Di Antara Dua Wanita Berbeda

Di Antara Dua Wanita Berbeda
Meeting di luar Kota


__ADS_3

Aku pun sampai ke butik Sherly dan tetap romantis membelikannya bunga.


"Hai, sayang!" Sapa ku dengan memberikan bunganya.


"Hai, sayang!" Balas Sherly dengan mencium pipiku.


"Tumben gak ada Hendry? Biasanya dia rajin ke sini." Tanya ku


"Sayang, memangnya kamu pikir dia gak ada kerjaan, dia lagi di kantor!" Jawab Sherly


"Oh begitu, aku kira dia nggak pernah sibuk." Balas sambil senyum


"Lagian dia sesekali kok ke butik, gak tiap hari." Balas Sherly lagi.


"Oh ya sayang, besok aku mau ke Surabaya untuk meeting, ya gak lama sih cuma seminggu!" Ujarku


"Oh gitu, kamu sendiri aja?"tanya Sherly


"Sama karyawan aku juga." Jawabku.


"Apa serketaris kamu ikut?" Tanya Sherly.


"Iya dia ikut, soalnya aku butuh dia juga." Jawabku santai.

__ADS_1


"Oh begitu!" Dengan sedikit wajah yang merenggut.


Aku pun tidak lama di butik Sherly karena mau pulang kerumah dan makan bareng ibuku sekalian mau berkemas juga.


*****


Besok hari pun tiba, aku dan para karyawan ku berkumpul di Bandara kecuali aku dan serketaris ku karena aku menjemputnya.


Kami pun sampai di Surabaya, aku sudah menyewa rumah untuk seminggu karena kami ada 7 orang jadi butuh rumah yang kamar nya banyak.


Kami pun mulai beraktivitas dengan tujuan perusahaan, aku dan Nindy semakin hari semakin dekat karena Sakin sering terlihat bersama karyawan yang lain menganggap kami punya hubungan spesial, padahal aku kan sudah punya pacar namun yang anehnya aku merasa senang dan tidak marah dengan gosip itu.


Aku sangat senang karena setiap harinya aku sering makan masakan Nindy yang enak itu.


"Kamu belum tidur?" Sapa ku


"Belum pak, saya ke pikiran sama ayah saya." Ujar Nindy.


"Apa kamu sudah menelpon ayah kamu?" Tanya ku


"Sudah kok pak, cuma saya tetap khawatir aja! Ya namanya juga jauh dari orang tua." Jawab Nindy.


"Ya setidaknya kamu kan sudah menelepon ayah kamu, jadi tidak perlu sekhawatir itu." Ujarku.

__ADS_1


"Di dunia ini saya cuma punya ayah saya, ya selama ayah saya masih hidup saya sangat bersyukur, selama masih ada orang tua kita harus menjaga mereka, karena jika mereka tidak ada rasanya sangat sedih karena kehilangan harta yang paling berharga." Ucapnya sambil menatapku.


Aku hanya terdiam dan menatapnya balik, aku pun sadar betapa baik dan lembutnya hati si culun, aku bahkan jarang menelpon Ayahku atau mengunjunginya.


"Baiklah! Lebih baik kamu tidur, besok kita ada meeting." Ucapku


"Iya pak. Selamat malam." Balasnya dan pergi.


Aku pun juga berjalan menuju kamar ku, aku melihat ponselku dan ternyata Sherly sudah menelpon ku sebanyak 3 kali. Dan yang anehnya aku malas untuk telpon balik karena aku merasa ngantuk.


Keesokan harinya kami meeting dengan perusahaan yang akan bekerja sama dengan perusahaan ku. Tidak terasa besok adalah hari terakhir kami di Surabaya, lalu aku dan karyawan yang lain mengadakan barbeque di halaman rumah yang kami sewa.


*****


Malam hari pun tiba, kami para lelaki sudah menyiapkan peralatan dan mulai memanggang daging, sementara yang perempuan menyiapkan nasi dan minuman untuk kami makan bersama.


Malam itu sangat menyenangkan karena baru pertama kali aku mengadakan hal ini kepada karyawan ku, semenjak ada si culun aku menjadi orang yang lebih relax dan tidak kaku dengan karyawan ku.


Kami pun makan malam bersama dengan canda tawa, lalu aku melihat si culun tertawa lepas dan aku senang melihatnya.


Lalu kami mengadakan permainan yang bagiku sangat konyol namun menyenangkan, jika ujung botol mengarah pada kita maka dia dapat tantangan dari yang lain.


Permainan pun di mulai, lalu dapat lah giliran ku yang di kasih tantangan, awalnya karyawan ku segan untuk memberi ku tantangan namun aku meyakinkan mereka ini permainan jadi aku tidak akan marah.

__ADS_1


__ADS_2