
Setelah pertengkaran dan beberapa hal konyol yang Arka dan Harry lakukan berakhir, ratu Anne mengumumkan pemimpin kerajaan rosvelt yang baru, HARRY!.
Pengumuman itu disambut sorak-sorai dan tepuk tangan dari para pasukan. Mereka mengelar pesta semalam merayakan penobatan Haryy sebagai raja baru dikerajaan Rosvelt.
Kerajaan rosvelt memiliki 8 kota dan 12 desa, memiliki 1,7 juta jiwa penduduk yang ada.
Kota Winsky, kota Arkeus, kota Listen, kota Yordis, kota Gord, kota Sunrise, kota Atlantir,
kota Girben Night. Kerajaan rosvelt merupakan kerajaan kecil yang maju.
Namun sayang karena kelicikan raja rosvelt rakyat menderita dan sengsara. Perbudakan juga masih berlaku disini. Masih banyak anak-anak kelaparan seperti Harry dulu.
Saat Harry pertama kali berkeliling ke berbagai kota di kerajaan rosvelt, ia tabjuk melihat pemandang alam yang indah serta sumber daya alam yang melipah ruah.
Hanya ada satu hal yang membuat Harry bingung. Tatapan mata dari penduduk, tatapan mata itu sangat familiar baginya. Tatapan penuh harapan dari 1,7 juta jiwa, mereka seakan berkata semoga pemimpin barunya tidak seperti raja rosvelt.
Melihat itu semua membuat Harry mengingat penderitaan-penderitaan yang dirinya alami saat menjadi budak. Harry merasakan rasanya dipukul dan dihina oleh majikannya dulu.
Ingatan masa lalu dan gambaran pedihnya siksaan yang dirinya terima terus berputar-putar dikepalanya. Dadanya sesak melihat semua itu, luka lama yang ia derita terbuka kembali saat menyaksikan ratusan anak kelaparan di sudut kota.
-----><-----
Hari penobatan Harry yang sudah ditunggu-tunggu oleh semua rakyat akhirnya tiba. Seluruh rakyat kerajaan rosvelt antusias menyambut raja baru mereka karena setitik harapan mereka akan terwujud sebentar lagi.
Sikap dan prilaku Harrylah yang membuat rakyat dan petinggi kerajaan rosvelt menyambut dengan suka cita raja baru mereka. Harry membangun 2 mansion dengan 5 lantai menggunakan uang pribadinya untuk para anak-anak jalanan dan orang-orang gelandangan.
Harry juga membebaskan para budak dan menghapuskan perbudakan serta kekerasan. Xena tidak pernah menyangka dibalik sikap konyol Harry ternyata pria itu memiliki hati yang sangat lembut namun sikapnya tetap sama seperti Harry yang dirinya kenal.
Harry menggunakan pakaian bangsawan berwarna putih serasi dengan keluarga kerajaan.
"Kakak apakah kakak yakin ingin menjadi raja?" tanya Aliska sembari menuruni tangga bersama Harry.
"Tentu saja. Memangnya kenapa kau bertanya seperti itu?"
__ADS_1
"Waktu ayah menjadi raja. Ayah berubah menjadi jahat, aku dan ibu selalu disiksa oleh ayah. Apa kakak akan seperti ayah?"
Harry terdiam beberapa saat. Dirinya tidak pernah membayangkan seorang anak perempuan berusia 6 tahun akan berbicara seperti itu kepadanya.
'Kau memang tikus licik raja rosvelt. Tapi keluargamu sangat menyanyangi dirimu" pikir Harry.
"Kakak jawab pertanyaanku" gerutu Aliska kesal karena diabaikan oleh Harry.
"Tidak mungkin aku seperti itu. Aku sangat menyanyangimu Aliska. Lagipula ayahmu tidak jahat putri kecil, ayahmu hanya merasa pusing karena masalah yang aku tidak ketahui"
Mereka sampai dibalkon istana. Saat keluar mereka disambut oleh suara riuh dan tepuk tangan dari rakyat yang tidak sabar melihat penobatan. Aris dan Zin keluar membawa mahkota dan sebilah pedang.
Aris menyerahkan mahkota yang ia pegang kepada ibunya. Setelah memegang mahkota kerajaan rosvelt ratu Anne menyuruh Harry untuk berlutut.
"Berlututlah putraku"
"Baik bunda ratu" Harry langsung berlutut dihadapan ratu Anne.
Ratu Anne memasangkan mahkota kerajaan rosvelt di kepala Harry. Setelah itu mengambil pedang yang dipegang oleh Zin lalu menempelkan pedang itu ke punggung Harry sebagai simbolis.
Rakyat yang menyaksikan penobatan bertepuk tangan dan memberi hormat bahkan ada beberapa yang menangis. Kebanyakan yang menangis adalah para budak dan anak-anak kelaparan yang sudah Harry selamatkan.
"Terima kasih ibu ratu" ucap Harry pelan sembari memberi hormat lalu berdiri bersiap menyampaikan sambutan.
"Sebelumnya aku sebagai raja baru di kerajaan rosvelt ingin berterima kasih kepada ratu Anne dan adik-adik angkatku karena telah mempercayai kerajaan ini.
Selamat datang ke kerajaan rosvelt yang baru. Kerajaan tanpa perbudakan, tanpa kekerasan, tanpa penderitaan dan sudah tidak ada lagi hukum rimba, yang kuat menerkam yang lemah. Kita semua sama! Aku, ratu Anne, dan kalian semua sama. Tidak ada pembeda diantara kita" ucap Harry menghela nafas sebelum melanjutkan bicara.
"Maka dari itu, aku Harry Petter berjanji akan menindak tegas pelaku kekerasaan dan perbudakan terhadap orang-orang yang lemah. Jadi aku dengan hormat meminta bantuan kepada kalian semua untuk melaporkan ke para prajurit istana jika melihat kekerasan dan perbudakan.
Aku juga akan membuat 100 mansion dengan 5 lantai untuk para gelandangan di setiap kota. Para walikota akan mendata dan meneriksa, jika ada yang berbohong ak akan menindak dengan tegas. Aku juga akan membangun 50 akademi disetiap kota untuk para anak-anak gelandang. Aku ucapkan terima kasih banyak telah sudi menerima diriku sebagai pemimpin baru kalian"
Semua orang yang berada di balkon langsung kembali masuk ke istana. Suara teriakan dari para rakyat yang meneriaki nama raja baru mereka terdengar sampai dalam istana. Para penjaga berusaha menenangkan rakyat agar tidak terjadi kerusuhan.
__ADS_1
Aris dan Zin berlari memeluk Harry erat. Membuat Arka menjadi iri akan sikap keduanya terhadap Harry.
"Kak maafkan ayah dan kam berdua" tangis Aris dan Zin sudah tidak dapat terbendung lagi ketika mereka berdua memeluk erat tubuh Harry.
"Sudahlah jangan menangis, kalian adalah laki-laki tidak boleh cengeng seperti itu" ucap Harry mengaruk kepalanya yang tak gatal.
"Memangnya kenapa pria tidak boleh menangis? lagipula menangis adalah hak semua orang untuk menggambarkan suasana hati" ucap Zin.
"Aku tau, tapi ada seseorang yang menatap kita seperti ingin membunuh kita semua" ucap Harry bergidik ngeri merasakan tatapan seseorang di ujung ruangan.
Aris dan Zin melepaskan pelukan mereka dan memperhatikan sekeliling mereka. Mata mereka menangkap seorang pria dengan mata coklat menatap keduanya seperti hendak membunuh mereka semua.
Pria itu menghampiri mereka berdua dengan tatapan tajam. Menyadari pria itu berjalan kearah mereka dengan tatapan tajam, mereka ingin berlari tapi pria itu sudah berdiri didepan mereka.
"Mau kemana kalian?" ucap Arka kesal.
"Eh... Kita mau makan. Perut kami lapar sekali" ucap Harry diikuti anggukan kecil Aris dan Zin.
"Kenapa kalian hanya memeluk orang ini?"
"Kami minta maaf kak" Aris dan Zin memeluk Arka dengan erat.
"Kalau sudah seperti ini dengan terpaksa aku memaafkan kalian"
"Horeee!" teriak keduanya senang.
"Kau jangan pernah merebut adik-adikku" bisik Arka
-----><-----
"Hahahaha... Kau dikalahkan oleh 3 bocah igusan?" ucap pria gempal sembari memakan daging.
"Aku tidak percaya salah satu iblis anggota seven deadly sins. Sungguh memalukan" sindir pria bermata merah darah.
__ADS_1
"Aku belum menggunakan kekuatan penuhku" balas pria yang baru datang.