
"Kita akan merebut kota ini terlebih dahulu" ucap Arka sembari menunjuk sebua kota yang dekat dengan kerajaan kabut.
"Kota winsky?" ucap Griton keheranan.
"Bukankah kau bilang kita tidak akan menyerang sebelum diserang?" tanya Harry dengan wajah polos.
"Berarti setelah mereka menyerang baru kita merebut kota winsky bodoh!" Arka menatap Harry dengan penuh amarah.
Harry hanya tersenyum dengan wajah tak berdosa melihat Arka menahan amarah yang kapan saja bisa meledak. Tapi Harry tidak pernah takut sendari dulu mereka berdua sudah menjadi rival dan tidak ada yang pernah menang ketika melewati ribuan pertarungan.
"Aku hanya bercanda. Jangan pasang wajah seperti itu kau terlihat seperti seekor panda yang kehabisan nafas" goda Harry ketika melihat wajah Arka berwarna merah padam karena menahan amarah.
"Diam kau!" teriak Arka kesal.
"Ini bukan saatnya untuk bertengkar. Kalian terlihat seperti bocah yang sedang memperubutkan sebatang coklat" ucap Xena terkekeh.
"Xena, apa sekarang kau sud-"
"Tentu saja dia membelaku. Akukan tampan" ucap Harry memasang wajah imut yang dapat membuat siapapun muntah ketika melihatnya.
"Bisa kita hentikan perkelahian tidak berguna ini?" ucap Griton karena lelah mendengarkan kedua orang itu bertengkar.
Mereka melanjutkan diskusi mereka. Banyak dukungan dari kota-kota yang berada di bawah kekuasaan kerajaan rosvelt. Para petinggi kota mendukung kerajaan kabut karena mereka sudah tidak sudi diperlakuan semena-mena oleh raja rosvelt.
Para walikota yang memberontak mengadakan pertemuan dengan Arka. Arka hanya meminta 10.000 pasukan pendukung agar pertahanan mereka tidak melemah. Harry sangat yakin bisa menang karena dirinya sendiri yang melatih pasukan khusus.
Kerajaan kabut sekarang memiliki pasukan khusus lain seperti royal protector sebagai pasukan di garis terdepan, archer squad pasukan pemanah yang siap melesatkan anak panah mereka, great witch para penyihir kuat yang sudah dipersiapkan kerajaan kabut.
Ditambah dengan dark serpent dan cavalry forces Harry yakin bisa menang jika hanya melawan pasukan tikus kerajaan itu.
"Lapor pasukan dari kerajaan rosvelt sudah mulai bergerak. Mereka semua menuju kota breeze blood" ucap salah satu prajurit.
"Mereka terlalu cepat menyerang. Izinkan aku untuk pergi kesana akan kuhabisi para tikus-tikus lemah itu" ucap Harry.
"Kami masih membutuhkanmu disini. Biar Falxus yang pergi kesana dan bawa 50.000 prajurit tambahan"
"Baik yang mulia" Falxus pergi ke kota breeze blood membawa 50.000 pasukan.
__ADS_1
"Yang lain persiapkan pasukan untuk mengempur kota winsky"
"Apa?!" teriak semua orang yang ada di ruang pertemuan terkejut karena keputusan Arka.
"Apa kau sudah gila? Kota breeze blood sedang diserang tapi kau malah menyerang balik mereka" ucapan Harry menyadarkan semua orang disana.
"Benar sekali"
Semua orang mengangguk paham hanya Harry yang tidak mengerti apa maksud dari raja bodoh yang ada dihadapannya itu. Karena kesal Harry tidak paham akan rencananya Arka menyuruh Xena menjelaskan semuanya.
"Justru itu yang diharapakan Arka, mereka hanya mengirim 300.000 pasukan sedangkan di kota breeze blood sudah ada walikota, 2 jendral dan 550.000 pasukan. Sudah pasti pasukan mereka akan kalah menghadapi gelombang pasukan yang banyak, dengan menyerang balik kota winsky akan membuat fokus raja rosvelt terpecah lalu kita mengambil keuntungan dari itu dan-" jelas Xena mengantung.
"Menyerbu kerajaan rosvelt" ucap semua orang serentak.
"Aku tidak menyangka kalian akan selicik ini" ujar Harry menggeleng-gelangkan kepala tidak percaya.
"Kelicikan harus dibalas dengan kelicikan" ucap Arka diirngi tawa jahat dari semua orang.
"Kalian terlihat sangat menyeramkan" Harry menatap mereka dengan tubuh gemetar.
Awalnya raja rosvelt bingung karena tidak menemukan para penduduk satupun. Meskipun mereka tidak pernah berhasil menguasai wilayah kerajaan kabuy setidaknya pasukan raja rosvelt berhasil menghancurkan mental penduduk, tapi kenyataannya kerajaan kabutlah yang menghancurkan metal penduduk kerajaan rosvelt.
Raja rosvelt juga menarik mundur pasukannya karena kota winsky telah jatuh ke tangan musuh. Pasukan kerajaan kabut menawan 100.000 pasukan yang ada di kota itu.
"Dimana para penduduk berada?"
"Sepertinya yang kita tau, kita sudah mengenpur seluruh wilayah kerajaan hanya ada 2 kemungkinan. Mereka semua ada diwilayah kera hitam atau mereka semua disembunyikan di tempat lain" ucap perdana menteri
"Akan sulit membawa 1 juta penduduk ke tempat yang jauh. Tapi aku tidak yakin para penduduk ada di wilayah kera hitam karena tidak ada yang menjaga wilayah itu hanya ada troll yang berpatroli" tambah yang lain
"Bukankah terlalu mencolok jika menyembuyikan seseorang dengan penjagaan yang berlebihan?"
"Kau benar kita akan menyerang wilayah kera hitam mereka tidak akan melibatkan para monster" ucap raja rosvelt tersenyum licik.
Dikerajaan kabut Arka mengurungkan niatnya untuk menyerang langsung kerajaan rosvelt karena pihak lawan menarik mundur seluruh pasukan mereka.
"Aku sangat yakin tikus licik itu sedang merencanakan sesuatu" ucap Harry yakin.
__ADS_1
Gagak petir milik Arka masuk ke ruang pertemuan lewat jendela secara tiba-tiba. Gagak petir itu membawa surat.
*Yang mulia,
Mohon maaf jika aku menggangu pertemuan anda dengan petinggi kerajaan. Tapi para pasukan kerajaan rosvelt berjalan menuju wilayah kera hitam.
Mereka membawa 1.500.000 pasukan yang dipimpin oleh raja rosvelt dan para jendral dari kerajaan. Kemungkinan mereka akan tiba besok! Mohon Bantuannya.
Freya*.
Setelah membaca surat itu wajah Arka berubah menjadi merah padam karena menahan amara.
'Dasar tikus sialan!' gumam Arka kesal.
Semua orang menatap Arka dengan bingung. Setelah mereka membaca surat itu barulah mereka mengerti alasan Arka berubah menjadi marah seperti itu.
"Tikus itu benar-benar licik" sindir Harry.
"Xena, Harry kau ikut aku ke medan perang sisanya menjaga istana ini. Aku percayakan istana ini pada kalian" ucap Arka sebelum melesat pergi.
Arka, Harry dan Xena pergi ke wilayah kera hitam menggunakan three-tailed white tiger milik mereka. Ketiga harimau putih berlari dengan kecepatan 120km/jam, udara seakan terbelah ketika dilewati tiga harimau putih itu.
Hanya dalam waktu singkat mereka sampai di wilayah kera hitam. Mereka memilih jalan pintas agar sampai lebih dulu dan tidak bertemu dengan pasukan kerajaan rosvelt.
"Bagaimana keadaan para penduduk?" ucap Xena.
"Tenang saja nona kami sudah menyediakan tempat yang lebih aman untuk mereka" ucap Freya.
"Sekarang kita berangkat menuju perbatasan!" perintah Arka.
"Kalian juga ikut" ucap Harry menatap pasukan monster.
Ada 100.000 goblin normal, 200.000 kera darah merah, 125.000 gagak petir, 50.000 singa api, 150.000 green wolf, 100.000 anjing kepala tiga, 10.000 werewolf,5.000 troll dan 35 goblin cheif,
Arka hanya membawa 50.000 goblin normal, 15.000 kera darah merah, 50.000 gagak petir, 15.000 singa api, 50.000 green wofl, 20.000 anjing kepala tiga, 5.000 werrwolf, 50 troll,10 goblin cheif dan membawa 5.000 pasukan khusus.
Arka, Xena, Harry dan Hirden berserta lautan pasukan monster pergi menuju medan perang. Arka pergi menuju pasukan rosvelt bukan tanpa alasan, ia tidak ingin para penduduk ketakutan.
__ADS_1