Dewi Ular

Dewi Ular
31.Kekalahan Kerajaan Rosvelt


__ADS_3

Mereka langung membuat 1 clone tubuh mereka dan kurang dari 15 menit mereka bertiga berhasil menebas kepala raja rosvelt dan meringkus pasukan mereka.


Flashback Off!


Setelah mendengar penyelasaan dari Xena kedua pangeran muda itu tak sadarkan diri.


"Bawa mereka semua!" seluruh pasukan dari kerajaan rosvelt giring ke istana, sudah ada 700 ribu prajurit disana dan 7 jendral kerajaan rosvelt.


"Penggal mereka semua dan jangan samapi ada satu yang terlewat termasuk kedua tikus kecil itu" ucap Harry.


Tiba-tiba seorang wanita paruh baya dan seorang gadis menerobos ribuan pasukan kerajaan. Kedua wanita langsung memeluk kedua pangeran, tangisan dari keduanya sudah tidak dapat terbendung lagi ketika melihat kedua pangeran itu tidak sadarkan diri.


"Tolong bebaskan mereka semua tuan. Hiks... hiks" isak si gadis kecil.


"Untuk apa aku membebaskan 2 tikus kecil itu? dan siapa dirimu? seenaknya memerintahkan raja kami seperti itu" bentak Gresia.


"Maaf atas ketidak sopanan diriku. Aku ratu Anne dari kerajaan rosvelt dan ini putriku Aliska" ucap Anne dengan tangan gemetar.


"Tolong bebaskan kakak tuan" ucap polos gadis kecil berusia 6 tahun itu.


"Kami tid-" ucapan Gremio ditahan oleh Arka.


"Hei gadis manis, kemarilah" ucap Arka lembut.


Gadis kecil itu awalnya menolak karena takut tapi karena desakan sang ibu, gadis itu akhirnya menghampiri Arka dan duduk dipangkuannya.


"Siapa namamu gadis kecil?" ucap Arka sembari mengelus pipi lembut gadis kecil itu.


"A... ali... Aliska tuan" ucap Aliska takut.


"Jangan panggil aku tuan. Aku juga ingin kau panggil kakak" gurau Arka.


Arka sangat ingin mempunyai adik perempuan. Dirinya sudah sering bilang kepada orang tuanya tapi kedua orang tuanya hanya menganggukan kepala. Sampai akhir hayat ibu dan ayahnya, Arka tetap sendirian dan kesepian.


"Tapi anda bukan kakakku" ucap Aliska polos


"Kalau begitu mulai sekarang aku menjadi kakakmu"


"Tidak, tidak mau. Anda orang jahat yang telah membunuh ayahku"


Mendengar kata-kata itu dari seorang gadis kecil berusia 6 tahun sangat menusuk jantungnya seperti ditusuk 1.000 pedang sekaligus. Hal inilah yang membuat Arka membenci peperangan.

__ADS_1


"Ayahmu yang jahat" ucap Arka memanyunkan bibir.


"Anda berbohong. Ayah tidak jahat" gerutu Aliska.


"Kalau kau tidak percaya kau tanyakan saya pada temanku ini" ucap Arka sembari menunjuk Harry.


Aliska menatap Harry dengan lekat seakan gadis itu bertanya kebenaran cerita Arka. Harry sudah tidak tahan di tatap oleh Aliska seperti itu.


"Baiklah kau menang. Ayahmu telah mengambil balon miliknya sehingga mereka berkelahi" Harry menggaruk puncak kepalanya yang tidak gatal.


Xena terkekeh geli melihat kedua temannya yang memiliki berbagai ide konyol. Semetara yang lain menatap Harry kebingungan.


"Maafkan ayahku kakak. Aku berjanji akan menggantinya" ucap Aliska meminta maaf.


"Jadi kau mau menjadi adiku? soal balon itu kau tidak perlu menggantinya aku sudah membeli banyak"


Gadis itu terlihat berpikir dan mengangguk kecil mengisyaratkan dirinya mau menjadi adik angkat Arka.


"Boleh aku minta sesuatu darimu kakak?" tanya Aliska.


"Tentu saja boleh. Aku akan memberikannya untukmu"


"Bisakah kau membebaskan kak Aris, kak Zin dan para pasukan?" tanya Aliska ragu.


Arka memang tidak akan mengeksekusi mereka karena Arka harus memenuhi permintaan Harry. Jika mereka semua dieksekusi sudah pasti Harry akan marah besar kepadanya.


"Tapi ada satu syarat" ucap Arka menatap wanita paruh baya yang ada dibawah.


"Apa syaratnya kak? aku pasti memenuhi syarat darimu" ucap Aliska bersemangat.


"Nanti keberi tau, sekarang jemput ibumu dan suruh dia naik kesini" bisik Arka pelan di telinga Aliska.


Gadis kecil itu lalu turun dengan riang seperti tidak pernah terjadi apa-apa. Aliska membawa ibunya ke hadapan Arka.


"Maaf bila saya lancang tuan. Tapi apa maksud anda?" tanya Anne ragu-ragu.


"Kau tidak perlu memanggilku seperti itu. Mulai sekarang aku adalah kakak angkat Aliska itu berarti kau adalah ibu angkatku" ucap Arka


"Maafkan aku ibu telah membuat dirimu bersedih" tambah Arka sembari berlutut dihadapan Anne.


Semua menatap sendu adegan melow itu. Seorang raja berlutut dihadapan ibu angkat yang baru ia kenal beberapa menit yang lalu. Sunggu moment epic yang sangat jarang terjadi bahkan tidak pernah terjadi.

__ADS_1


"Tu... tu... tuan jangan berlutut seperti itu, seorang raja tidak pantas berlutut dihadapan musuh"


"Kau bukan musuhku ibu. Musuhku sudah aku bunuh dengan tanganku sendiri, maafkan aku ibu" Arka menatap wajah wanita paruh baya itu dengan penuh rasa bersalah.


Tanpa disadari air mata mulai menetes dipipi Harry dan yang lain. Mereka meresa tersentuh oleh sikap Arka. Kedua pangeran dari kerajaan rosvelt yang baru saja sadar ikut tersentuh.


Selama ini mereka sebagai anak laki-laki tidak pernah memperlakukan ibu dan adiknya seperti itu. Mereka berusaha bangkit dan berlari kearah Arka. Mereka berdua berlutut dan meminta maaf pada Arka.


"Jangan meminta maaf padaku. Minta maaflah kepada ibu kalian. Maafku tergantung dari sikap ibu kalian" perintah Arka.


Aris dan Zin berlutut memohon maaf dari ibunya dan adiknya. Mereka berdua berjanji akan menjaga keduanya dengan baik dan menuruti perintah ibunya. Arka mengelap air mata yang jatuh dari pipinya, Arka tidak bisa mengendalikan emosinal yang sedang menguasai dirinya. Sungguh kejam dirinya jika menghancurkan keluarga kecil mereka itulah yang ada dipikiran Arka saat ini.


"Kak apa syarat yang akan kau ajukan?" celetuk Aliska.


Keluarga kecil itu menatap Arka dengan penuh harap masih memilik kebaikan hati. Arka tersenyum melihat keluarga barunya dan memeluk mereka untuk beberapa saat.


"Sebenarnya aku kalah taruhan dengan orang ini" ucap Arka menunjuk Harry.


"Jadi kakak akan mengambil kerajaan kami" ucap Aris yang sudah tau maksud dari Arka.


"Kau tenang saja Aris kami tidak akan mengambil kerajaan kalian. Tapi karena kalian masih terlalu muda kepemimpinan akan diambil ahli oleh kak Harry" ucap Xena tersenyum ramah.


"Kalian tenang saja. Aku akan melindungi kalian dari monster bau itu" ucap Arka sembari mengelus puncak kepala adik angkat barunya.


"Apa katamu?!" teriak Harry menyitak kepala Arka. Raja kerajaan kabut itu tidak mau kalah, akhirnya mereka bertengkar lagi.


"Mulai lagi" ucap Xena malas melihat tingkah 2 sahabatnya itu.


Rasa haru dan sedih sudah lenyap seketika digantikan oleh gelak tawa dari semua orang karena melihat tingkah Arka dan Harry, Xena hanya bisa menundukan kepala menahan malu.


'Kenapa aku bisa terjebak bersama 2 lelaki bodoh ini si?' pikir Xena.


"Kalian ini seperti anak kecil saja" ucap Aliska tertawa geli melihat tingkah laku kakak angkatnya.


"Hei siapa yang kau sebut anak kecil gadis manis?" Harry memeluk tubuh Aliska dan mulai menggelitik perut Aliska membuat tubuh gadis kecil itu meronta-ronta.


Sementara Arka mendekati kedua adik laki-lakinya dan membisikan sesuatu ke telinga mereka.


"Berjanjilah padaku kalian akan menjaga adik dan ibu kalian serta maafkan aku telah membunuh ayah kalian. Tapi aku berjanji tidak akan ada satu orangpun yang berani menyetuh kalian" bisik Arka.


"Kami percaya padamu kakak" bisik mereka berdua dan memeluk tubuh Arka.

__ADS_1


Setelah pertengkaran dan beberapa hal konyol yang Arka dan Harry lakukan berakhir, ratu Anne mengumumkan pemimpin kerajaan rosvelt yang baru, HARRY!.


__ADS_2