
Setelah 3 hari mereka meninggalkan kerajaan kabut mereka tiba di sebuah padang rumput yang sangat luas, terdapat air terjun yang mengalir kebawah menambah keindahan alam. Merekapun memutuskan untuk istirahat di padang rumput itu.
Arka mengeluarkan 1 goblin cheif dan 1 troll cheif masing-masing mempimpin 5 goblin normal dan 5 troll normal sedangkan sisanya menjaga kemananan mereka.
Para goblin dan troll datang membawakan hasil buruan mereka. Alelius segera memasak makanan untuk yang lain karena dirinya adalah pelimik restoran yang cukup terkenal di kerajaan Kabut. Nama restorannya adalah Alezia Resto.
Para goblin dan troll milik Arka ditugaskan berpatroli di sekitar padang rumput agar bisa menjaga mereka dari monster liar maupun para bandit.
"Tuan... tuan!" teriak goblin dengan nafas yang terenggah-enggah.
"Ada apa?" Arka mengerutkan dahi.
"Itu... tuan"
"Itu apa?!" teriak Arka kesal mendengar laporan yang tidak jelas dari goblin miliknya.
"Kelompok bandit menyerang tuan. Jumlah mereka 200 bandit" ucap sang goblin kaget karena dibentak oleh Arka.
"Isabel aku titip Ratu Anne, Aliska, dan kakek Aman padamu. Panggil pasukan monster milikmu untuk menjaga kalian" ucap Harry tenang.
"Armor Sheild!"
Amor Sheild adalah jurus yang mampu mengeluarkan 4 tameng besar berwrna perak sebagai perlidungan dari segala macam arah, yaitu arah barat, timur, selatan dan utara. 4 tameng ini mampu memantulkan serangan sihir musuh sehingga sangat efektif jika sedang posisi bertahan.
"Keluarkan monster kalian!" perintah Arka.
Isabel memgeluarkan monster dari kalung milinya dan merubah warna kristal yang ada dikalung miliknya menjadi transparan kembali. 2 monster tingka cheif dan 24 monster normal berbaris disekitar tameng yang dibuat oleh Harry.
"Bersiaplah kita akan melawan para bandit itu" ucap Arka dan memasukan mosnter miliknya ke kalung yang dikenakan olehnya.
__ADS_1
"Serahkan barang-barang kalian dan aku pastikan kepala kalian tetap berada di posisinya" ucap pemimpin bandit.
"Baiklah kami akan menyerahkan harta kami. Tapi sebelum itu semua terjadi kepalamu dan anak buahmu sudah lepas dari tempatnya" acam Xena.
"Hei nona, mulutmu pedas juga ya. Lebih baik kau ikut aku dan akan kujadikan kau wanitaku" ucap pemimpin bandit menyeringai ke arah Xena.
"Cuih! Aku tidak sudi" sahut Xena kesal.
Arka geram melihat Xena digoda oleh pemimpin bandit itu. Ia mengayunkan pedang miliknya ke arah kepala pemimpin bandit.
sting!
Suara desingan dari pedang Xena yang diayunkan ke arah kepala pemimpin bandit namun dapat ditahan oleh pedang milik pemimpin bandit.
"Lumayan juga kau nona" pemimpin bandit tersenyum meremahkan.
Pemimpin bandit mendorong pedangnya dan berhasil membuat Xena jatuh tersungkur.
Xena menutup kedua matanya ketika pemimpin bandit mengangkat pedang hendak menebas lehenya. Xena membuka matanya perlahan karena tidak merasakan pedang milik pemimpin bandit menebas lehernya.
Saat mata Xena terbuka, nampak sosok Arka dan Harry berdiri di depannya menahan tebasan pedang milik pemimpin bandit.
'Kenapa aku begitu lemah?!' batin Xena.
"Sheild" Harry membuat pelindung transparan di sekitar Xena.
"Keluarkan aku dari sini!" teriak Xena namun tidak terdengar oleh Arka dan Harry.
'Aku lelah jika harus terus berlindung dibalik bayang-bayang kalian' batin Xena sembari menangis.
__ADS_1
Aura ungu merasuk kedalam tubuh Xena dan menciptakan sebuah pilar ungu yang menembus ke langit dan menciptakan lubang yang amat besar. Pada saat yang bersamaan langit menjadi gelap gulita dan angin berhembus kencang menjatuhkan pepohonan radius 100 kilometer.
Harry, Arka dan yang lainnya mundur karena merasakan sesuatu yang buruk akan segera terjadi.
Bummm...
Ledakan energi keluar dari tubuh Xena. Aura ungu pekat menghancurkan pelindung yang telah Harry buat dan menciptakan kawah yang cukup dalam.
Para bandit terlempar ke segala arah karena ledakan aura yang diciptakan oleh Xena. Keempat duke, kedua pangeran dan Alelius terpental bersama dengan Arka dan Harry.
Xena sudah kehilangan kesadarannya, rasa putus asa dan rasa kesedihan karena dirinya terlalu lemah telah membuatnya berevolusi menjadi gadis setegah ular.
Kakinya telah berubah menjadi ekor ular yang dipenuhi oleh sisik berwarna ungu gelap, rambutnya juga telah berubah menjadi ular-ular kecil dan kedua tangannya dililit oleh ular yang memiliki panjang 30 cm.
Pemimpin bandit berteriak ketakutan "K... kau werebeast!" teriak pemimpin bandit gemetar
Xena tersenyum menyeringai ke arah pemimpim bandit lalu Xena mengibaskan tanganya, aura ungu pekat berbentuk sabit melesat ke arah pemimpin bandit. Dalam hitungan detik kepala pemimpin bandit sudah terlepas dari badannya.
Para bandit sudah gemetar hebat melihat sosok Xena yang telah berubah menjadi setengah ular, ketakutan mereka bertambah ketika melihat pemimpin yang mereka anggap kuat mati setelah menerima serangan tunggal dari Xena.
Sosok Xena yang cantik dan mempesona kini telah berubah menjadi malaikat maut yang akan menjemput para bandit. Dengan sekali kibasan ekornya 100+ bandit yang tersisa mati seketika.
Xena lalu menoleh ke arah Arka dan teman-temannya dan menyeringai. Arka dan yang lainnya merasa Xena tengah kehilangan kesadaran. Mereka memasang kuda-kuda dan bersiap menahan serangan dari Xena.
"Xena sadarlah! Kami ini temanmu" teriak Harry.
"Aku Arka. Kumohon sadarlah Xena"
"Kak Xena, sadarlah"
__ADS_1
Xena tidak memperdulikan teriakan teman-temannya yang berusaha membuatnya sadar, malah menyerang mereka.