
"Tuan semuanya telah siap" ucap salah satu goblin.
"Kak Alelius apa kau ingin ikut bersama kami?" tanya Dexi.
"Aku sangat ingin ikut bersama kalian. Tap-"
"Kalau begitu kakak harus ikut. Bolehkan kak Arka?" potong Aliska.
"Tentu saja putri manis"
"Asik kak Alelius boleh ikut!" teriak Aliska.
"Terimakasih, Yang Mulia" ucap Alelius.
"Tidak perlu sungkan. Lagipula aku bukan seorang raja lagi" sahut Arka tersenyum.
Para goblin menuntun mereka ke tempat yang sudah disediakan oleh Goblin Cheif. Disana sudah ada dan 650 monster yang terdiri dari 312 goblin nolmal, 13 goblin cheif, 312 troll normal dan 13 troll.
"Buat tim masing berisikan 24 goblin dan 24 troll dengan 2 pemimpin goblin cheif dan troll cheif" perintah Arka.
Para goblin dan troll segera membentuk tim sesuai dengan perintah Arka. Hanya butuh waktu sekitar 5 menit, 13 tim telah terbentuk sesuai perintah Arka.
Setelah para monster membentuk semua tim Arka mengeluarkan 13 buah kalung sihir dengan sebuah permata transparan yang indah.
Arka mengarahkan sebuah kalung ke arah 1 tim monster yang telah terbentuk dan berkata "Masuk!".
Mendadak permata itu mengeluarkan cahaya yang sangat menyilaukan dan sekejap cahaya dari permata transparan itu hilang bersamaan dengan para monster dan telah berubah warna menjadi hitam.
Para monster yang melihat itu mulai tak tenang mereka melihat Arka dengan tatapan bertanya, Arka hanya tersenyum menanggapi tatapan dari para monster.
Ratu anne dan yang lain juga terkejut dengan fenomena yang baru saja mereka lihat kecuali Harry dan Xena. Akhirnya Xena dan Harry menjelaskan para monster telah tersegel dalam kalung permata hitam itu.
Jika penggunanya merasa dalam bahaya dan membutuhkan bantuan para monster akan muncul dan menyelamatkan si pengguna kalung itu. Monster yang sudah tersegel dalam kalung hitam itu akan mendapat sedikit kekuatan dan memberikan kekuatan mereka kepada pengguna kalung.
Sedangkan Arka terus melakukan hal yang sama sampai 13 kali dan memberikan kalung-kalung hitam itu kepada yang lainnya. Mereka masing-masing mendapat 1 kalung.
Mereka seperti mendapatkan kekuatan besar saat mengenakan kalung sihir yang telah diberikan oleh Arka.
Sebenarnya Arka akan membagikan kalung ini keseluruh penduduk agar mereka semua selalu merasa aman ketika sedang melakukan perdagangan keluar kerajaan tapi rencananya telah hancur.
"Apakah tuan tidak ingin bermalam dulu disini?" ucap salah satu troll.
"Baiklah kami akan berangkat besok pagi tapi kalian harus menjaga kedua kerajaan dengan baik" sahut Arka mengiyakan keinginan para monster karena matahari sudah hampir tenggelam.
Mereka berjalan mengikuti para goblin menuju bangunan besar yang berada di tengah permukiman mosnter.
"Silahkan masuk tuan nona" ucap goblin perempuan.
Mereka semua masuk ke rumah kayu itu dan beristirahat di kamar yang sudah di sediakan lalu makan makan malan bersama oleh para monster.
Perbincangan hangat dan sedikit candaan antara Arka dan para monster tercipta seakan mereka tidak akan bertemu lagi.
-----------><----------
Keesokan harinya semua monster sibuk mempersiapkan segala keperluan sebelum keberangkatan Arka dan yang lainnya.
__ADS_1
"Hoaaaah...." Xena menguap karena dirinya kelelahan sehingga masih mengantuk.
"Mau sampai kapan kau berada disana?, putri tidur" tanya Arka yang tiba-tiba masuk ke kamar Xena.
Xena yang baru bangun tidur segera menutupi wajahnya yang mirip seperti bantal agar Arka tidak melihatnya.
Arka menahan tawa melihat tingkah Xena yang malu. "Tidak perlu malu seperti itu" ucap Arka.
"Sedang apa kau disini?" tanya Xena yang masih menutup wajahnya dengan bantal.
"Aku hanya ingin membangunkanmu"
"Tidak perlu, aku sudah bangun. Pergilah aku mau bersiap-siap"
"Cepatlah semua sudah menunggumu, putri tidur" goda Arka sebelum pergi.
Setelah Xena memastikan Arka benar-benar pergi dirinya melepaskan bantal yang ada diwajahnya dan pergi ke kamar mandi. Setelah selesai membersihkan diri Xena memakai dress pendek berwarna biru dan celana panjang berwarna putih.
Xena keluar dari kamarnya dan menemui yang lainnya. Saat dirinya meneruni tangga semua mata tertuju pada dirinya membuat Xena tersipu malu karena 12 pasang mata melihatnya dari kepala sampai ke ujung kaki.
'Kenapa mereka semua melihatku? Apa penampilanku aneh dimata mereka?' pikir Xena sembari mengecek penampilannya.
"Kau sangat cantik kak" Aliska berlari dan memeluk Xena.
"Kau hanya bercandakan?, putri kecil" ucap Xena membalas pelukan Aliska.
"Dia benar nak, kau terlihat sangat cantik" ucap Ratu Anne.
"Kau sungguh cantik nona!" ucap Alelius terpana dengan penampilan Xena.
"Kalian terlalu berlebihan" ucap Xena.
"Apakah kau sudah siap? tuan putri" tangan Arka mengenggam punggung tangan Xena dan menciumnya dengan lembut.
"a...apa yang kau lakukan? cepat berdiri" ucap Xena gugup.
"Tidak ada. Aku menyukaimu" bisik Arka.
Xena terdiam ketika suara serak Arka merasuk ke pikirannya. Satu pertanyaan timbul dihatinya.
'Apa dia benar-benar menyukaiku?' pikir Xena.
"Prrt... Aku hanya bercanda. Mana mungkin aku menyukaimu, hahaha" ucap Arka terkekeh geli.
'Sudah kuduga dia hanya ingin mengodaku' pikir Xena.
"Itu tidak lucu!" bentak Xena lalu menginjak kaki Arka.
"Aww... Sakit tau" Arka hanya bisa meringgis ketika Xena menginjak kakinya.
'Jika saja kau tau aku benar-benar menyukaimu mungkin kau akan menjauhiku' pikir Arka.
'Apa kau merasakan yang aku rasa saat ini? itu mustahil. Jika kau merasakannya tentu kau tau, aku menyukaimu' pikir Xena.
Xena berlari pergi keluar mansion sambil menahan tangis yang kapan saja bisa tumpah. Dirinya berusaha tegar di depan semua orang agar mereka tidak tau perasaan yang Xena rasakan saat ini.
__ADS_1
Saat sampai diluar mansion air mata yang sudah dibendung oleh Xena akhirnya tumpah bersamaan dengan turunnya air hujan yang menutupi semua tangisan Xena. Saat Xena menangis ada seorang pria yang datang lalu memeluknya.
"Aku tau perasaanmu"ucap Harry sembari memeluk Xena.
Harry berusaha menghibur Xena, dirinya tau bagaimana perasaan kedua sahabatnya itu. Sedangkan terus menangis di dada bidang Harry sembari diguyur air hujan membuat siapapun tidak tau bahwa dirinya sedang menangis selain Harry.
Tanpa mereka sadari ada sepasang mata yang melihat Xena dan Harry berpelukan. Pemilik mata itu adalah Harry yang ada di depan mansion. Perasaan marah, sedih dan kecewa bercampur aduk menjadi satu. Arka sama sekali tidak pernah menyangka Harry akan mengkhianatinya.
-----------><----------
Xena dan Harry kembali ke mansion saat perasaan Xena membaik. Mereka berdua menganti pakaian mereka yang telah basah karena air hujan.
Setelah selesai berganti pakaian, Arka memutuskan untuk segera pergi meninggalkan kerajaan Kabut dan kerajaan Rosvelt.
"Aku titipkan kedua kerajaan kepada kalian. Jangan biarkan siapapun mengambil sesuatu dari kedua kerajaan" ucap Arka.
"Tuan harap tenang. Kami akan menjaga kedua kerajaan dengan baik"
"Baiklah, aku pergi dulu"
Arka memasuki kereta yang telah ditarik oleh three-tailed white tiger miliknya. Ada tiga kereta, masing-masing kereta dapat memuat 5-6 orang.
Monster-monster yang sudah Arka dijinakan hanya bisa melihat Arka dan yang lainnya pergi dengan rasa sedih yang sudah tak terbendung.
Kereta-kereta yang ditarik oleh three-tailed white tiger melaju dengan cepat menuju arah selatan.
Diperjalanan banyak manusia dan bangunan yang telah menjadi batu, sudah tidak ada yang tersisa dari kerajaan kabut hanya patung batu yang kapan saja bisa hancur dan menyatu dengan tanah.
'Sebenar siapa pria itu? dia pasti sangat kuat sehingga bisa merubah 2 kerajaan menjadi batu. Tapi suatu saat nanti aku akan membunuh siapapun yang merubah kerajaanku menjadi batu!' batin Arka dalam hati.
Xena dan yang lainnya menatap sedih keluar kereta, begitu banyak penduduk yang menjadi batu.
"Kakek?!" teriak Xena ketika melihat Aman yang telah menjadi batu.
Mendengar teriakan itu three-tailed white tiger segera berhenti dan membiarkan Xena keluar menemui Aman
"Kakek... hiks hiks" ucap Xena sembari menangis.
Arka dan Harry segera turun menghampiri Xena yang tengah menangis memeluk seorang pria paruh baya.
"Kakek Aman?!" teriak keduanya.
Alangkah kagetnya mereka berdua ketika melihat Aman yang telah menjadi batu. Perasaan sedih muncul dihati keduanya, Aman sudah mereka anggap seperti kakek mereka sendiri.
"Xena lebih baik kita bawa kakek Aman ke tempat Rain" ucap Harry.
"Aku sangat bodoh. Kenapa aku sangat lemah?! aku bahkan selalu berlindung dibalik bayang-bayang kalian!" teriak Xena menatap Arka dan Harry dengan air mata yang jatuh ke pipinya.
"Xen-"
"Bahkan melindungi orang yang penting bagiku saja aku tidak mampu" potong Xena dengan tangisan yang semakin kencang.
Arka segera memeluk tubuh Xena erat dan memberikan kehangatan untuk Xena.
"Ini semua bukan salahmu. Kita tidak tau semua ini akan terjadi. Lebih baik kita bawa kakek Aman bersama kita" ucap Arka lalu melepaskan pelukannya.
__ADS_1
Xena hanya mengangguk pelan, ia sudah merasa lebih baik dari sebelumnya dan bertekad akan jauh lebih kuat di masa depan nanti agar bisa melindungi orang-orang yang penting bagi dirinya.
'Aku harus lebih kuat agar bisa melindugi orang yang penting dalam hidupku termasuk kakek' batin Xena.