
Arka dan yang lainnya mengadakan rapat untuk membentuk 5 bidang yang meliputi ekonomi, pendidikan, pertahanan, kesehatan dan teknologi pembangunan dan juga membentuk kubu para bangsawan seperti kerajaan lainnya. Arka mendapat saran dari Harry agar membentuk para bangsawan untuk memperkuat militer kerajaannya.
"Yang mulia!" semua orang membungkuk hormat saat Arka memasuki ruang rapat.
"Berdirilah" semua orang langsung berdiri ketika mendapat perintah dari Arka. "Aku akan membentuk pengaturan 5 bidang dan bangsawan seperti kerajaan lain"
"Apakah raja sudah yakin dengan keputusan ini?" tanya Mike.
"Ya, aku sudah sangat yakin dengan keputusanku ini" ucap Arka.
"Bidang apa yang akan dibentuk oleh anda yang mulia?" tanya Lexa.
"Pengaturan 5 bidang itu adalah kemiliteran, pendidikan, kesehatan, ekonomi dan teknologi pembangunan" ucap Arka.
"Bangsawan tingkat apa yang anda butuhkan?" tanya Xena.
"Tingkat duke, marquess, count, ealr dan baron" ucap Gresia.
"Baiklah kami akan mencari orang yang mau menjadi bangsawan dan pengatur 5 bidang" ucap Kriss.
"Raja sudah menentukan 5 duke dan 5 pengatur bidang" ucap Gresia.
"Siapa orangnya Gresia?" ucap Xena.
"Nona Xena, tuan Mike, tuan Axel, tuan Dexi dan tuan Griton akan menjadi seorang duke" ucap Gresia dengan senyum hangat.
Mendengar namanya disebut Xena tidak percaya akan keputusan dari Arka. Bagaimana bisa Arka memintanya untuk menjadi seorang duke?. Membayangkannya saja Xena tidak pernah, bagaimana caranya dia menjadi seorang bangsawan?.
"Lalu siapa yang akan menjadi 5 pengatur bidang?" tanya Mike sedikit terkejut karena mendengar dirinya akan menjadi bangsawan.
"Bidang pertahanan akan dipimpin oleh jendral besar Gremio, bidang pendidikan akan dipimpin oleh tuan Kriss, bidang kesehatan akan dipimpin oleh nona Lexa, bidang ekonomi akan dipimpin oleh saya, dan bidang teknologi pembangunan akan dipimpin oleh tuan Hirden" ucap Gresia. "Dan yang akan mengantikanku sebagai asisten raja adalah adikku Isabel"
Isabel masuk keruang rapat setelah namanya dipanggil oleh kakaknya. Pakaian yang dikenakan oleh Isabel sangat elegan dan menawan, pakaian itu seakan menambah kecantikan Isabel. Dia menunduk hormat dan tersenyum ramah kepada semua orang yang ada diruang rapat tanpa terkecuali.
"Aku hanya perlu sekitar 40 calon bangsawan lagi untuk memimpin disetiap wilayahku" ucap Arka.
"Kami akan mencarinya, Yang Mulia!" ucap Falxus.
"Aku ingin bangsawan yang setia, jujur dan dapat membuat wilayahku yang aku percayakan kepada mereka menjadi lebih maju" ucap Arka.
"Baik, Yang Mulia. Kami akan mengusahakan mencari calon bangsawan yang anda inginkan" ucap Kriss.
"Baiklah kalau begitu. Cukup sampai disini rapat kita kali ini, kalian sudah tau tugas kalian masing-masing dan jangan lupa laporkan kepadaku segera" ucap Arka.
"Baik, Yang Mulia" ucap semua orang serentak dan bersiap meninggalkan ruang rapat.
Arka, Xena dan Isabel tidak bergerak dari tempat mereka. Arka masih berpikir apa keputusannya kali ini benar?.
"Tenanglah" ucap Xena tersenyum manis. "Kau sangat jelek jika seperti itu"
Mendengar Xena menggoda dirinya, membuat Arka menjadi salah tingkah.
__ADS_1
"Apa kau mencoba menggodaku? Gadis manis" ucap Arka sembari mendekatkan wajahnya dengan wajah Xena.
"Tentu saja tidak!" Xena mendengus kesal dan mengalihkan wajahnya agar Arka tidak melihat rona pipinya yang sudah memerah karena tingkah Arka.
"Kau lucu jika malu seperti itu" Arka tersenyum jahil sembari mendekatkan wajahnya lagi.
"Berhenti menggodaku Arka!" Xena mendengus kesal karena jarak antara wajahnya dan Arka hanya tinggal sejengkal.
"Kau yang menggodaku lebih dulu" ucap Arka sembari mengelus pipi Xena, lalu menjauh dari Xena.
Arka sangat senang dapat membuat Xena merona seperti itu. Sementara Isabel yang melihat adegan mesta itu berusaha berpura-pura tidak melihat.
-----><-----
Setelah lama menunggu, akhirnya Falxus dan Kriss kembali ke istana kerajaan kabut dan melaporkan tugas yang diberikan oleh mereka telah selesai.
"Lapor, Yang Mulia! Tugas yang anda berikan kepada kami telah kami selesaikan" ucap Kriss membungkuk hormat diikuti oleh Falxus.
"Bawa mereka masuk!" perintah Arka.
"Baik, Yang Mulia" ucap Falxus lalu pergi memanggil para calon bangsawan yang telah ia bawa.
Tak lama Falxus masuk lagi keruang singgasana milik Arka dengan membawa 20 calon bangsawan yang telah diseleksi.
"Hormat kami, Yang Mulia" ucap seorang pria berkulit sawo matang memberi hormat diikuti oleh yang lainnya.
"Tentu kalian sudah tau maksudku membawa kalian kemari, bukan?" ucap Arka menaikan sebelah alis miliknya.
"Suatu kehormatan bagi kami dapat menjadi bagian dari kerajaan kabut" ucap pria dengan manik mata berwarna coklat. "Kami berjanji akan setia kepada kerajaan kabut, Yang Mulia"
Arka harus dipaksa memahami karakter setiap orang. Dia harus tau mana yang baik dan mana yang hanya berpura-pura agar dirinya tidak dimanfaatkan oleh orang lain. Sama seperti halnya ketika dia menilai Harry saat pertama kali bertemu. Dirinya merasa Harry adalah anak yang sangat baik sehingga dia mau berteman dengannya sampai saat ini.
"Baiklah, Perkenalkan diri kalian masing-masing" ucap Arka memberi perintah.
"Aku Dixon, Yang Mulia" ucap pria berkulit sawo matang yang memberi hormat pertama kali pada Arka.
"Aku Leonard, Yang Mulia"
"Aku Arnold, Yang Mulia"
"Aku Astra, Yang Mulia"
"Aku Xian, Yang Mulia"
.....
Mereka semua memperkenalkan diri mereka satu persatu sesuai perintah dari sang raja. Arka sendiri telah memilih dan menseleksi mereka semua.
"Tuan Dixon, tuan Leonard, tuan Arnold, tuan Astra, tuan Xian, tuan Darius, tuan Ozzi dan tuan Gilberd akan menjadi bangsawan tingkat Marquess" ucap Isabel tersenyum ramah.
"Terimakasih atas kepercayaan anda kepada kami, Yang Mulia"
__ADS_1
"Selanjutnya ada tuan Markus, tuan Grilardo, tuan Barok, tuan Reene, tuan Nastron, tuan Adro, nona Yuri, nona Astrid, nona Helly dan nona Sonya sebagai bangsawan tingkat Count" ucap isabel tersenyum ramah.
"Terimakasih atas infonya nona Isabel" ucap Nastron seraya membalas senyum Isabel
"Bangsawan tingkat Ealr akan diduduki oleh nona Merlin, tuan Jack, tuan Keyri, tuan Thoma, nona Umika, tuan Arsen, tuan Aslan, nona Rizuka, tuan Lubis, tuan Flint, tuan Aziro, nona Melika dan tuan Reus. Sementara yang lainnya akan menjadi bangsawan tingkat Baron" ucap Isabel.
Para bangsawan sangat berpengaruh bagi kerajaan karena alasan itulah Arka membentuk para bangsawan dengan membagi wilayah kekuasaannya. Semakin besar gelar bangsawan yang seseorang punya maka akan semakin besar wilayah yang dipimpin mereka, contohnya seorang duke akan memiliki wilayah yang lebih luas dan aman ketimbang seorang Marquess.
*Tingkatan gelar untuk para bangsawan
1.Duke ----> Duchess
2.Marquess ----> Marquise
3.Count ----> Countess
Ealr ----> Viscountess
Baron ----> Baroness*
Arka langsung memberi sebuah perkamen kepada masing-masing bangsawan tentang keadaan wilayahnya yang akan diurus oleh mereka. Mereka membaca dengan khimad agar bisa memahami kondisi dari wilayah yang akan mereka pimpin.
"Pihak kerajaan akan menambah 2.000 pasukan dan menambah 5.000 pasukan goblin disetiap wilayah kerajaan" ucap Isabel.
"Yang Mulia, bolehkah aku bertanya tentang sesuatu hal yang berkaitan dengan wilayahku?" tanya Ealr Reus, keraguan tampak diwajahnya.
"Silahkan" ucap Arka.
"Berapa besar pajak yang harus aku bayarkan untuk wilayahku?" tanya Ealr Reus.
"Untuk saat ini pajak yang harus dibayar oleh bangsawan tingkat Baron dan Ealr hanya sebesar 50-100 koin perak perorang, untuk bangsawan tingkat Count dan Marquess sebesar 5-10 koin emas perorang, sementara untuk bangsawan tingkat duke 25 koin emas perorang. Kalian harus membayar pajak setiap bulan" ucap Arka.
"Baik, Yang Mulia" ucap para bangsawan serentak.
Bagi mereka itu adalah harga yang sangat murah yang harus mereka bayar demi mendapatkan wilayah yang sangat makmur.
"Kalau begitu tuan dan nona sekalian dapat pergi ke wilayah masing-masing untuk mengambil ahli dan kembali lagi ke ibu kota saat Mansion milik kalian telah selesai dibangun" ucap Isabela
Arka memang berencana membuat mansion disekitar istana dengan benteng yang kuat dan kokoh. Pada benteng pertama akan dibuat mansion untuk para baron dan baroness, benteng kedua akan dibuat mansion untuk bangsawan tingkat ealr dan seterusnya sampai pada istana miliknya.
Setelah para bangsawan pergi barulah Arka bisa menghela nafas lega. Tubuhnya sangat lelah dan lemah karena seharian mengadakan rapat bersama petinggi kerajaan. Akhirnya dirinya memutuskan untuk beristirahat.
"Isabel antar aku ke mansion miliku. Sekarang aku sangat lelah dan butuh istirahat" ucap Arka dengan nada lemah membuat Isabel khawatir.
"Yang Mulia, Apakah anda baik-baik saja?" tanya Isabel khawatir.
"Aku baik-baik saja, kau tidak perlu khawatir seperti itu. Aku hanya butuh istirahat" ucap Arka.
__ADS_1
"Baiklah, Yang Mulia" Isabel memutuskan untuk tidak berkomentar lebih jauh dan mengantarkan Arka ke mansion utama miliknya.
Sebenarnya istana kerajaan kabut bukanlah tempat tinggal Arka. Istana hanyalah tempat menyambut tamu penting, mengadakan rapat dan urusan kerajaan lainnya. Namun jika Arka ingin istirahat dia pergi ke mansion lantai 4 miliknya untuk bersantai diwaktu luangnya. Mansion itu berada di belakang istana dan di jaga ketat oleh pasukan khusus dan para goblin.