Dewi Ular

Dewi Ular
41.Pembohong?


__ADS_3

"Apa yang kalian lakukan? Kenapa kalian membantu mereka?!" bentak seorang pria bertopeng dengan nomor 1.


"Ampun ketua! Kami hanya tidak ingin dia terluka" ucap pria bernomor 2 ditopengnya sembari bersujud.


Pria yang disebut sebagai ketua menghela nafas panjang dan berjalan melewati tiga pria lainnya yang sedang bersujud memohon ampun.


"Persiapkan diri kalian. Sebentar lagi mereka tiba" ucap ketua tanpa menoleh.


"Baik ketua!" ucap 3 pria lainnya bersamaan.


Ditempat Lain....


"Akhirnya kau sadar juga nona" ucap Alelius sumringah.


Xena akhirnya tersadar setelah sekitar 30 menit pingsan akibat lehernya ditotok oleh pria misterius.


"Dimana aku?" ucap Xena lemah.


"Kau tadi pingsan putriku sekarang kau bersama kami" ucap Ratu Anne.


"Dimana Arka dan Harry, ibu?" tanya Xena.


"Kak Arka dan Kak Harry sedang membakar mayat-mayat bandit" ucap Aris.


Mayat-mayat yang dibiarkan begitu saja akan menjadi pasukan mauat hidup atau zombie. Meski mereka lemah tapi jika jumlah mereka banya akan sangat merepotkan.


"Kau sudah sadar rupanya" ucap Arka yang baru saja datang bersama dengan Harry.


"Memangnya kenapa aku bisa pingsan seperti ini?" tanya Xena.


Semua orang terdiam dan hanya melihat satu sama lain ketika mendengar pertanyaan Xena. Mereka bingung harus menjawab apa, jika mereka jujur pasti Xena tidak akan percaya dan jika mereka berbohong suatu saat Xena akan tau kebenaranya.


"Apa ada yang bisa menjawab pertanyaanku?!" ucap Xena kesal karena merasa diabaikan.


"Tadi kau-"


"Kelelahan. Ya, tadi kau kelelahan makanya kau pingsan" ucap Arka berbohong.


"Ah sudalah, tidak penting buatku" ucap Xena.


Harry segera menarik lengan Arka untuk menjauh dari Xena.


"Kenapa kau berbohong?! Hah?" bentak Harry kesal karena Arka berbohong.


"Kau pikir dia tidak akan syok ketika mendengar bahwa dirinya menjadi setengah ular" ucap Arka.


"Mungkin dia akan syok ketika mendengar kenyataan yang sesungguhnya tapi setidaknya kita semua tidak akan dianggap pembohong" sahut Harry yang semakin kesal dengan Arka. "Pokoknya aku akan tetap memberitahu kepada Xena yang sebenarnya"

__ADS_1


Saat Harry berbalik badan Arka mencengkram lengan Harry dengan kuat dan menatap tajam kearah Harry. Aura yang begitu kuat keluar dari merembes dari tubuh Arka.


"Hentikan omong kosongmu atau-"


"Atau apa?! Sekalipun kau membunuhku, aku akan tetap memberitahu kebenarannya" bentak Harry lalu melepaskan cengkraman Arka dan pergi meninggalkan Arka.


"Xena bisakah aku berbicara padamu sebentar? Ada sesuatu hal yang harus aku bicarakan denganmu, ini sangat penting" ucap Harry.


"Tumben sekali kau ingin bicara serius denganku. Tentang apa?" tanya Xena penasaran.


"Sudahlah ikut saja denganku. Aku tidak ingin orang itu menggangu pembicaraan kita" tunjuk Harry ke arah Arka yang masih diam dan menatapnya dengan tatapan tajam.


"Seperti kau ada masalah dengannya" ucap Xena ngeri melihat tatapan Arka.


"Aku tidak perduli. Lagipula dia tidak akan berani menyentuhku" ucap Harry percaya diri.


'Kepercayaan dirinya tingkat akut' gumam Xena dalam hati.


"Cepatlah. Jangan perdulikan manusia bodoh itu" ucap Harry yang sudah jalan terlebih dahulu.


Xena segera menyusul Harry yang sudah jauh di depan. Harry membawa Xena ke sebuah taman bunga yang tidak sengaja ditemukan oleh Harry.


"Wah! indah banget taman bunganya" ucap Xena terkagum. "Siapa yang menanam bunga-bunga ini?"


"Kurasa tidak ada yang menanamnya" ucap Harry.


"Tapi kau harus berjanji, kau tidak boleh merasa dirimu itu aneh" ucap Harry ragu ingin mengatakan yang sebenarnya


"Apa maksudmu?, Harry. Jangan-jangan kau ingin membicarakan soal diriku yang berubah menjadi setengah ular" ucap Xena santai.


"Ba-bagaimana kau tau?" tanya Harry kaget karena Xena tau apa yang ingin dibicarakan olehnya.


"Para undead yang memberitahuku" sahut Xena santai.


Lalu keluar 5 undead dari dalam bayangan dengan badan yang kekar dan aura yang lebih kuat dari sebelumnya. Kelima undead yang dikeluarkan Xena juga memakai zirah berwarna hitam dengan ukiran yang sangat indah.


Kelima undead itu sangat gagah dan berwibawa saat mengenakan zirah hitam. Ekspresi datar membuat kelima undead itu seperti malaikat maut yang siap mencabut nyawa musuh-musuhnya kapanpun mereka mau.


'Aura kelima undead ini lebih kuat dari aura yang dipancarkan oleh 15 undead sebelumnya' gumam Harry dalam hati.


Harry terdiam sesaat karena tertekan oleh aura yang dipancarkan dari kelima undead yang keluar dari bayangan Xena.


"5 undead ini lebih kuat dari 10 undead lainnya" ucap Harry.


"Tentu saja 10 undead lainnya sudah berkorban demi kelima undead ini" ucap Xena sembari tersenyum senang melihat kelima undead miliknya.


"Apa maksudmu?" tanya Harry seirus.

__ADS_1


"Aku tidak bisa mengendalikan 15 undead sekaligus. Jadi Rain memintaku untuk melakukan penggabungan" ucap Xena datar.


"Kau bertemu dengan Rain?" tanya Harry.


"Ya, dia menemuiku saat aku pingsan dan membawaku ke alam mimpi" ucap Xena.


"Cih, dasar pria tua plin-plan. Kemaren dia bilang tidak ingin menemui kita karena dia sudah menunggu kita, sekarang malah dia menemuimu. Dasar mesum!" umpat Harry.


"Hahaha... Jika dia mendengar semua perkataanmu barusan, dia pasti akan memukulmu" ucap Xena sembari tertawa.


Xena menyuruh 5 undead miliknya kembali masuk kedalam bayangannya dan meninggalkan Harry yang masih termenung melihat tingkah Xena yang seakan tidak memperdulikan tubuhnya yang berubah menjadi ular.


'Aku tidak peduli! biarpun tubuhku seperti katak sekalipun tidak masalah bagiku, yang penting aku akan menjadi lebih kuat dari kalian berdua' batin Xena sembari tersenyum.


"Oh iya, terima kasih karena kau telah berusaha jujur kepadaku walaupun aku sudah tau terlebih dahulu. Tapi setidaknya kau tidak seperti pria bodoh itu!" ucap Xena sembari membayangkan wajah Arka yang memerah karena menahan amarah.


.....


"Apa yang kau bicarakan dengannya?" tanya Arka dengan tatapan sinis.


"Tidak ada" sahut Harry dengan nada malas.


"Aku serius!" ucap Arka sambil mengangkat kerah baju Harry.


"Setelah kau berbohong padanya sekarang kau ingin membunuhku!" geram Harry. "Kau itu pengecut! kau pecundang! kau tidak berani buat bilang ke dia bahwa kau mencintainya. Bahkan berbuat jujur saja kau tidak berani"


"Tutup mulutmu!" kesal Arka.


"Arrgh!" ringis Arka dan Harry bersamaan.


Xena menarik daun telinga milik Arka dan Harry karena ia sudah tidak tahan dengan tingkah laku mereka yang selalu bertengkar dimanapun berada.


"Kalian ini selalu saja bertengkar seperti anak kecil" ucap Xena kesal. "Jika kalian bertengkar lagi aku tidak akan memaafkan kalian"


Xena hendak meninggalkan Arka dan Harry pergi tapi tangan kekar milik Arka segera menahan kepergian dirinya.


"Lepaskan!" pekik Xena.


"Tidak akan pernah" sahut Arka.


"Apa maumu? Kau ingin berbohong lagi? itu tidak berguna sebab aku tidak akan mempercayain kata-katamu lagi. Dasar pembohong" ucap Xena dengan nada kesal.


"Apa maksudmu? Aku tidak mengerti" ucap Arka bingung.


"Tidak mengerti? Kau sungguh pandai berbohong!" bentak Xena sembari melepaskan tangannya dari gengaman Arka.


Arka bingung dengan sikap Xena kepadanya. 'Kenapa dia menyebutku pembohong?' batin Arka. Hanya ada satu nama yang ia pikirkan, ia melihat orang itu dengan penuh amarah tapi Harry hanya tersenyum ala pepsodent.

__ADS_1


__ADS_2