
"Sekarang kalian serang aku dengan kekuatan kalian" ucap Jendral Zaen sambil menutup matanya dengan kain hitam.
Setelah menutup matanya dengan kain hitam jendral Zaen berseru lantang.
"JURUS INDRA IBLIS!"
Xena dan Arka tampak ragu untuk menyerang jendral Zaen, mereka berfikir jurus itu berbahaya. Berbeda dengan Harry, ia melesat dengan cepat kearah jendral Zaen.
Harry tidak ingin menyia-nyiakan kesempatan itu dengan emosi yang sudah mengebu-gebu Harry menyerang jendral Zaen.
Serangan demi serangan dilancarkan oleh Harry tapi tidak ada satupun yang berhasil menyetuh jendral Zaen. Xena dan Arka yang melihat serangan Harry dapat ditakis dengan mudah terkejut.
"Bagaimana bisa jendral Zaen menghidari setiap serangan Harry?" tanya Xena yang terkejut melihat serangan Harry dapat dihidari dengan mudah oleh jendral Zaen.
"Kurasa itu adalah kekuatan dari jurus Indra Iblis"
"Kau benar Arka. Jadi jurus itu dapat membuat penggunanya peka terhadap gerakan-gerakan lawan" ucap Xena
"Kurasa yang kau ucapkan juga benar nona" ucap Arka
Harry semakin kesal karena serangannya masih tidak dapat menyetuh jendral Zaen.
"Hei bocah. Apa hanya segini kemampuanmu?" ucap jendral Zaen.
"Jangan meremehkan diriku jendral"
"Jika kau ingin memukulku maka hentikan aku"
'Menghentikan dia" pikir Harry.
Harry mendapatkan sebuah ide agar bisa menghentikan pergerakan jendral Zaen. Ia terus menyerang jendral Zaen dengan membabi buta.
jendral Zaen mulai terdesak, ia melompat mundur kebelakang sehingga mebuat celah. Celah itu segera dimanfaatkan oleh Harry.
"Jurus Pengikat Bayang" teriak Harry.
'Sial aku tertangkap' pikir jendral Zaen
"Kalian berdua serang jendral Zaen" ucap Harry.
__ADS_1
Dengan cepat Arka dan Xena menyerang jendral Zaen.
'Gawat!'
Pukulan demi pukulan bersarang dengan telak di tubuh jendral Zaen terlihat darah mengalir di ujung bibirnya tapi jendral Zaen seakan menikmati pukulan-pukulan itu.
"Aaaarrghhh" Gelombang energi dari jendral Zaen membuat ketiga anak itu terpetal.
jendral Zaen membuka kain hitam yang menutup matanya dan berjalan ke arah ketiga anak itu.
"Kalian hebat! Belum pernah ada yang memojokan diriku sampai seperti itu kecuali para jendral" ucap jendral Zaen
"Terima kasih atas pujianmu jendral. Tapi kami tidak perlu itu" ketus Harry
"Walaupun kau sangat sombong tapi aku tidak pernah menyangka kau cukup pandai juga bocah. Aku juga salut dengan kekompakan kalian" ucap jendral Zaen.
"Terima kasih atas pujiannya jendral" ucap Xena.
"Sekarang aku akan mengajarkan kalian jurus Indra Iblis"
Mata Harry berbinar-binar mendengar perkataan jendral Zaen. Walau Harry tau itu bukan jurus yang hebat tapi Harry bersemangat untuk memperlajari jurus itu.
"Apa yang kau maksud jendral?. Ini sungguh tidak adil jendral, guru macam apa kau ini jendral" ucap Harry kesal.
"Kau tenang saja bocah, jurus itu tidak akan cocok untukmu. Aku akan mengajarimu teknik berpedang"
Xena dan Arka sungguh terkejut karena jendral Zaen akan mengajari teknik berpedang kepada Harry. Ketiga anak itu telah melihat jurus 'tebasan senja' milik jendral Zaen yang begitu mengangumkan.
Sedangkan Harry telihat tidak senang dengan yang diucapakan oleh jendral Zaen. Memang benar teknik berpedang milik jendral Zaen sangat hebat. Tapi Harry tidak tertarik dengan teknik berpedang.
₩"Aku tidak mau. Arka saja yang kau ajari teknik berpedangmu" ucap Harry.
Xena dan Arka dibuat terkejut dengan perkataan Harry. Mereka merasa Harry sangat bodoh menolak tawaran jendral Zaen.
"Apa kau tidak tertarik dengan teknik berpedangku?" tanya jendral Zaen yang bingung karena Harry menolak dirinya yang ingin mengajarka teknik berpedang miliknya.
"Bukan begitu jendral. Tapi temanku lebih pandai dalam berpedang" ucap Harry.
'Kurasa bukan itu alasanmu' pikit Arka.
__ADS_1
Arka merasa curiga dengan Harry. Harry yang sedang bicara sekarang seperti bukan Harry yang biasanya.
"Hmm... Baiklah aku akan mengajarkan kalian berdua teknik berpedang dan kalian bertiga akan aku ajarkan jurus-jurusku"
Harry tersenyum penuh kemenangan. Harry merasa senang karena dia telah mendapatkan yang dia mau.
"Sekarang kalian pake kain hitam ini dan tutup mata kalian rapat-rapat" jendral Zaen memberi mereka masing-masing satu kain hitam.
"Bagaimana caranya kita bisa menyerang dengan mata tertutup bahkan melangkah saja tidak bisa?" tanya Harry
"Itu sangat mudah. Kalian mempunyai lima indra dan aku hanya menyuruh kalian menutup satu indra kalian. Masih tersisa empat indra, gunakan keempat indra kalian"
"Apa maksudnya jendral?" tanya Arka.
"Keempat indra yang tersisa adalah lidah, telinga, kulit, hidung. Kita bisa mengunakan telinga untuk mendengar pergerakan lawan, hidung untuk mencium bau lawan, kulit untuk merasakan pergerakan lawan" ucap Xena.
"Kau sungguh pintar nona. Tapi aku jadi penasaran berapa batu kerikil yang bisa kalian tangkap dengan mata tertutup?" jendral Zaen melempar beberapa batu kerikil kearah ketiga anak itu.
Xena, Arka dan juga Harry tidak ada yang berhasil menangkap satupun batu kerikil yang dilempar kearah mereka. Ketiga anak itu terus terjatuh saat berusaha menangkap batu demi batu yang mengarah pada mereka. Tetapi mereka tidak ingin menyerah, mereka secara terus-menerus bangkit dan secaa terus-menerus juga mereka terjatuh
"Sudah berapa kali aku terjatuh demi menangkap batu sialan itu? Kalo begini terus kita tidak akan pernah menguasi jurus itu" Harry merasa dipermainkan dengan jendral Zaen.
"Teruslah berusaha menangkap batu-batu ini anak muda" ucap jendral Zaen menahan tawa karna melihat ketiga anak itu terjatuh.
"Persetanan dengan sebuah batu!" Harry mulai merasa kesal.
"Tenangkan dirimu bodoh" ucap Arka yang terganggu karena Harry yang selalu berisik.
"Benar Harry kau harus tenang dan teruslah berusaha" kata Xena menambahkan.
"Apa kalian sudah menangkap satu batu kerikil itu? Belumkan? Ini seperti mencari jarum ditumpukan jerami" Kesal Harry karena ia merasa hanya dipermainkan oleh jendral Zaen.
-------------------------------------------
Semoga kalian makin suka ya:)
Stay At Home and Stay Healthy.
Jangan lupa like,komen and votenya gais😊 Makasi buat 500 viewnya gais.
__ADS_1
Tetap dukung aku ya.