Dewi Ular

Dewi Ular
15.Alam Mimpi


__ADS_3

Ia sungguh tidak percaya dengan apa yang katakan jendral Zaen. Tapi dirinya tidak menemukan kebohongan dari sorot mata jendral Zaen yang sangat serius.


"Aku tau kamu tidak percaya dengan ucapanku. Akupun sama aku tidak percaya dengan apa yang aku lihat. Tapi itu kenyataannya" ucap jendral Zaen.


Setelah berbincang cukup lama jendral Zaen meminta Arka beristirahat agar tubuhnya benar-benar pulih sementara jendral Zaen sendiri akan menjaga tenda mereka agar tidak ada dark animals lain yang menyerang.


Arka mengangguk setuju lalu pergi meninggalkan jendral Zaen sendiri. Jendral Zaen masih memikirkan tentang Harry yang mendadak menjadi sekuat itu.


Arka memasuki tenda milik Harry dan tidur bersama Harry sedangkan Xena tidur sendiri di tenda lain.


***


"Argghh" ringis Xena, Arka dan Harry karena merasakan sakit di kepala mereka.


"Dimana kita?" tanya Arka sembari melihat sekeliling ruangan putih yang kosong.


"Kalian berada di alam mimpi" ucap suara misterius menggema keseluruh ruangan.


"Tujukan wujudmu!" teriak Harry.


Pria misterius berwujud setengah ular putih muncul secara tiba-tiba dihadapan Xena, Arka dan Harry.


Xena, Arka dan Harry nafasnya tersendat karena tertekan dengan aura yang dikeluarkan oleh pria misterius itu.


"Si...siapa kau?" tanya Arka gemetar ketika melihat pria itu. Arka merasakan aura dari pria setengah ular itu semakin kuat dan dapat membuatnya merasakan sesak nafas karena tertekan oleh aura.


"Bisakan kau tidak menekan kami sepeti ini?" ucap Harry


"oh maafkan aku. Aku kira kalian tidak akan tertekan" Aura yang menyelimuti pria misterius itu perlahan menghilang. Xena dan teman-temannya sudah bisa bernafas dengan lega.

__ADS_1


"Kau? Bukankah kau pria yang hendak memasuki tubuh Xena" ucap Harry.


"Ternyata kau mengingatku. Aku memang ingin memasuki tubuh Xena dan membantu kalian untuk menghadapi singa api. Tapi aku tidak bisa memasuki tubuhnya karena tubuhnya selalu menolakku" ucap pria misterius itu.


"Karena tubuh Xena menolak dan aku melihatmu marah besar Harry dan aku juga dapat melihat kebencianmu terhadap singa api. Aku memanfaatkan tubuhmu dan memberikanmu sedikit kekuatanku padamu dan memberikan sedikit kekuatanku pada Xena dan Arka" lanjut pria itu.


"Pantas saja aku tidak bisa mengingat apapun ternyata kau sudah merasuki tubuhku" ucap Harry.


"Siapa sebenarnya dirimu? Dan mau apa kau membawa kami ke sini?" tanya Arka yang dipenuhi kecurigaan.


"Aku Rain petapa ular putih. Sekarang kalian berada di alam mimpi, aku memanggil kalian ke alam mimpi karena aku ingin melatih kalian" ucap Rain memperkenalkan diri.


"Apa itu alam mimpi?" tanya Xena


"Alam mimpi biasanya digunakan untuk berlatih oleh para ahli bela diri karena jika berlatih di alam mimpi tidak akan ada efek kelelahan dan perbedaan waktu antara alam mimpi dan dunia" ucap Rain


"Perbedaan waktu?" tanya Arka memastikan.


"Waaah... Ini sungguh keren. Hanya dengan tidur saja kau bisa menjadi kuat itu sangat keren. Dengan begitu aku akan segera menjadi kuat" ucap Harry dengan semangat yang membara.


"Apakah kalian ingin aku mengajari kalian. Aku tidak punya banyak waktu" ucap Rain yang perlahan tubuhnya menghilang.


Melihat Rain mulai kehilangan tubuhnya. Xena , Arka dan Harry segera mengangguk setuju. Setelah ketiganya setuju tubuh Rain kembali seperti semula.


"Bukankah kau sudah kehilangan sebagian tubuhmu. Bagaimana bisa tubuhmu seperti semula?" tanya Xena.


"Itu karena kalian telah mengizinkan diriku berada di alam mimpi kalian" ucap Rain.


"Apa maksudmu?" tanya Arka.

__ADS_1


"Tidak ada yang bisa memasuki alam mimpi seseorang kecuali orang itu memintanya atau sudah mengizinkan orang lain masuk ke alam mimpinya" ucap Rain.


"Jika bicara terus seperti ini. Kapan kita memulai latihannya?" gerutu Harry.


Harry sangat tidak memperdulikan ucapan dari Rain yang dirinya inginkan kekuatan agar dia bisa melindungi Arka tanpa bantuan siapapun.


"Baiklah jika kalian sudah siap untuk memulai latihannya aku akan membimbing kalian sebisa diriku" ucap Rain


Rain berubah menjadi pria normal dengan sepasang kaki. Ekor putih panjangnya telah hilang entah kemana.


"Apakah itu teknik Transformasi?" tanya Xena.


"Ya! Kau benar nona. Itu tadi adalah wujud Transformasi milikku" ucaap Rain


"Wah kau sungguh hebat bisa mempunyai wujud Transformasi" ucap Harry.


"Kalian juga bisa jika kalian rajin berlatih" ucap Rain


"Baik!" ucap ketiganya secara serempak.


'Aku berjanji akan membuat kalian bertiga lebih kuat dariku' pikir Rain.


------------------------------------------


Jangan lupa buat like,komen dan vote ya.


Stay At Home And Stay Healthy😊


Bersama kita bisa melawan virus jahat💪

__ADS_1


Indonesia Bisa!


__ADS_2