
Arka, Xena, Harry dan Hirden berserta lautan pasukan monster pergi menuju medan perang. Arka pergi menuju pasukan rosvelt bukan tanpa alasan, ia tidak ingin para penduduk ketakutan.
Setelah berjalan selama 3 jam, akhirnya mereka bertemu dengan pasukan musuh. Pasukan musuh ketakutan melihat banyaknya para monster, mereka merasa kematian sudah menanti mereka semua. Sementara raja rosvelt tersenyum meremehkan.
"Wah... wah. Apakah aku tidak salah lihat? Bukankah kalian tidak akan menggunakan para monster sebagai senjata?" Raja rosvelt tersenyum licik.
Jarak antara pasukan raja rosvelt dan pasukan Arka 10 meter jauhnya tetapi suara dari masing-masing pasukan masih bisa terdengar jelas.
"Dasar tikus licik. Kau membunuh goblin normal sesuka hatimu, lalu ketika pemimpi mereka marah kau masih bisa tersenyum" ucap Harry sembari menepuk pundak salah satu goblin cheif.
'Bagaimana mereka bisa tau?' pikir raj rosvelt.
"Kami lebih pintar dari yang kau pikirkan raja rosvelt yang terhormat" sindir Xena.
"Apakah kalian punya bukti?"
"Bukti?. Coba kau cium bau badanmu dan pasukanmu tikus bodoh"
Setelah mendengar perkataan Harry mereka semua saling mengendus badan mereka sendiri. Bau dari darah para goblin masih menempel pada tubuh pasukan raja rosvelt.
"Baunya sangat harum, ingin muntah rasanya diriku mencium bau badan kalian" Xena tersenyum penuh kebencian.
"Diam kau ja-"
"Jika kau berani melanjutkan kata-katamu akan aku pastikan kepalamu akan terlepas dari tempatnya" Ancam Xena mengacungkan pedang miliknya ke leher raja rosvelt lalu kembali ke tungangan miliknya yaitu three-tailed white tiger.
Pasukan musuh terkejut karena tidak dapat melihat gerakan Xena yang sangat cepat. Bahkan bayangan Xena saja tidak tertangkap oleh satupun pasang mata.
"Kalian kenapa diam? serang mereka semua!" perintah raja rosvelt.
Baru saja hendak menyerang tapi raja rosvelt tiba-tiba menghentikan pasukannya dirinya menatap Arka yang sendari tadi diam.
"Jika kalian bergeser 1 centi dari tempat kalain. Aku pastikan raja dan kerajaan rosvelt yang kalian cintai akan rata menjadi debu" ucap Arka dingin.
"Prrttt... Aku takut sekali dengan Ancamanmu raja kabut"
"Aku ingin sekali mengancam anda wahai raja rosvelt yang licik. Tapi sayangnya yang ini bukan ancaman" bersamaa dengan akhir kata yang Arka ucapkan ledakan energi dari keluar dari tubuhnya.
Tanpa basa-basi lagi genderang perang telah diteriakan oleh kedua belah pihak. Tapi anehnya raja rosvelt terlihat tenang ketika 1,5 juta prajuritnya dihabisi oleh para mosnter.
"Aku lebih pintar darimu. Tikus bodoh" bisik Arka kepada raja rosvelt.
***
Semetara didepan kerajaan kabut pasukan monster dan prajurit tengah menunggu kedatangan tamu yang sangat penting bagi mereka. Terlihat gelombang prajurit yang sangat banyak menuju kearah mereka.
Pasukan itu dipimpin oleh putra pertama dan putar kedua dari raja rosvelt. Seperti kata pepatah buah jatuh tidak jauh dari pohonnya, kedua pangeran rosvelt itu terkenal sangat licik sama seperti ayahnya.
__ADS_1
"Selama datang di kerajaan kabut pangeran" ucap Arka tersenyum ramah.
"B... ba... bagaimana kalian bisa ada disini?" Kedua kakak beradik itu tidak bisa menyembunyikan keterkejutan mereka.
"Ini kerajaan kami tentu saja kami berada disini" ucap Harry tersenyum penuh kemenangan melihat ekspresi terkejut dari 2 tikus kecil itu.
"Jangan berkomunikasi dengan orang lain ketika sedang berbicara. Itu sama sekali tidak sopan" ucap Xena terkekeh.
"Kalian tau dari-"
"Kemampuan berkomunikasi lewat bantin ya? Benar-benar keluarga yang menarik" ucap Harry seolah-olah berpikir.
"Boleh aku minta sesuatu pada kalian?"
"Akan kami kabulkan permintaan terakhirmu raja kabut" Mereka sangat yakin bahwa yang ada bersama ayahnya bukan mereka.
"Bisakah pangeran sekalian mengatakan pada diriku yang ada disana agar tidak terlalu cepat membunuh ayah anda"
Mereka heran dengan ucapan dari Arka. Mereka coba melakukan kontak bantin dengan ayah mereka. Seperti tersambar petir disiang bolong mereka melihat raja kabut berserta para bahawannya membunuh sang ayah dan menahan 700.000 prajurit berserta semua jendral.
"Bagaimana tikus kecil? Apa tikus licik itu telah mati?" tanya Harry.
"Diam kau!" teriak keduanya menahan amarah.
"Aku beri kalian pilihan tarik mundur pasukan kalian dan aku akan melupakan semuanya atau aku rebut kerajaan rosvelt" ucap Xena dingin.
"Aku tidak akan pernah menarik pasukanku" ucap putra kedua.
"Hanya dalam mimpimu. Aku akan membalaskan dendam ayahku"
Sesaat setelah mengakhir perkataannya mata kedua pangeran menatap sebuah benda yang bergelinding keara mereka dengan perasaan marah.
"Serang!" teriak keduanya.
Kedua pasukan bertubrukan, mereka membunuh satu sama lain. Satu per satu korban berjatuhan.
"Menarilah tikus kecil dan ikuti irama musiknya" Goda Harry.
"Diam kau keparat"
"Harry, Xena aku mau mereka hidup-hidup"
"Kau ini mengganggu saja!" gerutu Harry
Setelah berperang tanpa henti, akhirnya pihak musuh dari kerajaan rosvelt menjatuhkan senjata tanda menyerah karena kedua pangeran kerajaan rosvelt sudah teluka parah.
"Apa kalian menikmati permainan yang telah kalian buat?"
__ADS_1
"Bagaimana kalian bisa tau?" tanya pangeran pertama tidak percaya.
"Kalian pikir hanya kalian sangat pintar? Cara rendahan seperti itukah yang kalian gunakan untuk menaklukan kota kecil" ucap Harry menatap muak kedua bocah itu.
"Aku akan ceritkan semuanya"
Flashback On!
"tuan dari yang aku dengar mereka dapat mengunakan kontak bantin satu sama lain" ucap Gresia.
'Kontak batin ya? Bagaimana caranya agar kita bisa berada di 2 tempat sekaligus?' pikir Arka.
"Itu sangat mudah"
"Apa yang kau maksud dengan mudah?" tanya Xena.
"Sudalah Xena. Palingan hanya ide-ide konyol yang keluar dari mulut, kau seperti baru kenal Harry saja"
"Orang bodoh dan konyol sepertiku saja bisa mendapat ide bagus, masa kalian para orang-orang cerdas tidak bisa memikirkan itu" ucap Harry serius.
"Mau bertaruh?" ucap Arka menantang
"Kedengarnya bagus. Jika ideku berguna kerajaan rosvelt menjadi milikku dan jika aku ideku hanya ide konyol dan tidak menghasilkan apa-apa aku akan berada di dalam penjara selama 2 bulan" ucap Harry mengulurkan tangan.
"Deal!" uluran tangan Harry disambut oleh Arka.
"Kenapa tiba-tiba kau ingin memimpin kerajaan?" tanya Xena.
"Entahlah. Aku rasa akan menarik jika aku menjadi raja" ucap Harry santai.
v
"Terserah kau saja. Cepat beritahu idemu" ucap Xena malas.
"Kita gunakan saja teknik shadow body" ucap Harry santai.
"Sepertinya kau akan kalah lagi" ucap Xena meledek.
Apa yang dikatakan oleh Xena ada benarnya. Entah mengapa Arka selalu merasa keberuntung terus berpihak kepada Harry.
"Tapi kitakan hanya bisa menggunakan shadow body selama 15 menit" ucap Arka membangun kepercayaan dirinya.
"Apakah kau pikir tikus licik itu lebih kuat daripada kita bertiga?" ucap Xena.
"Sepertinya dewi keberuntunga berpihak kepadaku" ucap Harry senang.
Mereka langung membuat 1 clone tubuh mereka dan kurang dari 15 menit mereka bertiga berhasil menebas kepala raja rosvelt dan meringkus pasukan mereka.
__ADS_1
Flashback Off!
Author Note: Kerajaan kabut mendapat bantuan 10.000 pasukan dari para relasi Arka dan 500.000 pasukan dari kerajaan angin dan 6 jendral kecuali jendral Elfman.