
"Bagaimana jika kita membuat pasukan khusus?" ucap Xena memberi usul.
"Ide yang cukup bagus Xena" ucap Harry.
Setelah sampai di barak milik devisi ular. Mereka melihat 15 kelompok yang sedang berlatih. Mike melihat mereka datang segera menghampiri mereka bertiga.
"Lapor komandan!. 9.000 pasukan sudah dilatih dan kekuatan mereka juga sudah meningkat." ucap Mike.
"Bagus. Sekarang pilih 450 orang yang paling kuat diantara yang lain" ucap Xena.
"Siap laksanakan!" ucap Mike lalu pergi menyiapkan 450 pasukan.
Mereka bertiga pergi meninggalkan barak. Mereka bertiga ingin menemui jendral Frenkline untuk meminta misi agar mereka bisa membangun mansion dan membeli perlengkapan yang lebih bagus untuk para prajurit. Mereka juga ingin membeli perlengkapan buat para goblin.
"Berhenti!" ucap seorang prajurit yang bertubuh besar. Dia memengang tombak ditangan kanannya dan perisai ditangan kirinya.
Harry membuka tudungnya dan menatap prajurit itu dengan tajam. Prajurit itu menelan ludah karena terkejut melihat Harry.
"Ma...Maafkan aku komandan" ucap Prajurit itu gemetar.
"Sekali lagi kau bertingkah seperti itu akan kubunuh kau!" Harry mengancam prajurit berbadan besar dan berhasil membuat prajurit itu gemetar.
"Aku hanya bercanda. Kau tidak perlu takut seperti itu" ucapan Harry membuat prajurit berbadan besar menghela nafas lega.
Mereka bertiga langsung masuk ke mansion besar dan mewah. Mansion itu mempunyai 3 lantai.
"Silakan Masuk tuan" ucap kepala pelayan sembari memberi hormat.
Arka masuk terlebih dahulu dan diikuti oleh dua rekannya. Saat masuk ke dalam mansion ketiganya terpana melihat bagusnya interior yang ada di mansion.
'Pasti hargany sangat mahal' pikir Harry.
"Silakan duduk tuan. Aku akan memanggil tuan Frenkline" ucap kepala pelayan.
"Siapa namamu?" tanya Arka.
"Namaku Serjo tuan" ucap Serjo sembari tersenyum.
"Baiklah Serjo. Aku akan mengingat namamu" ucap Arka.
"Terima kasih tuan" ucap Serjo lalu pergi memanggil jendral Frenkline.
Tak lama jendral Frenkline turun dari lantai atas. Sepertinya ia baru bangun tidur terlihat dari pakaiannya yang masih mengunakan piyama.
"Sepertinya si pemalas baru bangun tidur" ucap Harry dengan ketus.
"Aku sedang menikmati liburanku. Kalian menggangu diriku saja" ucap jendral Fenkline.
"Oh liburan ya? Kami bertiga berlatih bersama jendral Zaen dengan keras yang membuat kami hampir mati dan kau disini hanya bermalas-malasan. Sungguh tidak berguna!" ucap Harry dengan sedikit membentak jendral Frenkline.
Para pelayan yang mendengar Harry membentak jendral Frenkline terkejut tapi mereka tidak berani membicarakannya.
"Kenapa kalian semua menatapku seperti itu?" Harry semakin marah karena para pelayan menatapnya.
__ADS_1
Para pelayan langsung menundukan pandangan mereka karena takut oleh Harry. Kini hanya lantai yang mereka lihat.
"Apa kau sedang kesurupan? Kau datang kesini lalu memarahi diriku dan para pelayanku. Semakin hari kelakuanmu seperti orang gila bocah" ucap jendral Frenkline sembari melirik Harry malas.
"Siapa yang kau-"
"Sebenarnya tujuan kami kesini ingin meminta biaya untuk membeli perlengkap yang lebih bagus sekaligus ingin bertanya apakah kami bisa menyelesaikan sebuah misi. Karena kami butuh uang untuk membangun sebuah Mansion" ucap Arka.
"Beraniny kau memo-"
"Kurasa perlengkapan para prajurit sudah cukup bagus dan kalian tidak perlu menjalankan misi karena setiap komandan akan mendapat 10.000 koin emas sebagai tunjangan" ucap jendral
Lagi-lagi ucapan Harry dipotong. Dirinya benar-bemar sangat kesal. Tapi setelah mendengar dirinya akan mendapat 10.000 koin emas rasa kesalnya menjadi sirna dan berubah menjadi rasa bahagia.
"Perlengkapan para prajurit memang sudah cukup bagus. Tapi kami berfikir akan bagus jika kita membuat pasukan khusus dan pasukan heavy cavalry berserta light cavalry" ucap Xena.
"Tapi apakah 9.000 prajurit cukup untuk membuat pasukan itu?" tanya jendral Frenkline.
"Kami akan merekruit para pemuda untuk menjadi prajurit. Itu tidak akan melanggar aturan bukan?" ucap Harry.
"Aku akan membicarkannya kepada para jendral terlebih dahulu. Agar tidak terjadi kesalah pahaman. Untuk sementara waktu pakai saja prajurit yang ada" ucap jendral Frenline.
"Kami sudah menyiapkan 450 prajurit. Rencananya kami akan membuat 150 pasukan khusus, 150 pasukan heavy cavalry dan 150 light cavalry" ucap Arka
Light cavalry lebih cepat dibandingkan dengan cavalry dan heavy cavalry. Mereka sangat cocok untuk serangan kejutan atau serangan kilat.
Karena light cavalry difokuskan pada kecepatan serangan sehingan armor yang mereka gunakan lebih ringan dan lebih sedikit. Kelamahan dari pasukan ini adalah mereka lebih lemah dibandingkan dua unit kavaleri lainnya.
Kelemahan dari heavy cavalry adalah soal kecepatan karena mereka difokuskan untuk serangan langsung dan memakai armor yang berat.
"Baiklah itu terserah kalian" ucap jendral Frenkline sembari memberikan 3 kantong uang.
"Ini tunjangan kalian. Kalian membangun mansion di tanah milikku" ucap jendral Frenkline.
Ketiganya mengambil kantong uang mereka. Harry membayakan akan menbuat mansion yang sangat mewah dengan 10.000 koin emas miliknya.
"Terima kasih ada kebaikanmu jendral" ucap Arka.
"Tidak perlu sungkan dan ini biaya yang kalian butuhkan. 20.000 koin emas cukup bukan?" ucap jendral Fenkline.
"Sangat cukup jendral. Sekali lagi terima kasih banyak" ucap Harry.
Mereka lalu segera pergi dari mansion jendral Frenkline untuk menyiapkan semuanya. Mereka bertiga pergi menuju barak devisi ular.
"Apa semuanya sudah siap mike?" tanya Harry.
"Sudah tuan" jawab mike.
"Sekarang tugasmu adalah membeli 450 armor tingkat sedang berwarna silver, 1 armor tingkat kuat putih dan 3 armor tingkat akhir berwarna hitam. Ingat 150 armor tingkat sedang yang ringan dan harus berwarna hitam semua" ucap Harry
"Belilah 300 tombak tingat sedang, 150 pedang tingkat sedang, 150 perisai tingkat sedang, 1 pedang tingkat kuat dan 3 pedang tingkat akhir" ucap Xena.
Ada beberapa tingkatan untuk armor dan persenjataan.
__ADS_1
1.Tingkat Lemah
2.Tingkat Sedang
3.Tingkat Kuat
Tingkat Akhir
Setiap armor dan persenjatan berbeda harga tergantung dengan tingkatannya.
"Belilah kuda sebanyak 304 kuda. 300 berwarna colkat, 1 berwarna hitam dan 3 berwarna putih" ucap Harry.
"Terakhir belilah 150 lencana ular hitam dengan tulisan dark serpent , 300 lencana kuda yang dililit oleh ular hitam dengan tulisan cavalry forces dan 1 lencana ular kobra hitam dengan tulisan kapten dibawahnya berwarna perak. Apa kau mengerti?" ucap Arka
"Saya mengerti tuan"
"Bawalah 10 prajurit untuk membantumu" ucap Xena sembari memberika kantong uang yang berisi 20.000 koin emas.
Mike mengangguk lalu pergi menjalankan tugasnya.
"Siapa diantara kalian yang bisa berkuda?" tanya Harry.
Hampir semua prajurit mengakat tangan menandakan bahwa mereka bisa berkuda dengan baik. Hanya ada 50 prajurit yang tidak bisa berkuda.
"Bagi yang tidak bisa berkuda pindah ke sebelah kiri" ucap Harry.
50 prajurit yang tidak bisa berkuda segera bergeser ke sebelah kiri. Harry mulai menghitung para prajurit.
'Hanya 50 ya' gumam Harry.
"Aku masih membutuhkan 100 prajurit lagi. Siapa yang mau mengikuti mereka?" ucap Harry.
100 prajurit bergabung bersama 50 prajurit lainnya. Tak lama berselang Mike datang membawa semua yang telah dipesan.
Mike membawa 3 kuda putih, 1 kuda kuda hitam dan 300 kuda coklat. Mike juga membawa Armor, senjata dan lencana.
"300 pasukan ambil 300 kuda coklat, 300 armor dan tombak tingkat sedang. 300 lencana bertulis Cavalry Forces kalian ambil juga" ucap Haryy.
"Sedangkan sisanya ambil armor,tombak dan perisai tingkat sedang. Ambil juga 150 lencan bertuliskan dark serpent" ucap Xena.
Semua prajurit yang telah dipilih langsung mengambil perlengkapan mereka dengan semangat.
"Dan kau Mike ambilah kuda hitam itu, 1 armor tingkat tinggi, 1 pedang tingkat tinggi dan juga 1 lencan kapten" ucap Arka sembari tersenyum.
"Apakah tuan bercanda?" Mike tidak yakin dengan ucapan Arka. Dalam hidup Mike dia tidak pernah berharap mempunyai perlengkapan tingkat tinggi karena semua itu mustahil baginya.
"Aku serius Mike"
"Terima kasih kamondan" ucap Mike berkaca-kaca dan langsung berlari mengambil perlengkapan miliknya.
__ADS_1