
Sudah 2 minggu Arka membagi wilayah kekuasannya kepada para bangsawan. Meskipun belum lama berkerja para bangsawan sudah menunjukan kinerja yang lumayan bagus. Wilayah para bangsawan sudah mengalami sedikit perkembangan setelah mengalami krisis dalam waktu yang cukup lama, itu semua bukan dikarenakan Arka yang lalai dalam memerintah kerajaannya hanya saja dirinya sedikit kerepotan karena wilayahnya sudah semakin luas akibat kemenangannya dari beberapa perang dengan kerajaan kecil lainnya. Hal itulah yang membuat dirinya memutuskan membagi wilayahnya agar dapat diurus oleh para bangsawan.
Kemajuan sedikit demi sedikit terlihat di beberapa wilayah yang sebelumnya mengalami krisis. Arka merasa beban berat yang berada dipungungnya selama beberapa hari belakangan ini satu-persatu mulai terangkat. Itu semua terlihat jelas dair raut wajahnya yang sekarang lebih cerah dari biasanya. Isabel yang menyadari Arka sudah kembali ceria membuatnya sangat senang.
40 mansion yang dibangun telah siap untuk ditempati dan 4 bangunan depatermen juga sudah selesai. Pembangunan sangat cepat karena banyak pekerja yang direcruit oleh Isabel, mereka dibayar menggunakan harta jarahan dari kerajaan kecil yang sudah mereka taklukan. Ditambah dengan bantuan para goblin dan troll semakin mempercepat perekerjaan mereka.
40 mansion dibangun mengelilingi istana dengan benteng pembatas antara bangsawan satu dan yang lainnya. Semakin dalam semakin tinggi tingkatan seorang bangsawan, semakin ketat pernjagaan dan semakin kokoh benteng yang telah didirikan. Sementera 5 depatermen didirikan di dekat pusat kota dengan 6 lantai. Arka juga menyarankan para bangsawan agar membuat pengatur 5 bidang disetiap wilayah agar dapat mengatur wilayah mereka dengan baik.
"Pekembangan yang cukup bagus. Berapa para goblin dan troll yang mendaftar ke depatermen kemiliteran?" tanya Arka.
"Sekitar 10.000 goblin dan 5.000 troll yang mendaftar, Yang Mulia" ucap Gremio memberi laporan. "12.000 pemuda juga mendaftar untuk bergabung menjadi prajurit"
"Lalu bagaimana dengan perkembangan ekonomi kerajaan, Gresia?" ucap Arka lalu menatap Gresia dan menunggu laporan darinya.
"Keadaan ekonomi kerajaan semakin membaik, Yang Mulia. Krisis yang dialami di beberapa wilayah juga sudah dapat ditangani oleh para bangsawan" ucap Gresia.
Satu demi satu para pemimpin depatermen melaporkan hasil kerja mereka yang sangat memuaskan bagi Arka.
"Isabel, apakah seorang raja bisa berlibur?" tanya Arka kepada Isabel.
Isabel yang mendengar itu terkekeh pelan karena pertanyaan Arka. "Tentu saja bisa, Yang Mulia. Tapi kau masih punya beberapa pekerjaan yang harus anda selesaikan" ucap Isabel.
"Aku akan mengerjakannya nanti Isabel. Berikan aku waktu untuk liburan sebentar saja, aku bisa gila jika terus-terusan bekerja" Arka merenggek kepada Isabel seperti anak kecil yang minta dibelikan es krim oleh ibunya.
"Jika anda telah menyelesaikan pekerjaan anda. Aku berjanji akan memberikan waktu liburan selama 1 minggu untuk anda" ucap Isabel terkekeh melihat tingkah Arka. "Aku meminta maaf tidak bisa mengabulkan permintaanmu. Aku pasti dimarahi oleh nona Xena nantinya, aku harap anda dapat mengerti"
Arka hanya bisa mengangguk pasrah karena yang katakan Isabel itu benar. Bukan hanyal9 Isabel yang akan dimarahi oleh Xena, tetapi dirinya juga akan dipukul habis-habisan oleh gadis itu karena telah melalaikan tugasnya.
Arka kembali ke mansion bersama Isabel dengan wajah jelek. Para pelayan menyambut mereka dengan suka cita dan segera menyiapkan air hangat untuk Arka mandi dan menghidangkan makanan untuk makan malam.
"Isabel, apakah besok aku memiliki waktu luang?" tanya Arka sembari menyatap makanan miliknya.
"Sepertinya tidak ada, Yang Mulia" jawab Isabel dengan ragu.
"Rinci setiap pertemuan besok"
__ADS_1
"Dari jam 8 sampai jam 10 anda melakukan pertemuan dengan para bangsawan mengenai agenda untuk melaksanakan winter festival. Jam 10 sampai jam 12 ada pertemuan dengan raja kerajaan api untuk perjanjian damai. Jam 1 sampai jam 3 sore rapat besar antara kerajaan tingkat 3 akan dilaksanakan. Selanjutnya jam 3 sampai 5 sore ada kunjungan dari kerajaan rosvelt" ucap Isabel secara rinci.
Membayangkannya saja sudah bisa membuat Arka merasa tidak enak badan. Tapi dirinya mendapat sebuah celah untuk berkeliling sekitar kerajaannya.
"Akhirnya aku mendapat waktu istirahat" ucap Arka bersemangat.
"Aku akan mengatur pertemuan-pertemuan selama seminggu ke depan karena besok adalah tugas terakhir anda" ucap Isabel.
Setelah melahap semua makanannya Isabel mengantarkan Arka ke kamar miliknya yang berada di lantai 4 lalu kembali ke kamar miliknya. Arka merebahkan tubuhnya di atas kasur sembari membayangkan hari-harinya tanpa pekerjaan yang membebaninya selama ini. Karena terlalu asik berkhayal membuat Arka mengantuk dan tertidur di atas ranjang miliknya.
-----><-----
Arka terbangun karena cahaya sang mentari telah menerobos celah-celah jendela kamar miliknya. Tak lama seorang pelayan membawakan sarapan untuknya mengunakan meja dorong hasil dari kerajinan depatermen pembangunan dan teknologi. Meja dorong ini sama seperti meja dorong biasa yang membedakan meja dorong ini hanya perlu menekan tombol dan dengan sendirinya akan berjalan menuju tempat tujuan yang sudah ditentukan. Rencananya meja dorong tersebut akan di distribusikan kepada restoran-restoran pada saat winter festival nanti.
Arka yang baru saja selesai membersihkan diri dan bersiap keluar dari kamarnya menemui Isabel yang sudah menunggu dirinya. Arka terkejut melihat ekspresi kesal yang tergambar jelas di wajah asistennya itu. Tanpa bicara Arka langsung berjalan diikuti oleh Isabel dan 2 orang penjaga untuk pergi ke ruang rapat. Waktu yang mereka punya hanya tinggal 10 menit lagi sebelum terlambat. Arka dan yang lainnya mempercepat laju mereka. Isabel yang terlihat marah mengutuk Arka dalam hati karena telah membuatnya kerepotan seperti ini.
Mereka sampai di ruang rapat tepat waktu, disana sudah banyak orang yang menunngu dirinya. Arka telihat menggigil ketika mendapati seorang wanita sedang melihatnya dengan kesal, itu adalah Xena. Ruang rapat telah dirombak sedikit lebih besar agar dapat menampung lebih banyak orang.
"Mari kita mulai rapatnya. Seperti yang kalian tau musim dingin akan tiba sebentar lagi dan aku akan mengadakan winter festival di kerajaan kabut" ucap Arka seraya tersenyum manis yang dapat membuat kaum hawa terpana melihat senyumannya itu "Aku butuh data yang telah kalian kumpulkan sebelumnya"
"300.000 tanaman jahe juga sudah dibeli, Yang Mulia" ucap Gresia.
"Persiapan pernak-pernik juga sudah lengkap" ucap Duchess Xena.
"Baiklah, jika semua sudah siap. Hias seluruh wilayah dengan bagus dan aku ingin tanaman jahe ditambah lagi sebanyak 200.000. Jangan lupa beli 150.000 baju tebal untuk dibagikan kepada penduduk yang kurang mampu, sisanya akan dijual kesetiap pengujung. Mengerti?" ucap Arka memberi perintah.
"Mengerti!" ucap semua orang serentak lalu pergi meninggalkan ruang rapat kecuali Arka dan Isabel karena mereka masih menunggu orang-orang untuk mengadakan rapat
selanjutnya.
-----><-----
Pertemuan demi pertemuan telah dilalui oleh Arka dengan sukses. Arka sangat senang dirinya dapat terbebas dari pekerjaan beberapa hari kedepan. Dirinya dan yang lain mempersiapkan diri untuk menyambut keluarga kerajaan rosvelt yang akan menikmati Winter Festival dikerajaan kabut.
"Kakak!" teriak seorang gadis kecil yang sedang berlari menghampiri Arka.
__ADS_1
Arka tersenyum melihat gadis kecil itu berlarian dan memeluknya dengan erat.
"Sudalah, tuan putri"
"Kakak jahat... kakak jahat!" ucap Aliska sembari memukul-mukul bahu Arka.
"Kenapa kau berbicara seperti itu?" tanya Arka.
"Kakak sudah tidak ingin bermain denganku. Kakak sungguh jahat" Aliska berdecak kesal dan membuat orang yang melihat tingkahnya menjadi tertawa.
"Aku sangat sibuk putri kecil. Kak Xenalah yang jahat dia bahkan tidak mengizinkanku untuk berlibur walau hanya 1 hari saja" ucap Arka tersenyum jahil kearah Xena.
"Kak Xena sungguh jahat padaku. Tapi aku akan tetap menyayanggimu kak" ucap sang gadis cilik dengan wajah polos.
"Kenapa kau begitu baik pada mereka?" ucap Harry dengan wajah murung.
"Kak Harry tenang saja. Aku tetap sayang padamu kak"
"Bagaimana dengan kami Aliska?" ucap Aris tersenyum jahil.
"Kak Aris dan kak Dexi adalah pahlawanku"
"Hei kau curang! Masa mereka menjadi pahlawanmu sedangkan aku tidak, sungguh menyebalkan!" ucap Xena dengan wajah kesal yang dibuat-buat.
"Baiklah kalian semua pahlawanku" ucap Aliska polos.
Hal itu sungguh mengundang gelak tawa kerena sangat jarang terjadi seorang petinggi kerajaan yang pemberani kalah dengan anak berusia 6 tahun. Sungguh tontonan yang sangat lucu.
Author Note:
Update sehari sekali:)
Jam 7 pagi ya😙
Semoga tetap suka:*
__ADS_1