Dewi Ular

Dewi Ular
42.Bertemu Dengan Rain


__ADS_3

Arka bingung dengan sikap Xena kepadanya. 'Kenapa dia menyebutku pembohong?' batin Arka. Hanya ada satu nama yang ia pikirkan, ia melihat orang itu dengan penuh amarah tapi Harry hanya tersenyum ala pepsodent.


Meski dalam perasaan bingung Arka terus meminta maaf kepada Xena walaupun sebenarnya ia tidak tau apa kesalahannya. Namun seperti yang kalian tau bahwa laki-laki akan selalu salah dimata perempuan dan Arka sendiri tau resiko jika dia membuat marah perempuan, itu sama ia masuk ke kandang singa yang sedang lapar.


"Baiklah, sudah cukup bertingkah seperti anak kecil seperti itu. Aku sudah memaafkanmu" ucap Xena yang telah lelah melihat Arka yang terus-terusan memohon maaf darinya.


"Benarkah kau mau memaafkan aku?" tanya Arka dengan senyum manis terukir jelas di wajahnya yang dapat membuat semua wanita meleleh ketika melihat senyum Arka termasuk Xena.


Xena terdiam beberapa saat menikmati senyum manis Arka sebelum akhirnya menganggukan kepalanya dan seraya pergi.


Mereka semua memutuskan beristirahat dan membuat tenda karena hari mulai gelap. Arka dan Harry berjaga malam ini, awalnya Alelius dan yang lainnya menolak Arka dan Harry yang berjaga malam ini, biar bagaimanapun Arka dan Harry masih pemimpin mereka tapi Harry mengatakan bahwa keduanya bukan lagi pemimpin mereka karena mereka telah gagal menjaga kerajaan mereka.


Meski begitu mereka semua tetap menganggap Arka dan Harry adalah pemimpin mereka.


 ------


Keesokan harinya mereka melanjutkan perjalanan mereka hanya butuh 1 hari penuh lagi mereka untuk sampai ketempat tujuan mereka.


Tidak ada yang tau kemana mereka akan pergi bahkan Xena, Arka dan Harrypun tidak tau. Mereka hanya mendapat perintah dari Rain untuk pergi ke sebuah pegunungan yang ada diselatan, yaitu pegunungan Alantas. Pegunungan tertinggi yang ada di benua benua tengah sekaligus sebagai perbatasaan antara benua tengah dengan benua selatan.


Mereka terus berjalan hingga matahari terbenam dan akhirnya sampai di pegunungan Alantas. Terdapat goa yang cukup besar di depan goa itu terdapat 5 pria berdiri di depan goa tersebut. 5 pria itu mengenakan pakaian serba hitam, 4 diataranya mengenakan topeng bertuliskan no 1, 2, 4, dan 5 sedangkan pria yang ditengah tidak mengenakan topeng yang membuat Xena dan kedua teman laki-lakinya tau siapa dia, orang itu adalah Rain.


Pria tua yang selalu berkunjung di mimpi Xena, Arka dan Harry tersenyum melihat kearah mereka.


"Selamat datang di rumahku" sambut Rain setelah Xena dan yang lainnya sampai.


"Goa yang gelap dan dalam kau sebut rumahmu? apa dia sudah gila?" ucap Harry meledek.


"Beraninya kau berbicara seperti itu!" bentak pria bertopeng dengan nomer 4.


Pria itu mengeluarkan aura pembunuh miliknya untuk memperinggati Harry agar tidak berbicara seenaknya, tapi usahanya gagal Harry hanya tersenyum meremehkan sementara Alelius dan yang lainnya sudah jatuh terduduk.


Pria itu kaget melihat Harry dan kedua temannya tidak jatuh seperti yang lainnya meski ia hanya mengerahkan 100/1000 dari kekuatan tapi ia yakin seharusnya dirinya bisa membuat Harry merasa tertekan.

__ADS_1


Rain mengangkat tangan memperingati pria dengan topeng bernomer 4 untuk berhenti, Rain lebih tau sifat ketiga anak itu.


Meskipun Harry terlihat sangat bodoh dan menyebalkan tapi sebenarnya dia sangat ahli dalam mengatur stategi, Arka yang tenang dan selalu berfikir sebelum bertindak membuatnya tidak mudah terprovokasi lawannya, sedangkan Xena meskipun ia adalah perempuan ia tidak kalah kuat dengan kedua rekan laki-lakinya walau sekarang ia belum sekuat Arka dan Harry tapi di masa depan dia dan kedua temannya akan menyelamatkan dunia dan mendapat julukan tiga pahlawan dunia.


"Rain sebenarnya apa tujuanmu menyuruh kita semua datang kesini?" tanya Xena


"Kita bicarakan didalam" jawab Rain berbalik pergi diikuti yang lainnya.


Pemandangan goa sangat indah banyak kristal berwana biru yang bersinar terang di sepanjang dinding goa, terdapat aliran air yang mengalir dengan berbagai macam ikan yang berenang.


Setelah berjalan sejauh 500 meter mereka sampai di ujung goa, terdapat sebuah mansion bediri dengan megah diatas mansion itu terdapat bola cahaya yang mirip dengan matahari namun itu hanyalah sihir cahaya, sebuah parit yang cukup besar dan benteng batu mengelilingi mansion tersebut


Rain menepuk tangannya sebanyak 3 kali dan sebuah jembatan besar diturunkan bersamaan dengan gerbang mansion yang terbuka. Rain dan yang lainnya berjalan melewati jembatan tersebut agar bisa memasuki area mansion.


Saat memasuki halaman mansion terdapat beberapa prajurit berzirah. Harry yang awalnya mengejek kini dirinya sungguh terpukau dengan pemandangan halaman mansion milik rain.


Terdapat taman bunga dikanan dan kiri gerbang masuk dan di depan mansion terdapat kolam ikan dengan air mancur yang indah dan tak lupa mansion megah berlantai tiga berada ditengah.


"Apa barusan aku dengar dia bilang mansion mewah ini sederhana?" bisik Harry ke Arka yang memberikan anggukan kecil.


"Pria itu benar-benar sudah gila" gumam Harry


Penampakan didalam mansion tidak kalah indahnya dengan yang ada di luar. Lampu-lampu yang menerangi mansion sepenuhnya lampu sihir yang sangat mahal, furniture berwarna emas tertata rapi menambah kemewahan mansion itu.


"Sungguh menabjukan!" gumam Harry melihat kemewahan mansion milik rain.


Rain membawa Xena dan kedua temannya keruanh pertemuan bersama dengan 4 pria bertopeng sedangkan Alelius dan yang lain menuju kamar mereka masing-masing yang telah disiapkan oleh para pelayan milik Rain, pasukan goblin yang dibawa oleh Arka tidak ikut masuk ke mansion dan pergi ke barak.


"Jadi apa tujuanmu menyuruh kami kesini?" tanya Arka tanpa basa basi.


"Aku mempunyai sebuah serbuk yang dapat menghilang kutukan batu yang terjadi pada kerjaan kalian" ucap Rain sembari menunjukan setoples serbuk emas


"Serbuk apa itu?" tanya Harry penasaran.

__ADS_1


"Itu serbuk pixie bodoh, serbuk dari para peri yang tinggal dikerajaan never fairies yang berada di fairy forest tempat para ras elf tinggal" ucap Arka sembari melirik kesal teman yang terlalu bodoh padahal ini hal ini adalah pelajaran dasar di akademi yaitu tentang para ras dan kemampuannya.


Serbuk pixie dapat membuat para peri memiliki umur yang panjang dan tetap awet muda meski umurnya sudah beratus-ratus tahun.


"Sangat sulit mendapatkan serbuk pixie dari para peri, tapi bagaimana bisa kau mendapatkannya" kini Xena bertanya setelah lama diam.


Mengambil serbuk pixie dari para peri merupakan suatu hal yang sangat sulit untuk dilakukan meski para peri bertubuh kecil dibandingkan dengan ras lainnya mereka memiliki keahlian berbeda dan jumlah yang sangat banyak akan sangat sulit menghadapi ribuan peri secara lgsg.


Terlebih tempat tinggal para peri berada di Fairy Forest yaitu hutan penuh keajaiban sekaligus tempat para ras yang memiliki ketampanan dan kecantikan yang tidak bisa disaingi oleh ras lain yaitu ras elf.


Ras elf sangat membenci ras manusia karena menurut mereka para manusia terlalu serakah dan tamak. Bahkan mereka rela membunuh satu sama lain hanya untuk memperluas kekuasaan masing-masing.


"Aku telah lama berteman dengan ratu elf, dulu kami pernah berjuang bersama melawan para ras iblis yang mengacaukan dunia bersama para dewa. Tapi semuanya berubah ras demon dan para ras god telah menghilang secara misterius. Sampai saat ini tidak ada yang tau dimana para ras dewa dan ras iblis berada" ucap Rain


"Perang atar ras telah terjadi 10.000 tahun lalu tapi bagaimana kau masih bisa hidup sampai sekarang?" tanya Harry yang semakin bingung.


"Dasar bocah bodoh, aku sudah mengatakan bahwa aku berteman dengan ratu elf tentu saja karena serbuk pixie ini aku bisa hidup sampai sekarang" jawab Rain sedikit kesal dengan Harry.


Satu hal yang tidak mereka ketahui bahwa Rain dan para pria bertopeng adalah ras werebeast. Ras yang memiliki sifat dan bentuk setengah hewan dan setengahnya manusia. Semakin tinggi kekuatan seorang werebeast maka semakin menonjol bentuk manusianya, ras werebeast juga dapat memiliki umur yang panjang.


"Kalau begitu berikan serbuk itu pada kami, aku ingin kakek Aman dan dua kerajaan lainnya kembali seperti semula" ucap Xena.


"Tidak semudah itu" ucap Rain


"Apa maksudmu Rain? Aku kira kau ingin memberikan serbuk itu kepada kami karena kau yang menyuruh kami kesini tapi aku salah ternyata kau mengingikan sesuatu. Dasar licik!" bentak Harry kesal.


"Aku memang akan memberikan serbuk ini pada kalian tapi dengan syarat Xena harus berada disini dan aku akan melatihnya secara khusus" ucap Rain.


"Aku tidak set-"


"Baiklah jika itu bisa mengubah kakek aman dan dua kerajaan menjadi seperti semula" ucap Xena memotong perkataan Arka.


"APA?!" teriak Arka dan Harry secara bersamaan.

__ADS_1


__ADS_2