Dewi Ular

Dewi Ular
2.Pertemuan (2)


__ADS_3

Lima hari berselang


Pertemuan Arka dengan Xena masih menempel di dalam otak Arka. Di bawah cahaya bulan Arka terus membayangkan wajah dan senyum yang Xena miliki.


'Aku harus mencarinya' Guman Arka dengan mantap sambil memegang sapu tangan milik Xena. Ia berharap dapat bertemu dengan Xena lagi.


Keesokan harinya


Arka bersiap-siap untuk pergi mencari Xena. Baru saja ingin meninggalkan halaman rumahnya Arka dihadang oleh Harry.


"Mau kemana kau?" Tanya Harry heran karena melihat sahabatnya sudah serapi ini dipagi hari.


"Bukan urusanmu" Ketus Arka. Ia tidak mau berurusan dengan Harry.


"Jurus Pengikat Bayang" Tiba-tiba keluar bayangan hitam seperti tali dari bayangan Harry dan mengikat bayangan milik Arka,sehingga Arka tidak dapat bergerak.


Harry terpaksa mengeluarkan jurusnya untuk menghentikan langkah Arka.


"Kau belum menjawab pertanyaanku" Harry terus mendesak Arka,agar Arka mau mengatakan kemana ia akan pergi.


"Apakah kau tuli? Aku sudah mengatakan ini bukan urusanmu bodoh." Arka mulai kesal akibat ulah dari Harry yang selalu saja ingin tau semua urusannya


"Baiklah jika kau memaksa aku akan..." Ucapan Harry di potong oleh Arka.


"Jika itu maumu aku akan menceritakan semuanya" Arka pasrah,ia sudah tau resikonya jika ia tidak memberi tau sahabatnya itu. Harry akan mengelitiknya sampai Arka mau menjawab semua pertanyaan Harry dengan jujur.


Arka menceritakan semuanya dari awal ia bertemu dengan Xena sampai akhirnya ia terus memikirkan wajah dan senyum yang dimiliki gadis cantik itu.


"Jangan-jangan kau jatuh cinta dengan wanita itu" Harry menarik kesimpulan setelah mendengar cerita dari sahabatnya.

__ADS_1


"Heh aku sudah menceritakan semuanya sekarang lepaskan aku" Arka meminta Harry melepaskan jurus ikatan bayangannya tetapi Harry tidak menurutinya.


"Aku heran secantik apa wanita itu sehingga kau biasa jatuh cinta dengannya?" Harry malah bertanya lagi kepada Arka.


"Aku tidak akan mengizinkanmu ikut denganku" Arka sudah menangkap tujuan Harry memberikan pertanyaan itu kepadanya.


"Apa aku harus memaksamu?" Harry kembali mengancam Arka yang membuat Arka pasrah.


"Baiklah kau boleh ikut tapi jangan membuatku malu ketika kita bertemu dengannya" Kata Arka memperingatkan karena ia menduga Harry akan mempermalukannya ketika mereka bertemu dengan Xena.


"Namanya saja kau tidak tau. Bagaimana kau bisa seyakin itu dapat bertemu dengannya lagi" Harry heran melihat sahabatnya. Mebuat dirinya semakin penasaran secantik apa wanita yang dapat menaklukan hati sahabatnya yang dingin bagaikan es.


"Firasatku mengatakan bahwa takdir akan mempertemukan kita kembali" Ucap Arka penuh kenyakinan.


"Kau pikir Dunia ini selebar daun kelor?" Tanya Harry tidak yakin dengan yang diucapkan oleh Arka.


"Aku tidak pernah berpikir seperti itu" Jawab Arka.


Negara Angin merupakan negara kecil yang ada di Dunia. Negara ini di himpit oleh dua negara besar yaitu Negara Air dan Negara Api yang membuat Negara Angin menjadi negara kecil terkaya karena merupakan jalur perdagangan antar Negara Air dan Negara Api.


Setelah berkeliling Arka dan Harry tidak dapat menemukanan keberadaan Xena. Mereka memutuskan untuk beristirahat di sebuah Cafe.


Braakk...


Saat mereka hendak masuk Harry ditabrak oleh pemuda yang sedang berlari ketakutan.


"Apakah kau tidak punya mata?" Ucap Harry dengan nada kesal kepada pemuda itu kerena telah menabraknya.


"Ma...Maaf tuan aku tidak sengaja" Jawab Pemuda itu semakin takut karena Harry mengeluarkan aura pembunuh yang membuat pemuda itu tertekan.

__ADS_1


"Sebenarnya apa yang terjadi? Kenapa Kalian berlari seperti dikejar setan?" Arka bertanya kepada pemuda itu karena merasa heran melihat orang-orang berlari ketakutan.


"Ada seekor ular kobra raksasa mengamuk di ujung pasar" Kata pemuda itu.


"Harry kita harus pergi ke ujung pasar" Arka mengajak Harry untuk pergi ke ujung pasar.


"Baiklah kita pergi sekarang" Mereka berdua melesat secepat kilat menuju ujung Pasar.


Dalam hitungan menit Arka dan Harry sudah sampai di ujung pasar. Mereka berdecak kagum melihat kemampuan seorang wanita yang sedang menghadapi seekor ular raksasa.


"Jurus Tapak Angin Penghacur" Serangan itu telak bersarang di leher ular kobra raksasa. Serangan tersebut tidak dapat melukai ular kobra tersebut. Ular kobra itu menyerang Xena.


Xena berusaha melompat ke samping untuk menghidar yang membuat dirinya kehilangan keseimbangan. Tetapi ketika tubuh Xena hendak terjatuh ke tanah tubuhnya ditahan oleh tubuh seorang pria.


"Sepertinya kau butuh bantuan nona" Ucap Arka menawarkan bantuan


"Kau lagi? Sepertinya kau mengikutiku" Ucap Xena curiga kepada Arka.


"Sepertinya tidak begitu. Aku hanya kebetulan lewat" Kata Arka mencoba menjelaskan.


"Apakah kalian masih mau meributkan hal yang tidak penting? Aku membutuhkan bantuan kalian untuk menghadapi hewan ini" Harry menggerutu karena Arka dan Xena tidak membantunya.


"Bukankah sudah aku bilang jangan menggganggu kesenanganku" Balas Arka dengan nada kesal.


Tanpa bicara lagi Xena melompat membantu Harry disusul dengan Arka. Sebenarnya Arka malas membantu Harry karena Arka tau Harry sanggup menghadapi ular raksasa itu.


'Dasar sahabat tidak tau diri.' Umpat Arka di dalam hati.


-------------------------------------------

__ADS_1


Semoga teman-teman suka


Jangan lupa vote aku gais:)


__ADS_2