
"Kami berdua undur diri. Selamat sore dan sampai jumpa besok" ucap sang komentator dan rekannya pamit.
Esok harinya seluruh karcis terjual habis. Kerajaan Kabut meraup keuntungan yang sangat banyak belum lagi ditambah dengan hasil penjual alat-alat canggih milik Kerajaan Kabut yang akan dilelang setelah pertandingan final.
"Halo selamat pagi tuan dan nona sekalian. Dipagi yang dingin ini kita semua akan menyaksikan pertanding hoki babak final antara Four Dukes Circles dengan si 1001 keberuntungan Dragon Fire" sapa seorang komentator.
"Pertandingan kali akan menjadi pertandingan yang sangat seru. Akankah Four Dukes Circles yang akan menang? atau kebetuntungan Dragon Fire yang akan membawanya mereka kepada 500.000 koin emas?" sahut komentator lain.
Isabel dan Servantbot membuka pertandingan hoki babak final dengan sambutan dan promosi teknologi yang mereka kembangkan.
Setelah sambutan yang telah dilakukan oleh Isabel dan Sevantbot, tanpa berlama-lama pertandinganpun dimulai.
"Tak akan aku biarkan kau menang" geretak Griton.
"Maaf tuan. Tapi kami membutuhkan uang itu" ucap Alelius tersenyum ramah sembari mengoper bola ke rekan didekatnya.
"Kalau begitu langkahi mayatku" ucap Mike berhasil mengambil bola.
Mike mengiring bola melewati lawannya dengan mudah dan mengoper bolanya ke Xena. Dengan sangat cepat Alelius berada di depan Xena dan mengambil bola.
Gerakan Dragon Fire sangat terkordinasi termasuk gerakan Alelius yang sangat cepat sehingga Four Dukes Circles agak sulit merebut bola dari mereka. Para penonton dan bangsawan terpana oleh kecepatan Alelius tak terkecuali Arka.
Satu poin berhasil dicetak oleh Four Dukes Circles dengan susah payah dan usaha yang sangat keras.
"Walaupun kalian hanya pelayan restoran kecepatan kalian seperti kancil" puji Xena.
"Terimakasih nona atas pujiannya" Alelius tersenyum manis.
Selang beberapa menit Dragon Fire dapat membalikan keadaan menjadi 1-2.
Four Dukes Circles terus berusaha menyerang dan membobol pertahanan tim lawan, dengan usaha yang keras Four Dukes Circles memenangkan pertandingan final.
"Sepertinya keberuntungan tidak berpihak kepada tim Dragon Fire" ucap komentator.
"Four Dukes Circles memenangkan babak final dengan skor 3-2. Penyerahan hadiah akan dilaksanakan setelah makan siang" ucap komentator lainnya.
Para penonton dan bangsawan beserta petinggi kerajaan memilih pergi untuk mencari makan siang, mereka merasa lapar kerena menonton pertandingan seru tadi.
Sementara Four Dukes Circles dan Dragon Fire saling bersalaman dan saling meminta maaf karena telah terprovokasi akibat panasnya pertandingan.
"Pertandingan yang hebat" ucap Mike mengulurkan tangan.
__ADS_1
"Ya, tapi lain kali kami tidak akan kalah" Alelius menyambut uluran tangan Mike.
----------><----------
Setelah makan siang semua orang kembali berkumpul dipinggir sungai RMFG untuk menyaksikan penyerahan hadiah kepada pemenang dan menaruh 3 nama tim dipapan.
"Juara 3 mendapatkan 100.000 koin emas. Yang Mulia ratu Anne akan memberikan hadiah kepada juara ketiga" ucap komentator.
Ratu Anne mendekati ketiga anaknya dan memberikan hadiah yang telah ditentukan. Tapi saat hendak memberikan hadiah, tiba-tiba sosok misterius terbang diatas kerumunan orang dan melesat pergi dengan cepat.
Harry menarik ratu Anne dan kedua adik laki-lakinya, Xena segere melesat ke arah Isabel dan Aliska, Sedangkan Arka meraih tangan Alelius dan keempat duke lainnya.
"Sheild" teriak Xena, Harry dan Arka bersamaan.
Muncul pelindung transparan mengelilingi mereka dari serangan tak pria misterius barusan.
Semua orang yang diluar pelindung telah berubah menjadi batu bersamaan dengan kerajaan kabut.
"Apa yang telah terjadi?!" teriak Arka melihat para penduduk dan kerajaannya telah menjadi batu.
Hanya orang yang berada dalam pelindung dan para monster yang tidak menjadi batu.
"Arka kita harus pergi dari sini" ucap Xena.
Tapi Arka hanya diam termenung merasakan sedih yang amat mendalam, kerajaan yang telah ia bangun dengan keringat dan pengorbanan telah menjadi batu sepenuhnya.
"Arka ibu paham perasaanmu nak" ucap ratu Anne lalu meneluk Arka.
Arka menangis didalam pelukan ibu angkatnya. Kehangatan dari seorang ibu yang telah lama Arka rindukan kembali ia rasakan.
"Ayo kita pergi kewilayah kera hitam, melihat para monster tidak menjadi batu. Aku harap yang lain juga tidak menjadi batu" ucap Arka sembari mengelap air matanya.
Arka, Xena, Harry, Ratu Anne dan yang lainnya menuju tempat para monster dan dark animals berada.
Disepanjang jalan mereka semua melihat semua orang dan bangunan-bangunan yang ada telah menjadi batu. Kerajaan kabut telah menjadi batu seluruhnya dan tidak menyisahkan satupun orang kecuali Arka dan yang lainnya.
Melihat kerajaan yang telah dibangun menjadi batu membuat Arka kembali merasakan kesedihan tapi kali ini ia tidak ingin terlihat oleh adik-adiknya. Walaupun sebenarnya Ariis dan Dexi sangat paham kondisi perasaan Arka saat ini.
----------><----------
Sesampainya di wilayah para monster Arka disambut dengan sangat baik oleh para monster miliknya.
__ADS_1
"Kami telah menerima laporan dari anggota kami yang lain bahwa kerajaan kabut dan kerajaan rosvelt beserta wilayah kekuasan kerajaan telah menjadi batu kecuali wilayah kami" ucap Troll cheif menundukan kepala.
"Maafkan kami tuan, kami tidak bisa menjaga kerajaan" timpal yang lain.
"Tidak usah merasa bersalah seperti itu, ini semua bukan kesalahan kalian" ucap Xena lembut.
"Terimakasih nona"
"Kami akan pergi tolong siapkan 650 pasukan terkuat kalian dan 3 kereta kuda lalu pasangkan kepada three-tailed white tiger milik kami" ucap Harry.
"Aku titipkan kedua kerajaan kepada kalian. Jaga dan jangan biarkan seorangpun memasuki wilayah kerajaan" tambah Arka
"Serahkan semua kepada kami tuan"
Para petinggi wilayah kera hitam segera melaksankan perintah yang telah diberikan.
"Kita akan pergi kemana tuan?" tanya Isabel.
"Akupun belum tau pasti tapi seseorang telah menyuruh kami membawa kalian ke arah selatan" ucap Harry santai.
"Kenapa kau diam saja Alelius?" tanya Xena kepada Alelius karena diam saja dari awal perjalanan.
"Aku hanya merasa sedih karena tidak bisa mengujudkan impanku, nona" sahut Alelius setelah terdiam cukup lama.
"Memangnya mimpimu seperti apa?" tanya Mike penasaran.
Alelius terdiam kembali mendengar pertanyaan dari Mike, sikap Alelius mebuat Arka dan yang lain bingung.
"Ceritakan saja kak, anggap kami keluargamu sendiri" ucap Aliska.
"Impianku akan terdengar sangat konyol untuk para bangsawan seperti tuan dan nona" ucap Alelius
"Ceritakan saja, aku dan Arka bahkan punya impian yang sangat mustahil yaitu ingin memimpin kerajaan sendiri tapi berkat usaha dan kerja keras. Kami berhasil memilikinya" ucap Harry
Karena terus didesak oleh Arka dan yang lainnya akhirnya Alelius menceritakan impiannya.
"Impianku adalah membuat beberapa cabang restoran di kota lain dan membeli peralatan canggih yang dijual kerajaan tapi semuanya telah sirna" ucap Alelius.
Arka mengerutkan dahi, dirinya bingung apa yang konyol dari mimpi seperti itu? begitupun dengan yang lain, mereka berpikiran sama dengan Arka.
Saat sedang asik berbincang dan bercanda dengan santai 3 goblin menghampiri mereka dan melaporkan tugas yang diberikan telah diselesaikan.
__ADS_1
"Tuan semuanya telah siap" ucap goblin Cheif.