
Cahaya putih yang sangat menyilaukan memenuhi setiap sudut ruangan itu.
Wush...
Mereka bertiga terbangun dari tidur. Seperti yang dikatakan Rain tubuh mereka tidak merasa lelah sedikitpun.
Ketiga anak itu segera melompat keluar tenda. Melihat ketiga anak itu lompat keluar tenda secara bersamaan membuat jendral Zaen terkejut sekaligus bingung.
"Ada apa?" tanya jendral Zaen panik.
"Ti...tidak ada apa-apa jendral" ucap Harry gugup.
"Kami hanya mimpi buruk saja" ucap Xena
"Aneh. Bagaimana bisa kalian mimpi buruk bersamaa?"
"Mungkin hanya kebetulan jendral" ucap Harry.
"Bukankah kita akan melanjutkan latihan kita jendral?" tanya Arka. Ia berusaha menggalihkan topik pembicaraan.
"Kau benar. Buat apa aku memikiran tentang mimpi kalian?"
Ketiga anak itu menghela nafas. Mereka berfikir jendral Zaen mempercayai mereka.
"Sebelum aku memulai latihan, aku ingin bertanya padamu Harry" ucap jendarl Zaen.
'Pasti jendral ingin bertanya tentang jurus indra iblis' pikir Harry yang sudah tau maksud dari ucapan jendral Zaen.
"Kau ingin bertanya apa jendral?" tanya Harry seolah dirinya tidak tau maksud jendral Zaen.
"Aku ingin bertanya tentang jurus indra iblis"
'Sudah kuduga' pikir Harry
"Bagaimana kau bisa menguasai jurus itu?. Padahal kau tidak bisa menangkap satu batu kerikilpun"
"Bukan kau bilang jurus itu jurus yang mudah? Aku hanya berpura-pura tidak bisa menangkap batu kerikil yang kau lempar jendral" ucap Harry.
"Benarkah seperti itu? Kau tidak hanya bisa menguasai indra iblis tapi kau bisa menguasai devil eye. Itu adalah hal yang mustahil. Hanya dalam waktu sehari kau sudah bisa menguasai tahap kuasa dari jurus indra iblis." jendral Zaen belum sepenuhnya yakin.
"Sebenarnya aku sudah bisa menguasi tahap akhir dari jurusmu jendral" ucap Harry penuh dengan kesombongan.
Arka dan Xena kaget mendengar perkataan Harry. Mereka merasa perkataan Harry akan semakin membuat jendral Zaen curiga.
"Apa kau serius?" tanya jendral Zaen tidak percaya.
"Sudah pasti aku hanya bercanda. Sebenarnya aku sudah belajar jurusmu itu dari ayahku" ucap Harry dengan mata yang berkaca-kaca.
"Hei! kenapa kau sedih seperti ini?"
"Sebenarnya ayahku adalah pengemar beratmu jendral. Dia memperlajari semua jurusmu. Ketika ayahku bertarung di medan perang ia gugur" ucap Harry sendu.
Arka yang melihat sahabatnya telah memperdayai jendral Zaen berusaha menahan tawa. Sedangkan Xena dan jendral Zaen ikut merasakan kesediha yang Harry rasakan karena mereka berdua tidak tau masa lalu Harry.
__ADS_1
"Maafkan aku telah membuatmu mengingat ayahmu" ucap jendral Zaen karena merasa tidak enak hati.
"Tidak masalah jendral" ucap Harry sembari tersenyum pahit.
"Ayo kita kembali ke istana" ucap jendral Zaen.
"Apa maksudmu jendral?" tanya Arka.
"Kau tidak ingin melatih kami lagi?" tanya Harry.
"Maafkan kami telah merepotkanmu jendral" ucap Xena.
"Aku yakin kalian telah mempelajari jurus-jurus yang sangat hebat dari orang tua kalian. Lagipula kalian harus mengatur dan melatih devisi kalian masing-masing"
"Kau benar jendral" ucap ketiganya secara serempak.
Mereka semua langsung melesat keluar hutan dan menuju ke kota. Jendral Zaen mengunakan kecepatan seperti kemaren saat menuju hutan. Tapi jendral Zaen terkejut karena ia tertinggal.
'Apa?! Bagamana mereka secepat itu?'
"Cepatlah jendral. Kau ini seperti kura-kura" ucap Harry.
Jendral Zaen menjadi tersadar dari lamunannya dan menambah kecepatannya. Mereka hanya memerlukan 15 menit untuk sampai di kota Tripast.
Setelah sampai mereka langsung pergi barak yang memiliki lambang ular king kobra berwarna hitam untuk melihat pasukan mereka masing-masing. Ada sekitar 5.300 prajurit sedang berlatih dan sisanya sedang beristirahat sembari berbincang.
"Ehem" deham Harry
"Kalian teruskan latihan. Kami masih ada urusan" ucap Arka.
"Kau kemari" Harry memanggil salah satu prajurit. Prajurit yang dipanggil Harry maju dengan perasaan takut.
"Siapa namamu?" tanya Harry.
"Mi...mike komandan" ucap prajurit itu dengan gugup.
"Mike kau akan aku angkat menjandi kapten pasukan pilih 20 orang sebagai bawahanmu" ucap Xena.
"Baik komandan" Mike segera memilih 20 bawahannya.
"Sekarang bentuk kelompok. Masing-masing kelompok beranggotakan 450 prajurit dan kalian sebagai Leader" ucap Arka.
Mereka lalu membuat kelompok masing-masing. Dalam waktu 5 menit mereka sudah membentuk kelompok yang beranggotakan 450 prajurit. Total kelompok yang sudah dibuat ada 20 kelompok
"Tugasmu Mike awasi mereka" ucap Harry.
"Baik komandan" ucap Mike.
Setelah mengatur pasukan mereka bergegas kembali ke hutan untuk mencoba jurus mereka.
Setelah sampai di hutan mereka memutuskan mencari goblin agar Arka bisa menjinakan goblin-goblin itu.
Seperti namanya hutan Goblin Forest memiliki goblin yang sangat banyak tidak butuh waktu lama mereka sudah menemukan 15 goblin.
__ADS_1
"Arka berapa yang bisa kau jinakan?" tanya Harry.
"Hanya 5 goblin yang bisa aku jinakan" ucap Arka
"Hanya 5?" tanya Harry memastikan.
"Ya. Hanya 5 goblin yang bisa aku jinakan. Tapi kata Rain aku bisa menjinakan 5 setiap hari" ucap Arka.
"Kurasa 5 saja sudah cukup buat hari ini" ucap Xena.
Meraka keluar dari tempat persembunyian dan menyerang para goblin. 15 Goblin terlihat marah melihat ketiganya.
Arka segera melesat dan menyinakan mereka satu persatu. 5 goblin telah di jinakan oleh Arka. Sementara sisanya dibunuh oleh Harry.
"Untuk sementara kalian pakai tombak kayu ini" ucap Arka menyerahkan 5 tombak kayu kepada para goblin dan membawa mereka ke sebuah gua yang cukup dalam.
"Apa kau ingin membuat pasukan goblin Arka?" tanya Xena.
"Ya. Aku ingin membuat pasukan goblin dibawah komandoku" ucap Arka.
"Baiklah sekarang gilaran diriku" ucap Harry.
"Tahap Akhir: Devil's Eyesight"Tubuh Harry diselimuti aura hitam yang sangat pekat. Tapi aura hitam itu hanya bertahan selama 10 detik.
Harry jatuh terduduk karena kehabisan energi setelah mengunakan tahap akhir dari indra iblis.
"Mawar pembeku" Mawar es yang besar mengurung Harry. Harry merasakan energinya sedikit pulih. Dan dalam sekejap mawar es itu hancur.
Mereka bertiga baru mengusai jurus mereka sebesa 5% saja. Jadi hanya sebesar 5% yang bisa mereka keluarkan. Untuk jurus tamer milik Arka, ia hanya bisa menjinakan 5 monster dan dark animals tingkat rendah.
Setelah mencoba jurus mereka masing-masing. Ketiganya memutuskan untuk ke kota untuk memeriksa para prajurit.
"Kurasa Arka bisa menjinakan beberapa kuda liar" ucap Harry.
"Ya besok aku akan mencari kuda liar untuk kita" ucap Arka.
"Bagaimana jika kita membuat pasukan khusus?" ucap Xena memberi usul.
"Ide yang cukup bagus Xena" ucap Harry.
-------------------------------------------
Jangan lupa buat like, komen, Rate dan Vote Gais.
Semangat Home learningnya😂
Stay At Home And Stay Healthy😊
Jaga kebersihan Gais:)
Bersama kita bisa melawan virus jahat
Indonesia Bisa!
__ADS_1