keluar kamar mandi dan mendorong tubuh putih liana ke kasur. seperti biasa lelaki itu kembali menggauli liana dengan sikap kasarnya. Tapi dengan liana yang penurut membuat Dika tidak bernafsu untuk menggaulinya lagi.


tiba-tiba di tengah pergulatannya dika menghentikan aksinya dan mendorong tubuh liana hingga terjungkal ke bawah kasur lalu kembali memakai pakaian dan berlalu pergi meninggalkan liana.


''Aaaaaaaaaa'''..


Dika berteriak sambil mengacak-acak rambutnya sendiri. Diruang kerja lah dika berada sekarang. Dia merasa mengapa setelah menyiksa liana tak membuat hatinya puas. Benci sangatlah benci dengan liana.Rasanya ingin sekali ia menghancurkan liana hingga ia puas.


...---------------...


Di kediaman keluarga liana. Riko masih cemas mencari dimana sebenarnya liana berada. Sudah berhari-hari ia tak pulang. Hanya kendaraan roda duanya yg kembali entah siapa yg manaroh nya. Apakah liana yg sengaja meninggalkan motornya di depan rumah lalu pergi. Atau terjadi sesuatu pada liana. Pikiran riko suami liana sangat kalut. Bahkan ia di buat pusing karena anaknya yang terus menanyakan keberadaan mamanya sangat membuat dika frustasi.

__ADS_1


''kemana sebenarnya kamu liana ?''


'


'apa kamu sengaja pergi ?''


''atau terjadi sesuatu padamu ?''


''apa kamu marah padaku karena selalu berkata kasar padamu ?''


Berbagai pikiran nerkecamuk di hati dika. Ia menyesal karena pagi itu sempat marah-marah pada liana karena liana telat membayar utang bank nya. Padahal ia tahu bahwa keuangan mereka memang kurang. Ia marah memang hanya ingin mencari pelampiasan. Bahkan liana pun sudah terbiasa. Tapi dengan kepergian liana yang menghilang tanpa kabar membuatnya bersalah. Setelah beberapa hari menghilangnya liana membuatnya sadar bahwa dia tidak bisa hidup tanpa liana. Air mata pun akhirnya keluar dari pelupuk matanya.


......................


Sedangkan di dalam ruang kerja Dika terus saja mengumpat liana. Ia merasa marah jika mengingat masalalu nya.


''akan ku pastikan kamu hanya akan mati di tanganku.bahkan itu adalah keinginan terindah mu ''... lirik dika dengan mengepalkan tangannya.


*


*


*

__ADS_1


Pagi itu dika sudah berada di kantornya. Semalaman ia tak dapat tidur. ya .. Liana lah penyebabnya karena ia tak dapat menyiksa nya semalam atau entah apa yang ada di pikirannya.


Tok tok


suara pintu di ketuk dari luar


''Siapa?? Tanya dika.


''saya bos ''.. Jawab sekertaris candra.


''masuk !! .. Suruh dika.


canda masuk membawa setumpuk berkas membuat Dika menghela nafas. Lagi-lagi ia akan di sibukan oleh tumpukan berkas.


''bos nanti malam ada undangan acara pesta di keluarga Sanjaya. Aku harap anda tak lupa ?''ucap candra mengingatkan.


''aku ingat hanya saja aku malas untuk datang. Tak bisakah kau saja yg hadir. '' jawab dika sambil membuka setiap lembar kertas di mejanya.


''tak bisa tuan, karena undangan ini khusus untuk tuan Dika karena sebelumnya papa anda yg selalu hadir sebelum tuan menggantikannya. '' ucap candra lagi.


''baiklah akan ku pikirkan'' lagi dika dengan malasnya.


Candra kembali menghela nafas nya lalu permisi pamit karena masih banyak pekerjaan.

__ADS_1


__ADS_2