Dewi Ular

Dewi Ular
35.Winter Festival


__ADS_3

Semua orang yang ada di kerajaan kabut sedang sibuk hari ini. Mereka semua mengubah kota mereka dengan pernak-pernik dan patung es yanh tersebar disetiap sudut kota. Bagi warga sipil yang tidak memiliki baju tebal untuk musim dingin pihak kerajaan membagikan baju tebal untuk keluarga yang kurang mampu. Jahe-jahe yang telah dibeli oleh pihak kerajaan dibuat menjadi berbagai macam kue dan minuman yang siap disajikan ketika para bangsawan datang. Es krim dan aneka desserts telah disajikan untuk para bangsawan.


Di pusat kota terdapat patung dua angsa yang membentuk hati terbuat dari es. Patung itu melambangkan cinta dan kasih yang diberikan oleh pihak kerajaan kepada rakyat.


"Cepatlah, kak. Kau sudah berjanji padaku akan mengajak ku berjalan-jalan" renggek Aliska.


"Sebentar, putri kecil. Aku sedang sedikit sibuk disini" ucap Arka yang kesulitan mengancingkan lengan bajunya.


"Sini aku bantu" ucap Xena mengancingakan lengan baju Arka.


"Kau menggodaku lagi ya?" tanya Arka santai.


"Apa yang kau katakan? Dasar bodoh" dengus Xena.


"Kak ayo!" ajak Isabel yang sudah tidak sabar melihat-lihat keluar.


Arka dan Aliska keluar istana melihat banyaknya hiasan yang sudah dipasang disekitar istana. Para bangsawan dari kerajaan kabut dan kerajaan lainnya sudah mulai berdatangan. Arka menyambut mereka dengan sangat.


"Mari masuk tuan dan nona" ucap Arka tersenyum sedangkan Isabel membungkukan badannya.


"Terimakasih untuk sambuntannya raja Arka" balas salah satu bangsawan.


Arka dan Aliska kembali masuk ke istana bersama para bangsawan. Walaupun Isabel sedikit kesal karena tidak jadi pergi berjalan-jalan dengan Arka tapi dirinya memahami jika ada tamu sang tuan rumah harus menyambut mereka dengan baik.


"Pelayan, bawakan kue jahe dan jahe hangat" ucap Arka berbicara dengan arloji miliknya yang terhubung oleh benda hitam kecil yang digunakan para pelayan di telinga meraka, sama seperti earphone.


Para bangsawan dari kerajaan lain melonggo melihat Arka berbicara dengan arlojinya. Tak lama kemudian 10 meja dorong yang berjalan sendiri menghampiri tempat mereka. Arka terkekeh kecil melihat wajah para bangsawan yang sedang ketakutan.


"Tenang saja, tidak ada hantu disini" ucap Arka menahan tawa. "Ini adalah electronic desk salah satu hasil ciptaan dari kerajaan kami. Sedangkan ini listener's watch"


"Bagaimana cara kerjanya?" tanya seorang bangsawan tertarik dengan teknologi.


"Servantbot, tolong jelaskan kepada mereka" ucap Arka tersenyum bangga.


"Data diterima" ucap Servantbot.


"Electronic desk adalah sebuah meja dorong yang dapat digunakan oleh para pelayan restoran untuk mengantar makanan kepada pelanggan tanpa harus mendorongnya. Dengan memberikan titik lokasi electronic desk akan datang membawakan makanan"


"Sedangkan listener's watch adalah sebuah arloji yang terkonesi dengan benda kecil yang dapat digunakan oleh pelayan ditelingga. Jarak koneksi ini hanya sampai 5 kilometer. Jadi tuan dan nyonya tidak perlu berterikan memanggil para pelayan" ucap Servantbot.


"Lalu kau itu apa?" tanya seorang bangsawan wanita.


"Aku adalah sevantbot, tugasku adalah melayani dan membantu tugas-tugas raja dan bangsawan sebagai asisten pribadi. Tapi aku hanya bertugas melayani dan membantu pekerjaan seorang bangsawan" ucap Servantbot.

__ADS_1


"Wow hebat sekali!" para bangsawan berdecak kagum melihat teknologi baru yang sudah diciptakan oleh kerajaan kabut.


"Rencananya aku akan menjual beberapa teknologi kepada kerajaan kecil dan besar" ucap Arka.


"Berapa harganya?"


"Apakah kami bangsawan boleh membelinya?"


"Kenapa hanya dijual pada pihak kerajaan saja?"


Pertanyaan demi pertanyaan dilontarkan dari mulut para bangsawan yang menunggu Arka menjawab pertanyaan mereka.


"Untuk electronic des harganya berkisar 500 koin emas, listener's watch harganya hanya sekitar 1.000 koin emas dan untuk servantbot 2.000 koin emas" ucap Servantbot menjawab pertanyaan pertama.


Para bangsawan kaget mendengar harga yang sangat mahal untuk setiap teknologi yang dijual oleh kerajaan kabut.


"Tenang saja, kami hanya akan memberikan setengah harga karena tuan dan nona sudah berkenan berkunjung untuk melihat winter festival di kerajaan kami" ucap Isabel.


"Kalo begitu aku pesan 100 unit electronic desk dan listener's watch. Satu servantbot" ucap salah satu bangsawan.


"Aku pesan 50 unit"


"Aku pesan 120 unit"


.....


"Aku pesan 500 unit"


Para bangsawan memesan dengan jumlah yang sangat banyak. Walaupun masih terbilang mahal tapi mereka tertarik dengan teknologi yang diciptakaan oleh kerajaan kabut. Isabel mendata setiap pesanan dari para bangsawan lalu memasukan data itu ke memori servantbot agar dirinya tidak lupa.


'Setelah ini aku akan memperkuat mileterku dengan uang hasil penjualan' pikir Arka sembari menunjukan senyum manis miliknya.


"Baik, terimakasih atas pesanannya. Tuan dan nona sekalian dapat mengkonfirmasi ulang nanti saat pelelangan dan mengambil barang setelah mendapat perkamen dari pihak kerajaan kabut" ucap Isabel menjelaskan.


-----><-----


Arka, Xena dan Aliska sedang berjalan-jalan berkeliling kota dan melihat persiapan yang sudah selesai. Arka dan Xena dipaksa oleh Aliska untuk menemaninya berkeliling melihat pusat kota kerajaan kabut.


"Kak, Aku mau membeli minuman dulu ya" ucap Aliska meminta izin kepada Arka.


"Baiklah, tapi jangan terlalu jauh. Oke" ucap Arka mengedipkan sebelah matanya.


"Siap laksanakan" Aliska manaruh telapak tangannya di dahi membentuk hormat layaknya pemimpin upacara.

__ADS_1


Xena dan Arka terkekeh geli melihat aksi Aliska yang sangat mengemaskan. Mereka berdua duduk disebuah bangku yang ada di Royal Park Fog atau biasa disebut dengan RPF.


Royal Mist Flower Garden atau RMFG adalah sebuah taman bunga yang dibuat oleh Kerajaan Kabut dengan bantuan para goblin dan troll. RMFG ditumbuhi berbagai macam bunga yang indah, beberapa wahana permain anak juga dibangun, terdapat sebuah sungai besar yang dibuat oleh para troll ditengah taman itu.


Udara disekitar RMFG semakin dingin membuat asap berwarna putih keluar dari mulut Xena dan Arka saking dinginnya. Perlahan tapi pasti benda putih bersih turun dari atas langit, itu adalah butiran salju pertama yang turun.


"Kau kedinginan ya?" ucap Arka langsung memeluk Xena yang sedang kedinginan.


Xena terpaku oleh perlakuan Arka. Tatapan mereka berdua saling bertemu ketika Arka menundukan kepalanya. Waktu seakan terhenti beberapa detik karena mereka saling menikmati keindahan wajah mereka masing-masing. Tanpa Arka dan Xena sadari sudah banyak pengunjung yang memperhatikan mereka berdua.


'Tampan sekali' batin Xena yang masih beradu tatap dengan Arka sembari memperhatikan wajah Arka yang tampan.


'Kau sungguh cantik Xena' batin Arka sembari melihat wajah cantik Xena.


"Kakak" Teriakan Aliska membuat Arka dan Xena tersadar dari lamunan mereka.


"Eh... ma...maaf" ucap Arka gugup karena merasa bersalah.


Xena mamalingkan wajahnya dan berusaha menstabilkan detak jantungnya yang berdegup sangat kencang. Arka yang melihat tingkah Xena memilih diam.


"Ayo kak kita pulang. Aliska kedinginan" ucap Aliska menggigil.


Xena dan Arka berdiri lalu berjalan beriringan bersama Aliska. Para pengunjung menatap ke arah Xena dan Arka tidak percaya dengan apa yang mereka lihat.


Sesampainya di istana Xena dan Arka masih diam seribu bahasa membuat Harry yang berada di istana bingung karena tingkah mereka.


"Kalian berdua marahan ya?" tanya Harry.


"Tidak" sahut mereka berbarengan.


"Sebenarnya kalian ini kenapa?"


"Bukan urusanmu!" ucap keduanya dengan ketus.


Menyadari dirinya dan Arka mengucapkan hal yang sama berbarengan untuk kedua kalinya membuat pipi Xena menjadi merah merona karena malu.


"Kau sedang tidak sehat Xen?" tanya Harry polos.


"Tidak, dasar bodoh!" sahut Xena lalu pergi meninggalkan mereka berdua.


"Ada apa deng-"


"Tidak tau!" potong Arka lalu pergi.

__ADS_1


'Apa yang terjadi dengan mereka?' pikir Harry bingung lalu pergi menyusul Arka yang sedang kesal.


__ADS_2