
Walaupun jendral Zaen ada diperikat kelima tapi ia bisa memenangkan perang melawan 1.500 prajurit negara tanah.
Saat masa peperangan antara negara Angin dengan negara Tanah. Jendral Zaen memimpin Devisi Serigala Darah merebut kembali kota topan yang ada di perbatasan negara.
Jendral Zaen hanya membawa 1.000 pasukan khusus yang ia buat. Tapi 1.000 pasukan itu mati tak tersisa karena musuh berjumlah 3 kali lipat dari pasukan dirinya.
Melihat pasukan khusus yang ia bawa tewas membuatnya marah dan menghancur seluruh pasukan musuh yang tersisa.
***
Setelah Xena sembuh Jendral Frenkline meminta kepada Arka agar pergi ke istana bersama Harry dan Xena.
Mereka bertiga akan diangkat menjadi komandan pasukan Jendral Frenkline dan memperkenalkan mereka kepada para Kaisar dan keenam Jendral lainnya.
"Siapa kalian?" tanya prajurit berzirah lengkap dengan tombak dan perisai ditangan pria itu.
"Kami adalah komandan baru Divisi Ular Hitam yang di rekruit oleh Jendral Frenkline" sang prajurit menatap Arka dengan tidak percaya.
"Tunjukan kartu Devisi kalian" ucap prajurit itu.
Ketiga orang itu menunjukan kartu berwarna ungu gelap dengan lambang ular kobra berserta nama samaran mereka.
'Gold Serpent?!. Ternyata benar mereka adalah Devisi Ular Ungu' prajurit itu tidak dapat menyembunyikan wajah terkejutnya.
"Hei! Kenapa diam saja?. Cepat buka pintunya" Harry mengeluarkan aura pembunuh berwarna hitam kelam.
Aura pembunuh yang dikeluarkan oleh Harry memaksa seluruh prajurit yang sedang berjaga digerbang istana berlutut dihadapannya dan membuat para prajurit merasa sesak seakan dihimpit oleh tembok besar.
"Apa ini?!"
"Aura pembunuh ini begitu kuat"
Bisik para prajurit karena terkejut melihat aura yang dikeluarkan oleh Harry.
__ADS_1
"Maafkan aku tuan. Aku hanya memastika agar istana kaisar aman" ucap prajurit yang menahan ketiga orang itu.
"Kali ini kalian aku maafkan tapi jika kalian membuat kesalahan yang sama jangan harap aku melepaskan kalian" perlahan aura hitam kelam milik Harry hilang.
Para prajurit berdiri kembali. Mereka dapat bernafas dengan normal kembali. Beberapa prajurit berlari menghapiri gerbang dan membuka gerbang istana.
"Apa perlu kau melakukan itu?" tanya Arka
"Tentu saja kita ini komandan pasukan sudah seharusnya mereka menghargai kita" jawab Harry
"Kau benar Harry. Tapi bukan begitu cara yang tepat agar mereka menghargai kita" uca Xena
Mereka terus berjalan kearah istana. Mungkin jarak dari gerbang ke istana berjarak 500 meter. Saat sampai mereka disambut oleh kepala pelayan yang mengenakan jaz hitam serta kemeja putih.
"Silakan masuk tuan. Saya akan mengatarkan tuan dan nona menuju ruang singgasana" kepala pelayan itu tersenyum hangat sambil membungkukan badan memberi hormat.
Xena dan Arka membalas senyuman dari kepala pelayan istana. Sedangkan Harry tidak memperdulikan kepala pelayan itu. Harry kagum melihat kemegahan istana milik negara Angin itu.
Terlihat seorang kaisar yang berumur sekitar 35 tahun sedang duduk di singgasananya, di kanan kaisar itu terdapat wanita cantik dengan gaun berwarna merah muda sangat cocok dengan kulitnya yang putih,sedangkan di kiri sang kaisar seorang pria muda yang tampan dan gagah memakai baju bangsawan berwarna putih.
Para jendral dan menteri kerajaan juga berada di istana. Mereka menyambut Arka dan teman-temannya dengan senyum hangat.
"Yang mulia" ucap Arka memberi hormat yang diikuti oleh Xena dan Harry.
"Jadi kalian yang telah membunuh ular raksasa itu?" tanya Kaisar Chen. Ia menguji kejujuran anak-anak itu, sebenarnya kaisar sudah mendengarkan cerita jendral Frenkline
"Tidak kaisar bukan kami yang membunuh ular raksasa itu. Yang membunuh ular raksasa itu adalah Jendral Frenklinelah yang telah membunuh ular itu. Sedangkan kami hanya membantu sesama" ucap Harry.
Arka tidak menyangka Harry dapat berbicara seperti itu. Selama bertahun-tahun Arka menjadi sahabat Harry, belum pernah Arka mendengar Harry merendahkan diri seperti itu. Sedangkan Xena tersenyum mendengarkan kata demi kata yang diucapkan oleh harry.
"Apakah benar jendral Frenkline?"
"Tidak kaisar, merekalah yang membunuh monster hewan itu. Aku tidak berani berkata bohong kepadamu kaisar" Jendral Frenkline dan Kaisar berbohong. Mereka ingin melihat apakah ketiga pemuda itu benar-benar jujur.
__ADS_1
Harry melotot kearah Jendral Frenkline. Dengan jawaban seperti itu tentu saja kaisar akan menganggap dirinya berbohong
'Awas kau sialan' gumam Harry
"Mohon maaf Jendral sepertinya kau yang telah berbohong. Kami hanya membantu saja"
ucap Arka
"Kalian telah banyak membantu jika saja kalian tidak menahan ular itu istana ini mungkin sudah hancur" ucap kaisar.
"Kami hanya melakukan yang kami bisa kaisar" ucap Xena
"Sudahlah jangan merendah terus, aku tau kalian punya kemampuan yang luar biasa. Dengan ini aku menyatakan kalian sebagai komandan pasukan Devisi Ular"
Kaisar berdiri dan menghampiri ketiganya. Lalu kaisar memasangkan lencana yang terbuat dari perak dengan lambang angin sebagai lambang dari negara angin.
"Dengan ini kalian resmi menjadi anggota kerajaan" ucap kaisar diiringgi suara tepuk tangan dari para jendral.
"Terima kasih kaisar" ucap mereka serempak sembari menunduk hormat.
"Apa kalian sudah tau misi pertama kalian?" tanya permaisuri.
"Kami sudah tau ratu dan kami berjanji akan melakukan yang terbaik demi negara Angin" ucap Arka.
-------------------------------------------
Maaf y gais klo blm bisa memuaskan:)
Jangan lupa komen beri aku dukungan dan masukan yang banyak😊
Agar aku bisa memberikan yang terbaik
Stay at home and Stay healthy😙
__ADS_1