Dewi Ular

Dewi Ular
43.Sudah Waktunya


__ADS_3

"APA?!" teriak Arka dan Harry secara bersamaan.


"Apa kau yakin Xena? Kami sudah berjanji kepada kakek Aman untuk melindungimu" ucap Arka tidak ingin berpisah dengan Xena.


"Stop untuk melindungiku Arka! Aku tidak butuh perlindungan dari kau atau siapapun" teriak Xena.


"Tapi bagaimana dengan janji kami kepada kakek Aman? Xena tolong pikirkan lagi, aku mohon" ucap Harry berlutut ia juga tidak bisa mengingkari janjinya kepada kakek Aman.


"Apa kalian rela melihat ribuan orang yang berada dikerajaan kalian menjadi batu? Apa kalian tega melihat mimpi Alelius sirna? Apa kalian sanggup melihat aku selalu merasa bersalah karena tidak bisa melindungi kakek?" air mata Xena kini telah tumpah menujukan kesedihan yang ada pada dirinya.


"Aku mohon, aku akan baik-baik saja. Lindungi kakek Aman, lindungi Ratu Anne dan keluarganya, lindungi para bawahan kalian, lindungi kerajaan rosvelt dan kerajaan kabut. Dimasa depan aku akan menemui kalian, aku berjanji" lanjut Xena kini tangisnya berubah menjadi senyuman.


Arka dan Harry memeluk Xena dengan erat. Berat rasanya harus berpisah dengan Xena terlebih Arka yang sudah menyukai Xena dari awal mereka bertemu tapi mereka harus mencoba ikhlas walaupun nantinya akan terasa berbeda tanpa Xena.


Tidak ada yang akan memarahi mereka berdua ketika mereka bertengkar, tidak akan ada senyum manis yang selalu Arka rindukan meskipun Xena telah berjanji dimasa depan akan menemui mereka tapi tidak ada yang bisa menjamin mereka akan bertemu.


"Aku berjanji akan melindungi semua yang berharga bagi kita" ucap Arka melepaskan pelukannya disusul dengan Harry.


"Kau akan tamer yang kuat Arka. Aku yakin itu" ucap Xena.


"Ketika kita bertemu dimasa depan disaat itulah kau akan melihat Harry yang kuat dan pintar" ucap Harry sembari mengelap air matanya.


"Baiklah aku akan menunggu waktu itu tiba, Harry" balas Xena.


Rain memberikan serbuk setoples serbuk pixie itu kepada Arka setelah drama yang sangat menbuatnya kesal akan tingkah laku ketiganya tapi ia memaklumi itu sebab Xena tidak akan bertemu dengan mereka lagi sampai saatnya telah tiba.


"Terima kasih Rain" ucap Arka sembari mengambil toples itu.


ketiganya langsung menemui batu kakek Aman yang masih berada di halaman masion. Ratu anne dan yang lainnya juga ikut ke halamana.


"Bukankah itu serbuk pixie, serbuk yang dibuat oleh para peri yang berada di fairy forest?" bisik Aris kepada Zin


"Ya, kau benar itu serbuk pixie, serbuk para peri" balas Zin.


"Tapi bagaimana bisa ka Arka mendapatkannya?" bisik Aris lagi.

__ADS_1


"Kurasa bukan ka Arka yang mengambilnya tapi pria disana yang mengambilnya" jawab Zin dengan berbisik.


Rain hanya tersenyum melihat tingkah Aris dan Zin meski mereka berbisik dan jarak keduanya dengan Rain cukup jauh tapi Rain masih bisa mendengarnya dengan jelas.


Xena, Arka dan Harry sampai di depan patung batu kakek Aman, patung itu masih terlihat utuh sama seperti sebelumnya. Xena mengambil sedikit serbuk pixie dan menyirami kakeknya dari atas kepala dan perlahan serbuk itu turun keseluruh bagian tubuh kakek Aman.


Perlahanan tubuh kakek Aman yang sudah menjadi batu kini berubah seperti sedia kala. Setelah seluruh tubuh kakeknya telah sembuh Xena langsung memeluknya dengan senang. Kakek Aman merasa tenaganya yang telah lama lenyap kini kembali meski usianya sudah lebih dari seratus tahun tapi berkat serbuk pixie wajahnya kembali seperti umur 50+. Xena senang melihat kakeknya kembali seperti semula bahkan kakek telihat lebih muda dan bertenaga.


Aris dan yang lainnya terkejut melihat kakek aman berubah menjadi lebih muda. Mereka sama sekali tidak mengetahui fungsi serbuk pixie membuat orang awet muda bukan kembali ke masa muda.


"Xena sepertinya kau terlalu banyak menggunakan serbuk pixie kepada kakekmu itu" ucap rain.


"Rain?!" ucap kakek Aman terkejut.


"Ternyata kau masih mengingatku orang tua" ucap Rain sembari terkekeh.


"Jangan mengejekku, umurmu jauh diatas diriku" protes kakek Aman.


"Hahaha... Ternyata kau masih seperti dulu" ucap Rain tertawa.


"Tentu saja kami kenal orang ini yang telah menitipkanmu kepadaku" jawab kakek Aman.


"Aku tidak mengerti apa yang kalian bicarakan?" tanya Xena semakin bingung.


Akhirnya kakek Aman menceritakan pertemuannya dengan Rain hingga akhirnya mereka menjadi teman dekat tapi setelah Rain menitipkan Xena kepadanya kakek Aman sudah tidak pernah bertemu lagi dengan Rain. Itulah pertemuan pertamanya setelha 16 tahun tidak berjumpa.


setelah makan malam mereka beristirahat ke kamar masing-masing dan bersiap untuk pulang besok.


...----------------...


Keesokan harinya mereka telah siap untuk pulang ke kerajaan rosvelt dan kerajaan kabut. Bersama dengan 2 pria bertopeng bernomer 1 dan 5 untuk melatih Arka dan Harry sekaligus mengawal perjalanan pulang mereka.


Bagaimanapun Rain tidak ingin kedua pemuda itu mati karena mereka memiliki takdir yang akan menggemparkan bersama dengan Xena.


"Apa kau yakin dengan keputusanmu Xena?" tanya Aman memastikan tekad cucunya telah bulat sebelum ia pergi bersama yang lain.

__ADS_1


"Aku yakin dengan pilihanku, tolong jaga dirimu dengan baik kakek. Maafkan cucumu ini yang belum bisa membalas semua kebaikanmu" ucap Xena sedih, ia telah menceritakan semua kepada kakeknya itu.


Semua orang terlihat sedih karena Xena tidak akan ikut bersama mereka termasuk Aliska yang sudah menangis sendari tadi.


"huhuhu... Kak Xena jahat, kak Xena ninggalin Aliska huhuhuhu" tangis Aliska saat mengetahui Xena tidak akan itu pulang bersamanya.


"Hai putri cantik tidak boleh menangis nanti kecantikannya hilang loh. Aku akan sering mengunjungimu" ucap Xena berusaha menenangkan Xena.


"Benarkah? Kak Xena tidak berbohongkan?" tanya Aliska yang langsung diam dan mengelap air matanya.


"Kapan aku berbohong kepadamu? Jangan samakan aku dengan mereka yang selalu berbohong" tunjuk Xena ke arah Arka dan Harry berada.


Aliska menatap sebal keduanya, yang dikatakan oleh Xena memang benar Arka dan Harry selalu saja berbohong padanya. Mereka mengatakan akan menemaninya bermain tapi tetap saja mereka sibuk dengan urusan masing-masing dan Aliska ditemani oleh para pelayan pada akhirnya.


"Sepertinya putri kecil itu telah berubah menjadi harimau kecil yang pemarah" bisik Harry kepada Arka ketika melihat Aliska berjalan menuju mereka.


"Hai putri can-... Aduh!" teriak Harry ketika kakinya diinjak oleh Aliska.


"Aduh... Mengapa kau menginjakku juga?" teriak Arka kesakitan.


Aliska tidak memperdulikan mereka dan kembali munuju Xena. Xena terkekeh geli melihat kedua sahabatnya dikerjain oleh seorang gadis kecil berumur 6 tahun.


"Apakah kau sudah puas?" tanya Xena menahan tawanya karena melihat tatapan kesal kedua sahabatnya.


Aliska hanya mengangguk dan tersenyum. Xena berlutut dihadapan gadis itu dan membentangkan tangannya. Aliska langsung memeluk Xena dengan erat.


"Kau harus berjanji akan mengunjungiku" ucap Aliska lirih menahan tangisnya.


"Aku berjanji!" ucap Xena sembari mengacungkan kelingkingnya untuk membuat janji kepada Aliska.


Rombongan Arka dan Harry pergi meninggalkan Xena membawa 3 toples serbu pixie. Rain mengatakan sebar 2 toples serbuk pixie di dua kerajaan dan satu toples di tanah yang cukup luas. Ada rasa sesak dihati Xena melihat kepergian teman-temannya namun tekadnya telah bulat.


'Sudah waktunya untuk aku bertambah kuat' batin Xena dengan kilatan terlihat jelas dimatanya.


Rain yang diam-diam dapat mendengar suara hati Xena tersenyum senang mendengar semangat Xena yang begitu luar biasa

__ADS_1


__ADS_2