
"Kapan kalian pergi?" tanya Aman.
"Dua hari lagi" ucap Arka mantap.
Harry segera keluar untuk mempersiapkan pasukan yang mereka butuhkan untuk memberantas para bandit. Sedangkan Xena dan Arka membicarakan strategi yang akan mereka pakai untuk melawan para bandit.
"Dua hari lagi? Apa tidak terlalu cepat?" tanya Aman memastikan ucapan Arka.
"Bukankah semakin cepat semakin bagus?" tanya Arka balik.
"Yang dikatakan Arka benar kakek. Kita harus segera memberantas para bandit itu sebelum mereka mengancam kedamaian kerajaan Angin" ucap Xena sependapat dengan Arka.
"Ck, menjadi seorang komandan pasukan sungguh merepotkan" ucap Aman pasrah.
Siang harinya Harry dan Mike sudah membawa 13.000 pasukan dan 450 pasukan khusus yang baru saja mereka bentuk. Arka dan Xena mengerenyitkan dahi melihat 13.000 pasukan ada dihadapan mereka.
"Kau ini tuli atau apa? Ha?!" tanya Arka dengan nada marah.
"Kenapa kau marah kepadaku? Aku hanya menjalankan tugasku" ucap Harry santai.
"Menjalankan tugasmu? Sudah kubilang bawa 2.000 pasukan, kenapa kau bawa 13.000 pasukan ha?!" tanya Arka.
"Oh itu. Aku memang membawa 2.000 pasukan dan sisanya adalah pasukan yang kau minta waktu itu" ucap Harry santai.
Arka baru ingat bahwa dia pernah meminta jendral Frenkline untuk merecruit pasukan baru agar bisa membuat pasukan khusus miliknya. Tapi dia tidak menyangka akan sebanyak ini.
"Baiklah minta mereka membayar 5 koin emas per orang sebagai biaya pendaftaran" ucap Xena.
"Apa nona yakin hanya meminta 5 koin emas? Para komandan lain meminta 8 koin emas sebagai biaya pendaftaran" ucap Mike tidak percaya.
"Aku sangat yakin Mike" ucap Xena sembaru tersenyum.
"Hei! Kalian berdua kemari" panggil Harry.
"Siapa nama kalian?" ucap Xena.
"Namaku Axel nona" ucap pria berambut pirang.
"Dan namaku Dexi nona" ucap pria berambut hitam
"Sebenarnya ada apa tuan memanggil kami?" ucap Axel.
"Kalian akan menjadi bawahanku dan Xena. Dexi akan menjadi bawahanku sementara Axel akan menjadi bawahan Xena" ucap Harry.
"Apa tuan serius dengan ucapan tuan?" ucap Dexi dengan tatapan tidak percaya.
"Pakai ini dan kaliam resmi menjadi bawahan kami" ucap Harry sembari memberikan pelengkapan tingkat akhir dan 2 lencana ular kobra berwarna hitam yang bertuliskan kapten.
Axel dan Daxi memakai perlengkapan itu dengan rasa tidak percaya. Mereka berdua berasa sedang bermimpi.
"Daxi bantulah Mike mendata 6.000 pasukan baru sedangkan Axel kau persiapkan pelengkapan untuk mereka" ucap Arka sembari memberi 13.000 koin emas yang tersisa kepada Axel. Kini mereka sudah tidak punya uang sama sekali.
__ADS_1
Matahari hampir tenggelam. Mike dan Daxi baru saja selesai mendata 6.000 pasukan baru begitupun dengan Axel, Axel sudah membagikan 6.000 set pelengkapan tingkat rendah kepada pasukan baru.
Sedangkan Harry masih melatih 450 pasukan khusus mereka. Arka dan Xena melanjutkan pembahasan mereka sebelumnya mengenai strategi yang akan mereka gunakan untuk memberantas para bandit dan resiko-resiko yang mungkin mereka terima.
"Apa kita harus menambah pasukan khusus kita?" tanya Arka memecahkan keheningan.
"Itu ide yang cukup bagus dan kurasa uang dari biaya pendaftaran sudah lebih dari cukup" ucap Xena.
"Tapi berapa yang akan kita tambah?" tanya Arka lagi.
"Lebih baik kita diskusikan pada Harry" ucap Xena memberi sebuah usul.
"Kau benar. Griton!" panggil Arka dengan sedikit berteriak.
"Ada apa tuan?" ucap Griton sembari mengatur nafasnya.
"Panggil tuan Harry kemari" ucap Arka.
"Baik tuan" ucap Griton lalu pergi menuju halaman belakang mansion.
Setela menunggu cukup lama Harry dan Griton akhirnya kembali. Dengan wajah yang tak senang Harry duduk disebuah kursi kerja miliknya.
"Ada apa?" Ketus Harry sembari memalingkan wajahnya.
"Kami ingin bertanya apakah kau setuju jika kita menambah pasukan khusus milik kita?" tanya Xena lembut.
"Baiklah aku setuju" ucap Harry acuh.
"1.000 dark serpent dan 350 cavalry forces yang terdiri dari 250 light cavalry dan 100 heavy cavalry" ucap Harry santai.
"Apakah tuan Arka setuju dengan pendapat Harry?" tanya Xena kepada Arka.
"Aku kurang setuju menurutku jumlah dark serpent terlalu banyak. Pasti membutuhkan banyak koin emas" ucap Arka.
"Kau benar tuan Arka. Jika kita merecruit 1.000 pasukan dark serpent kita butuh 20.000 koin emas untuk itu dan kita sekitar 15.000 koin emas untuk pasukan cavalry forces.
Sedangkan uang yang kita terima hanya sebesar 55.000 koin emas, itu memang cukup untuk membiayai semua perlengkapan pasukan khusus. Tapi itu tidak akan cukup untuk menggaji mereka semua" ucap Xena.
"Bukankah kita akan mendapatkan banyak uang setelah memberantas kelompok bandit" ucap Harry.
"Baiklah aku setuju denganmu Harry" ucap Arka pasrah.
Harry tersenyum penuh kemenangan. Diskusi yang terasa panas itu telah berakhir dan yang jadi pemenang dari diskusi itu adalah Harry.
"Aku akan mempersiapkam semuanya" ucap Harry dengan wajah senang.
Saat membuka pintu terlihat Mike, Axel dan Daxi sedang menunggu. Mereka terkejut melihat Harry keluar dari ruang kerja. Ketiganya langsung membungkuk memberi hormat.
"Kenapa kalian tidak masuk?" ucap Harry bingung.
"Eh... Kami tidak ingin menganggu" ucap Daxi.
__ADS_1
"Apa kalian menguping pembicaraan kami" ucap Harry sembar menaikan alis kiri miliknya.
"Ti...tidak tidak. Kami baru sampai" ucap Axel ketakutan.
"Ah sudahlah. Sepertinya kalian juga harus tau rencana kami" ucap Harry.
"Tidak tuan. Kami kesini hanya ingin melapor hasil kerja dan memberikan uang hasil biaya pendaftaran tuan" ucap Mike.
"Bukankah kalian harus masuk untuk memberikan laporan?" ucap Harry tersenyum licik.
Mereka berempat akhirnya masuk setelah mendengar teriakan Arka yang ada di dalam ruang kerja.
"Ini tuan uang hasil biaya pendaftaran" ucap Mike sembari menyerahkan kantong kulit yang berisi 55.000 koin emas.
Arka hanya mengambil 20.000 koin emas dan sisanya dikembalikan oleh Mike. Awalnya Mike terlihat bingung tapi setelah mereka bertiga diberitahu rencana yang telah dibuat. Mereka menjadi mengerti dan segera mejalankan perintah.
Pagi harinya 1.350 prajurit sudah bersiap dan berbaris rapi di halaman mansion milik komandan pasukan serpent. Mereka berbaris dengan rapi karena pada pagi ini mereka akan diresmikan menjadi pasukan khusus, yaitu dark serpent dan cavalry forces.
Para komandan dan bawahannya memakaikan 1.350 lencana khusus untuk mereka. Setelah lencana terakhir dipasangkan Arka berteriak.
"Dengan ini kalian resmi menjadi pasukan khusus"
"Horeeee"
"Hidup Devisi Serpent"
"Hidup"
"Hidup Devisi Serpent"
"Hidup"
"Hidup Devisi Serpent"
"Hidup"
Teriakan dari para 1.000+ pasukan menggema keseluruh mansion. Mereka semua bergembira.
"Besok kita akan memberantas para bandit di wilayah kabut" ucap Harry yang membuat semuanya seketika hening.
"Apa?!"
"Aku dengar-dengar bandit di wilayah kabut sangat kuat"
Para prajurit mulai berbisik-bisik tentang kekejaman para bandit yang ada di wilayah kabut. Melihat para prajurit berbisik seperti itu membuat ketiga kapten menjadi geram.
"Apa hanya segini nyali kalaian?" ucap Mike dengan keras.
"Bukankah komandan bersama kita? lalu apa yang harus kalian takutkan?" ucap Dexi.
"Aku sungguh malu melihat tingkah laku kalian seperti ini dihadapan para komandan" ucap Axel.
__ADS_1
Mendengar ucapan dari ketiga kapten itu. Semangat juang mereka muncul lagi dan semakin berkobar-kobar. Melihat itu semua ketiga komandan hanya dapat tersenyum senang karena para bawahan mereka dapat memancing semanggat juang pasukan mereka.