Dewi Ular

Dewi Ular
3.Pertarungan


__ADS_3

"Bukankah sudah aku bilang jangan menggganggu kesenanganku" Balas Arka dengan nada kesal.


Harry sama sekali tidak mengubris ucapan Arka sama sekali karena Harry sedang fokus menghadapi ular raksasa. Hal itu semakin membuat Arka semakin kesal dengan Harry.


"Beraninya kau tidak menjawab perkataanku" Arka semakin kesal dengan Harry.


Tanpa bicara lagi Xena melompat membantu Harry disusul dengan Arka. Sebenarnya Arka malas membantu Harry karena Arka tau Harry sanggup menghadapi ular raksasa itu.


'Dasar sahabat tidak tau diri.' Umpat Arka di dalam hati.


Pukulan demi pukulan mengenai tubuh ular raksasa begitu juga detuman yang sangat keras terdengar ketika pukulan ketiganya mengenai badan ular raksasa. Ketiga orang itu menyerang dari segala arah secara bersamaan.


Awalnya ketiga anak itu telihat unggul tetapi semua itu tidak bertahan lama. Ketiga orang itu terjatuh akibat kelelahan karena telah menyerang secara membabi buta tetapi hasilnya mereka bertiga tidak dapat membuat ular raksasa bergeming.


"Hanya segitu batas kekuatan kalian. Manusia lemah seperti kalian sudah sepantasnya aku bunuh sama seperti manusia-manusia itu" Xena,Arka dan Harry melihat kearah yang dilihat oleh ular raksasa.


Betapa terkejutnya mereka bertiga melihat ratusan mayat berserakan. Mayat-mayat itu keadaannya sangat menjijikan ada yang kepalanya terputus,tubuhnya robek sampai jantung dan usunya keluar. Semua mayat itu terlihat mengenasakan.


"Apa yang telah kau perbuat?" Tanya Xena dengan mata yang berkaca-kaca.


"Aku hanya mengibaskan ekorku kemudian mereka terpental dan menabrak batu-batu yang ada disana. Mereka terlalu lemah untuk menjadi makan siangku" Jawab Sang ular tanpa adanya rasa menyesal.


"Kau sungguh keterlaluan! Siapa kau sebenarnya? dan apa tujuanmu membunuh orang-orang yang tidak berdosa?" Arka yang sebelumnya tenang mulai terpancing emosi.


"Bocah lemah sepertimu tidak pantas mengetahui asal usulku. Tapi tenang saja kematian kalian akan segera datang. Karena akulah yang akan menjadi malaikat pencabut nyawa untuk kalian" Kata sang ular dengan penuh kesombongan.


"Sombong sekali kau ular. Aku pastikan kesombongan akan segera berakhir bersama dengan nyawamu" Tangan Harry mendadak mengeluarkan cakar hitam yang sangat panjang.

__ADS_1


"Jurus Cakar Bayang" Cakar hitam yang tak kasat mata terus berusaha merobek tubuh sang ular tetapi tubuh sang ular tidak tergores sedikitpun.


'Apa tubuhnya keras sekali bagaikan baja' Gumam Harry.


Serangan ketiga anak itu tidak dapat membuat luka gores ditubuh sang ular.d


"Jurus Angin tornado"


"Jurus Api Hitam" Api hitam yang dikombinasikan oleh angin tornado membentuk pusaran api hitam yang membakar tubuh sang ular.


'Bagaimana bisa aku merasa tubuhku terbakar oleh api yang sangat panas?' Guman ular raksasa karena merasa sekujur tubuhnya terbakar.


Ular raksasa berguling-guling ditanah yang dapat membuat tanah menjadi gempa dalam sesaat. Semua itu ia lakukan untuk memadamkam api hitam yang membakar tubuhnya. Tapi semua yang dilakukan oleh ular raksasa sia-sia.


"Jurus Tinju Bayang" Mendadak muncul puluhan tinju hitam yang melesat kearah ular raksasa. Tinju-tinju itu berhasil memukul dengan telak tubuh ular raksasa.


"Grooarrr..." Seketika Tornado api hitam dan tinju bayang lenyap.


"Kau terlalu meremehkanku bocah!" Merasa dirinya diremehkan sang ular mengibaskan ekornya dalam sekali kibasan dapat membuat tanah radius puluhan meter hancur dan ketiga orang itu terjatuh ketanah.


"Sekarang sudah-" Ucapan ular raksasa terpotong akibat ada seseorang yang memukuld kepalanya secara tiba-tiba.


"Maaf aku terlambat" Ucap pria berbadan atletis itu.


"Jen... Jendral Frankline" Ucap Harry dengan terbata karena terkejut.


"Ternyata aku begitu terkenal ya" Jendral Frankline tidak menyangka bahwa dirinya begitu terkenal.

__ADS_1


"Hei manusia lemah! Kenapa kau menggangu kesenanganku?" Ular raksasa merasa kesal karena Jendral Frankline mengganggu kesenanganya.


"Apa katamu?" Ucap Jendral Frankline.


"Kau lemah!" Ular raksasa menaikan nada bicaranya.


"Baiklah akan aku tunjukan seberapa lemahnya aku" Jendral Frankline melesat maju.


Dentuman demi dentuman tecipta ketika serangan dari Jendral Frankline berhasil memukul dengan telak tubuh ular raksasa.


Disisi lain terdapat ular putih yang ukurannya tidak begitu besar memperhatikan pertarungan antara Jendral Frankline dengan ular raksasa.


'Aku harus cepat' Gumam sang ular putih sambil mendekat kearah Xena yang sedang pingsan karena serangan ular raksasa.


Sang ular putih mengigit tangan kanan kiri Xena lalu pergi dari tempat itu.


***


Pada awalnya pertarungan antara Jendral Frankline terlihat imbang tapi lama-kelaman ular raksasa mulai kewalahan menghadapi Jendral Frankline.


"Jurus Pukulan Naga Dewa" Pukulan terakhir dari Jendral Frankline berhasil menumbangkan ular raksasa.


"Semoga ini berhasil" Gumam Ular putih itu.


-------------------------------------------


Hai Gais:)

__ADS_1


Makasih loh atas teman-teman yang sudah mau membaca dan memberi masukan😊


Jangan lupa baca terus ya dan berikan masukan biar kedepannya aku dapat menulis lebih baik lagi😙


__ADS_2