Dewi Ular

Dewi Ular
5.Sebuah Misi


__ADS_3

'Akhirnya aku berhasil. Aku harus membujuknya agar aku dapat memasuki tubuhnya dengan begitu aku akan lebih mudah melindungi gadis itu' Gumam ular putih itu.


Setelah pembicaran antara Aman dan Xena selesai. Arka dan Harry kembali masuk kedalam ruang rawat Xena untuk berpamitan pulang.


Ketika kedua pemuda itu memasuki ruang rawat Xena. Arka melihat ada ular putih yang memperhatikan Xena dan Aman.


'Gawat aku ketahuan' Menyadari dirinya dilihat oleh Arka. Ular Putih itu langsung menghilang.


Arka yakin dia melihat ular putih seperti sedang memperhatikan Aman dan Xena. Tapi ketika Menoleh kearah lain dan kembali melihat tempat ular putih itu berada. Ular putih itu sudah hilang seperti ditelan bumi.


'Kemana dia?' Gumam Arka merasa keheranan.


"Hei bodoh. Apa kau mau terus berdiri di situ sampai tua" Panggil Harry yang membuat Arka sadar dari lamunannya.


Tak lama Arka dan Harry masuk ke ruang rawat Xena. Jendral Frankline datang menjengguk gadis itu.


"Jendral Frenkline?. Suatu kehormatan bagiku karena kau sudi menjengguk cucuku Jendral" Kata Aman sambil membungkukan badannya.


"Kau tidak perlu sungkan denganku Kakek. Berkat cucumu dan teman-temannya pergerakan ular raksasa jadi terhambat" Kata Jendral Frankline.


"Kami hanya membantu saja Jendral. Kaulah yang telah menyelamatkan kami" Ucap Xena sambil tersenyum manis.


"Hei nona. Apa kondisimu sudah membaik?" Tanya Jendral Frenkline ramah.


"Sudah Jendral. Sebenarnya ada urusan apa membuat salah satu Jendral besar negara Angin datang menjenggukku" Xena merasa ada tujuan lain Jendral Frenkline datang menjengguk dirinya.


"Kau sungguh pintar nona. Aku jadi ragu kalau kedua pemuda payah ini adalah temanmu" Jendral Frenkline mengejek kedua pemuda yang berada di sampingnya itu.


'Jika kau bukan salah satu Jendral Besar negara Angin aku pasti sudah menghajarmu" Gumam Harry kesal karena telah dipermalukan oleh sang jendral.

__ADS_1


"Hei anak muda. Jangan kesal padaku,aku hanya bergurau. Kalian juga memiliki potensi yang luar biasa." Kata Jendral Frenkline.


Harry tidak memperdulikan perkataan Jendral Frenkline. Ia masih merasa kesal karena telah diejek oleh Jendral Frenline.


"Aku datang kemari karena aku ingin memberi kalian misi yang diberikan oleh kaisar sekaligus merecruit kalian sebagai komandan pasukanku" kata Jendral Frenkline dengan serius.


Aman,Arka,Harry,dan Xena terkejut mendengar perkataan dari Jendral Frenkline.


"Apa kau serius Jendral?" Aman memberanikan diri untuk bertanya kepada Jendra Frenkline.


"Aku tidak pernah bercanda dengan ucapanku" Jendral Frenkline memasang wajah serius.


"Tapi untuk menjadi komandan pasukan para Jendral bukankah membutuhkan tes terlebih dahulu?"


tanya Arka.


"Ayolah Jendral katakan saja apa alasanmu mengakat kami bertiga menjadi komandan pasukanmu?" Harry kembali kesal karena ia di buat pusing oleh Jendral Frenkline.


"Dasar bodoh. Aku sudah memperhatikan kalian ketika sedang bertarung dengan ular raksasa. Jika saja kalian tidak sekuat sekarang sudah pasti mati oleh ular raksasa itu. Kalian juga tau aku adalah Jendral baru di negara Angin. Sudah pasti aku membutuhkan komandan pasukanku dan kurasa kalianlah yang pantas mendapatkan posisi itu" Jendral Frenkline akhirnya menjelaskan alasan dirinya mengangkat ketiga pemuda itu.


"Jadi kau sudah memperhatikan kami dari awal bertarung. Tapi kenapa kau tidak langsung menolong kami. Kau hampir membuatku kehilangan nyawa" Harry tidak dapat menahan emosinya lagi.


"Diam kau bodoh!" Jendral Frenkline membentak Harry. Membuat pemuda itu bungkam.


"Misi kalian adalah mengurung kembali Apolion ke dalam pedang naga dan ini merupakan tes kedua kalian untuk menjadi komandan pasukanku-" saat Jendral Frankline ingin memberitahu secara detail misi yang akan dijalankan oleh ketiga pemuda itu.


Aman memotong perkataan Jendral Frenkline saat mendengar nama naga yang dulu pernah ia segel di dalam pedang naga.


"Apa Apolion sang naga legendaris itu?" Aman terkejut mengdengarnya. Walaupun dulu ia dapat mengurungnya ke dalam pedang naga tetap saja ia merasa cemas akan keselamatan cucunya.

__ADS_1


"Kenapa kau terkejut seperti itu bukankah kau yang mengurung apolion di dalam pedang naga?"


"Memang benar. Akulah yang telah mengurung apolion pada masa itu. Tapi aku tidak akan pernah mengijinkan cucuku untuk menjalankan misi ini." Tegas Aman. Xena dan kedua temannya tidak pernah menyangka Aman adalah orang kedua yang bisa mengurung Apolion.


"Kenapa kakek?" tanya Arka.


"Kaisar Cheng saja mati karena mengurung Apolion dan Aku sungguh beruntung karena masih diberikan nafas oleh dewa. Tapi aku tetap kehilangan seluruh tenaga dalamku ketika mengurung Apolion. Bagaimana nasib kalian nantinya?" Aman tidak ingin ada sesuatu yang buruk menimpa cucunya.


"Kakek aku memohon padamu hanya cucumu dan kedua temannya yang bisa mengurung Apolion" Jendral Frenkline memohon kepada Aman.


"Atas dasar apa kau bisa berbicara seperti itu?" Aman membentak Jendral Frenkline.


"Kaisan Chen bermimpi akan ada tiga orang pemuda yang bertarung melawan ular raksasa di negara Angin. Ketiga pemuda itulah yang dapat mengurung Apolion" Jendral Frenkline menghela nafas panjang berharap Aman mau menyetujuinya.


"Apa kau ingin mereka terbunuh di tangan naga itu?" kata Aman.


"Kakek sudalah jangan seperti ini. Kita tidak akan tau hasilnya jika kita belum mencobanya bukan?" Xena yang dari tadi diam akhirnya angkat bicara untuk menenangkan kakeknya.


"Benar kakek. Kalaupun kami bertiga tidak bisa bertahan hidup setidaknya kami bisa menyelamatkan banyak nyawa" kata-kata Harry mengingatkan Aman saat ia meminta izin kepada orang tuanya.


"Percuma saja,sampai kapanpun kalian tetap tidak akan pernah berhasil mengurung Apolion kembali" Kata Aman


"Apa maksudmu kakek?" Tanya Jendral Frenkline heran ketika mendengar ucapan Aman.


-------------------------------------------


Semoga kalian suka ya gais


Jangan lupa kasih komen dan vote ya gais:)

__ADS_1


__ADS_2