Dendam Salah Sasaran

Dendam Salah Sasaran
bab3


__ADS_3

Dika terus memompa lubang mulut liana dengan benda kebanggaannya. Hingga liana merasa hampir muntah. Rasanya liana sudah tak sanggup. Terus di perlakukan seperti hewan. Hanya mati yang ada dalam pikiran nya.setelah merasa puas dika menarik liana ke kasur. Membanting tubuh gempal liana. Dan memulai melanjutkan aksinya dengan memasuki benda kebanggaannya di lubang kenikmatan milik liana. Dika terus me maju mundurkan pinggulnya dengan sangat kasar. Sambil menjambak dan menghajar habis habisan dia melakukan pelepasan entah untuk ke sekian kali. Hingga liana lagi lagi tak sadarkan diri.


Paginya seperti biasa setiap liana terbangun pasti sudah tidak menemukan keberadaan pria sialan itu. Tubuh liana rasanya remuk semua. Lebam dimana mana. Liana terdiam sesaat memandang tubuh polosnya di depan cermin. Menangis pun rasanya sudah tak sanggup. Liana berputar mencari benda apa yg bisa ia gunakan untuk bunuh diri. Rasanya dia tak sanggup. Sejak kecil di perlakukan tidak adil oleh orang tuanya dan setelah menikah dia selalu di sakiti oleh suaminya dengan mulut kejamnya. Rasanya sudah tak ada yg berarti di dunia ini menurut liana. Akan tetapi ia tidak menemukan apa yg dia cari. Lalu liana memakai pakaiannya dan duduk terdiam di sofa sambil memeluk lututnya.


''hidup menderita bahkan matipun tak bisa''.. Ucap liana dengan tatapan kosong.


Bahkan makanan di atas nakaspun tak di sentuhnya. pandangannya kosong dam entah sudah berapa jam dia duduk dengan posisi seperti itu.


...----------------...


Seperti biasa dika selalu sibuk dengan aktivitas nya di kantor. tapi seketika fokusnya teralihkan oleh pikirannya yang memikirkan apa yg di lakukan liana. Dengan segwra membuka laptop dia melihat cctv ruangan kamar dimana liana berada.


''dasar wanita bodoh sedang apa dia,?kenapa dia gak makan?masa bodo peduli apa aku dengannya?'' oceh dika terus menerus.

__ADS_1


Walau seolah tak peduli tapi dika malah menelepon asisten rumahnya.


''bagiamana keadaan ****** itu? Tanya dika pada asisten rumah tangganya.


"non liana tidak mau makan tuan. Bahkan ia duduk dengan posisi memeluk dirinya selama 7 jam tuan. Saya kawatir tuan".. jawab bi sri.


" baik saya segera pulang " .. Dika segera memutus panggilannya.


Dika sudah ada di dlm mobil. emosi sudah menguasainya. Dia tak ingin liana mati begutu saja. Baginya mati adalah suatu anugrah buat liana yg ia benci.


Setelah menempuh perjalanan setengah jam akhirnya dika sampai di mansion miliknya ia berjalan menuju kamarnya.


#BRAAAKK..

__ADS_1


Dengan kasar dika membanting pintu kamarnya. Liana hanya menoleh sesaat lalu kembali pada posisinya. Bahkan liana tidak mandi sejak pagi.


''beraninya kamu menentangku hah !!''.. Emosi dika sambil menyeret tangan liana menuju kamar mandi. Liana yg masih dengan wajah datar dan putus asanya tak peduli lagi mau di bawa kemana dirinya.


Dika mendorong tubuh liana hingga terpental ke pojok kamar mandi. Liana sempat mengaduh sedikit masih dengan wajah datarnya.


''kenapa kamu diam, hah biasanya kamu paling jago melawan ucapan ku hah ''... Ucap dika yg emosi. Tp liana tetap diam.


Dika menyiram liana dengan air yang agak panas. biasanya liana akan menjerit dan menangis. Tapi kali ini tidak. Lianahanya sesekali meringis tapi masih dengan tampang ngeselinnya.


'


'apa kamu mulai bisu?

__ADS_1


''apa kamu memang sudah ingin mati?


''kematian terlalu indah untuk mu, maka hiduplah dan menderita seunur hidup mu''..ucap dika semakin tersulut emosi.


__ADS_2